The first 127 lines.
= I’LL NEVER DIALONE (2008) =
= ALIH BAHASA: Chrizna.7 = Bekasi, 13 Juni 2016
Leo! Pelan saja jalannnya.
Itu lucu.
Apa tu?
Warnanya
Itu serasi denganmu
ini? Aku cukup bayar 2 peso mirip seperti itu di...
kelontong.
Jangan ngintip.
Kau tak ada kelas.
Kau pikir kau cantik, dan kau sekarang kuliah?
Ngaca dong!
Entahlah. Aku pilih bunuh diri, jika aku harus balik lagi kesana.
Ya... tapi ortuku tinggal disana.
Leo, ada aku disini, Tapi kau nyopir seperti orang gila
Tak masalah, biarkan dia.
Yang diam saja, dan tinggal di Capital, kau Carol.
Benarkan, Carol?
Apa?
Kau tetap di Capital.
Aku tak tau.
Ya setelah masa kuliahku habis,
Aku harus lulus dalam 4 tahun.
Kau tolol, aku tak tau apa wejangan ortumu! Dan itu meracunimu.
DiamlaHH!
Carol lebih tau yang terbaik.
Tapi dia tak ingin kakaknya kelihatan tolol.
Aku katakan yang sebenarnya, Si jablay itu menggila.
Kapan terakhir melihatnya?
Ketika terakhir kali aku balik kesini, beberapa minggu yang lalu.
Mm
Ya, dia lagi serius belajar, sekarang tidak lagi.
Terakhir aku melihat bersama sepupunya, di Hugo.
Dia cerita padaku jablay itu mulai berubah baru-baru ini.
Dia mulai suka pesta pora.
Itulah kesalahan orang tuanya. Mereka tidak mengawasi anaknya.
Mereka membawanya kesini, dan gadis-gadis itu tak main keluar rumah.
Kalian masih ingat ketika terakhir disini? Kita tak paham masalah itu.
Dan yang itu... Jangan bicara tentang tempat ini lagi.
Tapi dia punya pacar, bukan?
Terus gimana pacarnya itu?
Aku belum bertemu dengannya lagi.
Tapi aku sudah memberinya sedikit pelajaran, Jadi dia tak mengacau lagi.
Lihat siapa yang nakal.
Apa?
Siapa coba yang punya tato & tindikan?
Ini hanya satu tato, Dan aku tak ingin pamer.
Kau tak nyaman disini.
Moira benar.
Dia itu jablay brengsek, Dia itu kerjanya mabuk & kencan.
Mereka memulangkannya.
Bukankah dia teman sekelasmu, Carol?
Dia beda kelas.
Hari gini cewe lakuin apa yg diinginkan. Dan tak ada lelaki yg serius menanggapinya.
Sok tau!
Kita jalan melewati air.
Ada pesan dari Mati:
Aku kangen kamu juga
Kenapa kita tidak piknik disini saja?
Tidak, ayo jalan, aku ingin segera enyah dari sini.
Cewe itu namamya Glew.
Apa tak salah namanya Glew! Itu bukan nama untuk manusia.
Ya. Dia pecundang.
Aku selalu menggodanya, Biar tau reaksinya.
Tapi itu tak pernah terjadi.
AWAS BINATANG BUAS!!
Leo!
Leo!
Apa?
Stop!
Jangan ngebut donk.
Apaan tu?
Merunduk!
Angkat kepalanya. ayo kemari kawan, cepatlah...
Carol, cepat masuk!
Carol!
Apakah ada yang tau desa paling dekat dari sini?
Trinidad, kurasa.
Disana!
Dimana?
Disana, separuh blok lagi.
Hallo, apa kabar?
Bisakah kau beritau dimana kah kantor polisi?
Ikuti jalan menuju ke persimpangan,
Kemudian belok kekanan. Setelah melewati klab komuniti,
Kau bisa lihat kantornya.
Kau takkan melewatkannya.
Hai.
Aku diberitau, didekat sini ada kantor polisi ya?
Ya, betul disana. Tapi tak ada seorangpun disana.
Biasanya ada 2 polisi, Mungkin mereka lagi patrol
Kusarankan kau pergi & menunggu disana.
OK, makasih.
Sama-sama.
Apakah kita bisa pergi ke tempat lain?
Lebih baik kita menunggu.
Ini adalah daerah yuridksi hukum.
Takkan ada masalah.
Yazmin sudah menelepon orang tuanya.
Aku ijinkan jika kau dapat membantu.
Baiklah.
Kita harus memberi kesaksian sekarang.
Bye bye.
Dan lelaki itu gayanya... lemot.
Itu mudah.
Dia menanyaiku apakah aku kenal gadis itu Dan dimana menemukannya.
Aku bilang padanya kita menemukannya dikebon...
Hanya itu saja.
Jadi? Apa dia masih ada didalam?
Aku keluar sebentar habisin rokokku dulu
Kita bisa sampai jam 6 ni.
Kenapa menurutmu mereka itu para pemburu?
Karena banyak pemburu ilegal dikotaku juga.
Mereka kelihatannya tidak seperti orang biasa.
Bisa jadi mereka itu memang pemburu ilegal.
Mereka adalah masalah besar kita.
Mereka memburu babi liar.
Baiklah, apa kau memberi tau seluruhnya.
Apakah ada keterangan lain yang terlewatkan?
Ya ada! Itu soal mobil vannya.
Tunggu sebentar, plis.
Disini letnan wakil kepala polisi.
Dengan senang hati.
Gadis itu itulah yang memberi info.
Dia mengklaim melihat korban nya.
Tidak, aku tidak cukup jelas melihatnya. karena... Cukup jauh jaraknnya, dibelakang pepohonan.
No comments yet. Be the first to leave one.