The first 200 lines.
"Suatu hari di musim semi yang cerah di bulan Mei"
"Di ruangan yang berbau ayam goreng"
"Dia masuk dengan langkah ringan"
"Mengamati situasinya"
Kali ini... Apa ayam goreng lagi?
Apa...
Di bulan Mei, rencana awal kita adalah
- memberi beberapa pemirsa makanan. - Benar.
Tapi
sepertinya kita harus tetap menjaga jarak sosial.
Ya, keadaannya memburuk lagi.
Kita tidak bisa melayani pelanggan secara langsung.
- Lalu? - Jadi, hari ini,
kita akan melakukan lantatur.
"Lantatur"
Begitulah cara kita akan menjual ayam.
Kita akan melakukan lantatur?
Kita akan menjual 100 ayam saja.
Hanya 100 ayam.
"Hanya 100 ayam"
Kamu pernah menggoreng 100 ayam?
Menurutmu 100...
Terkadang, aku merasa... Aku merasakan darahku mendidih.
Jika kamu menjual 100 ayam,
kami akan berikan 1.000 ayam goreng untuk mereka yang menginginkannya.
"Halo?"
"Satu panggilan telepon"
"Menyatukan Jae Seok dan Myung Soo"
Perencana ayam, Dokter Ayam Yu.
"Bertugas membantu Dokter Ayam"
"Adalah legenda industri ayam goreng"
Ahli Ayam Goreng.
"Mereka belajar dari para master"
Ini membuat perbedaan yang begitu besar?
"Mereka menyelesaikan rancangannya"
"Pencicipan gratis oleh Ahli Ayam Goreng dan Dokter Yu"
"Pasangan ini"
"Berhasil melayani 100 pencicip"
"Kita bisa membuka toko"
Acara spesial untuk Ahli Ayam Goreng
dan Dokter Ayam Yu.
Sabtu, Sabtu Ayam!
Mereka membuka toko bernama "Sabtu, Sabtu Ayam".
Dalam satu hari, sajikan pelanggan
seratus ayam goreng lewat lantatur.
Jika mereka berhasil, 1.000 ayam goreng akan disumbangkan.
Acara donasi yang diadakan dengan bantuan pemagang spesial.
Dokter Ayam Yu, Ahli Ayam Goreng, kalian sudah siap?
Kukuruyuk!
Kita akan membuat lantatur?
Ya.
"Dua jam sebelum pembukaan"
Untuk menyesuaikan konsep lantatur,
Myung Soo pergi ke kantor pusat untuk meminjam truk makanan.
Astaga. Sudah lama sekali rasanya. Lebih dari 10 tahun, bukan?
"Myung Soo mengunjungi ayam goreng K"
Halo.
Astaga.
Apa kabar, Direktur?
"Apa kabar, Direktur?"
Senang bertemu denganmu.
"Siapa kamu?"
Kamu tidak ingat aku?
"Memindai wajahnya"
"Kamu..."
Aku ingat kamu.
- Apa kabar? - Dahulu...
"Mereka pernah bertemu"
Dahulu... Itu 14 tahun lalu, bukan?
- Sekitar 15 tahun lalu. - Astaga.
Itu sangat sulit bagimu.
Kamu terlihat sama. Kamu belum berubah.
Kamu membantu di tokoku.
Benar.
Kamu membantuku satu atau dua tahun saat aku menjadi duta mereknya.
Kita mengunjungi semua pemilik waralaba,
- mengadakan jumpa penggemar kecil. - Ya.
- Dahulu kamu memakai kacamata? - Ya.
- Aku ingat kamu. - Bagus.
"Dia bertemu kembali dengan Myung Soo sebagai kepala departemen"
- Terima kasih atas tehnya. - Tentu.
Tidak masalah.
Aku akan melepas maskerku untuk minum teh dan bicara.
- Aku akan sedikit menjauh. - Baiklah.
Aku melihat di televisi bahwa kamu dan Yu Jae Seok
- membuat ayam goreng. - Ya.
Kami punya ide.
Karena pembatasan sosial,
kami tidak bisa membuka restoran dan menjualnya secara langsung,
jadi, jika kamu bisa meminjamkan truk makanan selama sehari,
banyak orang akan bisa makan ayam lezat,
dan mencicipinya.
Kalian melakukan ini dengan niat baik,
jadi, kami akan mendukung sepenuhnya.
Terima kasih banyak.
Kami bisa memberi ayam sebagai hadiah untuk banyak orang
di truk makanan itu.
- Kami akan buat ini menyenangkan. - Baiklah.
Terima kasih.
Aku merasa hari ini akan menyenangkan.
Akan ada beberapa pemagang
yang akan membantu kita hari ini.
- Pemagang? - Ya.
Salah satunya adalah senior dalam bisnis restoran.
"Pemagang pertama adalah senior dalam bisnis restoran"
Satu lagi tiba-tiba kehilangan pekerjaannya
di luar kehendaknya.
"Kapan para pemagang itu tiba?"
"Seseorang perlahan berjalan mendekat"
Apa ini?
Ini pemagang yang merupakan senior di bisnis restoran?
Ini pemagang yang merupakan senior di bisnis restoran?
"Seorang profesional dalam bisnis restoran, Jung Jun Ha"
Ini aku.
- Ini aku. - Apa ini?
- Apa yang dia katakan tentangku? - Apa?
Dia bilang kamu senior dalam bisnis restoran.
- Jun Ha orangnya? - Ya.
Kenapa kamu tidak senang?
Bukannya aku tidak senang, aku hanya terkejut.
Lalu bagaimana? Haruskah aku masuk lagi?
- Tidak perlu. - Kamu tidak terlihat senang.
Duduklah.
- Hei. - Ini aku.
"Ada orang lain datang setelahnya"
- Halo. - Yeon Koung.
- Halo. - Astaga, halo.
Yeon Koung, kenapa kamu kemari?
"Pemain voli terbesar di dunia ini"
"Yang pernah diproduksi Korea"
"Kim Yeon Koung, pemain voli yang suka ayam goreng"
- Halo. - Yeon Koung, kenapa kamu kemari?
- Kudengar kamu butuh pemagang. - Benar, tapi...
Kamu sungguh datang untuk menjadi pemagang kami?
Aku sangat suka ayam goreng,
aku juga suka semua hidangan yang dibuat dengan ayam.
- Kamu suka ayam. - Semua yang dibuat dengan ayam.
Aku sedang istirahat karena situasi COVID-19 ini.
Kalau begitu, musim voli telah...
- Sudah berakhir. - Kamu benar.
Musim ini dibatalkan,
jadi, ini menjadi semacam liburan.
Jadi, kamu tidak melakukan apa pun?
Kenapa kamu mengatakannya seperti itu?
Apa buruknya hal itu?
Tanyakan apakah dia beristirahat.
Aku ingin tahu apa yang dia lakukan saat beristirahat.
Apa yang kamu lakukan?
- Aku hanya berolahraga. - Ya, tentu saja.
Kamu mungkin berolahraga tiap hari,
jadi, kamu pasti muak melakukan itu.
- Itu pekerjaan, harus kulakukan. - Tentu saja.
Kamu bekerja bahkan saat tidak mau.
- Bukankah begitu? - Ya.
Ya, begitulah.
Dia membuat nama yang bagus untuk kanalku, jadi, aku melakukan itu.
Aku menamai kanalnya "Sup Nasi Kepala Sapi Jung Jun Ha".
Andai rambutku sebanyak ini.
"Dia terus melakukan yang terbaik untuk kanal pribadinya"
Aku seharusnya merekam video hari ini.
- Lalu? - Tapi akhirnya aku
dapat kegiatan yang lebih besar.
Aku harus membatalkannya.
Kalau begitu, kedai sup nasinya tutup sementara?
Aku juga punya kanal YouTube.
- Apa yang kamu lakukan? - Judulnya "Unnie Roti".
Ya, "Unnie Roti".
"Dia menjadi 'Unnie Roti' berkat apa yang dia teriakkan tanpa sadar"
"Dia menunjukkan sisi manis dan rendah hatinya"
- Bagus sekali. - Kamu punya banyak pelanggan?
Aku punya sekitar...
Berapa banyak pelangganmu?
Aku punya sekitar 38.000 pelanggan.
Jumlahnya terus naik dengan kecepatan stabil.
Berapa banyak jumlah pelangganmu?
Ada sekitar 330.000 sampai 350.000 orang.
"Mereka berdua terkejut"
"Unnie Roti", astaga.
Datanglah dan tonton kanalku.
"Dia tiba-tiba mempromosikan kanalnya"
Datang dan tontonlah.
Tekan berlangganan dan suka!
Jangan langsung meminta mereka tekan berlangganan dan suka.
"Kami tidak mengira dia akan mempromosikan dirinya selugas itu"
- Kamu punya 350.000 pelanggan. - Tunggu, bagaimana dengannya?
Aku punya 38.000 pelanggan, datanglah dan tekan berlangganan.
Aku tidak berniat membahasnya,
- tapi kamu menyebutkan YouTube. - Benar sekali.
Kudengar kita akan membuat 100 ayam goreng
dan menjualnya lewat lantatur.
- Aku baru mendengarnya di sini. - Sungguh?
Ada banyak tempat menjual barang lewat lantatur.
Sebuah tempat di Pohang mulai menjual ikan mentah lewat lantatur,
dan ada banyak mobil berbaris.
Kudengar Yang Joon Il mengadakan acara jumpa penggemar lantatur.
- Begitu rupanya. - Aku dengar. Acara tanda tangan.
Kalau begitu, biarkan aku... Aku akan menggoreng ayam
- untuk kalian cicipi. - Astaga.
- Kedengarannya bagus. - Biar kucoba.
Aku akan segera menggorengnya.
No comments yet. Be the first to leave one.