The first 200 lines.
"Musim Dingin Berakhir, dan Musim Semi Datang"
Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu.
Sudah lama kita tidak melihatnya.
Mari kita sambut Han Jeong Sik.
Tidak, itu bukan namaku. - Selamat datang kembali.
Pak Han Jeong Sik. - Tidak.
"Mereka ingin memberi Henry nama Korea kali terakhir"
"Memberikan nama Korea untuk Henry"
"Jeong Sik terdengar cocok dengan Henry"
"Dia menyukai Korea"
"Bagaimana dengan Han Jeong Sik?"
"Henry dijuluki Han Jeong Sik"
Astaga. Aku setuju.
Tentu saja, itu nama yang bagus. - Benar.
Semuanya, lama tidak bertemu. Aku Han Jeong Sik.
Dia menyetujui dengan cepat.
Hanya dia yang bisa berbahasa Inggris dengan Henry.
Itulah Do Yeon.
Baiklah. - Bicara bahasa Inggris dengannya.
Bicara bebas. - Benar.
Sudah lama sekali. - Sudah lama tidak bertemu.
Kamu merindukanku? - Aku Nona Jang.
Aku Nona Jang. Kamu Mist Lau.
Aku salah mengatakannya. Maksudku Pak Lau.
Ini permainan kata.
"Seharusnya permainan kata"
Ini sulit. Aku merindukanmu. - Aku juga merindukanmu.
Aku sangat sedih.
Kenapa?
Karena Na Rae tidak mengundangku.
Ke Pasar Zozina?
"Sedih"
Astaga. Maafkan aku.
Setelah episode Pasar Zozina ditayangkan,
Itu mendapat respons besar. - banyak orang mengirimiku pesan.
Soo Hyang dan Sandara berkontribusi pada kualitas tinggi pasar itu
dengan menyumbangkan barang-barang mereka dengan sistem konsinyasi.
Mereka ingin aku menyumbangkan uangnya ke pihak yang membutuhkan.
Jadi, aku sudah menyumbangkan uangnya ke pihak yang membutuhkan.
Kalian berdua akan diberkati. Terima kasih banyak.
Mereka baik sekali.
Kurasa kita harus membuka
pasar loak sendiri. - Mari kita lakukan itu.
Kuharap kita membuka pasar loak.
Benar. - Aku penasaran barang kalian.
Kamu tahu? Jae Gyun meneleponku.
Dia ingin menyumbangkan sepatunya yang terlalu besar untuknya.
Do Yeon akan jadi yang pertama membelinya.
Benar. Sepatunya akan sempurna untukku.
Seberapa besar kakimu? Ukuran 44?
Benarkah? - Itu akan pas untukku.
Benarkah? - Apa ukurannya sungguh 44?
"Rumor tentang ukuran sepatunya muncul"
Apa terlihat seperti ukuran 44? - Astaga.
Dia hanya katakan itu untuk acara. - Apa?
Tidak!
"Ukuran kaki Sung Hoon dan Do Yeon hampir sama"
"Tidak!"
Tidak, berapa ukuranmu? - Ukuranku 44.
Tidak, aku bercanda. - Tunggu. Kaki mereka mirip.
Tangannya juga besar.
Besar? Sama sekali tidak besar. Kita semua punya tangan sebesar ini.
"Tertawa"
Musim Semi Bintang Besar. - Astaga.
Cuacanya bagus belakangan ini. - Astaga, ini musim semi.
Udaranya juga bagus belakangan ini.
"Menggaruk"
"Kapten Bodoh tampak seperti orang bodoh pagi ini"
"Menguap"
"Menguap"
Astaga. - Pria tua.
Itu menguap yang menyegarkan.
"Si Eon berjalan ke dapur setelah menguap lebar"
Apa yang dia makan? - Apa yang dia ambil?
Karena aku makin tua,
aku minum obat nutrisi. - Kamu minum obat?
Benar. - Kotak ini bagus sekali.
Bagus untuk menyimpan pil.
"Lalu Si Eon mengambil sesuatu dari gudang"
Jadi, dia juga minum protein. - Protein juga?
Si Eon kini menjadi pria yang berbeda.
Dia berhenti merokok dan tidak banyak minum.
"Si Eon membuat minuman protein"
"Menggoyang"
"Mengerang"
Astaga. - Bintang Besar kita.
Itu gambar yang bagus.
"Si Eon meminum pil itu"
"Setumpuk pil"
"Mengambil semuanya"
"Dia meminum semua pil nutrisi dan minuman protein"
Tahun depan usiaku 40 tahun.
Aku minum vitamin D, magnesium,
Omega-3,
dan probiotik.
"Ada satu hal lagi"
Lalu ada hal ini. Itu disebut...
Propolis?
"Dia kebingungan dengan ini saat melakukan pemeriksaan medis"
"Dia salah mengucapkan kata propofol"
Propolis.
Aku masih bingung dengan dua kata itu.
"Setelah meminum semua pil"
Aku harus mandi.
"Si Eon mencoba terlihat normal sebelum pergi"
"Dia mandi dengan bersih"
Kamu mencuci wajahmu juga?
Ya. - "Kamu mencuci wajahmu juga?"
Astaga.
Tunggu. Bukan itu maksudku.
"Aku mencuci wajahku pagi ini"
"Si Eon siap untuk pergi"
Dia mengendarai sepedanya.
"Si Eon sedang dalam perjalanan dengan sepedanya"
"Melaju"
"Dia mengendarai sepedanya tanpa henti"
Cuaca dan udaranya bagus belakangan ini.
Cuacanya sempurna untuk itu. - Ya.
"Bersemangat"
Itu lingkunganmu. - Astaga, kaus kakinya.
Mencolok sekali.
"Ini cuaca yang sempurna untuk bersepeda"
Astaga, cuacanya luar biasa.
Udara sangat bersih belakangan ini.
"Dengan burung-burung yang tenang"
"Dan padang yang siap menyambut musim semi"
Astaga, itu bagus.
Aku datang ke sini tiap hari. Terasa nyaman tiap kali di sini.
"Ini sebabnya kamu naik sepeda"
"Si Eon mengendarai sepedanya tanpa henti"
"Di sinilah yang dia capai saat menaiki sepedanya di tepi sungai"
Tampak jauh dari tempatmu. - Biar kuberi tahu tempatnya.
Di dekat Jembatan Jamsu.
"Dia berhenti saat ini"
Astaga, panas.
"Dia masuk ke toserba untuk lari dari cuaca panas"
Aku penggemarmu. - Terima kasih.
Kamu tampan.
"Terlihat tidak asing"
Di sanalah Hwasa pergi.
Benar. Itu tempat yang sama.
"Saat fajar di Sungai Han"
Astaga.
"Sosis dengan ramyeon"
"Pangsit"
"Susu pisang"
"Di sanalah Avengers camilan Hwasa lahir"
"Dia meniru apa yang dilakukan Hwasa"
Dasar peniru! Dia meniru Hwasa.
"Berita ini tersebar di media sosial"
"Melihat sekeliling"
Apa dia mencari kursi yang diduduki Hwasa?
Aku hanya mencoba mencarinya. - Seperti Tur Hwasa.
Kamu sedang ziarah. - Ziarah Hwasa.
Kenapa kamu tidak memakai wig dan ke sana dengan gaunnya?
"Dia ahli permainan kostum Hwasa"
"Di sini?"
"Si Eon melihat bangku tempat Hwasa duduk untuk makan"
Dia berjalan begitu jauh.
Pasti ini. - Aku tahu apa maksudnya.
Semua akan terasa enak jika kamu meniru Hwasa.
"Dia duduk di bangku yang sama"
"Sangat puas"
Apa yang dia beli? - Benar.
Aku hanya membeli beberapa barang. - Apa yang ada di dalam kantong itu?
"Camilan apa yang kamu beli?"
Aku membeli minuman olahraga dan pai.
"Minuman olahraga, pai cokelat, susu stroberi"
Susu stroberi.
Lalu aku membeli nasi kepal segitiga.
Astaga, apa mereka cocok?
Kedengarannya aneh. - Aku tidak bisa makan nasi dan susu
Dia tidak memikirkan bagaimana rasanya. Dia hanya membelinya.
Aku tidak ingin membuat tempat duduk itu menjadi populer.
Hanya untuk berjaga-jaga... - Kamu tidak mau itu tersebar.
"Hanya aku yang akan memakannya"
"Dia tidak perlu mengkhawatirkan soal camilan"
"Dia membuka nasi kepal segitiga"
"Mari kita nikmati"
"Kita tidak sabar mendengar bagaimana dia jelaskan makanannya"
"Kerutan Kebenaran"
Mereka makan dengan lahap. - Mereka yang terbaik.
"Penuh seruan"
"Bagaimana Si Eon akan bereaksi pada pilihan camilannya sendiri?"
Astaga, ini lezat.
Sama sekali tidak tampak lezat. - Astaga.
"Dia menikmati santapannya di sana"
Itu sangat enak, bukan?
Sangat lezat hingga aku hampir pingsan.
"Berikutnya, pai cokelat"
Dia akan menikmati ini. - Tentu saja, ini pasti lezat.
"Dia mencicipinya"
"Mengerang"
"Mengerutkan dahi"
Kenapa kamu memakannya seperti itu?
Kenapa kamu cemberut?
Bagaimana kelihatannya saat kamu melihat dirimu makan?
Apa itu bagus? - Sepertinya aku menikmatinya.
Sepertinya aku menikmatinya.
Kamu hanya makan untuk hidup.
No comments yet. Be the first to leave one.