Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E42-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 01:06:44

Tags

other
Published on: 2023-08-14
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Halo?

Ini Pusat Bantuan Keluarga Orang Hilang.

Apa ini cucu Bu Eun Geum-Sil?

Ya, benar.

Kami menghubungimu karena hasil registrasi genetik telah keluar.

Kami menemukan seseorang yang cocok dengan gen Eun Geum-Sil.

Sungguh?

Dia berkata jika namanya saat di kandungan adalah Ddalgi.

Kalian sudah menemukan Ddalgi?

Hei.

Tidakkah dia akan menghubungimu lagi untuk memintamu menyerahkan anakmu lagi?

Kupikir juga begitu, kita harus bergerak lebih cepat.

Apakah itu Direktur Kim?

Bukan dia.

Nenek, mari ikut aku sebentar. Ada yang ingin kukatakan padamu.

Kenapa? Kepadaku?

Apa itu dari polisi?

Apa karena pria bernama Kim Joon-Ha itu mereka memanggilku?

Bukan karena itu.

Lalu mengapa?

Lalu mengapa kau mencariku?

Ada apa?

- Astaga. - Hati-hati.

Baiklah.

Nenek, silakan minum ini terlebih dahulu.

Tidak, sebenarnya apa yang terjadi, Tae-Kyung?

Aku akan mengatakannya jika Nenek meminum ini.

Apa?

Aku sudah meminumnya. Apa kamu puas?

Berhentilah menahan diri dan katakan padaku dengan cepat.

Baru saja,

ada telepon dari pusat bantuan keluarga orang hilang.

Lalu bagaimana kata mereka? Apa tidak ada?

Sudah kukira pasti seperti itu.

Tidak mudah untuk menemukan Ddalgi.

Astaga, dia pasti membenci ibunya karena telah menelantarkannya.

Tidak apa jika kamu tidak menemukannya. Kamu sudah berusaha semampumu.

Mereka menemukan orang yang mengaku sebagai putrinya Ddalgi.

Putrinya Ddalgi?

Apa maksudmu?

Apa artinya mereka telah menemukan Ddalgi?

- Benar. - Lalu di mana dia?

- Itu... - Tae-Kyung.

Nenek, untuk itu...

Ya, apakah...

Mereka berkata dia telah meninggal.

Sekitar 20 tahun yang lalu.

Ada apa dengan Ibu dan Tae-Kyung?

Sepertinya itu benar telepon dari Direktur Kim, Ayah.

Ibu, ini aku.

Apa aku boleh bertanya tentang apa yang sedang terjadi?

Tidak, ini bukan apa-apa.

Kami akan segera keluar.

Apa Nenek tidak apa-apa?

Apa yang terjadi?

Mengapa dia bisa meninggal?

Aku tidak mengetahui sampai sejauh itu.

Surat kematiannya pun,

sudah dikonfirmasi.

Kematiannya sudah dikonfirmasi.

Nenek.

Astaga. Keluarlah.

Jangan bicarakan ini pada anggota keluarga.

Nenek tidak boleh sendirian di saat ini.

Aku sudah bilang dia pasti sudah meninggal.

Aku hanya ingin mengetahui kebenarannya.

Karena aku tidak apa, kamu bisa keluar.

Kumohon tinggalkan aku sendiri.

Teleponlah aku walau itu di dini hari.

Aku akan segera menemuimu.

Aku ingin berbaring sebentar. Matikan lampu dan keluarlah.

Apa yang terjadi, Tae-Kyung?

Apa tadi bukan telepon dari polisi?

Benar, itu telepon dari polisi.

Bukankah semuanya sudah beres?

Mereka menelepon untuk mengonfirmasi beberapa hal untuk membuat laporan.

Karena aku takut Nenek malu, jadi aku bawa Nenek ke dalam kamar.

Astaga, kupikir apa lagi yang terjadi.

Aku berkata pada Nenek untuk tak melakukan hal seperti itu lagi pada bedebah itu.

Dia juga pernah bertengkar dengan bedebah itu sebelumnya.

Kerja bagus.

Aku tak tahu bagaimana Direktur Kim nantinya,

tapi Ibu juga harus berhati-hati.

Sayang, ayo kita temui Nenek.

Baiklah, ayo.

Nenek sepertinya sedang tidur karena kelelahan.

Aku pun keluar setelah mematikan lampu.

Tentu saja Nenek lelah, beliau bahkan pergi ke kantor polisi.

Dia pasti kelelahan.

Bagaimanapun, karena Direktur Kim, seluruh keluarga kita mengalami kesulitan.

Kalian pulang dan istirahatlah. Biar kami yang menjaga Nenek.

Baiklah, Ibu.

Bayiku yang malang.

Rupanya kamu pergi sebelum ibumu ini.

Astaga.

Ya ampun.

Selamat jalan, Putriku.

Ddalgi.

Selamat jalan.

Apa Ha-Neul sudah tidur?

Ya.

Namun, kapan Nenek dan Kim Joon-Ha bertengkar lagi?

Kemarin pagi.

Keduanya datang pada waktu yang sama dan akhirnya bertemu.

Kamu tidak perlu khawatir.

Karena Nenek sudah mengusir Kim Joon-Ha.

Ya ampun.

Aku sangat berterima kasih kepada Nenek.

Benar juga!

Kenapa tadi kantor polisi menelepon lagi?

Bukankah semua itu sudah selesai tadi siang di kantor polisi?

Itu bukan telepon dari kantor polisi rupanya.

Apa ada hal yang terjadi pada Nenek?

Ada apa, Tae-Kyung? Apa ada masalah yang serius?

Nanti, nenek pasti akan memberitahukannya.

Sampai saat itu kita harus menunggunya.

Baiklah, aku mengerti.

- Bersulang! - Bersulang!

Tidak ada maksud lain.

Aku hanya ingin memperhatikannya dari jauh.

Hanya itu.

Aku sungguh hanya akan melihatnya.

Aku tidak akan berkata bahwa akulah ibunya.

Ayo bersulang sekali lagi!

Astaga.

Kupikir semua sudah selesai setelah aku bergabung dengan perusahaan.

Namun, setelah bergabung aku justru ingin keluar.

Benar juga, apa ada yang bermain golf?

- Ayo kita melepas stres di akhir pekan! - Ide bagus.

Dong-Wook, apa kamu bisa bermain golf?

Aku tidak tertarik dengan golf.

Di akhir pekan juga aku harus mengasuh anakku.

Anak?

- Kamu tinggal dengan keponakanmu? - Tidak.

Itu putriku. Dia sudah kelas satu SD.

Apa? Putrimu sudah SD?

- Kamu sudah menikah? - Belum.

Dia tidak memiliki ibu.

Aku membesarkannya sendiri.

Oh Dong-Wook, kamu di mana?

Pekerjaanku baru saja selesai.

Aku merindukanmu.

- Gong Yoo-Myung! - Astaga!

- Kamu mengagetkanku! - Memangnya kamu saja yang bisa bercanda?

Duduklah!

Apa yang kamu pikirkan sampai kamu seperti itu?

Ya?

Itu...

...soal golf.

Golf?

Para rekanku ingin bermain golf bersama,

tapi aku tidak tertarik,

dan menurutku itu tidak menyenangkan.

Apa ini? Apa sekarang pacarku sedang putus asa hanya karena golf?

Ini tidak bisa dibiarkan. Kosongkan waktumu akhir pekan ini.

Aku akan mengajarimu.

Kamu tidak sedang memikirkan tentang golf, 'kan?

Yoo-Myung.

Bukankah kamu berteman baik dengan Soo-Gyeom?

Apa Soo-Gyeom pernah bercerita mengenai ibu padamu?

Cerita tentang ibunya?

Katakanlah sejujurnya.

Ibu Soo-Gyeom masih hidup dan belum meninggal, 'kan?

Apa?

Kamu memberitahu Soo-Gyeom kebohongan yang sangat jelas...

...tentang ibunya yang sudah meninggal.

Astaga, kamu sangat tidak mengenal anakmu.

Soo-Gyeom sudah menyadarinya rupanya.

Namun, mengapa kamu menanyakannya?

Hanya ingin saja.

Aku tiba-tiba penasaran akan hal itu.

Apa mungkin kamu sudah bertemu dengan ibunya Soo-Gyeom lagi?

Tidak!

Ini karena tadi saat aku minum-minum topik mengenai Soo-Gyeom muncul.

Hanya itu. Sungguh.

Baiklah, kalau begitu bayar jawabanku.

Apa karena aku dia sakit?

Apa itu Kim Joon-Ha?

Bagaimanapun dia sudah melapor sebagai ayah kandung dari Ha-Neul,

ke depannya dia akan banyak berhubungan dengan kita.

Karena aku tidak apa-apa,

terima saja teleponnya.

Baiklah, aku akan berbicara padanya seperlunya.

- Ada apa lagi? - Apa Ha-Neul sudah tidur?

Ya, memangnya kenapa?

Apa aku membuatnya tidak nyaman karena itu dia sakit?

Itu karena dia sedikit terkejut jadi kamu tidak perlu khawatir.

Syukurlah.

Aku membuat kesalahan hari ini karena ini pertama kalinya untukku.

Berikanlah aku kesempatan sekali lagi.

Sudah terlambat.

Walau aku sudah mengatakannya juga tadi siang, katakanlah setelah kamu siap.

Aku juga ayah Ha-Neul!

Memangnya siapa yang langsung mahir di percobaan pertamanya?

Aku bingung karena aku tidak tahu aku akan bertemu dengannya.

- Bukan karena aku tidak mau. - Astaga.

Apa kamu sedang minum-minum?

Apa katamu?

Itu...

Aku tidak terlalu banyak minum.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left