Release info

월간-집-Monthly-House-E11-NEXT-iQIYI
A Commentary by MaulanaZxZ
RT: 1:02:59

Tags

other
Published on: 2021-07-21
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Drama ini adalah fiktif belaka. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan

Kalau begitu, kita berpisah di sini.

Takut ada yang melihat.

Baik, kamu seharusnya sudah lelah, cepat masuk untuk tidur.

Baik.

Ja-seong, selamat malam.

Aku bukan sedang bermimpi 'kan?

Sungguh berani.

Apa ada hal yang menggembirakan?

Kelihatannya kamu senang sekali.

Apa?

Tentu saja senang, minum bersamamu di tempat yang begitu indah.

Kelihatannya kamu punya hal yang menggembirakan.

Sejak tadi terus tersenyum.

Aku memang punya hal menggembirakan.

Ada apa?

Bukankah kubilang ada wanita yang kusukai?

Awalnya dia bilang tidak tertarik pacaran.

Makanya aku tidak berani nyatakan cinta.

Jika sungguh bertemu orang yang disukai,

pemikiranku mungkin akan berubah.

Jadi aku berencana menyatakan cinta akhir minggu ini.

Sungguh? Baguslah.

Harus berhasil menyatakan cinta, perlihatkan orangnya padaku.

Sungguh penasaran siapa yang membuatmu begitu berbunga-bunga.

Kubocorkan sedikit.

Dia seseorang yang bisa membuatmu sangat bahagia jika bersamanya.

Makanya ingin terus bersama,

ingin terus melihatnya?

Memang ada orang seperti itu.

Apa? Siapa yang kamu maksud?

Apa?

Kamu.

Maksudku kamu.

Apa katamu? Sungguh menggelikan.

Kak Ja-seong, kamu sungguh aneh.

Mana ada? Benar-benar.

Monthly Magazine Episode 11 Menilai Seseorang Dari Rumahnya

Mobilnya sungguh bagus.

Ini bahkan otomatis.

Begitu banyak mobil, mari kita berpencar.

Editor Na naiklah mobilku.

Baik.

Aku juga mau, apa aku boleh ikut?

Apa?

Baik.

Oh ya, Young-won harus naik mobil Perwakilan.

- Apa? - Apa?

Bukankah kamu bilang mau membahas masalah pekerjaan dengan Perwakilan?

Benar, benar.

Kita bisa sambil bahas dalam perjalanan pulang.

Boleh 'kan, Perwakilan?

Baik kalau begitu.

Semuanya hati-hati dalam perjalanan pulang.

Baik.

Kenapa? Cepat jalan.

Baik, sampai jumpa besok.

Ayo kita pergi.

Bukankah kamu selalu menjaga Editor Na?

Kenapa mendorongnya masuk ke lubang harimau?

Pulang bersama Perwakilan Yoo, pasti sangat canggung.

Benar-benar.

Kita juga lumayan canggung.

Pasti sangat canggung.

Apa kamu ada urusan nanti malam?

Ada, urusan yang sangat penting.

Begitu ya?

Mau kencan dengan pacarku, Na Young-won.

Apa-apaan? Benar-benar.

Apa yang hendak kita lakukan?

Sebenarnya, Senior Eui-ju

berkata dia merasa sangat bersalah mengganggu kencan kita waktu itu.

Jadi dia beli wine untuk kita.

Kita ke restoran, buka dan meminumnya...

- Minum di rumah saja. - Apa?

Waktu itu sudah bilang,

aku berkata begini tidak ada maksud lain.

Hanya saja tidak menggunakan rumah yang telah didekorasi untukmu,

aku merasa sayang.

Kalau begitu ayo pergi beli sayur.

Baik.

Senior melakukan panggilan video.

Tidak apa-apa, angkatlah.

- Senior. - Senang tidak?

Iya.

Apa? Di mana itu?

Jangan-jangan rumah Perwakilan?

Astaga.

Tunggu.

Ja-seong sapalah juga.

Oh, baik.

Terima kasih atas hadiahmu.

Hanya berterima kasih atas hal itu?

Harus berterima kasih atas hal lain juga.

Apa?

Hadiahku, apa belum diterima?

Oh ya, aku lupa.

Benar-benar.

Perwakilan, semoga Anda suka hadiah saya.

Iya, terima kasih.

Kalau begitu, pengganggu ini akan menghilang.

Dia bilang harus memberikannya padamu, aku lupa.

Ini.

Wah, kenapa memberiku hadiah?

Senior benar-benar...

Sudah gila ya.

Aku tidak tahu isinya hadiah semacam ini.

Ja-seong.

Kamu tahu?

Ini hanya khayalan.

Iya.

Aku tahu.

Ja-seong.

Ja-seong.

Apa yang kamu pikirkan sampai bengong begitu?

Apa?

Maaf.

Tidak, maaf.

Apa yang tiba-tiba kamu pikirkan?

Apa?

Ayo kita nonton satu film lagi.

Kali ini nonton film aksi.

Aku sudah harus pergi.

Sudah malam juga.

Waktu berlalu sangat cepat.

Aku antar kamu.

Kenapa mencari restoran?

Meski kami teman toko serba ada,

tapi tidak mungkin menyatakan cinta di toko serba ada 'kan?

Bagaimana jika menyatakan cinta di sini?

Kamu sudah bertekad kali ini ya?

Aku berencana melakukannya akhir minggu ini.

Firasat sudah datang.

Firasat kamu melepas status jomblo.

Bagaimana jika Editor Na menolakmu?

Langsung menyerah?

Tidak, aku tidak akan menyerah.

Aku akan menunggu sampai dia menerimaku.

Monthly Magazine

Mari kita mulai hari ini dengan penuh semangat.

Baik.

Pagi semuanya.

Editor Nam, ada apa dengan tas ini?

Aku hendak mengambil tasku, akhirnya malah mengambil tas Ibuku.

Editor Nam, kamu mau putus asa sampai kapan?

Mohon tegarlah.

Maaf.

Aku juga ingin tegar, tapi tidak bisa.

Benar-benar.

Lebih baik sepertiku saja, lupakan semuanya.

Aku akan mencari pria yang lebih baik untuk membalas mantan pacarku.

Akan kubuat dia menyesal.

Bagus sekali.

Editor Yeo bisa menghadapinya dengan tenang.

Pagi semuanya.

- Selamat pagi. - Perwakilan sudah datang.

Pemimpin Redaksi, ikut aku.

Baik.

Kantor Perwakilan

Apa yang kamu lakukan?

Kenapa Anda menutup pintu?

Aku sudah terbiasa, masuklah.

Baik.

Apa yang mau Anda sampaikan?

Rapat besok sudah dipersiapkan?

Apa?

Iya, tentu.

Baguslah, kalau begitu rapat diganti jadi sore ini.

Apa? Sungguh mendadak.

Karena rapat besok, jadi belum selesai disiapkan.

Tadi katamu sudah selesai disiapkan.

Maksud saya jika sesuai rencana.

Kami juga punya jadwal lain.

Aku sudah punya jadwal lain.

Kalau begitu, Perwakilan ubah jadwal...

Anda pasti tidak bisa ya?

Pokoknya, rapat diganti jadi sore ini.

Baik, saya keluar.

Tidak bisa toleransi sedikit?

Tolong...

Baik, aku tahu.

Sungguh emosi.

Ada apa? Apa yang terjadi?

Aku sudah reservasi dermatologi siang ini,

tapi batal demi mempersiapkan rapat.

Dermatologi bisa didatangi lain kali.

Karena sangat sulit reservasi, tunggu 1 bulan baru dapat giliran.

Reservasi lain kali, harus tunggu 1 bulan lagi. Sungguh menyebalkan.

Sekarang tidak ada waktu untuk emosi. Cepat persiapkan rapat.

Baik.

Apa, Editor Nam?

Apa lagi itu?

Rak ide iklan yang akan dibahas saat rapat.

Kenapa kamu langsung membawanya kemari?

Seharusnya dirakit dulu.

Awalnya rencana seperti itu.

Tapi karena rapat mendadak dimajukan hari ini,

mereka bilang, mau rak yang sudah dirakit sedikit sulit.

Baik, aku tahu, cepat rakit.

Baik, aku kencing dulu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left