Yowis Ben

Yowis Ben

Download Indonesian Subtitle

Release info

Yowis Ben 2018 WEB-HD WEB-DL FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
HD
Published on: 2019-12-23
Downloads: 102
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jangkrik! Apa lagi?

Kemarin mogok, sekarang mogok lagi!

Sehari gak mogok gak bisa?

Sepeda motor sial!

Mogok terus! Jangkrik!

Hei! Kenapa kamu tendang becak aku?

Kamu kenapa tendang sepeda motorku?

- Mas Bayu? - Iya. Kenapa?

- Kamidi. - Kamidi apa?

Apa ini? Sepeda motor mogok, ketemu orang gila?

- Tunggu sebentar. - Ayo berkelahi!

- Gak, tunggu sebentar. - Ayo berkelahi!

Ayo, berkelahi.

Kejutan!

- Kamu nonton band aku? - Bukan cuma nonton, Mas.

Aku penggemarmu, Mas. Fansmu, Mas!

- Aku punya penggemar? - Ada. Banyak, Mas!

- Di mana? - Di Kaliurang pojok.

Namanya YWBFC Uni ted.

- United maksudmu? - Yang kau bilang itu.

- De. Mas Bayu, De! - Bayu?

Ya sudah. Maaf, Mas. Aku kira motornya jahat.

Terima kasih.

- Sepeda motorku aman? - Aman, Mas Bayu.

Montirnya anggota.

- Anggota apa? - Anggota perpus.

Perpus?

Kok anggota perpus? Anggota YWBFCU.

- Pokoknya tidak usah keluar uang. - Benar?

Jelas, tapi kamu kasih tiket konser gratis, ya?

- Tiket konser gratis? - Ya.

Konser apa? Yowis Ben bubar.

Apa!

Aduh!

Terus Yowis Ben kenapa?

Ya sudah bubar.

Kok bubar? Gampang bener ngomong Yowis Ben bubar?

Apa lagi? Sudah bubar.

Kemari.

Sekarang kamu cerita, kenapa Yowis Ben bubar?

Ya sudah. Jadi, ceritanya begini.

Sudah 21 jam 15 menit 44,5 detik dibaca

tapi dia tidak membalas.

Terus ya apa misalnya ini...

Sudah, Bay.

Puisiku manjur.

Tidak ada bintang sekolah yang bisa menolak setelah baca puisiku.

Tapi ini jelas tidak dibalas, Cak Jon.

Perempuan itu gengsinya besar.

Kamu tidak percaya? Lihat aku.

Apa, Cak Jon?

Kalau gengsinya tidak besar, aku pasti sudah menikah!

Mungkin puisinya sudah ketinggalan jaman, Cak Jon?

Dengar, Bay. Kalau puisi ini tidak ada hasilnya...

Pukul saja bokong teman-temanmu!

Apa?

Kamu yang tulis teman-temanku yang dipukul?

Fokus! Jangan menyerah.

Jum, daripada kerja sendiri, mending kawin sama aku. Tidak pegal?

Jangan.

Kawin dengan Kartolo warung kamu bangkrut.

Kamu tidak lebih baik!

Kamu pakaiannya seperti mau disunat.

- Jangan sombong. - Tidak seperti dia, aku orang kaya.

- Kaya hutang? - Ya, tapi aku bayar.

- Tapi nyicil. - Tapi lunas.

Aku, rumahku banyak.

Rumah tawon.

- Menyengat kepalamu? - Kok bisa?

Sudah. Sudah tua masih genit.

Tapi lebih tua makanan codot.

Ini kakaknya.

Ngawur, ini adiknya.

- Adik apa kakak? - Orang-orang tua ini.

Mengejar kakakku sejak jaman perjuangan.

Dari jaman Majapahit, tapi kakakmu jual mahal.

Memangnya berapa? Tidak sampai 10.000.

Seperti terasi saja.

Tidak sudi. Kakak aku hanya satu.

Di fotokopi saja.

Memangnya berani berapa?

- Memangnya benar dijual? - Sudah.

- Jon! - Lumayan, Mbak.

Apa sih?

- Ibu, di mana pecelnya? - Ini.

Aku langsung jalan, ya?

- Hati-hati, Nak. - Ya.

Bay, jangan lupa perkataanku, ya?

Jon, kamu ajari apa anakku?

Tidak, Mbak. Hanya ajari Bayu cara menikmati hidup saat SMA.

Biar tidak seperti para orang tua ini.

Kamu juga sama saja.

Sudah, aku pergi dulu.

Silahkan.

- Assalamualaikum . - Walaikumsalam .

Nah, kamu mengerti, 'kan?

Setiap hari aku membantu ibuku jualan pecel.

Jadi begitu ya, Mas.

- Cak! - Ayo!

Karena itu, aku dipanggil teman-temanku...

Pecel Boy!

Pecel Boy.

Aku sebenarnya ingin dipandang lebih dari itu.

Tapi tidak apa-apa, demi ibuku.

Pecelnya laris, banyak rejekinya.

Iya, Mas. Benar.

Jadi teman-teman, kemarin Bayu mengirimkan aku puisi.

Ciye!

Sudah aku rekam layar, sudah aku cetak!

- Ini orangnya. - Ada apa?

Mantap, Bay. Joss .

Jadi, puisinya dibaca apa tidak?

Baca!

Ayo bacakan.

Stevia.

Ciye !

Kopi itu hitam.

Pisang goreng itu cokelat.

- Stevia. - Ciye!

Kamu itu cantik.

Asik!

Aku pun, jatuh cinta.

Ya sudah. Stevia, aku diterima apa tidak?

Ya...

Tidak.

Bay. Kamu sudah tahu mulut Stevia kayak ember.

Anak-anak panggil dia, "Stevia, cucunya Lambe Turah."

Disebarkan puisi kamu. Kapok, 'kan?

Belum digambar karena baru lahir, masih belum gitu...

Tawanya merdu.

- Kayak kicauan burung mahal. - Aduh.

Itu perempuan yang harusnya kamu kejar.

Aku sudah coba dekati yang pakai bando merah muda.

- Bando merah muda? - Ya. Cantik, 'kan?

Tapi bapaknya galak.

Terus aku dekati yang paling kiri.

- Sebelah kiri? - Cantik, 'kan?

Bapaknya baik.

- Tapi? - Ibunya galak.

Doni ini aneh.

Jelas-jelas tidak becus dekati perempuan.

Malah nasehati aku.

Dua arah, Bay. 'Kan, saling...

Apa sih kamu ini? Aku jadi salah tingkah.

- Senyum-senyum gila. - Bukan ke kamu.

Itu, perempuan-perempuan senyum ke aku.

Bukan ke kamu.

Senyum ke dia itu.

Ealah .

Memang kamu siapa?

Ya sudah aku ke toilet.

Makan juga belum kok pergi ke toilet.

Awalnya kupikir Doni ada benarnya.

Aku bukan apa-apanya Susan.

Tapi hari itu, ada keajaiban.

Hai Bayu, ya? Salam kenal, ya? Ini Susan.

Di Pasar Belimbing, Tomat Jepang harganya 8.000/kg.

Di Pasar Guyub Rukun,

- Wortel Belanda harganya 15.000/kg. - Cak!

- Cak! - Aku sedang siaran.

Aku butuh saran.

Di Pasar Gadang

- harga kentang... - Cak.

Susan, perempuan paling cantik di sekolahku...

- Pasar Lawang... - Voice note aku.

Susan harganya 20.000/kg...

Apa ini?

Di Pasar Lawang harga cabai rawit merah 45.000/kg.

- Di Pasar... - Cak! Susan, Cak! Susan!

Ini Susan siapa lagi? Stevia bagaimana, Bay?

- Stevia sudah lewat. Ini baru. - Buncis sudah lewat.

Buncisnya jadi bubar, Bay!

Sudahlah. Pokoknya ini dijawabnya apa?

- Kasih tahu jawabnya nanti aku pergi. - Ya sudah.

Dijawab harga bawang merah 15.000/kg...

Kok itu sih? Jawabannya apa?

Ya sudah. Jawab terserah kamu. Apa saja.

- Begitu saja kok repot, Bay? - Ya sudah apa saja.

Hei, baca apa?

Baca tangga lagu, bukan sayuran.

Ini baca tangga lagu, Bu.

Via Vallen di Pasar Ngasem 45.000/kg.

Ya! Lihat, lihat. Followers aku sedikit lagi 10K.

Lihat, lihat. 10K.

Tidak. Aku tidak mau lihat. Lihat followers aku, 15K.

Paling juga kamu beli, 'kan?

Susan!

- Siapa? - Followers kamu, kali?

Followers aku tidak ada yang kayak gini. Followers kamu kali?

Enak aja. Aku juga tidak punya followers kayak gini modelannya.

- Aku Bayu. - Bayu siapa?

Aku sudah kontakan sama Susan kemarin?

Kontakan sama Susan?

Dekil kumal gini kontakan sama Susan?

Memangnya Instagrammu berbobot?

Jangan salah.

- Instagramku 20K. - Hah?

Hah?

Following nya.

- Kamu ini siapa? - Aku Bayu, San. Pecel Boy.

Yowis Ben subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Yowis Ben

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left