The first 200 lines.
Hei. Yang mana?
Halo? Apa?
Kenapa mereka telepon jam segini?
Siapa yang telepon?
Halo?
Apa yang kau lakukan?
Aku mencari teleponku.
lni bukan teleponmu. lni dadaku. Kau mau menjebakku?
Di mana teleponku?
Siapa yang taruh di sana? Dasar kurang ajar.
Siapa yang telepon? Halo?
Ya, aku dengar, tidak tidur.
Baik. Bicaralah padaku. Aku tak tidur.
Die Harder. Scene 7. Cut 3. Take 40.
Cut!
Bomnya bagus. Lakukan sekali lagi.
Buat lebih dahsyat lagi.
Seolah kau mau meledakkan keluargamu ke angkasa.
Paham?
ltu lebih baik.
Action!
Dasar brengsek.
Sial. Song, kau sedang apa di sana?
Aku hanya mau pamit. Jangan kuatir.
Bajingan itu minta kau memberitahu aku sekarang.
Tidak, ini keputusanku.
Aku menemukan ini di lantai sana. Apa ini milikmu?
Ya, ini milikku/Sial.
Siap.
Mati.
Aku lupa.
Brengsek.
Aku juga lupa/Apa lagi?
Mereka mengubah tempatnya.
Apa terlalu banyak efek khusus?
Sekarang aku jadi Bruce Willis.
Mati.
Boom!
Bagaimana aku ke sana?
Kau jalan lewat Ekamai.
Dari Sukhumvit/Ekamai.
Di Ekamai, ada jendela peraga.
Ya, aku tahu/Bukan yang itu.
Jaraknya 10 meter lagi.
Kalian semua akan mati.
Bilang pada bosmu.
Kalau kau ganti judul brengsek itu dan aktor murahan itu...
Baru kau menemui aku.
Mengarahkan orang hanya memberikan masalah untukku.
Lebih baik aku kembali mengarahkan anjingku.
Ma-kam, ayo.
Kemarilah. Ayo.
Ayo/Hai, Pook!
Pook!
Mengantuk, Ching?
Hanya sedikit terpeleset.
Di lingkunganku namanya tidur.
Bangun sebentar. Jangan kebanyakan tidur.
Nanti kau sakit.
Sudah berapa banyak di edit? Tunjukkan padaku.
Tn. Pong, semua bilang tikungan ini menakutkan.
Mereka menyebutnya tikungan 100 mayat.
Kadang mereka melihat arwah penjaga.
Keluar dan melihat polisi mengangkut mayat.
Hei. Lampu. Nyalakan lampu.
Baiklah, semua.
Kita pergi dengan Nona Buaklee.
Sekarang kita akan...
Dengarkan lagu setan itu.
Dan kami akan kembali dengan cerita lebih banyak lagi.
Ada lagi yang mau kau ubah?
Tidak, kurasa cukup.
Tambahkan cuplikan petugas administrasi di belakang, ya?
Berikan aku wajah yang seksi.
Jazz, teleponmu.
Terus telepon seolah aku anjingmu.
Aku mengambil gambar set yang terakhir, setelah itu beres.
Sendiri saja. Tak ada yang lain.
Kubilang aku akan pergi sendiri.
Jazz?
Aku siap.
Aku berubah pikiran.
Bersulang.
Seharusnya jangan kebanyakan minum.
Song, aku mau tanya sesuatu.
Berikan aku jawaban jujur/ Baik/Aku bisa terima itu.
Bagaimana aktingku hari ini?
Den, jagoanku. Aku sangat terkesan.
Kau lebih baik daripada aktor Hollywood.
Mendengar kau bicara...
Membuatku bergairah.
Apa yang kautunggu, Sayang?
lni patut diperjuangkan. Ayo lakukan.
Hentikan. lni memalukan.
Jazz...Jazz di sini.
Jazz di sini.
Singh. Setelah kupukul perutnya Jazz.
Kau bawa dia ke belakang.
Brengsek.
Dan aku? Aku harus buat apa?
Tetap bersamaku.
Wow.
Hai, kawan/Apa kabar?
lni Rai. Gadis baik.
Dia pendiam, tak banyak omong.
Jaga dia, ya?
Senang bertemu kau.
Aku bisa lakukan lebih dari itu untuknya/Halo.
Hei, ayo minum.
Apa?/Bersulang. Berhenti menatap.
Sepertinya bagus.
Siapa yang pesan ini?
Apa ini? lni salah.
Singh, pria omelet.
Telur dadarmu tak seharum itu.
lni barang bagus. Kutunjukkan padamu.
Kau tak perlu begitu.
Sarai, urus dia, sayang.
Dengan senang hati.
Kau mau apa?
Hati-hati. Nanti tumpah.
Tunggu. Hentikan.
Biar aku saja.
Kau duduk saja.
Apa? Kenapa kau tak makan? lni.
Bau. Tidak lagi.
Potongan besar di sini. Gigitan besar. Ayo.
Hei. Makanlah.
Musik bagus.
Entahlah. Kau minta Jazz.
Jazz adalah si pengatur.
Ya, aku lupa.
Aku ke sini mau membahas pesta reuni sekolah.
Hanya kelas kita. Yang lain tidak.
Disiapkan tanggal 15 bulan depan.
Akan kuberitahu apa yang akan kita siapkan.
Soal makanan dan lainnya.
Hiburan.
Dan yang terpenting...
Kau dan aku. Kita sahabat baik sejak kemarin.
Tapi kini persahabatan kita menghilang.
Nyaris diubah menjadi cinta sejati.
Kalian mendengarkan FM 103, Virgin Soft.
Aku punya versi barunya. Lagu lama tentang teman...
lni cukup bagus.
Kau dan aku, kita bersahabat baik sejak kemarin.
Tapi sekarang persahabatan kita menghilang.
Nyaris diubah jadi cinta sejati.
Ayo, masuk.
Kau tak apa-apa?
lni untukmu.
Semua, beri salam pada gurumu.
Selamat pagi, Pak.
Wajah lama yang sama, semua menyebalkan.
Tahun ini kalian harus berubah.
Perhatikan kalau belajar.
Karena ini tahun terakhir kalian di sini.
Kalau mungkin, kuharap kalian semua masuk universitas.
Diam. Kau selalu berisik.
Tahun ini kau punya 2 teman baru.
Yang pertama, silahkan memperkenalkan diri.
Aku Sayan Suksiri.
Pindahan dari sekolah Keknoi Petchaboon.
Selamat datang ke duniaku.
Jangan bilang namamu Sinatra.
Benar?
Baik, yang berikutnya...
Sekolah mulai jam 8.
Maaf, Pak.
Kali ini kau kumaklumi karena ini baru pertama kali.
Tapi jangan sampai terulang lagi.
Perkenalkan dirimu ke teman kelasmu.
Halo. Aku Mituna Prueksawan.
Pindahan dari sekolah Sateeworawan.
Namamu Mituna? (Juni)
Kita sudah punya Agustus dan sekarang Juni.
Juni, July.
July hilang.
Tidak hilang.
July adalah anak dari Juni dan Agustus.
Sok pintar.
Diam.
Aku akan kembali/Duduklah.
Ayo.
Hei duduk di sini.
Bangku ini kosong.
Jangan lihat mereka.
Mereka gadis yang jahat dan nakal.
Aku Jazz/Aku Kanda.
Kau boleh memanggilku Dakanda.
Dakanda. Bebek jelek.
Brengsek.
Hei.
Kau bodoh atau tolol?
Satu baht sepotong.
Satu baht sepotong? Siapa yang mau beli?
Makin banyak kau beli, makin bodoh kau.
Song, bicara begitu, kau mau menantangku?
Hei. Minggir.
Kau mau?
No comments yet. Be the first to leave one.