The first 200 lines.
- Ayolah, bung. - James! James!
- Ayolah, bung. - Bagaimana dengan anak-anak?
Jangan kau sebut mereka anak-anak. Mereka bukan anak-anak.
Mereka itu hewan-hewan kecil, bung. Tidak, tidak.
- Aku tak sanggup, tak sanggup lagi, tidak. - Tentu, kau bisa.
Tidak, tidak, lihat, aku bahkan tak ingin bayaranmu untuk mengajar mereka.
Baiklah? Tidak tidak.
Aku tak dapat membayarmu, tapi aku akan membayarmu jika saja aku mampu.
Dengar, yang satu ini keterlaluan, bung, aku tak sanggup mengaturnya.
- Nah... - Aku di sini bukan untuk itu, oke?
Salah satu dari mereka terus-terusan kentut. Tidak, aku harus pergi dari sini, bung.
- Aku tak dapat melakukan ini, bung. - Tunggu, tunggu, tunggu.
Bagaimana dengan turnamennya?
Kau tak bisa berhenti sekarang.
Charlie...
Lihat saja aku.
Tapi...
Sekarang apa?
- Luar biasa. - Mm-hmm, ya. Terima kasih.
Berikutnya.
Ooh.
- Sangat menginspirasi. - Ya. Terima kasih.
Mengesankan.
Berikutnya.
- Ooh. - Bola api yang besar!
Kau harus menjaga dagumu tetap ke bawah.
Apa?
Ku bilang kau harus menjaga dagumu tetap ke bawah.
Eh, maaf, Pak,
tapi kau telah mengganggu konsentrasi kami.
Tunggu, biarkan dia bicara.
Ya, biarkan dia bicara.
Jadi apa yang kau ketahui tentang karate?
Sedikit.
Seperti apa?
Aku tahu bahwa jika kau menjaga dagumu tetap ke bawah,
Kau tak akan kehilangan keseimbangan.
Dan bagaimana kau tahu itu?
Hanya tahu saja.
Bohong!
Apakah kau kemari untuk ikut audisi?
Tidak.
Bisakah kau menunjukkannya pada kami?
Mungkin lain waktu.
Aku tahu itu. Dia cuma omong doang.
Dia pikir dia sudah hebat dengan jaket kulitnya itu.
- Ayo, teman-teman. - Dan kacamata hitamnya.
Oke.
Akan kutunjukkan.
Jadi, siapa yang ingin memegang pad?
- Dia. - Hati-hati.
Oke.
Angkat itu.
Apa yang kalian lakukan, anak-anak nakal?
Ingin memecahkan kaca jendela dengan berteriak sekeras itu?
Charlie.
Jimmy.
Kau datang.
Kau kembali bersama kita lagi.
Lihatlah kau.
Charlie, kenapa kau bisa pincang?
Ah, itu hanya pinggangku.
Aku sudah semakin tua, kau tahu?
Tak masalah. Sedikit pemanasan sudah cukup.
Hei, kau sudah makan?
Tidak, belum.
Aku harus... Aku harus membawamu ke suatu tempat.
- Oh, ya? - Ya.
Kemana kau mau membawaku, Charlie?
Kau telat.
- Hei, Big Mama. - Hei, Charlie.
Aku membawa kejutan untukmu.
Oh, demi surga!
Hey, Big Mama. Apa kabar?
Nak, kemana saja kau menghilang
hingga begitu lama.
Terakhir ku dengar, kau mendapat kecelakaan.
Kemudian aku sadar apa kau tertabrak oleh bus atau apa?
- Semi. - Apa?
Sebuah truk besar.
Oh, semi, truk besar... Mana aku tahu, Charlie?
Aku hanya dengar kau terluka parah.
Jadi, katakan padaku, Jimmy, kau pulang untuk selamanya
atau sekedar berkunjung?
Tidak, aku hanya berkunjung.
Jimmy berlatih untuk pertarungan besarnya.
Apa?
Nak, kau akan bertarung lagi setelah semua itu?
Apa kau sudah gila?
Aku tak bisa menyerah sekarang.
Selain itu, hanya ini keahlianku.
Nah, jika kau akan bertarung, kau harus makan.
Jadi apa yang bisa kusediakan untukmu, sayang?
- Charlie? - Yang spesial.
- Yang spesial. - Kau akan dapat yang spesial. Charlie?
- Aku hot dog saja. - Dasar kau penggila hot dog.
Uh-uh! Kau sudah tahu uangmu tak di terima di sini.
Sekarang simpan kembali uang itu.
Aku yang traktir.
Baiklah, satu yang spesial dan hot dog untuk Charlie-ku.
Ini adalah ide yang buruk.
Kenapa kau terus mengatakan itu?
Karena aku benci anak-anak, Charlie.
Mereka bau dan menjengkelkan.
Berilah mereka kesempatan, oke?
Hei, anak-anak!
Berkumpul di sini.
Aku ingin kau bertemu dengan
mantan juara dunia seni bela diri campuran (MMA).
Jimmy "Petir,"
pelatih barumu.
Aku bertaruh satu dolar, kau tak akan bertahan lebih dari satu minggu.
Aku memberinya dua minggu, paling lama.
Hai, anak-anak.
- Hai, Valerie. - Hai, Charlie.
- Bagaimana pelajaran hari ini? - Kami tak punya pelajaran hari ini.
Kau masih belum mendapatkan guru?
Tidak, aku menemukan penggantinya.
Kenalkan Jimmy. Jimmy, ini adalah Valerie.
Valerie adalah bibi dari Sean dan Alex.
- Bagaimana kabarmu? - Hai.
- Senang bertemu denganmu. - Sebuah kehormatan.
Bibi, ini adalah Jimmy "Petir."
Jimmy "Petir?"
Bukankah dia hebat? Lihatlah dia.
Lihat jaketnya.
Dia adalah mantan juara MMA.
Oh, mantan juara MMA, ya?
Anak-anak, bersiap-siaplah, oke?
Charlie, bisa kita bicara sebentar?
Kami permisi sebentar ya?
- Tentu. - Terima kasih.
Kau bercanda ya?
Mantan juara MMA bernama "Petir?"
- Nah, uh... - Apa kau sudah gila, Charlie?
Siapa yang memberi nama anak mereka "Petir?"
Nah, ketika Jimmy masih kecil,
dia tersambar petir...
dan dia selamat.
Begitulah dia mendapatkan namanya.
Dan dia adalah orang yang hebat ketika kau sudah mengenalnya.
Valerie, Jimmy sudah seperti anakku sendiri.
Dan aku sangat percaya padanya.
"Jimmy "Petir",
seorang anak yatim yang tumbuh untuk menjadi juara MMA."
Itulah yang dimaksud Charlie.
Dia tak punya keluarga.
"Jimmy "Petir" dirawat di rumah sakit."
Apa?
"Menyelamatkan seorang anak berusia lima tahun dari tabrakan sebuah truk."
Apa?
"Sang juara mungkin tak pernah bisa bertarung lagi.
Karirnya hancur."
Dengar, kau telah keluar dari arena pertarungan lebih dari tiga tahun,
itu sama dengan 21 kali "tahun anjing."
Yah, aku mendapat kecelakaan kecil, ingat?
Ya, semua orang ingat itu,
itulah sebabnya mengapa tak seorangpun ingin membayarmu.
Lihat, Geno, aku akan menanda- tangani surat pernyataan, oke?
Aku akan melakukan apa saja.
Masukkan saja aku kembali ke arena, oke?
Jimmy, kau tidak bertambah muda.
- Apa yang kau katakan? - Oke, kau tahu,
Aku mungkin punya sesuatu untukmu sementara ini, oke?
"The Shapiro bar Mitzvah". Ini pertunjukan yang lumayan juga.
Kau cuma harus berdandan seperti ninja.
Setelah upacara pembukaannya, kau akan turun dari langit-langit.
Naik ke panggung dan bertarung dengan anak ini.
Dan percayalah, dia bukan anak yang besar, jadi...
Kau di bayar $ 500, tapi anak itu juga harus memukulmu.
Aku akan berpura-pura tidak mendengar ini.
Baiklah. Aku telah berusaha.
- Geno, dapatkan saja pertarunganku, bisakan? - Aku akan berusaha.
Bagaimana jika hajar saja anak itu kemudian... oke, lupakan saja.
Permisi, Tuan Lee?
Apa?
Bukankah kau akan mengajar kami?
Jadi apa yang ingin kau lakukan?
Um...
Mungkin kita bisa mulai dengan beberapa latihan memukul?
Mengapa kita harus mulai dengan latihan memukul?
Oke, kalian ingin latihan menangkis?
Bung, menangkis hanya untuk burung.
Mengapa kita tidak langsung latihan "sparring" saja?
Ini adalah fakta, tanpa menggunakan peralatan tanding yang tepat,
orang bisa mendapatkan cedera serius, cacat, atau pingsan.
Bung, bilang saja kalau kau takut.
Tidak, aku tidak takut.
- Ya, kau takut. - Tidak.
- Kalau begitu ayo kita mulai! - Hei, hei, hei.
Hentikan itu.
Mulai sekarang, aku yang memimpin dan kalian mengikuti.
Tak ada pertanyaan, tak ada keberatan. Oke?
Hei, Alex, apa itu keberatan?
Itu yang sering dikatakan pengacara kepada hakim.
Diam!
Kembali berbaris.
Jika kalian terus berbicara,
akan akan menghukum kalian dengan 10 kali push-up memakai kepalan kalian.
Dengan kepalan kami? Bung, itu B.S! (Bullshit)
No comments yet. Be the first to leave one.