The first 200 lines.
EPISODE 14
Terima kasih.
Lantainya licin. Hati-hati.
Tak apa-apa. Tak perlu dibantu.
Jangan bergerak!
Apa yang kau lakukan?
Tidak apa-apa.
Dokter hanya khawatir. Aku tidak butuh semua itu.
Dokter pintar tahu yang mereka lakukan. Turuti saja.
Jangan lakukan apa pun sendirian mulai sekarang, paham?
Kau tidak menurut.
Kau lapar?
Sedang apa kau?
Kita seperti ini dulu saja.
Saat kupikir itu ajalku, aku sangat menyesalinya.
Aku diberi kesempatan lagi, tapi lagi-lagi tidak jujur.
Kau tidak akan mati.
Maaf aku tidak memercayaimu.
Tidak, maafkan aku.
Yu-ra bukan lawan yang mudah.
Bahkan setelah lihat sifat aslinya yang sangat buruk,
butuh tiga tahun untuk memutuskan hubungan.
Orang yang tak seperti dugaanmu...
Aku mengerti maksudmu.
Saat sudah lama bersama seseorang,
sulit untuk melihat sifat asli orang itu.
Kita berusaha menyangkalnya.
Kita baru sadar setelah melihat bagaimana akhirnya.
Mantan tunanganmu berusaha membunuhku,
lalu Min-hwan dan Su-min dibayar jika aku mati.
Mereka bersekongkol.
Suami Bu Yang berselingkuh.
Kurasa nasibku berpindah ke Bu Yang.
Pernikahan mereka saja belum cukup.
Masih ada yang lain. Aku harus mencari tahu itu.
Untuk melindungi Bu Yang.
Tetaplah di sisiku.
TUJUAN TERBARU
Tunggu aku.
Hentikan!
KAFE CINTA TERLARANG BIOSKOP KENDARA HENTI
KAFE PERCINTAAN HOTEL KESEPIAN
Polisi berpikir sopir mabuk yang menyebabkan kecelakaan.
Mereka tak akan bisa menangkapnya.
Kami menyuruh orang untuk memantau Yu-ra, Min-hwan, dan Su-min.
Tapi belum mendapatkan apa-apa.
Mereka diawasi setelah kecelakaan, jadi, tidak ada petunjuk.
Jika kau tahu lebih awal, seharusnya diskusikan denganku dulu.
Aku tidak yakin kau ada di pihakku.
Maaf, Kak Seok-jun.
Tidak perlu. Aku tidak marah.
Satu-satunya cara dengan menemukan Jeong Man-sik dan Bae Hui-suk.
Mereka pasti menuju Incheon.
Oh Yu-ra pasti mencari mereka.
Sudah pasti.
Ini soal siapa yang lebih cepat.
Omong-omong, berapa lama kau harus memakai penyangga lengan?
Sampai Ji-won bilang sudah tidak perlu.
Sebenarnya sudah bisa kulepas.
Tapi dia berjanji akan merawatku saat aku memakainya.
Ji-hyuk.
Apa ada hal lain yang kau ingat dari kecelakaan?
Tidak ada.
Aku pergi ke aula peringatan untuk menemuimu.
Mobilnya mogok di sana.
Hanya itu?
Mungkin ada lagi, tapi saat ini tidak ada yang kuingat.
- Ji-won? - Ya?
- Telur. - Baiklah.
Apa lagi?
Aku harus pergi. Sampai jumpa besok.
Terima kasih hari ini.
Ada apa?
Ji-won.
Apa sakit lagi?
Maaf.
Hanya ini yang terpikirkan olehku.
Dasar kau.
Bisakah kau...
menginap?
Selamat tidur.
Aku akan matikan lampu.
Pak Yu, sedang apa kau?
Aku mengerti maksudmu, jadi, aku akan memelukmu saja.
Masih sakit. Sumpah.
Selalu ada di sisiku.
Apa pun yang kau lakukan,
lakukan di sisiku.
Aku hanya butuh itu.
Kau sudah bangun? Baru saja mau kubangunkan.
Kau mau stroberi? Enak sekali. Stroberi paling enak...
Kenapa? Apa kau bermimpi buruk?
Tunggu. Bukankah lenganmu sakit? Sekarang sudah sembuh?
Sakit.
Tidak, kau tadi...
Sekarang kau bisa berbohong.
Aku tidak bohong.
Kau bermimpi apa semalam?
Rahasia.
Aku tahu kita berdua asisten manajer, tapi aku manajer pengganti,
jadi, aku harus katakan ini.
Kau terlalu sering cuti seperti kau keluarga pemilik perusahaan.
Aku ada masalah di rumah.
Masalah? Apa di sini ada yang tidak punya rumah?
Apa di sini ada yang tidak punya masalah di rumah?
Sial. Kenapa keputusan personalia harus diambil sekarang?
Si berengsek itu sangat beruntung.
Ada banyak pekerjaan menumpuk di sekitar kita...
Sulit dipercaya.
Mau kubantu?
- Bu Yang! - Bu Yang!
Apa sudah boleh bekerja?
- Kau tidak apa-apa? - Ya.
Apa?
Sedang apa kau? Kenapa tidak bisa dihubungi?
Kang Ji-won ke kantor seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Apa yang sedang terjadi?
Ji-hyuk sudah dipulangkan. Pasti itu alasannya.
Bersikaplah seperti tak terjadi apa-apa.
Memang dia akan melakukan apa?
Menjambak dan membentaknya mudah kalau kau ingin berkelahi.
Bersabarlah jika kau tidak mau menjadi gelandangan.
Nanti kau akan datang ke sasana?
Akan terasa lebih baik setelah mengobrol sambil olahraga.
Dia sangat tidak sopan.
Seharusnya aku tak terlibat dengan orang rendah seperti dia,
tapi tak ada yang beres kalau aku tak turun tangan.
Man-sik dan Hui-suk ditemukan. Mereka ketakutan, jadi, mau bersembunyi.
Halo, ini Jeong Man-sik.
Sulit menemukan kalian.
Kenapa bersembunyi? Situasi kita sama.
Tidak, bukan karena kami tidak memercayaimu.
Kami tak bisa memercayai putriku.
Percayalah padaku.
Aku tak pernah meninggalkan keluarga.
Bagaimana jika pergi ke Tiongkok untuk sementara?
Shanghai itu indah.
Kalian juga bisa bermain air di Hangzhou dan Suzhou.
Aku menyedihkan, ya?
Pada usia sekarang, saat aku merasa cemas,
tempat tujuanku hanyalah kantor.
Karena kau punya teman di sini.
Aku khawatir dan tetap akan menemuimu.
Tidak, aku akan memergokinya malam ini.
Aku melaporkannya ke polisi atas perzinaan.
Benar juga. Ini sebelum undang-undang itu dihapuskan.
Setiap kali aku dirawat di rumah sakit,
dia mengajak wanita itu ke rumah.
Jadi, aku bilang hari ini akan dirawat.
Kamera dasbor mobilnya
merekam mereka berbuat tidak senonoh di mobil.
Tapi tidak ada videonya. Kurasa itu rusak.
Polisi bilang audio saja tidak cukup bukti.
Video kamera dasbor tidak berfungsi?
Konyol, bukan?
Aku sungguh tidak ingin sejauh ini,
tapi aku sudah putuskan dan merusak kunci pintu saat pergi.
Bu Yang.
Boleh aku ikut?
Apa itu dia?
Ya.
Baiklah, suamimu masuk 30 menit lalu.
Mari masuk 10 menit lagi.
Siapa kalian?
Apa? Ada apa?
Ada apa ini?
Apa?
Hei.
Kenapa kau ada di sini?
Apa?
Dia bilang kau ada di rumah sakit. Aku datang mau memberikan lauk.
Mungkin aku kelewatan.
Aku sering bertemu dia di restoran, jadi, sudah kuanggap keluarga.
Hei.
Apa kau mencurigaiku?
Apa kau merendahkanku karena aku bekerja untuk ayahmu?
- Kalian... - Apa? Kalian apa?
Terserah.
Lupakan. Kalian pergilah.
Keluar. Hei, kau juga.
Jangan bawa apa pun ke sini dengan alasan khawatir.
Kau membuatku malu.
Maafkan aku.
Keluar.
Kau harus pergi juga. Aku akan bicara dengannya.
Kau tidak akan pergi?
Aku akan pergi, tapi sebelum pergi...
Apa yang dia lakukan?
Apa? Mau apa kau?
Apa?
Jangan pukul aku.
Jika menyentuhnya, kau akan terima akibatnya!
Kau gila!
Aku akan menuntutmu atas ini!
Kau datang dengan polisi!
Pak, ini...
Ini perusakan properti, 'kan? Wanita ini memakai tongkat golf...
Hentikan!
Kau sangat tidak tahu malu.
Apa kau senang tidak ketahuan?
No comments yet. Be the first to leave one.