Release info

아버님 제가 모실게요 Father I'll Take Care of You E27-170212
A Commentary by anyhow
[VIU Version] Perfectly synced for all versions. Saya hanya menyelaraskannya dengan semua versi dari episode 27 dan mengunggahnya. Selamat menonton 😊

Tags

other
Published on: 2017-02-13
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kalian ingin pesan?

"Episode 27"

Kami mau pesan dua cangkir minuman ini.

Baiklah.

Ini minuman kalian.

Cantik sekali.

Nikmat.

Terima kasih. Silakan menikmati.

Ya, Seong Joon?

Jeong Eun. Ini aku.

Ada yang harus kukatakan kepadamu.

Apa? Kamu yakin Hyun Woo kembali?

Ya.

Jeong Eun, aku banyak berpikir tentang dia. Dia mencurigakan.

Aku tidak tahu siapa dan orang seperti apa dirinya.

Dia jelas berkata akan kembali ke New York.

Dia bahkan berinvestasi di perusahaanku sebelum pergi.

Dia kembali tadi pagi.

Apa alasan kepulangannya?

Jeong Eun.

Dia sama sekali tidak mengabarimu?

Tidak.

Ada yang salah dengannya. Sepertinya dia mempermainkan kita.

Seong Joon. Tenanglah.

Biar aku yang cari tahu. Aku yakin itu ada alasannya.

Aku akan mencari tahu.

Hyun Woo.

Hyun Woo.

Hyun Woo!

Hyun Woo!

Pak Lee.

Siapa kamu? Katakan siapa kamu!

Kamu melampiaskan amarahmu kepada sopir itu

sehingga pria malang itu bunuh diri.

Salah satu putranya

ditabrak oleh truk pengangkut dan tewas.

Pak Lee.

Apa kamu

putra sopir itu?

Kamu akan menuai apa yang kamu tabur.

Kamu mengira tidak akan menerima akibatnya?

Kamu kira

karma tidak akan berlaku kepadamu?

Apa ini artinya

kamu dalang di balik penangkapan Geum Ja dan pengusiran Mi Ja?

Pak Lee. Tolong maafkan aku sekali ini.

Hidupku sedang tidak makmur pada saat itu.

Geum Ja berjanji akan membayarku. Hanya kali itu saja.

Aku mohon kepadamu, Pak Lee.

Kumohon maafkan aku sekali ini saja.

Bagaimana mungkin aku memaafkanmu?

Dalam insiden itu,

ayahku dianggap bersalah karena menyetir sambil mabuk.

Aku hanya datang

untuk memberitahumu bahwa aku sangat kecewa.

Setelah 23 tahun, aku ingin

menyampaikan kekecewaanku kepada para tetangga dengan banyak cara.

Aku kembali untuk memberitahumu hal itu.

Pak Lee.

Semoga kamu menghabiskan

sisa hidupmu dengan baik.

Pak Lee.

Ibu Yoon Mal Ja.

Tolong ikut kami ke kantor polisi.

Bangunlah.

Apa yang kalian lakukan?

Ada apa ini? - Dokter Yoon Mal Ja.

Kamu bertanggung jawab atas praktik ilegal,

menerbitkan diagnosis palsu,

rabat yang tidak sah, dan penjualan obat ilegal.

Kamu harus ikut kami ke kantor polisi.

Kamu berhak diam dan berkonsultasi dengan pengacara.

Apa pun perkataanmu bisa dipakai untuk melawanmu di pengadilan.

Ayo pergi.

Tidak. Bukan aku pelakunya.

Tidak. Bukan aku pelakunya.

Aku tidak melakukannya. - Masuk.

Tidak! - Ayo.

Astaga. Ada apa dengan Dokter Yoon?

Entahlah. Aku penasaran itu soal apa.

Apa kesalahannya? - Tepat sekali.

Apa yang terjadi? - Kacau sekali.

"Pencalonan Han Seong Sik sudah dipastikan"

Bagaimana perasaan Anda setelah resmi memasuki ke ranah politik?

Aku sangat senang hingga tidak bisa tidur.

Aku merasa terhormat bisa berkontribusi

dalam menjadikan dunia ini lebih baik.

Tolong sampaikan beberapa patah kata untuk penutupan.

Pertama,

aku ingin menunjukkan rasa terima kasih

kepada para anggota partaiku yang memercayaiku.

Mulai kini,

para wargaku yang tercinta dan terhormat,

kuserahkan semuanya kepada kalian.

Aku adalah calon yang bermartabat

dan memiliki standar yang luhur yang pantas untuk kalian miliki.

Aku bisa meyakinkan kalian bahwa hanya aku calon andalan.

Kalian hanya perlu menikmati hasil kerjaku.

Aku, Han Seong Sik, akan berusaha keras.

Halo. Aku Han Seong Sik.

Hai.

Apa kamu sudah mengumumkan pencalonanmu?

Kamu bekerja keras di cuaca dingin.

Aku Han Seong Sik yang akan menyelamatkan politik Korea.

Halo, Bu.

Aku si pengacara tampan, Han Seong Sik.

Wortelnya tampak sangat segar.

Halo.

Aku Han Seong Sik dari Partai Minjeong.

Siapa itu?

Bukankah itu Seong Sik? - Aku Han Seong Sik yang akan

menyelamatkan politik Korea. - Kenapa dia masuk TV?

Itu dia.

Kenapa dia menyapa orang-orang?

Dia pergi ke pasar.

Kenapa dia ke sana?

Apa ibunya ingin dia belanja bahan pangan?

Kurasa tidak.

Hei. Kenapa kamu memakan itu tanpa membersihkannya?

Apa cucu lelakimu mencalonkan diri

untuk jabatan di Majelis Nasional?

Apa?

Jabatan di Majelis Nasional?

Jeong Ae. Hyung Seop.

Apa Seong Sik bercerita dia mengelola sebuah kantor?

Tidak ada orang di sini.

Ke mana semuanya pergi?

Ibu selalu lupa sesuatu saat berbelanja bahan pangan.

Sebelumnya,

ibu lupa membeli daun bawang ini.

Aku juga, Bu.

Aku lupa membeli bayam yang hendak kumasak untuk anak-anak.

Ibu harus membeli rumput laut kering dan saus udang lagi.

Aku akan membeli kudapan

dan havermut untuk anak-anak.

Kamu yakin?

Apa?

Ibu rasa itu ide bagus. Belilah lagi. Ibu juga.

Baiklah, Bu.

Aku senang bisa sering berbelanja bersama Ibu seperti ini.

Ibu juga.

Berapa semuanya?

Harganya 80 dolar.

Semuanya 80 dolar?

Tunggu sebentar.

Ya, ampun. Tidak mungkin.

Ada apa, Bu? - Ibu lupa membawa dompet.

Yang benar saja.

Ini tidak bisa dipercaya.

Maaf. Tunggu sebentar.

Tidak ada di sini.

Hee Sook, ibu ingin kamu

membayar belanjaan ibu hari ini.

Ibu, ini gawat.

Ada apa?

Hari ini,

aku lupa membawa dompetku lagi.

Astaga.

Apa?

Maafkan aku, Bu.

Ada apa denganmu? Kamu tidak setua ibu.

Ibu tidak menyangka kamu sering meninggalkan dompetmu.

Ibu, sebenarnya, aku memakai tas yang sama ini

saat tempo hari aku kemari bersama Ibu,

dan aku lupa menaruh dompetku di sini sejak awal.

Seharusnya aku ingat untuk membawanya hari ini.

Aku sungguh menyesal. - Ya, ampun.

Ibu, Ayah sudah datang.

Ayah, kami di sini!

Hee Sook.

Kenapa kamu kemari? Aku menelepon Seong Sik, bukan kamu.

Ibu, aku menelepon Ayah.

Maaf. - Kenapa?

Sudahlah. Kamu tahu Seong Sik terlalu sibuk untuk bisa kemari.

Ini konyol.

Totalnya 160 dolar.

Aku akan membayarnya dengan ini.

Ini sungguh tidak masuk akal. Kenapa kamu membayar semuanya?

Bagaimana bisa kusuruh Hee Sook untuk membayarnya sendiri?

Ini bukan kali pertama dia membuatku membayar semuanya.

Itu sungguh bukan masalah.

Bagaimana mungkin orang tua mengabaikannya dalam situasi itu?

Kamu tahu dia lupa membawa dompetnya hari ini.

Maksudku, dia sering melakukan ini.

Jangan terlalu keras kepadanya. Dia menantu perempuanmu.

Ini konyol.

Aku tidak tahan lagi! - Kalian berdua sudah pulang.

Ibu di sini rupanya. - Ibu, Hee Sook menipuku lagi

di pasar tadi.

Hentikan itu.

Sudah ibu bilang Hee Sook terlalu cerdas untuk kamu hadapi.

Ibu... - Tolong diam. Omong-omong,

apa Seong Sik akan mencalonkan diri untuk Majelis Nasional tahun ini?

Apa maksud Ibu?

Ibu baru saja menontonnya

tadi di televisi, jadi, ibu mengira kalian sudah tahu.

Seong Sik mencalonkan diri untuk pemilu Majelis Nasional.

Apa? Pemilu?

Ya, Ayah. Aku menontonnya di televisi.

Ada apa dengannya?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left