The first 177 lines.
Suatu ketika di dunia
Penuh bahaya
Ancaman dari musuh-musuh Bumi
Selamatkanlah kami
Pahlawan yang ada, pahlawan manusia
Penyelamat Bumi
Penyelamat Bumi!
Alien datang menaklukkan Bumi
Demi kakao yang dicari-cari
Mereka akan tiba tak lama lagi
Apa mungkin terjadi?
Jadi, kita memerlukan penyelamat Bumi
BoBoiBoy!
BoBoiBoy!
BoBoiBoy!
MINUMAN DINGIN
Ying!
Yaya!
Gopal!
Dan pahlawan super kita
BoBoiBoy!
Ya, ya
BoBoiBoy!
Ya, ya
Ya, ya
BoBoiBoy!
Enam bulan yang lalu, sahabatku, BoBoiBoy,
berhasil mengalahkan robot jahat Mukalakus.
Adu Du dikalahkan, robotnya rusak, dan pesawat luar angkasanya hilang.
Yang tersisa hanya sudip listriknya!
Kau menjual pesawatku hanya untuk sudip listrik?
Tapi setelah BoBoiBoy mengalahkan Adu Du, dia pulang ke rumah orang tuanya.
Kapan kita akan bertemu lagi dengan BoBoiBoy?
Sudah lama aku mencari pesawat luar angkasa antik ini.
Ya, Tuan. Sulit menemukan pesawat antik ini.
Aku mencari sampai ke ujung tata surya.
Enam bulan tak pulang.
Anakku sampai tak mengenaliku lagi. Bagaimana ini, Tuan?
Berapa harga pesawat luar angkasa ini?
Harganya, Tuan?
Tidak mahal, Tuan.
Setelah diskon pertengahan tahun,
delapan puluh juta delapan puluh sen saja, Tuan.
Delapan puluh juta delapan puluh sen?
Ya, harga yang murah untuk mendapatkan kepuasan.
Apa lagi yang Tuan pikirkan?
Tuan punya banyak uang.
Tidak baik menyimpan uang terlalu banyak.
Sayang jika tidak digunakan.
Pikirkan, Tuan. Tuan sudah punya semuanya!
Sudah kaya, tampan, bergaya pula.
Benar.
Tapi sangat disayangkan, Tuan.
Tuan tidak punya pesawat luar angkasa antik ini
untuk melengkapi koleksi pesawat luar angkasa antik Tuan.
Kalau aku jadi Tuan…
Uang!
Aku akan antarkan pesawatnya sekarang juga, Tuan.
Tunggu saja. Sudah di luar.
SEKOLAH DASAR PULAU RINTIS
- Kau rajin sekali, Gopal. - Yaya! Ying! Selamat pagi!
- Selamat pagi! - Selamat pagi!
Kau sedang mengerjakan apa?
Tentu saja mengerjakan PR. Apa lagi?
Tunggu, bukankah PR-nya diserahkan besok?
Memang, tapi ini PR dua bulan yang lalu.
Kenapa baru dikerjakan sekarang? Kau ingin dihukum, ya?
Aku bukan tak mau mengerjakan, tapi sejak tak ada BoBoiBoy,
tidurku tak nyenyak, makan pun tak kenyang,
bahkan sulit mengerjakan PR!
Alasan. Dari dahulu, kau memang seperti itu.
Gelarmu saja asisten ketua kelas.
Hei, lihat itu!
- Ying, sapalah dia. - Kau saja.
- Sombong sekali! - Ya!
Kita sudah tersenyum, seharusnya dia membalas. Senyum itu ibadah.
Benar! Aku memang tidak suka anak aneh seperti dia.
Sudah enam bulan dia bersekolah di sini, tapi tak pernah bicara dengan siapa pun.
- Sombong sekali. - Ya. Karena itu, dia tak punya teman.
Dia memang tak punya teman, tapi punya banyak penggemar.
Hai!
Aneh sekali. Benar, Gopal?
Hei, lihat itu.
- Dia tampan, 'kan? - Ya!
Hei, Gopal! Kau kenapa?
Tindakanmu tak sesuai perkataanmu.
Hei! Bu Guru datang!
- Bu Guru datang! - Cepat! Duduk!
Cepat!
Berdiri!
- Selamat pagi, Bu Guru! - Selamat pagi, Bu Guru!
Selamat pagi, Semua!
Baik, sebelum memulai pelajaran hari ini,
Ibu ingin memperkenalkan murid baru. Ini dia!
Tunggu, di mana dia?
Sebentar, Bu Guru. Tali sepatuku terlepas.
Aku seperti mengenal suaranya.
PAGI HARI SEBELUMNYA…
Aku tak sabar untuk bertemu BoBoiBoy.
PERON A
Sesaat lagi kereta api berkecepatan tinggi akan tiba di peron.
Pastikan Anda memeluk orang yang tepat.
Dia bahkan menggoda Kakek.
Kurasa dia ingat Kakek pernah salah memeluk orang.
- BoBoiBoy! - BoBoiBoy!
Kakek! Ochobot!
Bagaimana kabarmu?
Aku sehat. Apa Kakek sehat?
Kakek se…
Sakit! Aku terjepit!
Aku sulit bernapas.
Bagus.
Akhirnya kau kembali, BoBoiBoy!
Baiklah, ayo kita pulang.
Aku sudah lelah.
Pulang? Kau harus pergi ke sekolah!
Pergi ke sekolah?
Aku lelah, Kek. Besok saja, ya?
Tak boleh. Belajar itu penting. Tak boleh malas-malasan.
Benar. Tok Aba sudah susah payah mendaftarkanmu.
Tapi aku bahkan tak bawa seragam sekolah, Kek.
Kakek sudah siapkan semuanya!
- Ini, cepat ganti baju. - Baik, Kek.
- BoBoiBoy! - BoBoiBoy!
- Hai. - Hai, BoBoiBoy!
Hai.
Jadi, ini BoBoiBoy yang banyak dibicarakan orang?
BoBoiBoy, silakan duduk di sebelah sana.
Baik, Bu Guru.
Baik, Anak-Anak.
Keluarkan buku pelajaran masing-masing dan buka halaman 35.
Dia memang terbaik.
- Hai, BoBoiBoy! - Hai, apa kabar?
Astaga, ini seragam zaman kapan?
Ini…
Ini seragam sekolah zaman kakek buyut Kakek.
Masih muat!
Bagaimana ini, Kek?
Kau lipat saja.
Hei, kau mau sekolah atau bekerja di museum?
Dahulu, kau sangat ingin BoBoiBoy bersekolah di sini.
Setelah dia bersekolah di sini, kau tertawai dia.
Benar, kau tidak punya hati!
Tentu punya. Alasanku menertawakannya karena aku punya hati.
- Hei, sudah cukup! - Apa?
Kau pikir kau lucu, Gopal?
Kakek?
Kenapa Kakek ada di sini?
Ini hari pertama BoBoiBoy di sekolah.
Jadi, Kakek harus menemaninya.
Apa?
Setidaknya Kakek akan menemaninya selama satu pekan.
Tidak usah, Kek. Aku sudah besar.
Sudah bukan anak kelas satu.
Begitu, ya?
Biarkan kakekmu menemanimu untuk hari ini.
Tapi, Bu Guru…
Jangan melawan Bu Guru, nanti ilmumu tak berkah.
Baiklah. Bagus.
SEKOLAH DASAR PULAU RINTIS
Hei, BoBoiBoy. Bagaimana kau bisa pindah kemari?
Benar! Apa ayah dan ibumu tidak tahu?
Mereka tahu. Aku sudah meminta izin pada mereka.
Mereka mengizinkanmu pindah ke sini?
Ya, mereka ingin aku tinggal dengan Tok Aba.
Sudah selesai!
Es cokelat spesial Tok Aba!
LUAR BIASA!
Enak sekali!
Lagi pula, aku harus membantu Tok Aba menjaga kedai ini.
Tidak cukup hanya dibantu Ochobot.
Beruntungnya Tok Aba memiliki cucu sepertimu!
Karena itulah Kakek mengubah papan namanya!
Ini dia! Kedai Kakao Tok Aba dan BoBoiBoy!
Hebat, BoBoiBoy! Ada fotomu di kedai Tok Aba!
Bukankah ini ejaannya salah?
Apa yang salah?
No comments yet. Be the first to leave one.