勇者パーティーにかわいい子がいたので、告白してみた。
The first 198 lines.
Thunder Bolt!
Begitu aku membawa kembali bulu cockatrice,
misinya selesai.
Kramen bilang akan butuh waktu sepekan.
Tapi perjalanan sehari sudah lebih dari cukup.
Seek, ini aku!
Kapten!
Kau tampak sehat.
Ini Kapten!
Kukira dia petualang yang pergi memburu iblis.
Kapten?
Dia masih hidup.
Syukurlah, Duke!
Kalian juga selamat.
- Kapten! - Ya.
Dari mana saja kau selama ini?
- Aku… - Kau tiba-tiba menghilang.
Dan Raja Iblis dikalahkan.
Kami sangat khawatir!
- Ada alasan… - Kenapa kau mirip manusia?
Tanduk dan sayapmu kenapa?
Akan kujelaskan sekarang. Tenanglah.
Duke khawatir karena kau tiba-tiba menghilang.
Kau tak perlu mengatakan itu.
Kapten, jelaskan.
Aku, Kapten Yoki,
menyatakan cinta pada pendeta Kelompok Pahlawan,
dan ditolak.
Sekarang aku petualang sebagai manusia.
Kapten…
iblis…
Sebagai manusia?
Sekarang aku hidup sebagai Yoki, seorang manusia.
Kalian juga harus menjalani hidup yang kalian inginkan.
Mengerti?
- Tidak! - Tidak!
Aku juga tidak mau!
Aku akan mengikutimu, Kapten.
Aku ingin melihat manusia yang kau cintai.
Itu mustahil. Ini dunia manusia!
Kalian harus menyembunyikan identitas.
Jika Kapten bisa, kami juga bisa.
Semua akan baik-baik saja.
Ini mudah.
Jika kalian bilang begitu…
Kalau begitu, kalian siap?
THERE WAS A CUTE GIRL IN THE HERO'S PARTY, SO I TRIED CONFESSING TO HER
Kau yang terburuk!
Apa yang kau lakukan kepada gadis itu?
Meski harus menyamar sebagai manusia,
seharusnya kau tak mencabut bulu Harpy!
Kau benar!
Aku bodoh!
Introspeksi diri.
Dia baik sekali.
Kudengar dahulu kalian bawahan Yoki,
- tapi kalian tidak mirip iblis. - Tunggu! Jangan lari!
Itu benar.
Aku Dullahan.
Happiness adalah Harpy.
Seek adalah Pixie.
Aku ingin melepas kepalaku dan menunjukkannya,
tapi zirah dan helmku tersambung.
Begitu rupanya.
Duke, kau terlalu banyak bicara untuk menjadi Dullahan.
Bukankah dahulu kau sangat pendiam?
Ini semua salahmu, Kapten.
Awalnya, aku membenci Kapten.
Kenapa?
Kapten terkenal suka mengurung diri.
Bahkan saat atasannya, Zaechir, menyuruhnya menyerang manusia…
Sebaiknya kau keluar dari ruangan ini
selagi aku masih menjadi diriku sendiri.
Tuan Zaechir bilang,
"Bicara dengan Yoki melelahkan."
Setelah itu, dia membiarkannya melakukan apa pun yang dia inginkan.
Tapi iblis tidak boleh bersikap seperti itu.
Itu sebabnya aku berusaha meluruskan Kapten dengan paksa.
Tapi aku malah diceramahi dan didoktrin.
Begitulah aku menjadi diriku yang sekarang.
Kau benar-benar mengagumi Tn. Yoki sekarang, bukan?
Aku tidak akan menyangkalnya.
Happiness dan Seek juga… Apa?
Ke mana mereka pergi?
Mereka tidak pergi ke wastu, bukan?
Mereka berdua…
Kita akan kena masalah jika orang selain Cecilia tahu siapa mereka.
Mereka tahu itu, bukan?
Happiness! Seek!
Di mana kalian?
Seek!
Apa Yoki mengenal anak ini?
Dia temanku.
Begitu rupanya.
Maafkan aku. Apa dia…
menyusahkanmu?
Jangan khawatir. Aku suka anak-anak.
Dia berlarian di taman, jadi, aku bermain dengannya.
Sepertinya dia lelah dan tertidur.
Ibu melihat gadis yang bersama Seek?
Gadis itu?
Sophia membawanya pergi.
Kau berbakat.
Ingat sudut ini. Jangan lupakan itu.
Baiklah.
Sophia!
Nona, Tn. Yoki.
Ini pelayan baru kita, Happiness.
Tolong jaga dia.
Senang bertemu denganmu.
Happiness, kenapa kau berpakaian seperti pelayan?
Sophia, dia teman Yoki.
Benarkah?
Benar.
Maafkan aku.
Kukira dia pegawai baru yang seharusnya mulai bekerja hari ini.
Tidak, maafkan aku. Aku merepotkanmu.
Happiness, ganti pakaianmu.
Aku menolak.
Aku sangat ingin dipekerjakan.
Kau ingin menjadi pelayan?
Aku belum menunjukkan asrama pelayan, bukan?
Kalau begitu, semoga berhasil, Happiness.
Bagus sekali! Kau bisa tinggal di rumah ini.
Aku akan berusaha.
Berkunjunglah kapan saja.
Luar biasa!
- Yoki. - Aku ingin minum
- Ya! - teh manis Sophia lagi!
- Selain pekerjaannya sebagai pendeta, - Seek, sopanlah.
dia juga bersosialisasi sebagai anggota tim pahlawan.
- Dia kurang istirahat belakangan ini. - Tak apa-apa. Aku juga sering minum.
- Aku akan memberinya libur besok. - Nona tidak boleh minum terlalu banyak.
- Kuharap kau akan menemaninya. - Kenapa?
Itu dianggap kencan yang disetujui orang tuanya, bukan?
Tn. Yoki, maaf membuatmu menunggu.
Dia tampak berbeda dari biasanya.
Dia tampak hebat!
Tn. Yoki?
Kacamata itu… cocok untukmu.
Ini untuk menyamar.
Akan merepotkan jika mereka tahu aku bagian dari kelompok Pahlawan.
Begitu rupanya. Pasti sulit menjadi terkenal.
Maaf membuatmu menemaniku.
Sama sekali tidak.
Aku akan membantumu agar kau bisa libur hari ini.
Kalau begitu, aku akan menantikannya.
Tn. Yoki, ini kue baru!
Lihat, ada banyak kue menggemaskan.
Mari minum teh sore di sini nanti.
Cantik sekali.
Kau lebih cantik.
Bukankah ini manis?
Ya, manis.
Tn. Yoki?
Bagaimana menurutmu?
Cantik sekali.
Berkatmu, Tn. Yoki, rasa lelahku yang biasa hilang.
- Benarkah? - Ya.
Bagus!
Aksesori?
Kau mau masuk?
Ya.
Apa? Cecilia?
Hei, Cecili…
Yuga, dasar bodoh!
Jika kau menyebut namanya, orang akan melihat kita!
Pahlawan! Mikana!
Maafkan aku!
Kenapa kau di sini?
Kami sudah lama tak libur, jadi, kami keluar untuk bersenang-senang.
Kau mau bergabung dengan kami?
Pak, kau tidak mengenaliku?
Maaf, aku bersama teman hari ini.
Teman?
Kurasa kau tampak tak asing.
Kau pasti salah.
Lupakan saja. Dia juga ikut dengan kita.
Kau mau masuk ke sini, kan?
Ayo.
- Permisi… - Hei!
Yang benar saja.
Dia tiba-tiba muncul saat akhirnya aku berkencan dengan Yuga.
Kau di sana, pria normal yang berdiri di sana dengan depresi.
Kuharap hubunganmu dan pendeta itu lancar.
Bukankah kau juga sedang berkencan?
Setidaknya itu yang kupikirkan.
Kalau begitu, lakukan yang terbaik.
Mungkin Yuga akan merelakan pendeta itu.
Ternyata dia baik.
Aku tidak berharap banyak dari wajahmu yang menyedihkan itu.
Kepribadiannya buruk sekali.
- Kudengar Cecilia - Kau bawa dompet, kan?
- menolak lamaran Pahlawan. - Kau bawa dompet, kan?
Dia belum menyerah?
Aku tak akan kalah dari Pahlawan tampan!
Kau sudah menemukan yang kau suka?
Tn. Yoki!
No comments yet. Be the first to leave one.