The first 200 lines.
Subtitle bY VIU Resynced == ANANG KASWANDI ==
"Semua lokasi, karakter, agama, organisasi"
"Dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiktif"
Di sini. Lihat ini.
Kamu melihatku ragu-ragu sejenak.
Itu aku sedang menahan diri.
Aku bisa saja mengalahkannya,
tapi aku menggigit lidahku dan menahan diri.
Benar, bukan?
Tapi kenapa?
- Kenapa kamu menahan diri? - Karena kami harus melepasnya.
Kenapa sengaja kehilangan dia padahal kamu hampir menangkapnya?
Meskipun kita menangkap bedebah itu, Jo Seong Dae,
dia tidak akan mengatakan apa pun.
Kami melepasnya
karena ingin melihat
bagaimana reaksi Oh Jong Tae, orang di balik Jo Seong Dae.
Yang penting adalah kita bisa menangkap Oh Jong Tae atau tidak.
Aku mengerti,
tapi kenapa ada rekaman CCTV ini?
Ini sangat memalukan bagi tim kita.
Kita akan membagikan ini agar semua orang melihatnya.
Kita bisa gunakan ini untuk menekan Jo Seong Dae dan Oh Jong Tae.
Tunggu, kamu akan menunjukkan video tersangka
terlihat memukuli polisi sampai babak belur?
- Ya. - Hei, kamu sudah gila?
Wajah Jae Hong terlihat jelas di rekaman itu.
Ini sangat memalukan. Bagaimana dia akan terus bekerja sebagai polisi?
Soal itu, kita bisa mengaburkan wajahnya.
Hei, kenapa mengaburkan wajahku?
Wajahku harus terlihat di rekaman itu.
Aku akan segera menjadi terkenal. Apa aku keliru?
Bisakah kamu memainkannya lagi?
Hei, lihat.
Aku mendekatinya, ragu sejenak, lalu...
Lihatlah. Dengan hati yang penuh belas kasih,
aku sangat perhatian kepadanya, itu agak kejam.
Aku tidak mengerti.
Dia akan memberi tahu kita jika ditangkap dan diinterogasi.
Kenapa membuang waktu selama ini?
Berandal sepertimu tidak akan mengerti rencana dalangnya.
Dengar, kita memberinya daging agar bisa memotong tulangnya.
Dasar bodoh.
Kurasa ini sebabnya membaca banyak buku itu penting.
Tunggu.
Di sini.
Area ini. Ini area usus buntunya, bukan?
Sial.
- Potong. - Kamu sungguh akan baik-baik saja?
Lakukan saja sebelum ambulans datang.
Hei, tunggu. Kamu... Jangan bilang...
Jangan bilang kamu gugup.
Potong saja. Selesaikan dalam sekali coba.
Jika bekas lukanya berlekuk-lekuk, aku tidak akan memaafkanmu.
Tutup matamu.
Petugas Kwon Jae Hong dari Unit Jatanras Dua,
Kepolisian Incheon Seobu.
Rasa tanggung jawabmu yang kuat
memberi contoh sempurna untuk semua polisi yang bekerja keras.
Semua orang di kepolisian kami
mendoakan kesembuhanmu
agar kamu bisa segera kembali bekerja.
Aku hanya melakukan tugasku sebagai polisi.
Terima kasih, Pak.
Ceritakan situasi saat dia berkelahi dengan pelaku.
Tentu.
Detektif Kwon Jae Hong
berpapasan dengan pelaku
setelah usus buntunya pecah.
Namun, dia berkelahi dengan pelaku
karena dia bertekad untuk menangkapnya.
Aku selalu khawatir.
Karena dia terlalu berani untuk kebaikannya sendiri.
Dia ceroboh.
Terima kasih.
Kamu baik-baik saja?
Ya, kurasa aku baru saja buang angin.
- Benarkah? - Ya.
Dokter!
"Sersan Kwon Jae Hong Cedera saat Mengejar Tersangka Pembunuhan"
Detektif Kwon Jae Hong
berpapasan dengan pelakunya setelah usus buntunya pecah.
Namun, dia berkelahi dengan pelaku
karena dia bertekad untuk menangkapnya.
Secara fisik, aku baik-baik saja sekarang.
Namun, kenyataan bahwa dia lolos tepat di depan mataku,
itu membuatku sangat marah dan kesal.
Dia polisi sejati.
Ini Jo Seong Dae, tersangka utama
dalam pembunuhan Park Gun Ho, yang sebelumnya
disimpulkan sebagai bunuh diri.
Kami, di Kepolisian Incheon Seobu,
berencana melakukan investigasi terbuka
untuk menangkap Jo Seong Dae, yang kabur setelah menyerang
petugas kami yang usus buntunya pecah.
Anda sudah mendapatkan cukup bukti untuk menangkap tersangka?
Kami memastikan wajahnya di rekaman
dari kamera CCTV di dekat TKP.
Selain itu, darahnya ditemukan di TKP.
Bagaimana dengan polisi yang diserang olehnya?
Dia dalam pemulihan.
Orang-orang meninggalkan banyak komentar positif di internet
yang sangat membantu mentalnya.
Apa polisi tahu keberadaan Jo Seong Dae?
Belum. Tapi kami mengadakan penyelidikan terbuka,
jadi, akan sulit baginya bersembunyi dari polisi
dan tetap menjadi buron.
Aku bersumpah atas kehormatan polisi
bahwa para petugas kami akan melacak
dan menangkap Jo Seong Dae apa pun yang terjadi.
Aku ingin rakyat
bergabung dengan kepolisian dalam...
Astaga, aku lapar.
Aku tidak makan apa pun semalaman.
Kenapa mataku menjadi sangat bengkak tiap kali makan? Hei.
Apa Eun Hye masih tidur?
Apa dia masih tidur? Maka kita harus membangunkannya.
Eun Hye.
Aku pulang.
Hei, kamu pergi ke mana pagi-pagi sekali?
Aku...
Dia baru saja pulang.
- Apa maksudmu? - Dia pergi semalaman seperti Kakak.
Dia baru saja pulang.
Sungguh? Kamu baru saja pulang?
- Apa yang kamu lakukan semalaman? - Aku harus mengurus sesuatu.
Apa yang harus kamu lakukan sampai harus di luar semalaman?
Ada apa denganmu?
Ini rumahmu sekarang. Dari mana saja kamu semalaman?
Seharusnya kamu menelepon kakak dan bilang Eun Hye tidak pulang.
Kakak tidak menyangka kamu diam saja.
Bagaimana jika hal buruk menimpanya?
Dunia di luar sana menakutkan!
Dia menelepon dan memberitahuku bahwa dia tidak pulang.
Seharusnya kamu menanyakan alasannya.
Kenapa kamu tidak pulang?
Kamu masih bergaul dengan teman-temanmu itu?
Kenapa? Aku tidak boleh bergaul dengan mereka?
Aku hanya punya teman yang kamu anggap "buruk".
Aku tidak bermaksud begitu.
Aku hanya khawatir.
Tentu saja, kamu bisa bertemu teman-temanmu,
tapi karena aku khawatir,
beri aku nomor sahabatmu.
Untuk apa?
Apa?
Jika aku tidak bisa menghubungimu,
aku akan menelepon temanmu.
Kurasa itu tidak benar.
Eun Hye, aku hanya...
Pekerja paruh waktu yang bekerja sif malam
sedang sakit dan aku menggantikannya.
Kamu puas sekarang?
Aku lelah. Aku mau tidur.
Bagaimana dengan sarapan? Ayo makan denganku.
Aku akan makan ini.
Kenapa kamu makan ramyeon instan padahal dia sudah siapkan makanan?
Jangan ganggu dia, Bodoh.
Ada apa dengannya? Apa dia bertengkar denganmu?
Itu normal baginya.
Dia tidak berpikir
dia harus memberi tahu kita tiap detail hidupnya.
Anak-anak bahkan tidak berbagi nomor teman dengan ayah mereka.
Dia nyaman makan ramyeon instan karena sudah terbiasa.
Kakak tidak mengerti?
Apa anehnya itu?
Kakak tampak aneh bagiku, mengomelinya seperti itu.
Jangan bersikap seperti ayahnya
dan belajarlah tentang wanita lebih dahulu.
Lupakan saja.
Kakak tidak pernah belajar apa pun.
Berusahalah melaluinya seperti yang selalu Kakak lakukan
selama sisa hidup Kakak.
Tetaplah kesepian.
Menurutmu dia sedang haid?
Kakak serius?
Aku hanya penasaran.
"Disintegrasi Sosial yang Diperburuk Akibat Eksekusi dalam 23 Tahun"
Seri pertama cukup bagus dan mendapat tanggapan bagus.
"Hukuman Mati Tidak Berpengaruh dalam Mencegah Kejahatan"
Artikel Song Gwang Hui bagus dan rapi.
Ini adalah berita eksklusifmu? Kenapa kamu belum menyerahkannya?
Akan kuserahkan setelah mendapat konfirmasi terakhir dari polisi.
- Untuk apa? - Ini rekaman suara seorang polisi.
Setidaknya aku harus meminta konfirmasi dari Divisi Petisi Sipil.
Menurutmu itu akan terjadi? Aku yakin itu direkam secara ilegal.
Aku akan mencobanya.
Jika tidak berhasil, akan kutulis berita dengan isinya.
"Narkoba! Jalan menuju kehancuran"
Halo, aku Reporter Jin Seo Gyeong dari Harian Jeonghan.
Kamu tidak boleh berada di sini.
Apa kepala divisi di sini? Aku punya beberapa pertanyaan.
Mari bicara di luar.
Kami melakukan audit di sini. Reporter dilarang masuk.
Sebentar saja.
Kepala divisi sedang tidak di sini.
Tolong kirimkan dokumen lewat kantor juru bicara.
Boleh aku bertanya?
Kamu mengaudit Inspektur Moon atas penyuapan, bukan?
Kamu merekam percakapan dengannya, bukan?
No comments yet. Be the first to leave one.