Under the Mountain

Under the Mountain

Download Indonesian Subtitle

Release info

UTM 2009 DVDRip XviD alblacknred
A Commentary by alblacknred
http://gallerycomputerkarawang.blogspot.com

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
XviD
Published on: 2010-07-21
Downloads: 45
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

GALLERY COMPUTER menerima cash n credit -computer -notebook/laptop dan menerima; service computer laptop printer/fax

-- GALLERY net -- warnet with high speed connection

- Red Music Studio N Accessories - studio music dan berbagai macam asesoris

Tak jauh lagi.

Tetap bersama!

Apa itu?

Johan!

Johan! Tuan Jones, tolong kami.

Mohon.

Mohon tolong kami!

Tidak.

Theo di sebelah kiri. Dia menjauh.

Tidak.

Kau akan mati kalau lakukan itu.

Mobil polisi.

Polisi? Kenapa ada mobil polisi disana?

Dimana mobil Ibu?

- Aku takut. - Rachel.

Ada sedikit formalitas yang harus kita lalui.

Rachel, telah terjadi kecelakaan.

Yaitu Ibu.

Rachel... Rachel...

Ayah menangis.

Theo, telah terjadi kecelakaan.

Tidak... Tidak...

Theo, tolong, aku butuh kau.

Tidak, aku tak bisa.

Theo, kau disana, kau disana?

Di sebelah kiri, ada Bukit One Tree, dulu dikenal sebagai Maungakiekie Pa.

Salah satu dari hampir 50 gunung berapi yang Kota Auckland dibangun diatasnya.

- Biar kulihat. - Minggir.

Dimana dia?

Maaf.

Maaf.

Maaf.

Kau lihat handphone ku? Apa tadi aku bawa?

Jam berapa?

- Maaf sedikit terlambat. - Tidak apa-apa.

- Bagaimana kabarnya? - Senang sekali bertemu kalian.

Cupangnya bagus.

Ayahmu, dia baik-baik saja, kan?

Ya. Dia hanya perlu waktu.

Dia mengalami krisis mental yang parah.

Sungguh hebat bisa beritahu orang-orang.

Itu benar.

Halo, kalian berdua. Senang bertemu kalian.

Halo.

Selamat datang.

Tempat yang keren.

Kalau kau mau hidup di sebuah bunker beton?

Tak ada yang memaksamu.

Kamar Ricky di ujung sana.

Dan kau disini.

Ranjang susun.

- Kau mirip sekali dengan Ibumu. - Aku tahu.

Aku biarkan kau bereskan barangmu.

Lihat gunung-gunung berapi dalam perjalanan kemari?

Apakah berbahaya?

Hanya ketika meletus.

Tapi itu tak terjadi sejak beberapa ratus tahun belakangan ini.

Aku ingin pergi melihatnya.

Tak perlu jauh-jauh.

Kau tepat di ujung salah satunya.

- Danau itu? - Itu sebuah danau.

Bau apa itu? Seperti kubis busuk.

Aku tak mencium apapun.

Pantai itu terletak hanya setelah jalanan, tapi agak dingin untuk berenang.

Mendekat saja ke api nya.

Mereka ada dibawah rumah, mengelilingi belakang.

Tunjukkan mereka.

Kapan kita bertemu wanita ini. Siapa namanya? Tangerine?

Clementine.

- Ada apa dengan rumah tua itu? - Rumah Si Wilberforce?

- Wilberforce? - Mereka orang-orang aneh.

Tidak, cuma mereka memang tertutup.

Aku melihatnya duduk di tepi danau, pukul 2 dini hari.

Orang tua memang punya masalah tidur.

Kau tahu.

- Dulu itu adalah rumah pemakaman. - Richard!

Siapa yang bilang?

Jujur saja!

Mobilnya memang terlihat seperti mobil jenazah.

Aku bertaruh rumah itu penuh dengan mayat.

Mungkin ada otopsi, pengawetan mayat dan semacamnya.

Diam, Theo.

Kau mungkin di balsem jika dia menangkapmu.

Diam.

Oh Tuhan. Ada satu lagi.

Janganlah rebutan sembunyi di kolong meja.

Mengagumkan.

Itu pasti 3.5 bahkan 4 skala Richter.

Sungguh?

Kami telah mengalaminya berbulan-bulan.

Semalam penduduk Auckland berusaha berlindung dari

serangkaian gempa bumi ringan di wilayah tersebut.

Lembaga Riset Gempa hari ini mengatakan bahwa gempa tersebut...

bukan indikasi dari aktivitas vulkanik dan tak perlu dikuatirkan.

Itu Bukit One Tree. Itu Gunung...

Krakatau, Gunung Vesuvius.

Gunung Etna, North Head...

Dan Rangitoto, disana.

- Dulu aku kira hawanya hangat. - Ya, tak begitu. Tidak.

Aku mau pergi melihat-lihat kawah.

Satunya lagi.

Apa dia baik-baik saja?

Aku tak dapat mengerti dirinya.

Seakan-akan dia ada di planet lain.

Lanjutkan perjalananmu, nak.

"Langit-Langit Berdarah".

Aku tahu. Maafkan aku.

Aku tak bisa.

Aku mesti mengantar sepupuku berkeliling.

Aku tahu. Aku juga ingin. Aku janji.

Theo?

Langit-Langit Berdarah.

Paman Cliff...

ini menjijikkan.

Kau akan lihat. Mereka suka itu.

Dapat sesuatu.

- Bagaimana penampilanku? - Ya, kau luar biasa. Stellar.

Kau cium bau itu?

Bau yang sama seperti di danau.

Baunya menyengat.

Itu mobil jenazah.

Pasti mereka. Para Wilberforce.

Jangan dibuka.

Theo!

Apa itu?

Jorok.

Apa yang mereka lakukan disini?

Theo, apa mereka mengawasi kita?

Theo!

Kenapa pintumu tak terkunci?

Jangan nyalakan lampu, Ricky.

Menikmati pemandangan?

Tolonglah...

Kau...

cari aku saat liburan sekolah usai.

SMS aku?

Terima kasih banyak, Theo.

Dia pacarmu?

- Kau sudah...? - Tidak.

Menurutmu mereka ada dirumah?

Theo, Itu cuma rumah tua yang mengerikan.

- Kenapa kita tak memeriksanya saja? - Tak mungkin.

- Mengapa tidak? - Karena itu rumah tua yang mengerikan.

Jangan salahkan aku jika Wilberforce tua menyimpan senapan di kolong ranjang.

Theo! Jangan masuk kesana.

Aku bisa lakukan sesukaku.

Gargantua.

Ayo.

Mereka mengguncang bumi.

Gargantua itu segera bebas.

Apa itu?

Aku pernah cium bau mereka. Di danau. Kembar.

Apakah si pembangkit-api tahu?

Si pembangkit-api mengawasi pegunungan, tapi apinya sekarat.

Dan jika si kembar menemukan si pembangkit-api?

Maka kita buat mereka mati.

Segera, kita buat mereka semua mati.

- Mereka sudah pergi? - Ya. Kebawah lubang itu.

Ayolah.

Ayo kita pergi.

Kita mesti pergi.

Jalur ini tembus kemana?

Ayo!

Lihat!

Tak ada yang menyuruhmu ikut.

Kita seharusnya kesana berdua saling menjaga.

Kenapa? Karena Ayah berkata begitu?

- Kita mesti beritahu seseorang. - Tidak.

Tapi mereka mau bunuh kita.

Jadi?

- Kau tak serius kan? - Minggir.

Theo, mohon...

Menyingkir dari kepalaku.

Tinggalkan aku!

Jika kau mau tinggalkan kami. Aku merasa sendirian.

Kami sendirian.

Kami mereka begitu sendirian.

Harus membiasakan.

Itu dia.

Si pembangkit-api.

Bangun. Aku butuh pertolongan.

Sana minggat, Theo.

Apa kata orang-tua mu bila tahu tingkahmu tadi malam?

Aku tak melakukan apapun, terima kasih padamu.

Apa maumu?

Ayolah.

Apa yang kau inginkan, nak?

Itu kau, kan?

- Bukan, kau salah. - Kau si pembangkit-api.

Bukan, namaku Jones.

Tapi mereka memanggilmu itu. Para Wilberforce.

Aku tak tahu orang bernama itu. Dan aku tak kenal kau.

Tunggu! Mereka bilang akan membunuh kami.

Aku dan saudara perempuanku.

Kalian kembar.

Ya.

Dan mereka telah melihatmu, para Wilberforce ini?

More Indonesian subtitles for Under the Mountain

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left