The first 200 lines.
Aku melakukannya, bukan?
Selingkuh setelah istrimu melahirkan bisa berujung pada perceraian.
Kami menemukan buktinya.
Dia masih bekerja keras meski kelelahan setelah melahirkan.
Cukup.
Aku tidak mau membahas hal seperti ini di dekat Hana.
Apa ini?
Tabungan Hana. Yoichi menariknya tanpa sepengetahuanku.
Kalau suamiku mengabaikan anak kami,
pasti aku sudah menceraikannya.
"Formulir Permohonan Cerai"
Yoichi.
Ayo.
Sudah lama menunggu?
Tidak. Terima kasih sudah datang. - Tidak masalah.
Kamu sungguh ingin bercerai?
Tapi ini agak mendadak.
Kita bahkan belum membahasnya, tapi kamu sudah meminta cerai.
Aku tahu ini kesalahanku. Aku mengkhianati kepercayaanmu.
Tapi...
Aku sudah tidak mau bicara denganmu.
Kita sudah berjanji saat menikah.
Tidak berahasia, tidak berbohong, dan tidak berselingkuh.
Jika ada yang ingkar, hubungan kita berakhir.
Benar.
Pada akhirnya, kamu mengingkari semuanya.
Aku tidak bisa hidup dengan orang yang telah mengkhianatiku.
Aku tidak ingin melihatmu lagi.
Dan yang paling penting, aku tidak mau kamu mendekati Hana.
Aku tidak punya pilihan selain meninggalkan rumah itu.
Tunggu dulu.
Mungkin aku sudah berselingkuh, tapi itu bukan sebuah hubungan.
Apa itu masuk akal? Selingkuh tetap selingkuh.
Bukan begitu.
Hubungan kami tidak seperti itu.
Kamu ke hotel, bukan?
Sudah kubilang, aku menonton NBA di sana.
Saat aku bangun, ternyata sudah pagi dan...
Kamu kira aku akan percaya dengan omong kosong itu?
Pembohong!
Kenapa kamu bilang aku pembohong? - Kamu pembohong!
Aku berbohong karena kamu tidak memercayaiku.
Apa maksudmu?
Kamu penuh kebohongan. - Tenanglah.
Ya, ampun.
Bagaimana kita bisa berdiskusi kalau seperti ini?
Tenangkan diri kalian dulu, lalu pikirkan langkah berikutnya.
Aku tidak bisa tenang.
Chi,
pikirkan dulu baik-baik, paham?
Aku sudah mengambil keputusan.
Aku tidak bisa hidup denganmu lagi.
Mediasi perceraian? - Benar.
Pengadilan Keluarga baru saja mengirimkan dokumen ini.
Kamu serius?
Aku sudah mendatangi Niigata, tapi tidak bisa mengubah pikirannya.
Sepertinya dia sudah memutuskan melanjutkan mediasinya.
Ayah, aku menerima dokumen mediasi perceraian.
Apa maksudnya?
Ayah yang menyarankannya.
Kalian bisa menyelesaikan ini dengan tenang jika ada pihak ketiga.
Mediasi perceraian dianggap sebuah kasus, bukan?
Aku kaget sekali.
Aku pun baru kali ini melihatnya.
Dan lihat ini.
Alasan perceraian.
Ketidakcocokan.
Selingkuh.
Kamu melakukannya.
Terlalu banyak minum. - Itu benar.
Terlalu boros. - Pernak-pernik NBA.
Pelecehan emosional.
Dia sungguh memilihnya. Itu keterlaluan.
Kapan aku melecehkannya secara emosional?
Benar.
Sepertinya dia sudah memutuskan.
Istrimu orang berpendirian, bukan?
Chisato sudah tidak menjawab telepon dariku.
Akhirnya telah tiba.
Yui?
Aku perlu bicara denganmu sebentar.
Tolong lihat ini.
Janji tertulis?
Ini persyaratan kami untuk pulang.
Kamu harus menemui psikiater.
Dan jika kamu menganiayaku lagi, akan langsung kuceraikan.
Itu dua syarat utamanya.
Aku menyesal karena tidak tahu tentang penderitaanmu.
Yuto juga merindukanmu.
Tapi kami tidak bisa kembali kalau kamu masih tetap sama.
Jadi, kuharap kamu bisa berubah.
Ada apa, Pak Sudo?
Tadi istriku bicara padaku.
Benarkah?
Aku merasa kami selangkah lagi menuju perceraian.
Begitu rupanya.
Tapi bukankah bagus. Setidaknya dia bicara padamu?
Dia benar.
Keluarga kami sedang menjalani mediasi perceraian.
Apa itu mediasi?
Apa yang harus kulakukan?
Apa aku akan dihukum?
Apa aku akan ditahan?
Kamu ditahan.
Jangan. Tunggu dulu.
Apa yang harus kulakukan? - Tenanglah.
Aku dipanggil pengadilan. - Benar.
Tapi kamu tidak akan ke pengadilan.
Tenanglah.
Perasaanku tidak tenang.
Zaman sekarang, satu dari tiga pasangan bercerai.
Sebanyak itu?
Artinya tidak mengejutkan salah satu dari kita bercerai.
Tidak.
Mustahil aku bercerai.
Tidak. Situasimu yang paling parah, dilihat dari sudut mana pun.
Benar, bukan? - Ya.
Jadi, kamu harus bertahan.
Jangan sampai diceraikan.
Baiklah.
Mediasi? Ini bukan lelucon.
Apa rencanamu?
Apa yang bisa kulakukan?
Memalukan sekali. Ibu tidak percaya kamu selingkuh.
Aku tidak sungguh selingkuh. Aku mabuk dan tertidur.
Saat bangun, ternyata sudah pagi dan aku tidak ingat apa pun.
Artinya ada kemungkinan kamu tidak selingkuh?
Itu benar.
Tapi dari yang terlihat, mungkin aku selingkuh.
Tunggu.
Dasar bodoh! - Aduh!
Itu yang paling penting.
Kamu harus menjelaskannya kepada istrimu.
Kalau kamu tidak bersalah, carilah buktinya.
Kalau kamu berselingkuh,
kamu harus minta maaf dengan tulus pada Chisato.
Hanya itu yang bisa kamu lakukan.
Kita melakukannya.
Apa?
Kita sungguh melakukannya.
Tapi aku memakai pakaian dalam ketika terbangun.
Kamu sendiri yang memakainya.
Kamu bilang tidak ingin perutmu kedinginan.
Aku memang sering bilang begitu.
Benar, bukan?
Tentu kamu harus bercerai.
Hiduplah bahagia selamanya dengan Bu Kaori.
Tidak. Bukan seperti itu.
Kamu akan merancang rumah barumu dengan Bu Kaori sekarang?
Sudah berulang kali kukatakan.
Ini informasi untuk rumah contoh berikutnya.
Bukankah ini pekerjaan Watanabe?
Di mana Watanabe? Dia tidak masuk?
Dia sedang cuti.
Tapi mungkin dia melarikan diri dengan pacarnya.
Apa maksudmu?
Dia pernah bicara denganku.
Dia bilang orangtuanya melarang dia berhubungan dengan pacarnya.
Jadi, dia memutuskan kawin lari.
Dia bahkan meminta uang padaku.
Berapa yang dia minta?
300 ribu yen. - Apa?
300 ribu yen? Kamu meminjamkannya?
Bagaimana bisa?
Tentu aku menolaknya mentah-mentah.
Kamu menolak?
Jangan bilang kamu meminjamkannya.
"Panduan Mediasi Perceraian"
Mediasi ibarat presentasi.
Hei.
Tidak bisakah kamu santai di sauna?
Tidak bisa.
Mediasiku sudah di depan mata.
Tapi tanpa bukti untuk membela diri,
mustahil aku memenangkannya.
Aku hanya bisa mengaku gila.
Baiklah. Mari kubantu.
Sepuluh peraturan untuk menang. Peraturan pertama?
Jangan emosional. Tetap tenang dan terkendali.
Benar. Peraturan kedua?
Buat mediator memihakmu.
Benar.
Yang ini mungkin penting.
Mediator juga manusia.
Jika mereka berada di pihakmu, mereka akan menguntungkanmu.
Benar. - Peraturan ketiga?
Perhatikan penampilan dan sopan santunmu.
Benar.
Di sini tertulis, "Kesan pertama sangat penting."
Aku harus memakai dasi warna apa?
Biru tua?
Tidak, sebaiknya warna cerah.
Sian atau biru.
Kalau bicara keberuntungan, aku harus memilih merah muda.
Menurut Feng Shui, kamu harus memilih kuning.
Bukankah itu warna kemakmuran?
Tidak ada kaitannya dengan hubungan.
"Mediasi Perceraian Pertama di Pengadilan"
Syukurlah, ibu tepat waktu.
Ibu tidak perlu datang.
No comments yet. Be the first to leave one.