The first 189 lines.
Please do NOT hardsub and/or stream this episode
Bisakah kau memainkan lagu lain untuk ku dengar?
Cuma 5 nyang? Anda mau mendengar lagu seharga 5 nyang?
Cuma 5 nyang…..
5 nyang ini segalanya bagiku.
Apa yang anda lakukan?
Sampai besok, tanganku ini tidak akan ada.
5 nyang ini, penjualan terakhir lukisan yang kubuat dengan tanganku ini.
Dari penjualan itu..
aku ingin menghabiskan malam terakhirku, ditemani dengan suara gayageummu bersama-sama.
Mengapa anda tahu sebelumnya kalau bencana seperti itu dapat terjadi? Maksudku pada Guru anda.
Songseungnim?
Ah! Maksudmu Dan Won songsaeng….ada alasannya.
Memandang dari situ, menjual lukisan cabul di pasar...
tanpa tau konsekuensinya? Dan menciptakan kekacauan pada Dohwaseo.
Meskipun begitu,
Saya telah bertemu anda sebelumnya dan mendengar anda mengatakan bahwa mungkin ada suatu keinginan...
Keinginan?
Keinginan, dengan segala cara, beliau mungkin ingin melindungi anda.
Melindungi?
Mungkin, kata-kata yang beliau ucapkan kepada anda yang seperti itu merupakan harapan terakhir dari seorang Guru.
Harapan?
Episode 3 Hukuman menghancurkan tangan (sequel)
Bunuh dia! Bunuh dia!
Tidak!!!!
Bunuh dia!!!!
Tidak!!!
Tidak!!!!!!!
Makanlah.
Sejak kehadiran anda di sini, kualitas hidangan telah meningkat.
Orrabunim, anda benar-benar!!!!
Kabur? Bagaimana, apa seperti pesta kekaisaran?
Oh! Ya.
Kau sudah buat keputusannya?
Apapun itu, hanya akan ada harapan jika kau bisa terus hidup.
Makanlah, setelah itu, pikirkan dengan sungguh-sungguh.
Jangan biarkan imajinasi lari dari kenyataan.
Jung Suk!
Ya.
Bisakah kau membantuku menjalankan tugas untukku?
Tugas apa?
Mungkin, kata-kata yang beliau ucapkan kepada anda seperti itu merupakan harapan terakhir dari seorang Guru.
Hwagung, kalau sudah bangun, sarapanlah.
Ada apa?
Entahlah.
Bulu memetik membumbung tak berujung, menjentikkan senar,
musik tak pernah menyusut. Tak akan pernah berhenti dalam mimpi.
Kalau sudah begini, anak yang melukis bisa kehilangan hak untuk menggunakan tangannya.
Apakah itu artinya aku harus melepaskan posisiku sebagai anggota Biro Lukis Kerajaan.
Chona! Hwasa Kim Hong Do ingin bertemu dengan anda.
Masuk.
Ya.
Hari ini?
Ya? Hari ini ritual upacara berakhir, Dohwaseo akan melaksanakan hukuman penghancuran tangan.
Jika waktu dapat berhenti, pasti ia ingin dan berharap dapat menjaga orang ini di hati.
Lukisan ini jelas dan berbeda, memberikan perasaan yang sama.
Sebenarnya siapa orang yang melukis ini?
Pada saat ini, ia hanyalah salah satu dari murid Dohwaseo.
Hanya seorang murid?
Murid ini mulai dari sekarang dan di masa depan tak akan pernah bisa mengangkat kuasnya untuk melukis lagi.
Garisannya halus melebihi keindahan.
Gerakan sapuan kuasnya yang cair, juga menyisakan rasa sakit yang tiada henti menderita rindu tiada habisnya.
Tidakkah itu memenuhi syarat sebagai lukisan yang bagus.
Ini...surga yang tidak adil.
Surga yang tidak adil bagi mereka yang berbakat secara alami.
Namun, untuk mengubah pikiran Ibu Suri sudah terlambat.
Meskipun sudah terlambat, namun Shin tidak ingin menyerah untuk murid ini.
Bolehkah aku bertanya apa yang ingin MaMa lakukan hari ini?
Hari ini saya ingin pergi ke gunung untuk mengakhiri upacara ritual.
"Hare Me" (Nenek)mu ingin menyelesaikan & mengakhiri apa yang telah ku lacak & tangkap beberapa hari belakangan ini.
Tarik...pelan-pelan.
Yoonbok! Yoonbok! Dari mana saja kau?
Minum ini.
Aku tidak tau kau akan kembali.
Karna aku yang melukisnya, aku yang akan bertanggung jawab.
Hukuman menghancurkan tangan akan segera di mulai.
Sekarang apa yang mesti kulakukan?
Apapun itu, bagi Dan Won, itu tak membawa atau memberi keuntungan sedikitpun.
Terlepas dari itu, apakah tangannya sendiri atau tangan murid kesayangannya.
Dan Won tidak akan mudah menyerah begitu saja. Dia pasti akan mencari jalan alternatif lainnya.
Apakah ini sangat menarik? Ini pertarungan antara 2 orang berbakat.
Orrishin, sepertinya pengetahuan anda mengenai orang-orang itu baik sekali.
Iyakah? Hanya menyinggungnya sebentar.
Di siang hari nanti di jalanan pasar, kau akan melihat seorang murid muncul, kau hanya perlu membantuku mengatakan ini padanya.
Permisi, Boleh aku bertanya, apakah Dan Won Seongsaeng mengirim anda untuk datang ke sini.
Ya benar, lalu...
Baguslah anda datang. Bawalah surat ini dan pergilah ke bawah jembatan Gwangdo dan temukan Tuan Gong.
Er! Itu yang dia bilang?
Ya, harap cepatlah pergi, kata Orrabunim untuk tidak berhenti sejenak pun.
Orrabunim?
Ya, Dan Won Orrabunim kami.
Ah! Anda dari 'rumah tangga' Dan Won Seongsaeng
'Rumah tangga'?
Tidak..tidak..belum. Apapun itu, Orrabunim meminta anda untuk segera pergi. Tolong cepatlah pergi.
Ya, aku tau.
Cepat, naik.
Hei? Ini…
Dengar baik-baik Hwagung, saat kau sudah sampai Pyongyang, cari Tuan Gua. Mengerti?
Pyongyang, Tuan Gua?
Pegangan yang erat, kuda ini bisa berlari 1000 mil sehari.
Hei…..Arrgggh! Ini…
Kau sudah menemukan pelakunya?
Ya, sudah.
Ya.
Bagus. Tidak peduli apakah kau telah menemukannya atau tidak, hari ini...
harus ada tangan yang di lumpuhkan, bukan?
Sepertinya kau sangat tertarik dengan hal ini.
Tentu, ini menarik. Sangat menarik.
Lalu, siapa sebenarnya dia?
Sekarang, tak bisakah kau benar-benar merasakannya? Tangan siapa yang harus dilumpuhkan?
Atau, melumpuhkan tanganmu sendiri
Sepertinya kau tidak akan menyurutkan minatmu, aku tidak akan khawatir. Aku sangat berterimakasih.
Berlutut!!! Membungkuk!!! Bangkit!!!!
Nyalakan api
Setelah alat hukumannya keluar, alat itu perlu mengambil darah seseorang.
Mungkin, kata-kata yang beliau ucapkan kepada anda yang seperti itu merupakan harapan terakhir dari seorang Guru.
Berdiri dengan tenang.
Yoonbok, dia keluar lagi?
Eh! Dia bilang keluar sebentar.
Semalam dia tak kembali, sepertinya dia di “Kei Wyol Ru” sudah menggadaikan jiwanya.
Kei Wyol Ru?
Benarkah, artinya dia bersama seorang wanita, bermain (hal menyenangkan) sampai melakukan hal ekstrim
Sekarang, apakah "buatan manusia"itu telah selesai?
Ayo.
Chona! Utusan Dinasti Qing menunggu di luar untuk mencari hadirin anda.
Apa kegiatan Ratu Suri sekarang?
Halaman tengah Dohwaseo sudah dijadikan tempat untuk menghancurkan tangan.
Benarkah?
Shin (“Aku”) tidak ingin menyerah untuk murid ini.
Tidak mau menyerah...
Chona! Sudah larut. Jika tidak dilakukan sekarang...
Tunggu!!!!
Tahun ini selama 2 bulan telah terjadi upacara ritual.
Chusan Chona sendiri yang secara pribadi melakukan upacara ritual.
Unsur yang keterlaluan itu telah dicari dan ditemukan.
Ketika waktunya menjadi murni dan bersih, Keluarga Kerajaan Dohwaseo malah menemukan lukisan Chun Hwa.
Karena tidak berhati-hati, diperlukan untuk menghukum pelakunya.
Berdasar keputusan, Kim Hong Do dari Dohwaseo..
Yang melakukan penyelidikan untuk menemukan murid yang menggambar lukisan itu agar dapat menenangkan langit dan bumi atas masalah tersebut.
Hwawon Kim Hong Do, silahkan maju.
Dan Won songseungnim…dia
Bukankah aku sudah memberitahumu tentang hal ini sebelumnya, yang membuat kita semua berada di bawah pengawasan.
Akan di mulai.
Ini pertama kalinya kau mengenalnya?
Hwawon Kim Hong Do, kau sudah menemukan pelakunya?
Siapa? Pelakunya..
Awas!!!!
Siapa?
Pelakunya, belum ku temukan.
Aku malu pada Chusan Chona dan semua dewan senior di Dohwaseo, yang memberikan kepercayaannya padaku, yang telah kukecewakan.
Apapun itu, aku akan menerima hukumannya, aku tidak akan berkata apapun.
Tahukan kau apa yang akan terjadi?
Kalau kau tidak bisa menemukan pelakunya, kau harus menerima hukumannya...
Dengan kata lain bahwa tangan anda sendiri lah yang akan dilumpuhkan.
Yi Pan Orrishin (Menteri Seni).
Dia hanya siswa muda yang bercita-cita menjadi seniman.
Apabila Dohwaseo memunculkan lukisan semacam itu, itu kesalahan si murid...
lalu tidak memberikan bimbingan yang tepat pada murid adalah kesalahan dari Biro murid itu sendiri.
Sebagai sunbae di Dohwaseo, hukuman ini biar aku saja yang menerimanya.
Silahkan terima permintaanku.
Kau tidak sanggup menemukan pelakunya…
Semua dengar baik-baik, Hwawon Kim Hong Do membuat gangguan terhadap prinsip-prinsip Dohwaseo
dan tidak dapat menemukan murid yang mencemari susila ritual upacara,
sesuai persetujuan hukum adat, dia yang akan menggantikan hukuman si pelaku.
Hwawon Kim Hong Do, dijatuhi hukuman menghancurkan tangan.
Ya.
Mulai!
Berhenti!!!!!!
Songseungnim!!!!!
Songseungnim!!!!
Kenapa kau nekat, songseungnim? Songseungnim!!!!!
Songseungnim, apa yang akan terjadi?!
Bebaskan dia, songseungnim.
Lepaskan...lepaskan!!!!!
Beraninya kau, di acara kehadiran Ratu Suri membuat kegaduhan?
Ada yang ingin ku katakan!
Murid…yang melukis...lukisan itu..
Aku!!!!
Aku. Orang yang melukis lukisan itu.
Tidak. Aku. Itu lukisanku.
Tidak. Itu aku, karna dia mau melindungiku makanya dia berkata bohong.
Hyung!!!!
Itu lukisanku, silahkan bunuh aku.
Itu lukisanku…
Bukan..itu milikku.
Bukan...itu milikku.
Itu milikku.
Jangan begitu, Hyung. Bukan. Aku pelakunya.
Itu aku.
No comments yet. Be the first to leave one.