Release info

눈이 부시게ㆍThe Light in Your Eyes E03 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-02-19
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Karakter, lokasi kejadian, dan organisasi pada drama ini"

"Adalah fiksi"

Benar.

Ini satu-satunya jalan.

Ayah, Ibu...

Maafkan aku.

Kak Yeong Soo.

Maafkan aku.

Terima kasih untuk semua waktu ini.

Waktunya pergi.

Sial!

Bu.

Anda tidak akan mati karenanya.

Jatuh dari sana pun,

Anda tidak akan mati.

Hanya pinggul yang patah,

atau tulang belakang Anda, dan dirawat di rumah sakit.

Keluarga Anda malah lebih menderita

karena harus merawat Anda seumur hidup.

Jadi, Anda harus hidup.

Teruslah hidup.

Teruslah hidup sampai Anda bisa.

Begitulah cara Anda mengurangi beban keluarga.

Apa? Suratku.

Bagaimana jika Ibu melihatnya?

Benar, tahu sifat Ibu, Ibu pasti keluar mencari aku

jika dia melihat surat itu.

Lalu apakah...

Ke mana suratnya?

Apa aku menjadi pelupa karena sekarang sudah tua?

Astaga, aku menua dalam semalam,

tapi semua perubahan terkait usia masih terjadi.

Lihat rambutku.

Dahulu aku cantik.

Kamu sudah bangun?

Hari ini akan hujan atau tidak, ya?

Pergelangan Ibu sakit sekali.

Ibu ingin menutup salon sehari saja

dan berendam air hangat di pemandian.

Kamu suka pergi ke pemandian.

Kamu dengar?

Ya ampun.

Apa musim gugur sudah mau selesai?

Rasanya baru kemarin musim panas,

tapi sudah mulai dingin.

Ibu akan menaruh sarapanmu di depan pintu.

Joon Ha!

Hei, kamu di dalam, bukan?

Buka.

Aku mau memberimu bubur ini, lalu pergi.

Dia tidak di rumah, ya?

Itu...

Tidak tahu, tapi dia tidak menjawab.

Neneknya meninggal mendadak.

Ya, aku tahu.

Dia tahu.

Pemuda yang tinggal di sini tidak punya keluarga.

Dia mungkin tidak punya makanan, jadi aku membawakannya makanan.

Aku mendaki di musim semi dan mengambil baru cina.

Ini dikukus dengan sedikit tepung.

Aku juga membuat ini dengan prem yang aku beli

saat ke Gwangyang. Kufermentasi dahulu,

lalu kubumbui dengan gochujang.

Ini paling bisa menambah nafsu makan.

Kamu bisa makan semangkuk nasi dengan ini dan air saja.

Begitu.

Neneknya meninggal mendadak.

- Sudah kubilang aku tahu. - Dia tahu.

Joon Ha.

Dia tidak makan lagi?

Nasinya panas.

Aku lebih suka nasi dingin.

Bu, aku tidak mau nasi panas. Aku suka nasi dingin.

Sudah, jangan cerewet. Makan saja.

Kamu mulai membuat Ibu kesal.

Baik.

Kita buka pintunya.

Buka dan bawa dia ke rumah sakit atau apa.

Jangan dibiarkan begitu.

Kamu pikir semudah itu?

Kamu pikir dia tidak keluar karena tidak bisa membuka pintu?

Kamu bahkan belum pernah mencoba memahami perasaan orang lain.

Bagus. Baik. Ayo.

Bodoh. Kenapa kamu ke sana dan mati?

Bermain sendiri tidak seru. Aku butuh orang untuk menontonku.

Bagus. Berhenti. Berhenti!

Baik. Bukan ini?

Ibu beli pangsit kimchi.

Kamu suka pangsit ini.

Makanlah sebelum dingin.

Beri tahu Ibu jika mau makan sesuatu.

Kamu tidak perlu keluar, tapi kamu harus makan.

Kamu perlu makan untuk hidup.

Dia bisa melihatku?

Hei! Jangan melantur!

Makanya istirahat saja.

Pulanglah.

Joon Ha! Ayo makan.

Ke mana perginya? Ini dia.

Pukul 3.00?

Aku pernah tidur pukul 03.00, tapi belum pernah bangun sepagi ini.

Kudengar orang tua bangun sangat pagi.

Permisi, apa sudah mau tutup?

Belum.

Mau pesan apa?

- Semangkuk udon. - Baik. Silakan duduk.

Aku mau sebotol soju.

Kamu minum soju lagi?

Kamu sudah makan?

Ini.

Tidak usah bayar.

Makanlah sambil minum, ya?

Astaga, wajahmu jadi tirus sekali.

Aku tidak tahan melihatmu begini.

Ini udonmu.

Silakan.

Terima kasih.

Anda bukan warga di sini, ya?

Ya.

Putra Anda pasti tinggal di sini.

Baiklah.

Semua orang punya cerita.

Airnya mendidih.

Apa yang mengganggumu?

Kenapa kamu banyak minum?

Apa pun itu, masalahmu pasti tidak lebih rumit daripada aku.

Aku menjadi tua dalam semalam.

Kamu melarangku bunuh diri,

tapi kenapa kamu sendiri terlihat sangat tertekan?

Kamu menyuruhku tetap hidup?

Apa hakmu?

Kamu pikir kamu siapa?

Apa yang sangat mengganggumu?

Apa?

Astaga.

Kenapa tidak dimakan? Kenapa?

Kamu suka sekali pangsit itu!

Kamu bahkan bilang Choi Min Sik dalam "Oldboy"

tidak akan marah jika diberi

pangsit kimchi bukan yang dipanggang.

Kamu rela dikurung asal bisa makan pangsit kimchi.

Kenapa sekarang tidak dimakan?

Aku tidak mau.

Kamu makan saat mau saja?

Perut tidak bisa dibohongi.

Kamu tahu sudah berapa lama kamu tidak makan?

Apa yang kamu pikirkan?

Aku mau mati.

Kalau begini, tidak mengagetkan jika aku mati besok.

Keluar.

Ibu bilang keluar!

Keluar!

Kamu beruntung.

Kamu bisa mewarnai rambut gratis selama sisa hidupmu.

Kalau iri, jadilah tua.

Aku akan mewarnai rambut Ibu.

Ibu sudah tua.

Karena Ibu bekerja keras,

kamu pikir Ibu masih muda.

Aku...

selalu bertanya-tanya

saat melihat wanita-wanita tua yang datang ke sini.

"Seperti apa

wajah mereka saat masih muda?"

"Lalu

seperti apa aku jika aku sudah tua?"

Ternyata begini penampilanku.

Astaga, rambutmu tebal sekali.

Ibu perlu lebih banyak pewarna.

Sebentar, akan Ibu ambilkan lagi.

Anak perempuan yang menua di depan ibunya.

Seorang ibu yang harus mewarnai rambut putrinya yang tua.

Sungguh mimpi buruk.

Aku tidak bisa membiarkan keluargaku

hidup dengan diriku yang tua selama sisa hidup mereka.

Kim Hye Ja yang berusia 25 tahun

kini sudah tidak ada.

Ada koper yang lebih besar?

Kaos.

Ini mungkin berguna juga.

Tas anyaman untuk musim panas.

Memangnya aku mau piknik?

Ya ampun.

Sudah tua pun aku masih kekanak-kanakan.

Sekarang bagaimana, Hye Ja?

"Terminal Bus Ekspres Seoul"

"Tiket"

"Jadwal"

"Tempat perjalanan seru dimulai"

Mau ke mana?

Maaf?

Ke laut.

Laut apa?

"Yeosu"

Mau bis berikutnya satu jam lagi?

Ya.

Jadi 14,8 dolar.

- Jadi atau tidak? - Jadi.

Ini.

Permisi, Bu.

More Indonesian subtitles for The Light in Your Eyes

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left