The first 200 lines.
Ini adalah tentang bagaimana awalnya.
Seorang pembalap motor dan kepala kru nya
mencari kecepatan.
Saya berpikir tentang bagaimana menikung yang baik
dengan lututku ke permukaan aspal
sebagaimana kepala kru telah menjelaskan.
Itu sulit.
Ini adalah tentang bagaimana awalnya..
Seorang pembalap motor dan kepala kru nya.
Dan insinyur balap nya, dan insinyur suspensi nya
dan insinyur ban nya, dan insinyur elektronik nya
dan ahli mesin nya,
mencari kecepatan.
Dari trak minimoto terkecil kepada sirkuit grand prix tercepat,
dari motor kecil dengan biaya beberapa ratus dolar
sampai motor MotoGP dengan biaya jutaan dolar.
Dari 20-mile-per-jam kesenangan masa kanak-kanak
sampai ke pertempuran grand prix 220-mile-per-jam.
Pada dasarnya menggunakan prinsip yang sama.
Mencari jalur tercepat di sepanjang trek.
Dan lalu menemukan bagaimana untuk lebih cepat.
Balapan motor grand prix adalah proses berubahnya api menjadi kecepatan.
Pembakaran bensin dan udara di dalam mesin
dan api dalam hati seorang pembalap yang rela meresikokan segalanya untuk menang.
waktu adalah musuh utama.
Bagian-bagian detik yang hilang atau didapatkan pada setiap tikungan
yang berpengaruh pada kekalahan atau kemenangan.
Dan beberapa tahun yang kamu punya untuk membuatnya menjadi peringkat teratas
dan mencoba untuk tetap disana.
Ini adalah yang harus kamu lakukan.
Mengerem setelat mungkin.
Tetaplah waspada.
Menikung.
Mengenai permukaan aspal. Mempercepat.
Mengerem.
Menikung... lanjut lagi.
Lebih cepat.
Tetap di atas motor.
Mengenai permukaan aspal. Mempercepat.
Tetap di atas motor.
Terjatuh... sakit.
Itu menghancurkan motormu.
Itu merusak tubuhmu.
Itu menghancurkan kesempatanmu..
Tetaplah... diatas... motor.
Dan bertarunglah.
Setiap lap.
Setiap tikungan.
Setiap detik.
Dalam 18 balapan di seluruh dunia.
Berusaha mati-matian sampai 2,000 miles setiap musimnya.
Bertarung sampai akhir.
Bertarung sampai puncak.
Bertarung.
Ini adalah cerita tentang enam orang petarung.
Enam pembalap motor tercepat sepanjang masa
dan takdir yang menunggu mereka di puncak olahraga ini.
Ketika kecepatan tak bisa lagi lebih cepat, kompetisi semakin hebat
atau bakat talenta diatas trek semakin brillian.
Ini adalah cerita tentang apa yang dipertaruhkan oleh mereka semua.
Semua yang dapat dimenangkan.
Dan semua yang bisa saja hilang, ketika kamu mengejar kemenangan.
pada lebih dari 200 miles per jam diatas motor.
Saya suka tidur. Saya suka tidur.
Marco, pembantuku, membangunkan.
Lalu saya sarapan.
Saya merasa bahwa saya lebih gugup daripada hari Sabtu.
Kamu mulai merasakan kupu-kupu didalam perutmu.
Saya benci rasa ini.
Kamu merasa lebih lelah. Kamu merasa... sedikit sekali kekuatan.
Bangun tidur, sarapan, pemanasan.
Biasanya saya tidur dengan baik, tapi kali ini saya sedikit gugup.
Pagi minggu, perasaan selalu sama.
Menakutkan, khawatir, adrenalin.
Berpikir positif, tapi juga khawatir membuat kesalahan.
Bersamaan, waktu terburuk dan terbaik dalam hidupku.
Valentino, kamu tampan sekali!
Hitung mundur sampai balapan MotoGP pada pukul 2 tepat
ditandai dengan raungan balapan penyokong...
Kelas junior pada pukul 11.
kelas menengah pada pukul 12.20.
Lalu inilah waktunya.
Ada banyak hal diluar kendalimu.
Itulah yang membuatmu sedikit tidak nyaman
khususnya beberapa jam sebelum balapan.
Saya menikmatinya.
Menyenangkan melihat anakku mencapai puncak.
Tapi juga menderita.
Sebagai orang tua, kami khawatir
Karena ini sangat berbahaya.
Bahaya yang tak dapat dielakkan.
Ini adalah balap motor dua roda dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Kami selalu berusaha membuat ini lebih baik.
Kami bekerja pada perlengkapan pembalap. Kantor udara didalam kostum kulit.
Dan ada aturan-aturan yang ditetapkan
untuk tidak membolehkan pembalap melakukan hal yang membahayakan mereka.
Jalan kepada juara dunia MotoGP
sangat panjang, sulit dan berbahaya.
Ini harus dilakukan pada kecepatan maksimal sepanjang waktu.
Garis finish berada pada ribuan miles,
ratusan balapan dan ratusan kecelakaan mulai dari start.
Ribuan pembalap muda bertarung setiap tahun di Eropa, Asia dan Amerika,
memimpikan tempat di pentas dunia.
sangat sedikit dari mereka yang mencapai itu.
Tak ada yang tahu keganasan dari kompetisi ini
lebih baik dari Valentino Rossi.
Dia membalap lebih dari 300 grand prix sejak 1996,
menang lebih dari 100 dan mendapatkan sembilan gelar juara dunia.
Dia membuat jalan ke MotoGP seperti kebanyakan dari mereka,
bersinar di kelas junior dan kelas menengah,
belajar trek grand prix pada motor berkecepatan 140-mile-per-jam.
Lalu motor 170-mile-per-jam
lalu beralih ke MotoGP
yang melebihi 200 miles per jam.
Tahun demi tahun, dia menghadapi banyak penantang.
Lebih dari 100 pembalap telah datang dan pergi selama waktunya di puncak.
Rossi satu-satunya yang tinggal dari peserta balapan kelas MotoGP tahun 2000.
Dari 2001 ke 2005, dia memenangkan 5 juara MotoGP berturut-turut.
Rossi terus melaju dan tak ada yang bisa dilakukan oleh Biaggi
Oh! Mereka bersentuhan! Dia cerdas!
Oh, Rossi menekannya keluar dari trek!
Rossi akan memenangkan juara Spanyol.
Dia raja yang tak terkalahkan di olahraga ini.
Sampai akhir dekade ini dia tetap membalap, tetap menang.
Satu lagi gelar kelas premier dan dia akan menyamai rekor sepanjang masa.
Satu langkah lagi untuk mengukuhkan statusnya
sebagai pembalap motor terbaik sepanjang masa.
Tapi tahun 2010, tangan Rossi sudah penuh.
Orang yang dapat mengalahkannya sudah datang.
Jika kamu menyadarinya,
kamu dapat melihat mereka datang mendekat...
1994, Spanyol.
Bocah berumur 7 tahun, Jorge Lorenzo
meluncur dan menikung pada jalurnya pada taman mobil di Mallorca.
Casey Stoner pada 166. Jaga matamu tetap pada Casey.
1997, Australia.
Anak 12 tahun Casey Stoner memimpin ;balapan pada trek lumpur.
Casey Stoner 166 memimpin dengan nyaman.
Dia memimpin ratusan balapan trek lumpur disana.
Dia pernah memenangkan 32 balapan dalam seminggu.
Itu adalah kemenangan yang mudah dalam lomba nomor 5.
1999, Italy.
Anak 12 tahun Marco Simoncelli memenangkan kejuaraan nasional Minimoto.
Kompetisi yang sama ketika Rossi memulai karir balapnya.
2000, keluarga Casey Stoner mengambil semua tabungan dan pindah tinggal ke Eropa.
Membalap di aspal untuk pertama kali,
Stoner langsung menghadapi pembalap tercepat yang pernah dilihatnya.
Dani Pedrosa, dari Sabadell dekat Barcelona.
Sepuluh tahun kemudian, generasi baru semuanya berada di grid dengan Rossi.
Hampir semua mereka, begitulah.
Ada yang lain yang sangat cepat datang, belum ada dari mereka yang tahu.
1997, Cervera, Spanyol.
Marc Marquez mendapatkan hadiah motor untuk natal.
Dia bocah 3 tahun.
Casey Stoner membingungkan Valentino Rossi dan semua orang pada 2007,
iutahun keduanya di MotoGP.
Anak Australia ini tidak hanya mengalahkan Rossi untuk gelar juara dunia tahun ini,
dia menghapus lantai bersamanya,
mengambil sepuluh kemenangan dari Italian's four.
Yamaha kemudian menandatangani Jorge Lorenzo sebagai pembalap kedua pada 2008.
Ini adalah pernyataan. Rossi adalah masa lalu.
Lorenzo adalah masa depan.
Pada 2010, anak 23 tahun ini membalap dengan sempurna.
Dia mrnyelesaikan setiap balapan, mendapatkan sembilan kemenangann dan tujuh podium.
dan membuat poin lebih daripada siapapun dalam sejarah.
Saya melihat itu ketika dia berumur 5 tahun.
Itu sangat mengesankan bagaimana dia membalap
diluar logika, hampir diluar hukum fisika.
Ketika kamu melihat itu sewaktu kecil
kamu tahu itu adalah potensial yang sangat besar
untuk berkarir di olahraga ini.
Dia mempunyai itu dan hal-hal lainnya.
Dia sangat keras kepala. Dia seorang pekerja keras.
Dia tetap pada sesuatu sampai dia mendapatkannya.
Dia seorang yang diluar kebiasaan. Seorang perfeksionis.
Dan semua itu bersama-sama dalam keadaan yang benar
memungkinkan dia untuk meraih sampai ke tingkat seperti sekarang.
Dani Pedrosa unggul pada motor kecil,
memenangkan tiga gelar.
Pada MotoGP, Spaniard kecil finish kedua setelah Stoner di 2007
dan kedua lagi setelah Lorenzo pada 2010,
menekan Rossi turun ke posisi tiga klasemen.
Dengan Valentino Rossi yang terlihat melemah pada usia 31,
Italy sedang mencari pahlawan baru MotoGP.
memasukkan Marco Simoncelli.
Saya membawanya mengendarai motor mini.
Saya tidak membawanya ke kelas piano.
Dia mencintai itu. Itu mudah.
Balapan pertama, dia terjatuh tiga kali. Dia tidak menang.
Tapi dia belajar cepat.
Semua mereka, saya telah melihat semua balapan mereka.
Sedikit demi sedikit, dengan kesusahan, banyak keprihatinan,
kami sampai dimana yang dia inginkan.
Dari tekadnya dan caranya berkendara
kami selalu tahu dia akan menjadi hebat.
Saya dan ibunya.
Membalap di kelas menengah,
Simoncelli mendapatkan enam kemenangan pada 2008
dan merebut gelar juara dunia di panas tropis Malaysia.
Marco, bagaimana rasanya, menjadi juara dunia?
No comments yet. Be the first to leave one.