The first 200 lines.
Akhir-akhir ini kamu sangat sibuk.
- Ya. - Kamu ada di mana-mana.
- Dia sangat cantik. - Dia cantik.
- Kamu sangat langsing. - Aku?
- Dia cantik. - Dia Putri Korea.
- Apa? - Dia memiliki segalanya.
- Dia sangat cantik. - Dia juga jago menari.
Drama barumu tayang bulan Februari, bukan?
- Ya. - Aku pernah lihat cuplikannya.
- "The Fiery Priest". - Kamu memakan jjajangmyeon.
Aku jaksa yang tomboi.
Adegan makan jjajangmyeon-nya luar biasa.
Hanya dia aktris
yang dekat denganku.
Jangan bilang begitu.
Dulu, saat aku kali pertama datang ke acara ragam,
kami bekerja bersama.
Kami bepergian bersama dalam jangka yang lama,
- jadi kami sangat dekat. - Jadi, itu yang terjadi.
Kamu sedang dalam proses syuting drama.
Aku sedang dalam proses syuting drama SBS "The Fiery Priest".
- "The Fiery Priest". - "The Fiery Priest".
"Dia masih dalam proses syuting 'The Fiery Priest'"
"Dramanya tayang pukul 10 malam pada Jumat, 15 Februari"
Itu bukan gayaku sama sekali.
Itu drama SBS pertama yang tayang Jumat-Sabtu.
Benar.
- Aku berusaha sangat keras. - Kamu datang dalam keadaan baik.
Kita harus memastikan kita menontonnya.
Astaga.
Dia rajin dan pekerja keras.
Benar. Aku bisa tahu.
Dia sangat dekat dengan Jang Hoon, jadi aku bertanya soal dia.
Jang Hoon bilang dia memiliki kepribadian hebat dan ramah.
Mereka bekerja bersama di provinsi...
- Ya. - selama enam bulan.
Kami selalu habiskan waktu bersama, jadi...
Acaranya soal tinggal di rumah perdesaan.
Rumah itu memiliki kolset jongkok.
Kloset jongkok.
Rumahnya di sini.
Ada sekitar 10 anjing Jindo
yang lebih seperti monster.
Aku harus melewati mereka untuk bisa ke toilet.
Toiletnya jauh dari rumah.
Terkadang aku terbangun tengah malam
- untuk ke toilet... - Kamu akan takut.
Tapi aku tidak bisa.
Aku tidak tahu harus bagaimana. Haruskah kuminta pispot.
- Aku memikirkan banyak hal. - Kamu akan sangat takut.
Ada banyak kamera di kamar.
Aku tidak bisa buang air di kaleng.
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Lalu aku terpikirkan Jang Hoon.
"Jang Hoon, sang Cahaya"
Aku memintanya menjagaku.
- Dia penyelamatmu. - Aku harus buang air.
Dia sungguh menyelamatkanku pada saat itu.
Kubilang padanya, "Jangan kabur. Tetaplah di sini."
Aku memintanya menjagaku dan
aku sangat percaya padanya.
Aku percaya dia tidak akan meninggalkanku sendirian.
Aku percaya dia tidak akan mengintipku.
- Aku percaya padanya. - Hal yang paling mengejutkan...
Dia bisa dipercaya.
Kami ada di sebelah kandang ayam.
Ayam-ayam tiba-tiba...
Saat aku menurunkan celanaku,
- ayam mengepakkan sayapnya. - Mereka mengepakkan sayap.
Kami sangat terkejut.
Tapi, seperti itulah ramahnya dia.
- Ya. - Itu sebenarnya tidak mudah.
Bahkan walau keadaan gelap,
tetap ada banyak kamera.
- Dia seramah itu. - Saat itu aku buru-buru.
Aku tidak peduli ada kamera atau tidak.
- Tentu. - Aku tidak bisa kendalikan.
Kamu juga buang angin di depan
aktor lainnya di film?
Kamu bisa tahu siapa pelakunya hanya dari menciumnya?
- Benarkah itu? - Bagaimana keluarnya?
Sebenarnya,
kamu tidak perlu seramah ini.
Aku tidak mau begitu juga.
Tapi, selama 6-7 bulan,
mulai dari pembacaan naskah,
kami selalu bersama kecuali saat sedang tidur.
Karena kami sering bersama,
aku tidak bisa menghindari kontak fisik.
Juga, saat pria berusia lebih dari 40 tahun,
mereka tidak bisa mengendalikan batasan.
Seperti desisan.
Berdasarkan baunya dan lapisan suaranya,
aku bisa tahu itu ulah siapa
dan apa yang mereka makan.
Benar.
Mereka menghabiskan 5-6 bulan bersama,
dan mereka tidak bisa keluar
- tiap kali itu terjadi. - Tidak.
Benar.
Apa kamu pernah buang angin di depan wanita?
Apa?
"Apa?"
- Kecuali pacarmu. - Jarang.
- Jarang? Artinya pernah? - Tidak.
Aku bahkan tidak ingat.
- Aku tidak... - Dia teliti.
Aku nyaris tidak pernah begitu.
Kamu membencinya?
Aku tidak biarkan diriku melakukannya.
- Benar. - Ya.
Apa kamu menahannya dengan kemampuan terbaikmu?
Atau aku keluar.
Tapi ada waktunya saat kamu tidak bisa menghindar.
- Dia harus melakukannya. - Bahkan jika tidak bisa...
Dia mungkin akan menghindarinya di awal.
Aku tetap saja...
Orang seperti dia berpura-pura tidak tahu setelah buang angin.
Mereka buang angin dan pura-pura tidak tahu.
- Biar kuberi tahu... - Kami bahkan tidak...
- saling membicarakannya. - Aku akan ceritakan kisah bagus.
Tapi bagaimana dia santai membicarakannya?
Kami terus membicarakan kotoran dan buang angin.
Ini kali pertama aku bertemu para nona.
Sebenarnya...
Na Hee biasanya sangat rajin.
Tapi...
Jika aku tidak berlolahraga,
tubuhku menjadi tidak sehat.
- Aku tahu maksudmu. - Benar, bukan?
Jadi, aku coba berolahraga...
- setidaknya selama 2 jam sehari. - Kamu berolahraga.
- Satu atau dua jam. - Itu gila.
Karena dia...
- bobotnya cepat naik. - Kamu tahu, bukan?
Jika kita bersama selama 5 hari, pada hari pertama...
Karena dia tidak bisa olahraga saat kami tiba di sana.
Kami pergi ke area perdesaan,
- dan para lansia memberi kami... - Hidangan laut asin.
Kami memakan semua makanan.
Pada hari ke lima,
- Dia jadi orang berbeda? - Aku menyadari...
ada sesuatu yang berubah darinya.
- Kamu bahkan bisa menyadari. - Aku melebar.
Kemudian...
aku juga cenderung makan banyak sekaligus.
Jadi, jika aku banyak makan,
olahraga pagi akan mengimbanginya,
tapi jika aku lama tidak olahraga, aku tidak bisa menghindarinya.
Begitu kamu banyak makan, kamu tidak berhenti, bukan?
Saat aku melihatnya di film dan di TV,
aku berekspektasi dia sangat gemuk.
Tapi ukuran badanmu separuhnya.
- Dia kurus, bukan? - Ya.
Tapi jika dia tidak olahraga selama beberapa hari dan makan,
biasanya orang bertambah gemuk di bagian wajah,
tapi dia bertambah gemuk di tubuh dan bukan wajah.
Aku bisa sebesar Jang Hoon.
Jika kamu hanya memberiku selama sebulan.
Kamu sangat dekat dengan ibumu, dan kamu punya kakak perempuan?
Aku punya kakak perempuan yang memainkan gayageum,
dan adik perempuan yang memainkan daegeum.
"Saudaranya mainkan gayageum dan daegeum"
Kudengar kakakmu juga naif,
tapi kalian bertengkar saling menarik rambut?
"Mereka bertengkar saling menarik rambut"
Bagaimana kamu tahu semua cerita itu?
Dia menarik rambutmu dan bukan menarik gayageum?
- Bagaimana itu terjadi? - Dia tertarik padamu.
Saat kami masih kecil,
selalu ada ketegangan di antara kami.
- Benar. - Dan dulu aku lebih kecil darinya,
dan aku mudah menyerah.
Lalu kakakku sadar dia tidak bisa menang...
jika kami bertengkar secara fisik.
Kami dilatih untuk bermain gayageum...
pada usia 3 atau 4 tahun bahkan sebelum bisa berjalan,
jadi pegangan kami sangat erat.
- Benar. - Dia kecil,
tapi genggamannya sangat erat.
Dia menarik rambutku dengan genggaman itu.
- Atau dia kalah secara fisik. - Ya.
Jika dia tidak merelakannya, perkelahiannya tidak berakhir.
Apa pun yang kulakukan,
aku seperti beruang,
jadi aku akan bilang, "Jangan".
Tapi begitu dia menggenggamku, permainan usai.
- Kami mengalami masa-masa itu. - Apa dia 2 tahun lebih tua darimu?
Ya, dia 2 tahun lebih tua dariku.
Jadi aku menginginkan semuanya yang dia lakukan.
Jika dia memerintahku, aku tidak pernah menurut.
Dia terlihat kebarat-baratan...
dan canggih, tapi...
"Kami tidak pernah kedatangan tamu seperti dia"
- Ya. - Ini.
- "50 Restaurant". - "50 Restaurant".
"50 Restauratn"
"Berjuang"
Ada apa?
Siapa yang menggunakan kekuatan?
No comments yet. Be the first to leave one.