The first 200 lines.
"Episode 45"
Nomor kasus
2018-Deudan-4578.
Mari kita mulai persidangan pertama
atas permintaan perpindahan hak asuh anak.
"Pengadilan"
Seperti yang penggugat katakan,
Kim Joon Seo
telah diakui sebagai putra kandungnya.
Apakah perwakilan terdakwa keberatan?
Ya, Yang Mulia.
Kami tidak bisa mengakui hak orang tua penggugat.
Kami telah menulis balasan,
menolak hak asuh dan hak atas Kim Joon Seo.
Perwakilan tergugat,
tolong beri tahu kami isi jawaban tertulis tersebut.
Penggugat tidak berhak menuntut hak atas Kim Joon Seo.
Setelah melahirkan anak mantan suaminya,
dia meminta transplantasi sumsum tulang dan meninggalkannya.
Aku tidak meninggalkannya.
Aku tidak punya pilihan selain menyelamatkan
putraku yang sakit dengan menyerahkan bayiku yang baru lahir
seperti yang diminta Woo Na Kyung.
Penggugat berusaha menggunakan klaim yang tidak memiliki
efek hukum demi mengambil putranya.
Penggugat
tidak bisa membesarkan bayi itu
karena pernikahan keduanya.
Pelepasan hak orang tua tidak ada di negara ini.
Woo Na Kyung, perwakilan terdakwa,
mengetahui fakta ini
dan dengan demikian, memaksa penggugat untuk melakukannya.
Dia memerasnya dengan memanfaatkan putranya yang sakit.
Bagi penggugat,
terdakwa hanyalah alat untuk menyelamatkan putranya yang sakit.
Terdakwa menjalani kehidupan bahagia dan tidak menyadari masalah ini.
Aku meminta Yang Mulia
mengizinkannya melanjutkan hidup bahagianya.
Kamu selalu kalah dariku.
Bagaimana dengan saat ini?
Kali ini aku harus mencoba untuk menang.
Kamu tahu, aku harus menyelamatkan harga diriku.
Aku ingin membantumu,
tapi kurasa aku tidak bisa.
- Aku harus bagaimana? - Entahlah.
Kamu tidak merasa
persidangan ini agak berbeda dari yang kasus-kasus
yang kamu tangani sebelumnya?
Kita lakukan saja.
Tentu.
Aku tidak berharap kita bertemu di pengadilan.
Ini menyedihkan.
Aku hanya meminta
kita hanya berurusan dengan kebenaran.
Kebenaran?
Kebenaran sebenarnya?
Kebenaran dari ceritamu?
Dari sudut pandangku,
kamu hanya seseorang yang menghancurkan keluarga kami.
Kamu menghadiri pengadilan hari ini atas nama Joon Seo.
Setidaknya demi dia,
lepaskan kebohongan dan kemunafikanmu.
Setidaknya itu yang bisa kamu lakukan sebagai ibunya.
Kamulah yang penuh kebohongan dan kemunafikan.
Kamulah alasan kita di sini.
Jangan berbicara dengannya.
Dia hanya akan menyebabkan tekanan emosional.
Dia tidak bisa menyakitiku lagi.
Ada wartawan di luar.
Tidak ada yang baik dari pertemuan dengan mereka,
kita keluar dari pintu belakang.
Kudengar persidangan ini tentang putramu sendiri.
Benarkah putramu itu sebenarnya putra Seo Ji Young?
- Dia putraku. - Lalu kenapa dia meminta
konfirmasi keberadaan hubungan orang tua biologis?
Yang pasti adalah
dia tidak berhak untuk meminta hal seperti itu.
Ada desas-desus
dia dan suamimu berselingkuh. Apakah ini benar?
Apakah itu berarti putramu terlibat dalam perselingkuhan tersebut?
Tolong jangan libatkan anakku dalam hal ini.
Apakah topik terbaru di acaramu
terkait tentangmu dan Seo Ji Young?
Selesai.
Senang melihatmu keluar memakai seragam sekolahmu.
Beanie ini tidak terlalu cocok dengan seragamku, bukan?
Kamu seorang fashionista. Kamu cocok memakai apa pun.
Ayolah, Ayah.
Berakhir dengan baik?
Kita bisa bicarakan nanti.
Selamat karena sudah boleh keluar.
Bibi?
Halo.
Aku datang atas nama keluargaku.
Tidak apa-apa, bukan?
Terima kasih sudah datang, Bu.
Ini. Bukalah.
Ini wig.
Ini hadiah istimewa dari bibi untukmu.
Bibi dengar kamu punya pacar.
Bibi punya satu yang cocok untukmu. Kamu pasti menyukainya.
Aku belum pernah memakai wig.
Pasti terlihat bagus untukmu. Percayalah pada bibi.
Terima kasih.
Astaga, panas.
- Halo. - Hei.
- Sudah selesai mengirim? - Ya.
Cobalah.
Ada acara khusus hari ini?
Hyeon Woo boleh pulang hari ini.
Benar juga.
Aku sangat senang dia sudah boleh pulang.
Aku juga.
Aku sangat bangga dan bersyukur,
karena itu aku akan berbagi kue beras ini dengan tetangga.
Aku ingin tutup lebih awal dan memasakkannya sesuatu yang enak,
karena itu tadi aku pergi berbelanja.
Kamu bisa mengantarku?
Tentu saja.
Makanlah.
"Hyeon Woo, semoga kamu hidup sehat"
"Hyeon Woo, semoga kamu hidup sehat"
Halo.
Kalian sudah menunggu.
Hai.
Halo.
- Kenapa kalian ke sini? - Menurutmu kenapa?
Kami di sini untuk mengucapkan selamat padamu.
Hyeon Woo, hebat. Selamat karena sudah keluar dari rumah sakit.
Ini.
"Hyeon Woo, semoga kamu hidup sehat."
Temanmu membuat spanduk yang bagus untukmu.
Terima kasih.
Rambutmu sudah tumbuh kembali?
Bibiku membelikan wig ini.
Hebat, dia memang modis.
Berkat acara makanmu,
nafsu makan Hyeon Woo kembali dan dia sudah boleh pulang.
Terima kasih banyak.
Di luar dingin. Ayo masuk.
Tidak perlu.
Dia pasti lelah. Kami akan datang lain kali.
Baiklah. Kami akan segera mengundang kalian.
Baik.
Sampai jumpa lagi.
Sampai jumpa lagi.
- Berikan padaku. Terima kasih. - Sama-sama.
Sampai jumpa lagi.
- Nenek. - Apa?
Astaga! Cucuku sayang!
Selamat datang kembali.
Aku mencium sesuatu yang enak.
Kamu bosan dengan makanan di rumah sakit, bukan?
Nenek sudah masakkan semua hidangan favoritmu.
- Dia akan berpesta hari ini. - Pastinya.
Ganti pakaianmu, lalu kita makan.
- Baik. - Ayo.
- Hati-hati. - Biar ayah bawakan.
Perhatikan langkahmu.
Ibu tidak perlu mempersiapkan sebanyak ini.
Kamu pasti sangat tertekan
hingga tidak tahu sudah kehabisan banyak hal.
Ibu hanya membeli kebutuhanmu.
Aku tidak tahu kami kehabisan sampo.
Kamu sangat sibuk.
Terima kasih, Bu.
Tidak perlu berterima kasih pada ibumu.
Kata mereka, hanya keluarga yang bisa jujur satu sama lain,
tapi ibu tidak ingin kamu menempuh jalan yang sama seperti ibu,
karena itu ibu terus menekanmu.
Jangan begitu, Bu.
Tanpa Ibu, aku tidak akan bisa bertahan selama ini.
Terima kasih.
Ibu yang lebih berterima kasih.
Hanya hari-hari bahagia yang akan menunggu kita mulai sekarang.
Aku tahu.
Kerja bagus.
Hyeon Woo, ini.
Hyeon Woo.
Ada sesuatu yang belum ibu beri tahu padamu.
Apa?
Saat ini ibu menjalani persidangan untuk mendapatkan Joon Seo kembali.
- Apa? - Ini akan memakan waktu,
tapi kita akan berhasil.
Itu berarti
dia sudah tahu Ibu adalah ibu kandungnya?
Ibu rasa tidak.
Dia pasti terkejut saat mengetahuinya.
Hanya tunggu waktu
Joon Seo mengetahuinya siapa ibu kandungnya.
Dan
kita tidak bisa lagi mengizinkannya tinggal di rumah itu.
Tapi dia baik-baik saja di sana.
Kamu ingin tinggal bersamanya.
Ya, tapi...
Penyesalan terbesar yang ayah miliki adalah
ayah tidak bisa memberitahumu lebih awal tentang ayah kandungmu.
Ayah.
Ibu dan ayah pengecut,
itu sebabnya kamu menderita.
No comments yet. Be the first to leave one.