A Nearly Normal Family

A Nearly Normal Family (En helt vanlig familj)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

A Nearly Normal Family S01 WEB H264-RBB
A Commentary by sash35

Tags

web
720p
720
1080
Web-DL
web-dl
WEB-DL
Published on: 2023-11-24
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kedengarannya kau punya hubungan yang rumit

dengan kedua orang tuamu.

Stella?

Apa selalu seperti itu?

Menurutmu apa yang akan terjadi jika perlakuan mereka berbeda?

Hai.

Jangan, biar Ayah saja.

Sudah semua.

Semoga kalian bersenang-senang.

Banyak minum, di sana panas.

- Ya, jangan lupa minum. - Aku janji.

- Dah. - Dah.

Aku sayang kalian.

Cetak gol yang banyak.

- Ya. - Oper kepada Amina.

- Ya. - Dah.

Dah.

Dah!

- Dah! - Dah.

Apa kabar?

Hei!

- Kecup. Amina! - Halo!

- Hei. - Kau antusias?

- Ya. - Sini bantalnya.

Tentu saja, sangat antusias.

Aku bawa iPad, jadi kita bisa menonton film horor.

Aku bawa banyak permen.

Kau melihat siapa?

Bukankah dia manis?

Namanya Robin Kjellander.

Dia baru di tim teratas.

Dia akan membantu pelatih.

- Kau tidur di atas? - Ya.

Bagus.

Amina, di sini!

- Sini… - Bagus!

- Bagus! - Bola!

Ayo, Melissa!

Di sini!

Bagus, Stella!

Kerja bagus, Amina!

- Kupikir kita akan berenang. - Ya.

- Berenang? - Ya.

Tidak, tidak hari ini.

- Kenapa? - Aku mual kemarin.

Kau tak merasakan dasar laut?

- Itu sangat menjijikkan. - Kau tak perlu menurunkan kakimu.

Apa kau berharap aku mengambang seperti bebek? Tidak.

Tak bisakah kita bersantai? Kita harus menyelesaikan filmnya.

Hai.

Hai.

Kau main bagus hari ini.

- Lemparanmu bagus. - Terima kasih.

Pertahankan.

Boleh aku bertanya sesuatu?

Tentu.

Aku mau berenang.

Baik.

Kau mau ikut?

Hanya kita?

Ya.

- Stella? - Ya?

- Kau mau ke mana? - Berenang.

Bersama Robin.

Dingin sekali.

- Ide bagus. - Ya.

Memang, 'kan?

Dingin sekali.

Ayo.

Robin, kita...

Tunggu.

Tunggu.

Robin, tunggu.

Tunggu.

Robin, aku tak mau.

Ini gudang kapal pribadiku!

Ayah tak tahu harus berkata apa, Stella.

Kau baru 15 tahun.

- Itu kecelakaan. - Kecelakaan?

Dia tak mau berhenti.

Meski aku menolak.

Dia tetap melakukan.

Kau tak mau?

Kau mengatakan itu kepadanya? Kau tak mau?

Namun, dia tetap melakukan?

Ya.

Stella.

Ini sangat serius.

Apa itu benar?

Ya.

Saya akan dorong ke bawah, tetapi seharusnya tak sakit.

Atur napas.

Bagus. Bagus sekali, Stella.

Kau hebat.

Kita hampir selesai.

Tampak jelas ada kemerahan pada pahanya.

Namun, saya lihat Anda menulis, "Tak ada keanehan."

Tidak ada bekas pada...

- Namun, ini masalah… - Saya tak bilang itu tak terjadi...

Stella?

Ceritakan kepada Ibu, ini penting.

Apa yang terjadi?

Aku menolak.

Namun, dia tetap melakukan.

Kau menolak? Bagaimana kau mengatakannya?

Aku menyuruhnya berhenti.

Baik. Jadi, bagaimana…

Bagaimana mengatakannya? Kau bilang, "Tidak, aku tak mau. Aku…"?

Apa kau berusaha mendorongnya?

- Tidak. - Tidak.

Kau tak berbuat apa-apa, Stella?

Ya.

Ya, baiklah...

Apa bicaramu jelas? Mungkinkah Robin salah dengar?

Mungkinkah dia salah paham? Kau mengatakannya dengan jelas?

- Tidak atau aku tak tahu. - Baiklah…

Ulrika?

- Apa? - Aku tak tahu.

Bisa tunggu di dapur? Aku akan keluar sebentar lagi.

Sudah.

Tidurlah dan...

Sudah.

Kau dengar aku? Kita harus melaporkannya kepada polisi.

Aku mengerti.

Namun, pemeriksaan medis tak menunjukkan tanda-tanda dia dilecehkan.

Sejujurnya,

jika aku

menjadi jaksa, aku takkan mengambil kasus ini.

Bukan karena aku tak percaya, melainkan tak punya kesempatan menang.

Jadi, kita harus membiarkannya? Kita harus melakukan yang benar.

- Benar untuk siapa? - Untuk semua orang. Benar!

Sayang, kita ada di pihak yang sama.

Ini bukan soal moralitas, melainkan hukum.

Jika kita mengajukan laporan,

Stella akan diinterogasi.

Pertama oleh polisi.

"Kau menciumnya? Siapa menanggalkan pakaian siapa?"

Semua orang akan berpihak.

Dan pada akhirnya Stella akan jadi sasaran.

Lebih buruk lagi...

itu takkan berujung ke tuntutan karena kita tak punya saksi.

Jadi, apa… Apa maksudmu?

Apa yang lebih penting?

Bahwa kita melindungi Stella

dari bahaya lebih lanjut

atau kita mengajukan laporan yang akan berakhir sia-sia?

Jadi, kita harus melanjutkan hidup? Anggap tak terjadi apa-apa?

- Kau percaya Stella, 'kan? - Tentu saja percaya.

Namun, apa yang kita percaya tak penting.

Satu-satunya yang penting di pengadilan adalah bukti.

Begitulah cara kerjanya.

Adam, Sayangku,

aku seorang pengacara.

Aku sering melihat kasus seperti ini.

Kita harus sepakat.

Baik.

Ya.

Baiklah, kita tangani sendiri.

Kita takkan melaporkannya.

Stella.

Stella…

4 TAHUN KEMUDIAN

A NEARLY NORMAL FAMILY

SANG PUTRI

Aku sudah belajar seharian dan akan bersantai malam ini.

Tidak. Hei, Amina.

Dengar. Malam ini, kau milikku.

Kau tak perlu mabuk dan dilecehkan di kamar mandi, tetapi...

Ini ulang tahunku.

TULISAN ADA DI

Ya, baiklah.

Baik, aku mengerti.

Kapan kau tiba di sini?

Secepatnya. Paling lama satu jam.

Ya.

Makanan penutup akan datang.

Jadi,

bagaimana? Kau mau hadiahmu?

Ya.

Ya, berikan kepadaku.

- Selamat ulang tahun, Sayang. - Selamat.

- Sembilan belas tahun. Ini gila, 'kan? - Benar.

Bacalah.

Ya. Terima kasih.

SELAMAT ULTAH KE-19!

Lihat ke luar jendela.

Bagus, 'kan?

- Moped? - Kau tak perlu bersepeda lagi ke kantor.

- Bagus. Namun, aku bilang… - Ayah ragu apa warnanya kekanak-kanakan.

Namun, penjualnya bilang itu populer di kalangan gadis seusiamu.

Kenapa kalian tak mendengarkanku?

- Aku bilang aku ingin uang untuk trip. - Ayah tahu, tetapi...

- Bagian mana yang sulit dimengerti? - Stella...

Kita bisa...

Kita bicarakan nanti. Makanan penutup datang. Cantik.

- Tiramisu. - Ya.

Tampak lezat.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Terima kasih.

- Nikmatilah. - Terima kasih.

More Indonesian subtitles for A Nearly Normal Family

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left