The first 200 lines.
Final Episode
Aku berusaha untuk...mencintaimu.
Tapi,
hanya begitu saja.
Kau...
Aku tidak bisa memikirkanmu lebih dari itu.
Aku benar-benar tidak bisa.
Sebelum semuanya terlambat,
ketika kita masih mundur,
ayo kita mundur.
Apa yang membawamu ke sini?
Kudengar kau sakit.
Aku ingin bertemu denganmu.
Aku tak pa-pa.
Aku tak tau bagaimana tampangku, tapi...
Aku masih belum mati lagi.
Ngomong-ngomong,
bukankah seharusnya kau berangkat hari ini?
Kau benar.
Apa kau pergi bersamanya?
Ini hari dia berangkat.
Tapi dia bahkan tidak singgah kesini.
Jika dia tau kau ada disini,
dia mungkin tidak suka.
Sebenarnya,
untuk hal-hal yang dulu kulakukan padamu di masa lalu
Aku datang untuk minta maaf.
Jika aku menjadi kau,
Aku tidak akan pernah mau bertemu dengan diriku.
Jelas sekali kalau kau itu orang baik.
Ketika mereka bilang, "Jika kau sakit, apapun tak masalah".
Aku akhirnya mengerti maksudnya.
Bila kukilas balik,
dibandingkan dengan masa-masa bahagia,
Aku hanya mengingat wajahku yang selalu berkerut.
Kukira cintaku itu indah,
tapi akhirnya aku menyadari bahwa itu adalah sebuah obsesi.
Kukira aku sudah melakukan yang terbaik
untuk mencintainya dengan cara yang kutau.
Tapi, dia...
kelihatannya tidak bahagia.
Kurasa aku membuatnya merasa tercekik.
Aku tidak menyesal,
tapi aku hanya berharap bila saja semua ini bisa berbeda.
Jika aku diberikan kesempatan sekali lagi, kukira aku bisa melakukannya lebih baik.
Dalam hal ini,
kau adalah orang yang beruntung.
Selama yang kau inginkan,
kau bisa mencintai.
Aku harap kau cepat pulih.
Terima kasih.
Penumpang untuk penerbangan 37 menuju Sydney pukul 9 am,
mohon masuk dari gerbang 7.
Penumpang untuk penerbangan 37 menuju Sydney pukul 9 am,
mohon masuk dari gerbang 7.
- Pantatmu! - Pantatku? Oke.
- Ini akan sakit! - Ouch!
Waks.. Panas!
Jujurlah, kenapa kau memasukkannya disini?
- Panas! panas! - Ouh!
Sakit!
Kau harus membersihkan make-upmu sebelum tidur.
Jika tidak, mukamu akan berkerut besok pagi.
- Seperti ini? - Ah!
Nyonya Seo, Aku tidak bisa melihat apapun.
Aku tak bisa melihat. Tunggu sebentar!
Aku akan membereskan barangku satu demi satu...
dan pergi ke Inggris.
Penumpang untuk penerbangan 365 dari In Choen ke New York pada pukul 11,
Silakan masuk melalui gerbang 12.
Penumpang untuk penerbangan 365 dari In Choen ke New York pada pukul 11,
Silakan masuk melalui gerbang 12.
Halo?
Apa ini Tn.Choi?
Ya.
Ini Dr. Han.
Halo, Dr. Han.
Hasil tes anda sudah keluar.
Bisakah anda datang ke rumah sakit?
Baik.
Ja Young, bisakah aku bertemu denganmu sekarang?
Bisakah kau melihat disini?
Nah itu saja.
Selamat! Kau hamil.
Bisakah kau datang bersama suamimu lain kali?
Senang bertemu denganmu.
Kami baru saja mendapatkan hasil dari tesmu.
Profil kompatibilitas donor menunjukkan bahwa kau cocok.
Tolong perhatikan,
meskipun satu ginjal dikeluarkan,
pendonor masih bisa hidup normal tanpa ada masalah.
Bila sampai pada masa operasi transplantasi,
Kemampuan dari pendonor dan penerimalah yang penting yang paling.
Niat dari pendonor harus lebih dipertegas.
Pasti kau punya banyak pikiran,
tapi ini adalah masalah penting.
Ambil waktumu dan pikirkan lagi.
Yah teman, selamat!
Kenapa kau bertingkah seolah-olah kau tidak berkencan?
Siapa ayah dari si bayi? Apakah Han Soo?
Apa ini? Kau tak tau siapa ayahnya?
- Hei! Hentikan. - Aku cuma bercanda.
Aku sudah menduga ada sesuatu diantara kalian berdua.
Kau tau bagaimana tanggapnya aku dalam suatu hal.
Si bayi mungkin akan memiliki tinggi badan seperti ayahnya.
Bisakah kau...?
Han Soo, apa kau di kantor?
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
- Kau pergi periksa ke dokter? - Ya.
Kenapa kau tidak bilang?
Tidak apa hanya saja...
masih belum dikonfirmasi.
Apa yang dokter bilang?
Apakah benar kalau... kau hamil?
Terima kasih.
Jangan khawatirkan apapun, Myung Jin.
Aku disini bersamamu.
Jangan khawatir.
Ada apa?
Aku,
Aku pergi.
Apa yang kau bilang?
Mulai sekarang, kau...
harus berbahagia bersamanya.
Aku memutuskan untuk tidak mencintainya lagi.
Ketika pertama kali melihatnya,
Kukira mendiang orangtuaku mengirimkannya untukku.
Kukira mereka tidak ingin aku kesepian,
Kukira mereka mengirimkan seseorang yang bisa menjadi tempat aku bergantung.
Tapi,
kau selalu ada di dalam hatinya.
Meskipun dia bersamaku,
dia selalu hidup di masa lalu bersamamu.
Mungkin karena itulah aku semakin ingin memilikinya.
Aku tadinya yakin,
bahwa aku bisa membuatnya menjadi milikku.
Tidak...
Sejujurnya, aku takut... untuk sendiri lagi.
Tapi aku tidak akan berpikir seperti itu lagi.
Ahjusshi...
tolong jangan biarkan dia sendiri.
Kalau begitu,
Kali ini benar-benar selamat tinggal.
In Kyung sakit parah.
Akhir-akhir ini kondisinya menurun drastis.
Kukira dia tidak membicarakannya.
Mereka bilang dia membutuhkan transplantasi ginjal.
Wow, ini benar-benar hebat!
Perut Babi adalah makanan Korean.
Suara desisan...
- Ho Gee! - Ya?
Lihat warnanya ini. Mantap kan?
Betul. Waktunya berpesta!
Makan sayuran yang banyak.
Ngomong-ngomong, kenapa Ran belum datang juga?
Mungkin dia tidak datang.
- Apakah dia benar-benar pergi atau gimana? - Aku tak tau.
Aku khawatir padanya.
Yah gimanapun, ayo makan.
Siapapun yang ditinggalkan harus bertahan. Kau setuju?
Jika kau pergi, mungkin kau tidak akan bertemu dengannya lagi.
Di Inggris, tidak akan ada perut babi seperti ini.
Ini akan menjadi terakhir kalinya kau menikmati perut babi Korea.
Isi perutmu sampai kau penuh.
Apakah kau mendapatkan uang dari tempat lain?
Aku baru saja mau memulai melupakan bagaimana bentuk daging.
Aku hanya ingin mentraktirmu makan daging.
Aku mengambil simpananku.
Simpananan kesayanganku yang begitu kuhargai.
Ran!
Ayo sini dan makan ini. Kau takkan bisa makan ini di Inggris.
Kejar dia. Cepat!
Ran,
Ada apa lagi kali ini?
Apa kau menangis?
Tidak.
Tidak ada apa-apa. Jangan khawatir.
Bagaimana kau bisa menangis kalau memang tidak ada apa-apa?
Matamu merah karena kau memang menangis.
Terima kasih ya, Ho Gee!
Terima kasih karena kau,
Akhirnya aku sadar.
Pasti berat untuk memiliki pasangan seperti aku.
Maksudku...jika kau membicarakan tentang apa yang terjadi kemarin,
Aku minta maaf.
Aku agak kasar.
Aku benar-benar bodoh.
Tidak, sama sekali tidak.
Kau tak perlu berkata seperti itu.
Mungkin kau memang benar.
Aku akan bekerja keras.
Aku akan berusaha dan fokus untuk menari saja.
Jadi,
Kau maukan tetap menjadi pasanganku?
Aku akan latihan dengan keras supaya tidak menghalangi jerih payahmu.
Aku akan ke Inggris.
Tidak,
Aku ingin pergi.
Aku akan berusaha keras disana.
Kau mau pergi bersamaku kan?
No comments yet. Be the first to leave one.