The first 160 lines.
Umpan sini!
Semua orang melihat kita!
Masa?
Aku menikmatinya, jadi aku tidak peduli.
Mainmu bagus.
Aku tidak punya bakat.
Makanya aku memilih sekolah yang tidak punya tim sepakbola.
Sekolah kita tidak punya tim sepakbola?
Kamu pindah ke sini nggak tahu apa-apa?
Hei...
Kita buat baru saja.
Kita akan membuat sejarah.
Tim sepakbola SMA Keiougawara!
Sakura Jousui Tokyo Barat Nishino Keiougawara Totsuritsu Tech Tokyo Timur Laut Mejirodai Asakawa Seiseki
Babak pendahuluan untuk kejuaraan musim dingin akan segera dimulai.
Kata Bang Usui, Tokyo sedang dalam keadaan "Empat Menakutkan."
Sekolah kami, Seiseki, pendatang baru: SMA Sakuragi,
veteran: Tennouzu,
kemudian, raja kemutlakan dari Akademi Touin.
Akademi Touin
Untuk anak kelas tiga, ini akan menjadi turnamen terakhir.
Kalau kalah, mereka akan segera pensiun.
Mari ke kejuaraan Nasional!
Kami memenangkan pertandingan pertama.
Di luar dugaan, kapten menerima kartu kuning.
Dan kini, pertandingan ketiga dimulai dengan kondisi yang sulit dibayangkan.
Jangan Remehkan Seiseki
Hokutou
Team First Half Second Half Score
Seiseki
Selesai.
Aduh!
Aku cedera!
Aku kakak kelasmu!
Aku mencetak gol!
Akulah pahlawan!
Kalau bisa teriak-teriak, berarti tidak apa-apa.
Untungnya lukanya tidak dalam.
Masalah yang lebih besar adalah kakimu yang bengkak.
Ha!
Ini hanya sebuah awal!
Sebut saja handicap yang sempurna!
Siapa tadi yang teriak-teriak sedang cedera?
Aduh.
Pelanggaran lagi.
Pertandingannya jadi jelek banget.
Touin
Huh? Touin?
Sebentar, uh... Bukankah mereka masuk kejuaraan Nasional dalam tiga tahun terakhir?
Benar.
Itu adalah tim yang mengalahkan kita di final pendahuluan tahun lalu.
Adalah kapten mereka, Hoshina. Salah satu tiga besar Tokyo.
Bek tengah mereka yang luar biasa, Uraba, adalah pemain penting mereka.
Kiper, Isurugi, masih kelas satu, tapi dia cepat menjadi pemain inti.
Apa mereka mengamati kita?
Itu kartu kuning kelima untuk Hokutou.
Nggak enak untuk dilihat, mau main bola apa berantem?
Dalam pertandingan normal, Hokutou jelas takkan punya kesempatan menang.
Tapi dengan hujan dan kondisi lapangan,
perbedaan kemampuan tidak begitu terlihat.
Jadi bisa saja mereka menang kalau bertahan total, tanpa peduli pelanggaran.
Benar.
Apalagi, Hokutou tidak memikirkan "kecelakaan" seperti orang yang tadi.
Kalau terus begini, mereka tidak akan berhenti pada Ooshiba saja.
Kalian benar-benar meremehkan kami.
Kalian pikir bisa mengalahkan kami dengan main keras?
Goblok!
Dia mendatangimu!
Pelanggaran!
Dia memegang dan mendorongnya...
Kapten...
Seiseki, Nomor 7.
Pelanggaran!
Gawat.
Hampir saja.
Kalau Mizuki tidak menghentikan, Kimishita bakalan kena jagal juga.
Tapi, tadi itu terlalu jelas.
Ke sini, Nomor 7.
Sial, kartu kuning lagi.
Sudah selesai.
Ayo balik.
Huh?
Tapi pertandingannya belum selesai.
Pertandingan ini sudah selesai.
Mereka dengan sembrono menginjakkan kaki di ekor macan.
Hokutou
Team First Half Second Half Score
Seiseki
Menang!
Selamat!
Huh? Kita menang, kenapa semuanya pada murung?
Kamu ini pendukung yang nggak punya otak, ya?
Pikirkan mengenai kondisi tim.
K-Kondisi?
Jauh-jauh ke rumah sakit, tapi nggak ada perawat yang cantik.
Cederanya Kazama masih belum sembuh.
Kapten Mizuki juga mendapat kartu kuning di pertandingan sebelumnya.
Dia sudah mendapat dua kartu, berarti dia takkan main di pertandingan selanjutnya.
Bang Ooshiba, gimana?
Sepele.
Aku dipersilakan main di semifinal, apalagi mereka sampai bilang "tolong."
Bohong. Salah satu otot pergelangan kakinya robek terlalu lebar.
"Kamu tidak diperkenankan merumput selama sepekan, anak nakal," katanya.
Terus... bagaimana dengan semifinalnya?
Aduh!
Payahmu keterlaluan.
Superstar Kepayahan.
Aku bermain 100x lebih baik saat umurku tiga tahun.
Tapi kalau sudah begini, mau diapakan lagi?
Kamulah penggantinya.
Kalau kita kalah, aku akan membunuhmu!
Siap!
Tsukushi...
Aku mengandalkanmu!
Ya!
Maksudmu, Seiseki akan kalah di semi-final?
Kenapa?
Karena Kazama cedera, dan Mizuki tidak main.
Dengan cedera itu, Ooshiba akan kesulitan mengeluarkan performa terbaik.
Seiseki kehilangan tiga panah.
Seiseki melawan Keiougawara di semifinal, 'kan?
Mereka tim yang baru dibentuk.
Tidak terbayang Seiseki akan kalah dari mereka.
Kita lihat saja nanti.
SMA Swasta Keiougawara
Maru, aku tidak sependapat.
Menurutku tindakan kita kali ini kurang baik.
Rahasia
Seiseki
Kalau begitu, Kai, kamu tidak ikut nonton.
Tidak ada yang memaksamu.
A-Aku akan menontonnya.
Penting untuk mengetahui tim seperti apa Seiseki.
Kita mulai.
Jadi ini manajer...
Seiseki!
Tubuh yang aduhai!
Kaki yang ramping!
Kulit yang lembut!
Terlalu dahsyat untuk menangani sekolah berisikan banyak cowoknya!
Diam-diam merekam dia, bukan tindakan baik! Tidak baik!
Persetan sama kakinya!
Yang penting teteknya!
Lha kok nggak punya tetek?
Rambutnya begitu panjang!
Wajahnya...
Wajahnya...
Tunjukkan pada kami!
Dia balik badan.
Cantik banget!
Binatang buasnya Seiseki!
Huh? Kalian ngapain?
Tunggu! Aku akan membunuh kalian!
Ya sudah, mari mulai latihan.
Memilih wanita itu memang harus dari kepribadiannya.
Sekalipun cantik, tetap saja tidak boleh melakukan kekerasan.
Dia itu beneran liar, ya?
Jangan terlalu depresi, Kai.
Tidak. Aku bahagia.
Bahagia?
No comments yet. Be the first to leave one.