Release info

Ingrid Bergman in Her Own Words 2015 BluRay 720p Ganool ph
A Commentary by Chyrus

Tags

BluRay
720p
720
ganool
Published on: 2016-08-31
Downloads: 49
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

April, 1928.

Tuhan, tolong ayah.

Tuhan, Engkau sanggup berbuat apa saja.

Jadi tolong sembuhkan ayah.

Membuatku tenang.

Tuhan, aku mohon padaMU, tolong aku dan sembuhkan ayahku.

Tuhan di surga,

Amin.

Buku Harian

10 menit lagi, pukul 11:30 malam.

Semua lilin menyala.

Segalanya begitu indah.

Aku merasa sedih.

Aku ingin menulis segala hal yang terjadi padaku di tahun 1929.

Aku tidak menjalani sekolah dengan baik.

Gagal di tiga mata pelajaran.

Ayah jatuh sakit.

Aku bepergian seorang diri ke bibiku di Jerman.

Setelah itu ayah meninggal.

Temanku Maude meninggal. Kakek meninggal.

Paman Amandus, bibi Jenny, dan satu sepupu tewas dalam sebuah kecelakaan.

Itu saja yang aku ingat.

Yang aku harapkan saat ini adalah sebuah kebahagiaan di tahun yang baru.

Apa yang akan tahun baru bawa?

New York...

Aku Ingrid.

Inilah kisahku.

Mencari kembali kehidupanku, siapa yang kan kutemui?

Apa yang kan tertinggal?

Aku selalu simpan semuanya.

Dipenuhi segala macam kotak dan kopor.

Agar aku selalu punya segala kenanganku bersamaku.

Aku mulai meninggalkan Swedia.

Lalu datang ke Amerika.

Masa tinggalku di Amerika selama 10 tahun di Hollywood.

Setelah itu aku pergi ke Italy... delapan tahun di Italy.

Kemudian aku pergi ke Paris dan tinggal di sana selama 20 tahun.

Sekarang ini aku tinggal di London. Menarik karena...

- Tapi anda tak merasa adanya dukungan? - Ya.

- Karena...keinginan anda sendiri? - Ya, aku tak mau adanya dukungan.

Mengapa?

Aku ingin bebas.

- Anda tak berpikir mereka itu penting? - Tidak.

Film yang dibuat berdasarkan film keluarga Ingrid Bergman, buku hariannya, dan surat-surat yang ditujukan untuk temannya Mollie, Ruth, dan Irene.

Juga sumbangan cerita dari keempat anaknya.

Hanya beberapa anggota keluargaku saja yang tahu di mana aku bepergian.

Temanku Mollie dan Petter tersayang berpisah denganku di Bromma.

Aku terbang ke London, lalu berlayar ke Hollywood dream factory.

Aku mendaftarkan diri selama lima tahun di Selznick International Pictures,

United Artists, Hollywood.

Mollie sayang,

kau manis sekali, bergelombang seperti dua tikus di Bromma.

Terima kasih atas kedatangannya, Mollie.

Kau bantu kami meredakan kesedihan atas sebuah perpisahan.

Perjalanan ini adalah sebuah pengalaman yang luar biasa.

Dari Bromma ke Hollywood.

Memerhatikan Pia dan Petter.

Kemarin malam, seorang pria di meja bilang padaku,

"Kau takkan pernah menjadi aktris. Kau terlalu tinggi."

Aku bilang pada diriku sendiri,

"Dia tak tahu apa-apa tentangku."

"Aku perempuan paling pemalu di dunia. Tapi aku punya singa dalam diriku yang tak pernah mau diam".

Musim semi telah tiba di Råsunda, di studio cinema Swedia...

Hari ini aku ada di sebuah film tambahan.

Menyenangkan sekali melewati pintu gerbang itu.

Serasa seperti berjalan di atas tanah yang suci.

Semua orang membicarakan tentang teater dan film.

Ini adalah pertama kalinya bagiku, namun kuharap aku bisa lebih sering lagi melakukannya.

Kau punya fotonya?

Dia terlihat dari barisan

yang selalu menyentuhku. Kau bisa tahu

bahwa anak itu, telah kehilangan semua keluarganya.

Namun kau bisa tahu bahwa...

Hidup itu luar biasa. Penuh dengan petualangan.

Anda pergi ke sekolah teater. Bagaimana akhirnya anda bisa sampai di sebuah tempat pembuatan film?

Pada saat akhir tahun pertamaku di sekolah teater,

selama liburan musim panas, aku bacakan sajak untuk Karin Swanström,

dia pekerjakan aku dalam sebuah film Munkbrogreven.

Kau bakal pulang larut malam?

Tidak, hanya ingin keluar mencari udara segar. Kenapa?

Bawalah kunci pintu depan ini.

Agar kau tak membangunkanku jika kau pulang larut malam.

Terima kasih. Malam.

Selamat malam.

Aku tinggalkan sekolah teater untuk memasuki dunia perfilman.

Aku merasa bersyukur bisa berada di panggung dengan usia yang begitu muda.

Namun aku suka kebebasan yang aku rasakan di depan kamera.

Kuharap aku tak berbuat kesalahan, dan suatu hari nanti aku bisa jadi aktris yang besar.

Bolehkah aku mengatakan bahwa kau terlihat cantik sekali malam ini?

Aku tidak cantik di setiap malamnya?

Tentu. Namun ada sesuatu yang luar biasa malam ini.

Ada sebuah kabar bahwa aku adalah aktris paling berbakat.

Teman sekelasku tak punya pekerjaan, studio-studio bersaing karenaku.

Membuatku takut memikirkannya.

Kuharap aku tak mengecewakan mereka.

Aku menghasilkan 10 film dalam waktu lima tahun.

Peran utama... Intermezzo, Swedenhielms, dan Dollar.

Kuharap aku tak berubah jadi besar kepala.

Aku beruntung mempunyai Petter.

Apa jadinya aku tanpanya?

Kekasihku yang manis, segalanya bagiku di dunia, satu-satunya pria yang aku cintai.

Hanya lima jam sebelum aku melihatmu, 11 hari hingga pernikahan kita.

Bagaimana aku menaunginya?

Jika saja aku hanya bisa menciummu, lagi, dan lagi.

Katakan bahwa kau takkan pernah meninggalkan aku.

Aku takkan pernah meninggalkanmu.

Aku tak pernah punya niat untuk tinggal di Swedia.

Itulah yang aku tahu sejak pertama kalinya.

Negara yang terlalu jauh dan kecil.

Aku ingin pergi ke suatu negara yang besar, yang ada di benakku...

Aku tahu bahwa aku harus keluar...

Aku berusaha dengan keras agar keluar dari negara ini.

- Kau terlihat cantik. - Mudah baginya. Dia melakukannya dengan baik.

Apa kau bilang?

- Kau punya posisi yang bagus. - Katakan sekali lagi. Aku punya apa?

Kau juga buat kami khawatir?

Apa maksudmu? Aku lelah dengan pekerjaanku. Setiap hari, delapan jam mendapatkan...

Itu hanya pertanyaan untuk pergi ke negara yang baru

bekerja dengan bahasa yang asing.

Bahasa yang belum aku kuasai.

Ada sebuah beban kecil yang harus aku emban.

Banyak orang ketakutan.

Tidak hanya di studio, di mana-mana.

Rekan-rekan Jermanku khawatir dengan apa yang terjadi di dalam negaranya.

Petter menemuiku setelah syuting. Kami berniat melakukan perjalanan keliling Eropa.

Aku selalu bawa kamera bersamaku.

Aku suka film.

Aku dapat dari ayah.

Ayah memfilmkanku. Sekarang aku memfilmkan dunia.

Terkadang Petter memfilmkan, namun akulah yang paling sering.

September 22, 1938.

Petter dan aku punya seorang putri.

Kami ingin memanggilnya Pia...

Petter, Ingrid, Aron.

Pusat pembuatan film menghubungiku beberapa kali,

namun kali ini aku terima.

David O. Selznick, adalah produser film Gone with the Wind,

memintaku untuk jadi sebuah versi baru dari keberhasilan filmku Intermezzo.

Agen Selznick ada di sini, Kay Brown,

berhasil menemukan seorang yang baru saja lahir.

Dia bilang mereka bakal menunggu sampai kapanpun lamanya proses yang dibutuhkan, selama aku terus mengharapkan untuk pergi ke Amerika.

Dia yakin aku akan menerimanya.

"Aku tak minta banyak, aku hanya ingin segalanya".

Amerika. Akhirnya.

Aku pergi ke rumah Selznick. Di situlah aku tinggal.

Istrinya, Irene, menyambutku.

Setelah itu David Selznick datang.

Dia duduk, memerhatikanku, memuji bahasa Inggrisku, kemudian pergi.

Selznicks mengadakan sebuah pesta. Aku adalah tamu kehormatan.

Di sana aku duduk sendirian, mengenakan gaun pink lengan pendek.

Anggun sekali.

Aku perhatikan orang-orang yang berdatangan.

Clark Gable, Joan Bennett, Cary Grant, Gary Cooper.

Aku senang sekali aku tak bisa berbicara.

Memikirkan kalau aku ini, adalah perempuan dari Stockholm,

berada di sini, dikelilingi para bintang film.

Selznick, 13.

Harap tenang.

Aku punya harapan untuk memenangkan beasiswa.

Begitu.

Mereka memberi ujian yang sulit.

Aku sudah menerimanya. Hari ini.

- Hari ini? - Ya.

Sebuah kesempatan yang baik. Apa kita minum untuk merayakannya?

Pelayan, bawakan sampanye. Anggur merk terbaik yang ada di gudangmu.

- Sampanye? - Tentu saja.

Minum demi masa depanmu sebagai artis. Kau berhak untuk itu.

Kau tak ingin jadi bayang-bayang orang lain.

- Tapi aku tak mengatakan seperti itu. - Aku tahu kau tak berkata seperti itu. Aku yang mengatakannya untukmu.

Kau pasti bisa menggapai puncak kesuksesan.

Kau menertawakanku.

Tak boleh orang tertawa melihat pancaran keyakinannya sendiri?

Oh, ini dia sampanyenya.

Aku tak terbiasa meminumnya.

Berhenti.

Mollie sayang,

Aku bertemu dua perempuan luar biasa yang akan membantuku di Hollywood.

Ruth Roberts, pelatih suara, akan mengajarkanku berbicara Inggris dengan baik.

Dan Irene Selznick,

yang membantuku memahami segala sesuatunya dengan baik.

Cium Pia untukku. Aku sangat merindukannya.

Aku akan pulang setelah selesai syuting.

Aku beruntung bertemu Ruht di hari pertama pengambilan gambar.

Dia seorang pengajar yang baik dalam bahasa Inggris.

Karena berketurunan Swedia yang bisa memahami karakterku

dan tahu bagaimana cara memperlihatkan padaku negara Amerika,

bagaimana cara mengajariku, tidak hanya bahasa,

tapi mungkin perasaan, pemikiran, dan, kau tahu...

Aku sangat berterima kasih padanya, karena dialah yang membentukku...

atas sedemikian banyak yang aku alami hingga saat ini.

Kepentingan besarnya adalah aku.

Dari Swedia, anda membawa... Suami pertama anda pergi bersama anda ke...

Dari film Intermezzo, aku kembali ke Swedia melakukan pengambilan film yang harus aku jalani.

Setalah itu perang berkecamuk dan Selznick memintaku untuk segera pergi.

Aku bawa putriku bersamaku.

Dalam hal ini dia harus tinggal untuk terlibat dalam perang, bila dibutuhkan.

Setelahnya Swedia tak terlibat dalam perang, dia datang setelahnya.

Aku senang sekali kami bisa kumpul bersama kembali.

Semuanya berkumpul di Amerika.

Aku tidak pergi ke Hollywood bersama ibuku.

Ingrid Bergman: In Her Own Words subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left