The first 199 lines.
Fushi...
adalah sebuah bola yang bisa berubah.
Senang bertemu denganmu, namaku Hisame.
Orang yang ingin merebut Fushi telah muncul.
Hei, Tuan yang di sana.
Begitu pula dengan orang yang melawan.
Orang yang pernah terkena racun,
memiliki ketahanan yang kuat terhadap racun.
Kau dari Jeannanda...
Tonari?
-- Kata-Kata Terakhir yang Mendebarkan ---
Waktu kecil, aku sering membiarkan burung hantu hinggap di tubuhku.
Aku terus menerima cairan racun yang keluar dari tiga cakar kakinya setiap hari.
Lalu, aku baru tahu racun bunga Morning Glory mirip dengan tiga cakar burung hantu.
Gadis yang membawa burung hantu, Tonari,
nenekku pernah mencatat dalam biografinya.
Kenapa kau ada di desa ini? Kau tidak lagi bekerja sebagai pemimpin pulau Jeannanda?
Aku serahkan pada temanku untuk mengurusnya.
Itu karena aku masih ada banyak hal yang perlu aku selesaikan.
Karena sudah bertemu, aku masih harus memberimu nasihat.
Jangan ganggu Fushi lagi.
Maafkan aku.
Fushi adalah milik pasukan pelindung kami.
Pasukan pelindung, ya?
Di Pulau Jeannanda juga ada banyak partisan kalian.
Awalnya aku ingin bilang kalau aku bisa abai selama tidak membahayakan Fushi.
Namun, karena kau bekerja sama dengan Nokker,
maka itu beda lagi ceritanya.
Kau sama sekali tak tahu apa-apa tentang Nokker.
Nokker akan membahayakan Fushi dan dirimu.
Nokker tak akan melakukan hal seperti itu!
Ia teman penting yang aku warisi dari nenekku agar terhubung dengan orang itu!
Bibi ini sangat menakutkan, 'kan?
Dia ingin membunuhmu.
Namun, tak apa-apa, aku akan melindungimu.
Bahkan kehendakmu sudah dikendalikan.
Aku akan menghabisinya dalam sekejap mata.
Ligard!
Sial, tak bisa dicabut semuanya.
Tidak, jangan tidur!
Apa... aku akan mati di sini...
Fushi!
Fushi!
Fushi.
Kau sudah sadar?
Aku adalah Kepala Desa di desa ini,
senang bertemu denganmu.
Apa yang terjadi kemarin?
Aku akan mengantarmu.
Tuan Fushi, akhirnya kau sempat kemari.
Apa yang terjadi?
Saat kita sedang tak sadar, dia diserang oleh Nokker dari tangan kiri Hisame.
Kenapa? Di mana Hisame?
Dia dibawa pergi oleh Nokker.
Dibandingkan denganmu, Nokker itu lebih membencinya.
Rasa sakit di tubuhnya itu...
cepat pikirkan cara untuk membantunya!
Kau jangan serius begitu.
Tersenyumlah.
Mari.
Di saat seperti ini masih minum alkohol?
Itu karena sudah tak ada jalan lain.
Di dalam tubuhnya pasti sudah dibuat berlubang-lubang oleh Nokker.
Sekarang hanya bisa membuatnya memuntahkan darah yang terkumpul di dalam tubuhnya.
Jadi, aku ingin membiarkannya minum alkohol kesukaannya di saat terakhir.
Bagaimana bisa...
Aku gagal melindungi orang lagi...
Fushi, jangan khawatir.
Sekarang suasana hatiku sangat bagus.
Apa... ada yang bisa aku lakukan untukmu?
Kau ingin melakukan sesuatu untuk wanita paruh baya sepertiku?
Aku senang sekali.
Jika begitu, sebelum aku mati,
bisakah kau menemaniku di sisiku?
Apa itu saja sudah cukup?
Itu sudah cukup.
Kabarnya kau terus bersembunyi di pulau.
Dalam 40 tahun ini, apa saja yang telah kau lakukan?
Bertarung dengan Nokker, mengalahkan, dan memakannya.
Hanya itu saja?
Tidak.
Aku coba menguji berapa lama tubuh ini bisa bertahan sebagai "diriku".
Aku berlatih memanah dan melatih tubuhku,
tapi masih belum bisa menciptakan "kekuatan" milikku sendiri.
Kenapa kau tak meninggalkan pulau?
Itu karena... aku tak ingin melihat siapa pun mati lagi.
Aku hidup bersama seseorang yang bernama Pioran.
Setelah dia mati,
aku berpikir...
selama aku tak bertemu siapa pun,
maka aku tak akan merasakan rasa sakit itu lagi.
Aku tak bisa mencegah kematian seseorang,
juga ada banyak orang yang tak bisa aku selamatkan.
Hingga kini, sudah banyak yang mati karena aku.
Selanjutnya apa kau berencana untuk terus hidup sendirian seperti itu?
Jika bisa...
Namun, kali ini kau mendengar desa dalam bahaya dan segera menuju kemari.
Aku rasa kau butuh seseorang yang memahamimu dan juga bisa disebut sebagai... teman.
Aku tak bisa menerimanya.
Kurasa aku tidak perlu teman yang mengorbankan dirinya untuk membantuku.
Semua orang pernah mengalami kematian seorang teman.
Itu bukanlah masalah yang hanya dialami olehmu seorang.
Itu tak benar.
Semua orang akan mati, sedangkan aku justru tetap hidup.
Situasi seperti itu akan terus berlanjut.
Aku juga bisa hidup sendirian.
Aku tak membutuhkan teman.
Fushi.
Aku ingin melihat orang-orang yang pernah... bertemu denganmu dulu.
Ini adalah permintaan egois dari seseorang...
yang akan meninggalkan dunia ini.
Baiklah, kau jangan terkejut.
Pertama-tama, aku bertemu dengan orang ini.
Saat itu dia masih sangat muda.
Aku tak tahu siapa namanya.
Saat dia mati, dia seperti tertidur.
Saat itu, aku tak bisa melakukan apa-apa untuknya.
Selanjutnya, aku bertemu dengan March.
Dia sangat menjaga diriku yang tak bisa melakukan apa-apa.
Parona berusaha keras ingin melindungi March.
Mereka... dibunuh oleh Hayase.
Di Takunaha, aku bertemu dengan Gugu.
Demi aku, dia pergi bertarung dengan Nokker.
Namun, dikarenakan itu juga...
aku merebut nyawa adiknya Shin, Gugu.
Gugu, masih ada keluarga yang lain.
Kakek Pemabuk, dan juga...
Rean.
Tuan Fushi, kau kenapa?
Setelah itu, aku tiba di Jeannanda.
Di sana...
aku bertarung dengan orang kuat yang bernama Nando.
Demi adiknya, Nando mempertaruhkan nyawanya.
Dia seseorang yang pantas dibanggakan.
Jadi, aku memutuskan untuk menyelamatkan orang Jeannanda.
Selain itu, masih ada banyak orang yang bertarung demi aku.
Uroy...
Mia.
Oopa.
Ditambah lagi...
Sandel dan Tonari.
Masih hidup.
Mereka berdua masih hidup!
Syukurlah Jika begitu.
Kau baik-baik saja?
Fushi.
Tonari... orang seperti apa?
Tonari...
Aku selalu berpikir dia adalah orang yang menyebalkan,
namun...
dia justru membawa beberapa teman untuk bertarung bersama denganku.
Apa kau merasa... dia sangat suka ikut campur?
Sekarang aku sangat berterima kasih padanya.
Kau... tak membencinya lagi?
Benar.
Fushi.
Kau mengingat banyak kenangan saat semuanya masih hidup.
Hanya itu saja, sudah membuatku merasa bersyukur... telah hidup.
Tuan Fushi, apa rencanamu selanjutnya?
Aku masih belum memutuskannya.
Begitu, ya?
Aku akan pulang kampung dan beri tahu semua orang tentang kabar kematiannya.
Selanjutnya jika kau berhadapan dengan pasukan pelindung, tolong berubahlah jadi dia.
Dia membuat tubuhnya kebal terhadap racun demi dirimu.
Demi aku?
Kenapa? Sebenarnya kalian siapa?
Maaf, aku tak bisa memberitahumu.
Itu permintaannya.
Dia bilang merasa malu jika kau mengetahuinya.
Jika begitu, setidaknya beri tahu aku nama kalian.
Aku dan dia hanyalah orang yang sangat menyukaimu.
Daripada bergantung satu panah, lebih baik pakai banyak panah untuk bertarung.
Temanmu bukan hidup untuk membuatmu sedih.
Aku pamit dulu.
Nona Tonari.
Di mana kau sekarang?
Apakah di hatimu tak ada penyesalan lagi?
Dia membuat tubuhnya kebal terhadap racun demi dirimu.
Ternyata begitu.
Aku rasa kau butuh seseorang yang memahamimu dan juga bisa disebut sebagai... teman.
Daripada bergantung satu panah, lebih baik pakai banyak panah untuk bertarung.
Teman... ya...
Apa aku harus mencari orang yang memahamiku?
Namun, aku masih tak suka pergi ke tempat yang ada orangnya.
Aku punya satu kabar baik.
Nokker sudah muncul.
Muncul di dua tempat yang tak terjangkau oleh kakimu.
Kabar baik macam apa itu?
Dengan begitu, kau tak punya alasan untuk menutup dirimu lagi.
Tidak menyerangku dan malah menyerang orang lain.
Apa yang sebenarnya ingin mereka lakukan terhadap dunia?
Sebenarnya apa alasan mereka melakukan semua ini?
Siapa yang tahu?
Yang bisa terpikirkan olehku adalah mungkin mereka iri pada kita.
Ternyata ada hal yang tak kau ketahui juga.
Aku tak bisa mengontrol pikiran, jadi aku tak bisa merasakan apa yang mereka pikirkan.
Namun, kau bisa mengontrol tubuhnya.
Kalau begitu, hentikan Nokker itu!
Apa kau tak memikirkan apa-apa?
No comments yet. Be the first to leave one.