Release info

왼손잡이 아내ㆍLeft-Handed Wife E89 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-05-14
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Gun!

Ibu!

San Ha. Gun!

Jemma.

San Ha. Gun.

Kak San Ha.

Kamu baik-baik saja?

Kamu tidak apa-apa?

Periksa, pastikan kamu tidak apa-apa.

Aku baik-baik saja.

Jangan begitu, Bu. Jangan tinggalkan aku.

Gun, kemari ke ayah.

Tidak.

Aku mau bersama Ibu.

Aku tidak mau meninggalkan Ibu.

Gun, jangan begini.

Aku bukan ibumu...

Aku akan

bersamanya hari ini.

Akan kubawa dia pulang besok pagi.

- Jemma. - Apa maksud Kakak?

Kenapa dia harus bersama kita?

Kita bisa apa lagi?

Lihat betapa takutnya dia.

Lantas, akan kuantar pulang kamu.

Aku akan mengambil mobilku...

Tidak.

Aku akan mengantar mereka.

Bawa dia.

Ayo.

Ayo.

"Episode 89"

- Ibu! - Ya?

Gun hampir tertabrak mobil.

Dia hampir kecelakaan. Itu menyeramkan.

Kamu serius?

Gun nyaris kecelakaan?

Jadi? Apa yang terjadi kepadanya?

Di mana dia?

Apa mereka membawanya ke rumah sakit?

Jemma...

Maksudku, San Ha berlari ke jalan dan menyelamatkannya.

Karena Gun tidak mau meninggalkan San Ha,

San Ha membawanya ke rumah mereka.

Rumah mereka? Maksudmu kediaman Nam Joon?

Kenapa kamu mengirimnya ke sana? Bagaimana jika mereka macam-macam?

Di mana?

Aku harus pergi dan menjemput cicitku.

Jangan cemas.

San Ha mungkin kehilangan ingatan,

tapi dia berlari ke depan mobil secara spontan

untuk menyelamatkan Gun saat Gun berada dalam bahaya.

San Ha di sana bersamanya, jadi, jangan cemas.

Aku akan menjemputnya besok pagi.

Tapi Kakek,

aku harus memberi tahu sesuatu.

Paman juga.

Tolong ikut ke ruang kerja.

Apa itu?

Kamu menemukan Hae Chul?

Hei, kamu benar. Ini Hae Chul.

Ini Hae Chul. Di mana foto ini diambil?

Hae Chul.

Pak Bong baru saja memotretnya

di rumah Oh Ha Young.

Jadi, Kak Hae Chul tidak menghilang

dan Nam Joon menyekapnya selama ini?

Kurasa begitu.

Kita harus segera menghubungi polisi.

Tidak boleh.

Apa maksudmu?

Jika bertindak gegabah, kita yang akan rugi.

Jika dia tidak ada di sana ketika polisi tiba

atau jika Nam Joon tahu bahwa kita tahu,

dia mungkin menyembunyikan Ayah di tempat yang tidak kita ketahui.

Untuk sekarang,

karena kita mengirim Gun ke sana,

aku akan memakai itu untuk masuk tanpa diketahui.

Mari suruh polisi bersiaga di luar

dan masuk setelah kupastikan bahwa Ayah ada di sana.

Nam Joon, bedebah.

Beraninya kamu menyentuh Hae Chul.

Kurasa kita harus merahasiakan ini dari Nenek untuk sekarang.

Dia akan makin syok jika mendengar

Nam Joon menyekap Ayah.

Baik.

Baik. Segera lakukan itu.

Lihat kekacauan yang Kakak buat.

Kenapa memaksa membawa anak itu pulang?

Ha Young.

Apa kakak pernah menyelamatkan anak dari tabrakan

di masa lalu juga?

Apa maksud Kakak,

Kakak menyelamatkan anak?

Kakak

merasa ini pernah terjadi.

Saat Kakak menyelamatkan Gun tadi,

rasanya itu pernah terjadi.

Itu seperti deja vu.

Kamu pasti bermimpi seperti ini sebelumnya.

Dia benar. Kakak amat penakut.

Itu konyol.

Serahkan dia kepadaku. Akan kumasukkan dia ke kamar.

Tidak apa-apa.

Aku akan tidur dengannya di kamar kita malam ini.

Jadi, kamu tidurlah di kamar Pak Park.

Menurutmu, ingatannya belum kembali, bukan?

Bisa masalah jika begitu.

Bagaimana jika kita singkirkan dia sebelum ingatannya kembali?

Dia hanya akan menghalangi pembalasan dendam kita.

- Tidak. - Nam Joon.

Jangan gegabah.

Semua yang kita lakukan sekarang

atas nama Jemma.

Kita akan berada dalam masalah jika gegabah.

Tidak akan terlambat untuk memutuskan saat itu terjadi.

Siapa itu?

Soo Ho.

Kenapa kamu kemari?

Aku membawa barang-barang Gun.

Pakaian dalam, piama, dan hal semacamnya.

Di mana dia?

Apa yang kamu lakukan?

Kenapa kamu masuk kemari?

Berikan itu dan pergilah.

Aku harus lihat untuk memastikan dia tiba di sini dengan selamat.

Minggir.

Kenapa kamu masuk kemari?

Gun denganku di kamarku.

Aku membawakan barang-barangnya.

Serta obatnya juga.

Obat?

Dia sakit?

Dia mungkin syok. Jadi, kubawakan

untuk kamu minumkan jika dia terkena serangan panik.

Hal yang sama terjadi setahun lalu.

Dia sempat mengalami trauma untuk sesaat.

Hal yang sama?

Baik, keluarlah sekarang.

Keluar.

Kamu boleh pergi.

Tidak. Aku takut.

Aku takut.

Kak.

Kak, maaf aku tidak bisa menyapa dengan benar kali terakhir.

Tolong jangan bunuh aku.

Tolong jangan bunuh aku.

Kak.

Jangan takut denganku.

Tinggallah di sini dengan nyaman

dan melukislah sesuka hati.

Lukis saja

kejadian 35 tahun lalu

saat adikmu membunuh Yun Ah.

Lukis saja itu.

Yun Ah?

Ingatan Kakak bagus.

Lukis bagaimana adik Kakak, Park Gang Chul,

membunuh Lee Yun Ah

ke dalam beberapa seri lukisan.

Tidak. Aku takut.

Kakak punya anak, bukan?

Seorang putra. Kakak tidak mau menemuinya?

Putra kami...

Akan kubiarkan Kakak menemuinya.

Jadi, melukislah.

Yang terjadi hari itu.

Bagaimana Gang Chul membunuh Yun Ah.

Sesuatu yang bisa menghancurkan keluarga Pimpinan Park.

Hei. Bagaimana?

Kamu menemukan Hae Chul? Sudah bertemu dengannya?

Tidak. Dia tidak ada di sana seolah-olah dia sudah dipindahkan.

Dia tidak ada di sana?

Kamu sudah mencari dengan saksama?

Aku tidak bisa karena takut mereka tahu,

tapi aku yakin dia tidak ada di sana.

Pak Bong bilang dia tinggal di kamar itu,

tapi tidak ada yang tersisa.

Bukankah kita sebaiknya membawa mereka kemari dan menginterogasi?

Jika mereka tidak tertangkap basah,

mereka bisa menyangkalnya.

Foto bukan bukti cukup.

Paman tahu tabiat mereka.

Mereka bahkan membuat video operasi yang asli dianggap sebagai rekayasa.

Lantas, kamu mau melakukan apa?

Kamu menyuruh kami duduk di sini dan tidak berbuat apa-apa?

Aku yakin ada alasan lain

mereka menyekap Ayah.

Aku berfirasat

Cho Ae Ra entah bagaimana terlibat.

Hanya dia yang bisa membeberkan

rahasia menyeramkan itu.

Aku akan menyuruh orang mengikutinya juga.

Hae Chul harus aman dan sehat

sampai kita bisa menyelamatkannya.

Maaf.

Ini semua salahku.

Satu hal lagi.

Aku tidak punya waktu untuk memberi tahu kalian tadi,

tapi Pak Bong memotret foto keluarga Oh Ha Young.

I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left