The first 152 lines.
Keluargaku selalu kekakuan.
Yuu!
Sekarang hari penting kakakmu, 'kan?
Yuu-
Terima kasih sarapannya.
Sudah selesai?
Ya, aku harus pergi.
Teh buatan Mama memang paling enak.
Keluargaku selalu kekakuan.
Di hari penting begini, mama selalu palingkan pandangannya.
Hana.
Berusahalah untuk dirimu sendiri.
Di saat bohong, papa selalu usap hidungnya.
Ya, seperti biasa, kok.
Kakak berangkat dulu.
Dan adikku, Yuuto.
Masih belum bisa bohong.
Begitulah keluargaku.
Keluarga yang penuh kekakuan.
Tapi sesungguhnya,
aku ingin lindungi mereka.
Melihat keluargaku pagi ini, buatku teringat saat lulus ujian masuk sekolah.
Saat itu pun papa dan mama lebih gugup daripada aku.
Dunia ini begitu kejam.
Saat seseorang terpilih, yang lain tidak.
Orang beruntung dan yang tidak pun pasti ada.
Warnanya hitam.
Ah, padahal ganteng.
Dan itu tak harus buat kita pilih satu sisi.
Maaf.
Kena.
Yang satu lagi hasilnya keluar hari ini, 'kan?
Ini misinya yang pertama, 'kan?
Mending sih, kalau putih.
Bisa dibilang, aku adalah orang terpilih.
Tapi, sedikit pun aku tak anggap diriku beruntung.
Apa hari ini kita akan menemukannya?
Yang kita cari-cari selama ini.
Harapan terakhir kita.
Tougetsu, kau baik-baik saja?
Ya.
Aku akan keluar.
Tak perlu gugup.
Semuanya orang baik, kok.
Saya Hana Tougetsu.
Salam kenal.
Pekerjaan ayahnya membuat keluarganya sering pindah,
karena itu membuatnya pindah di akhir tahun.
Berteman baiklah dengannya, ya.
Baik.
Ada apa ini?
Di saat seperti ini...
Sial.
Hana, Hana!
He,
mau makan bareng, tidak?
Hoi!
Cowok jangan mendekat!
Ah, kenapa, sih? Cemburu?
Apaan, sih?
Kau bego, ya?
Jarang-jarang ada yang pindah di akhir tahun begini.
Itu seragam di sekolah lamamu?
Cowok yang suka penasaran biasanya dibenci cewek, lo.
Eh, serius?
Sudah kubilang.
Hoi!
Kayaknya terjadi sesuatu yang luar biasa.
Apa maksudmu?
Semua jalur ke pulau ini katanya ditutup.
Sudah kubilang, apa maksudmu?
Silakan tunggu di sini.
0-6, di sini 0-0.
Ya.
Ada kabar buruk.
Sebentar lagi lokasimu akan diserang.
Jadi bikin deg-degan, ya.
Butuh waktu lama untuk terobos enkripsi mereka.
Tak ada waktu lagi.
Hasilnya memang belum keluar.
Untuk saat ini, pergilah bersama target.
Segera lapor setelah kalian aman.
0-0, out.
Netizen bilang di mana-mana ada helikopter.
He, Tougetsu.
Tougetsu?
A-Apa?
Ikutlah denganku.
Eh?
O-Oi!
Kenapa, sih?
Lepaskan!
Apaan, sih?
Jangan jauh-jauh dariku.
Eh?
Kalau tidak,
kau akan mati.
Bicara apa, sih-
Lewat sini!
O-Oi!
Sial!
0-0, di sini 0-6.
Target sudah diamankan.
Tapi, kami terjebak-
0-6!
Tujuan musuh sudah kami ketahui.
Mereka cari subjek penelitian yang kabur yaitu P.
Setelah mereka temukan P, pintu darurat akan dibuka.
Ikutlah evakuasi dengan siswa lainnya bersama target.
Gunakan rute Bravo.
Di titik pendaratan Echo, helikopter akan menjemputmu.
Tapi, warnanya masih belum diketahui.
Hasilnya baru saja keluar.
Warnanya putih.
Pastikan kau pulang bersama target.
Hoi.
Apa sih, yang kaulakukan sejak tadi-
O-Oi.
Syukurlah.
Mungkin kau adalah harapan terakhir kami.
Eh?
Kol. Amagata.
Kami sadap saluran komunikasi Amerika,
tapi rasanya ada yang aneh.
Komunikasi mereka dengan markas pusat terdengar panik.
Suara itu...
0-0, di sini 0-6.
Bagaimana situasinya?
0-6, di sini 0-0.
Kita dapat masalah.
Subjek penelitian P berubah jadi Pandora.
Pasukan Amerika akan segera evakuasi para siswa.
Lalu, mereka akan... Pandora...
Selanjutnya... Diulangi...
0-0, tak terdengar!
Tolong diulang.
Pak?
Pak Amagata?
Para siswa diharap ikuti instruksi petugas sekolah dan pasukan militer.
Berkumpullah di lapangan.
Kita kehilangan kontak dengan 0-6.
Kita kena ECM!
Satelit pengawas juga terkena dampaknya.
Bagaimana status 0-3?
Sedang dalam perjalanan, Pak.
Persiapkan dia untuk menyebar.
Dilihat dari misi terakhirnya,
belum dua belas jam dia terluka.
Kalau dipaksakan, tubuhnya berisiko jadi Pandora.
Pandora.
Harapan umat manusia, sekaligus musuh.
Harap tenang dan bersabar.
No comments yet. Be the first to leave one.