Tall Girl 2

Tall Girl 2

Download Indonesian Subtitle

Release info

Tall Girl 2 NF-RT-01:41:25
A Commentary by DD_Movie
NF RETAIL | t.me/ddmoviechannel

Tags

other
Published on: 2022-02-20
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

Aku tahu kau memikirkan apa. Kok bisa cowok sepertiku berpacar dia?

- Kami sering ditanya begitu. - Kami berteman sudah lama.

Sudah lama aku menaksirnya.

Tetapi masyarakat tak menerima cewek tinggi berpacar cowok pendek.

Benar sekali. Aku dulu sering dirundung karena jangkung.

- Cuaca di atas sana bagus? - Terutama oleh penyiksaku, Kimmy.

Celanamu oke juga, Genderuwo.

Seperti dikutuk.

Lalu ada siswa pertukaran dari Swedia bernama Stig …

- Dia tinggal bersama keluargaku. - Dia lebih tinggi dariku.

Mereka sempat pacaran, tapi dia dipermainkan.

Benar, dan dia mempermalukanku di depan semua teman sekelasku.

Dia diam-diam jatuh cinta padaku.

Apa?

Aku langsung bertindak membelanya…

Dia lebih keren ketimbang kalian semua jadi satu.

Aku ditonjok. Tidak serius.

- Itu serius. - Itu serius.

Ya, maksudku…

Dia yang memberiku kepercayaan diri untuk membela diriku

dengan kado termanis.

Setelahnya, aku bangga dengan tinggiku.

Dan Homecoming adalah langkah besar bagiku.

Hai, aku Jodi.

Kalian tahu julukanku seperti "Amazon" atau "Jodi si Raksasa Hijau".

Aku memang orang bertubuh tinggi,

dan aku suka diriku.

Sahabatku Fareeda

dan kakakku Harper hadir, menyemangatiku.

Dan saat itulah dia sadar…

Dialah orang yang seharusnya bersamaku sejak awal.

Itu masuk akal, sebab aku selalu membawa

peti kemas susu sejak dulu, menunggu kesempatan untuk menciumnya.

Akhirnya kesampaian sekitar tiga bulan lalu.

Sejak saat itu kami bahagia.

Apakah Nona mau…

Punggungku!

Petinya sudah tamat.

Itu sebabnya aku membelikannya ransel untuk kado hari jadi tiga bulan kami.

Kau tak apa membungkuk untuk menciumku?

Tentu.

- Maaf, kami melantur. - Ya, apa pertanyaannya tadi?

Kalian cari apa?

- Ransel. - Ya, yang ini.

Kau suka yang ini, 'kan?

- Ya. - Oke.

- Hei. - Kau kubawakan smoothie.

- Terima kasih. - Sama-sama.

- Jodi! Apa kabar? - Mikey! Apa kabar?

- Hei… - Ini.

- Biar kubantu. Ini. - Terima kasih.

Suzie!

Beri tahu aku kau beli atasan itu di mana.

Fareeda Marks. Jangan lupa, ya.

- Kukira atasanku. - Itu bagus.

Boleh kutraktir kopi kapan-kapan?

Hei. Pacarnya. Di sini.

Aku tak tahu. Aku baru pindah.

Pergilah.

Aku belum pernah berpidato di kelas.

Cobalah dan lakukan yang terbaik, dan jika kau salah, itu tak apa.

Jodi! Sudah keluar!

AUDISI MUSIKAL MUSIM SEMI PENDAFTARAN AUDISI BYE BYE BIRDIE

Momen penting.

Kalian ini.

Aku tahu katamu jangan membesar-besarkan…

Kami mengabaikannya!

Ini cuma audisi.

Yang sudah kau nantikan sejak masih SMP.

Momen ini layak diperingati.

Hei.

Momen yang ini tidak.

- Hei. - Wow. Kita merayakan apa?

Kita tidak merayakan apa pun karena kita sudah bukan teman.

Pergilah, IKEA.

Kami merayakan namaku masuk daftar audisi.

Bye Bye Birdie? Wah.

Itu musikal favorit keduaku! Setelah Guys and Dolls.

Mau tahu favoritku yang ketiga?

Astaga. Aku tak peduli.

Baiklah.

Oke.

Sampai nanti.

Salam tinju?

Jabat tangan?

Sampai ketemu di rumah.

Bisa-bisanya dia mencoba berteman setelah menyiksamu

dengan permainan pikiran menjijikkan.

Tak kuduga kau memaafkannya setelah semua itu.

Dia minta maaf berkali-kali. Bisakah kalian tak terlalu keras padanya?

- Tidak. - Tidak. Dia parah sekali.

- Untuk Jodi. - Untuk Jodi.

Untuk aku.

Sider apel. Klasik.

Hai.

Halo.

Aku Tommy.

Aku tahu.

Aku menontonmu di Hairspray tahun lalu.

Kau keren sekali.

- Terima kasih. - Sandiwaranya bagus.

Omong-omong, aku Jodi.

Aku tahu.

Aku juga penggemar karyamu.

Karyaku?

Ya.

"Jadi teruskan saja menjulukiku.

Terus mengolokku. Terus bertanya,

'Bagaimana cuaca di atas sana? Karena cuacanya cukup bagus.'"

- Ya. - Itu pidato Homecoming-mu.

Kau hafal.

Ya. Setiap katanya.

Kok bisa?

Anggap saja kau luar biasa berkesan.

- Hei, kau. Hati-hati. - Maaf.

Astaga.

Kau tak apa?

Ya. Cuma agak tegang.

Aku pernah dengar kau bernyanyi. Kau tak perlu gugup.

Kau pasti bagus.

Terima kasih.

Sedang apa kau di sini?

Ikut audisi. Sama sepertimu.

Madeline sudah berulang kali memilihku untuk peran utama,

jadi ini hanya formalitas saja ketimbang audisi.

Jodi Kreyman.

Giliranmu.

- Kau pasti hebat. - Terima kasih.

Santai saja…

toh kau tak mungkin dapat.

Kangen aku, Stiggy sayang?

Kimmy.

Satu lelaki

Seperti itulah

Yang

Semestinya

Kau belum pernah pentas sebelumnya?

Belum.

Kalau pidato yang kau sampaikan saat Homecoming?

Menurutku itu bukan pertunjukan.

Tetapi kau di panggung, di hadapan penonton,

menyampaikan monolog hasil improvisasi. Bukankah itu pertunjukan?

Mungkin benar juga.

Kau akan berkata apa pada orang yang tak merasa

bahwa jadi orang tinggi itu masalah?

Bisa diulang?

Menderita penyakit mematikan, jadi tunawisma,

tak tahu dari mana bisa makan lagi…

Itu semua masalah nyata.

Tetapi tampaknya kau berkecukupan.

Kau mengeluhkan apa?

Aku tak bermaksud bertubuh tinggi lebih buruk dari semua itu.

Hanya terkadang rasanya begitu, meski aku tahu tidak.

Itu hanya tidak membuat semua hal buruk yang kualami setiap harinya

tidak sama nyatanya.

Sejak dulu aku memimpikan bisa pentas,

tetapi aku tak merasa aku mampu, hingga saat ini.

Baik.

Terima kasih sudah ikut.

Sebentar, Harper.

Kau dapat tawaran kerja?

Kerja sungguhan?

Yang dapat gaji?

Ya. Dapat tunjangan dan slot parkir

dan 401.000 dolar.

Bukan, Ayah rasa yang kau maksud 401(k).

- Sepakat untuk tidak sepakat. - Biasanya…

Sebentar. Pekerjaan apa ini?

Perkenalkan

rekan pewara

acara hiburan belakang layar terkini

di Pageant Network.

Ada Pageant Network? Saluran apa?

Lancangnya! Yang benar saja.

Selamat.

Terima kasih. Lalu, pekerjaannya di LA.

Louisiana?

- Kau akan pindah ke California? - Los Angeles?

Maaf, aku tak ingin berlarut-larut.

Setiap kali dia bicara, aku serasa ditinju.

Ayo punya anak lagi.

Aku subur sekali.

Baik, ini kesempatanku untuk membuktikan pada diriku

dan semua orang lain bahwa aku punya lebih untuk ditawarkan dari…

Ya.

Bahwa aku lebih dari rambut bercahaya dan kulit mulus sempurna.

Aku layak dianggap serius.

Kau benar.

Itu kenapa aku butuh…

Astaga, aku dapat peran utamanya.

Apa?

Maaf, aku tak bermaksud menyela.

Tidak, aku sudah selesai. Peran utama apa?

Musikal musim semi.

Sutradaranya baru mengirim pesan,

dan aku memerankan Kim di Bye Bye Birdie.

- Apa? - Apa?

Lihat anak-anak gadisku.

Keduanya menuju kesuksesan.

More Indonesian subtitles for Tall Girl 2

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left