Release info

저녁 같이--드실래요 Dinner-Mate E02 NEXT iQIYI
저녁 같이 드실래요-Would-You-Like-To-Have-Dinner-Together E03-E04 NEXT iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-05-27
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sub bY iQIYI

Astaga, aku lapar.

Mungkin seharusnya kubeli cokelatnya tadi.

Kebetulan sekali.

Berapa harga...

Apa?

Berapa harganya?

Kukira kau sudah pergi.

Kenapa...

Kau mau makan malam denganku?

Kita mau makan apa? Apa yang bisa kita beli?

Kita mau makan apa?

Semua restoran yang kutahu sudah tutup.

Aku akan mencari restoran yang buka.

Banyak restoran di Pulau Jeju buka 24 jam.

Tempat dengan jam kerja terjadwal lebih baik.

Pemilik, koki, dan staf harus beristirahat dengan baik

untuk memasak makanan lezat.

Bicaramu mirip Baek Jong-won.

Ada dua restoran.

Satu restoran menyajikan ikan sea bream panggang.

- Dan - Apa?

yang satunya menyajikan semur abalone.

Yang itu lebih dekat.

Bisakah kau memaafkanku?

Apa?

Astaga. Apa yang kau lakukan?

Maaf, tapi lihatlah ke sana.

Apa?

Tunggu.

Tunggu.

Jangan bilang kau mau makan di sana.

Kau tak lihat mereka akan sajikan menu enak?

Aku tidak tahu soal itu, tapi kita ke restoran dalam ruang saja.

Dalam hal memilih restoran, aku cukup andal.

Percayalah sekali ini saja?

Jika kita mengemudi 1,8 km lagi...

Aku sangat lapar. Perutku sakit sekali.

Permisi!

Siapkan mejanya. Siapkan lagi!

- Tidak, jangan lakukan itu. - Berikan aku makanan!

- Selamat datang. - Kami buka. Halo.

Selamat datang di truk kami. Meja untuk dua orang?

Bu.

Tunggu, dia bukan ibunya.

Astaga. Selamat datang di truk kami. Kalian dari kota.

Apa yang harus kubeli?

Tunggu. Kau sungguh ingin makan di sini?

Tempat ini tak terlihat begitu bersih. Ayo ke tempat lain.

- Aku tak akan menyajikan makanan. - Tunggu.

Maafkan aku.

Kau tidak tahu makin bagus restoran, makin lusuh restoran itu?

Ini seperti restoran semur yang sudah ada selama 50 tahun yang kumuh.

- Itulah suasananya. - Benar.

- Itu suasananya? Itu bagus. - Baiklah.

Sudah berapa lama kalian mengelola truk ini?

Lima tahun?

Sudah lima hari.

- Itu orisinal. - Kami seperti bayi baru lahir.

Ayo pergi. Mengerti? Ayo.

Masalahnya aku harus memilih antara daging babi hitam atau landak laut.

Keduanya tampak enak.

Biar kuberi tahu soal semangkuk nasi dengan daging babi hitam Jeju.

Babi-babi ini dipelihara di area bersih Pulau Jeju.

Saat menggigitnya, kalian akan merasakan kekenyalannya.

Serta sari dari daging akan meledak di mulut kalian.

Benar.

Biar kuberi tahu tentang semangkuk nasi dengan landak laut.

Rasa gurih dan tekstur lembut landak laut akan membungkus lidah.

Begitu mencobanya, kalian tak akan tahu

- Jalan. - apa kalian ada di jalan

atau di atas

- Pulau. - pulau di pesisir pantai.

- Seindah itulah... - Kita memang di pulau.

- Aku menolaknya. Ini memalukan. - Tunggu.

Aku mau semangkuk nasi dengan landak laut.

Pilihan bagus. Pulau ini terkenal dengan itu.

Berikan aku semangkuk nasi dengan daging babi.

Baiklah. Semangkuk nasi dengan daging babi dan satu bibimbap dengan landak laut.

Pilihan yang bagus.

Baiklah. Kalian bisa duduk di sana.

Astaga, aku sakit kepala.

Enak sekali.

Rasa gurih dan tekstur lembut landak laut membungkus lidahku.

Aku bisa merasakan laut dengan ini.

Bagus.

Ini hanya semangkuk nasi. Semuanya sama.

Bagaimana milikmu?

Apa?

- Boleh aku mencobanya? - Ya.

Terima kasih.

Ini juga enak.

[Tapi kenapa dia tidak bertanya kenapa aku kembali?]

[Bukankah normal menanyakan itu begitu aku kembali?]

Aku bisa melihatmu berpikir,

"Kenapa dia tidak bertanya kenapa aku kembali?" Kelihatannya begitu.

Maafkan aku.

Aku tak berpikir begitu.

Aku tidak bertanya karena itu tidak ada gunanya.

Mungkin karena aku tampak menyedihkan.

Bukan begitu.

Aku bisa melihat kau sangat berpendidikan dan dihormati.

Dan sepertinya kau orang yang kaya.

Aku mengerti. Jika sudah nyaman secara emosional dan finansial,

kau akan bersimpati kepada orang lain. Itu wajar.

Melihat perlakuan dan cara bicara kepadaku,

kurasa kau tidak melihatku secara romantis.

Jadi, peluangmu merayuku akan sangat rendah.

Sejujurnya, aku tidak merasa canggung di dekatmu

karena aku juga tidak melihatmu secara romantis.

Kau seperti psikiater.

Astaga, aku benci psikiater.

Mendengarkan mereka, seperti mendengar penipu.

Apa?

Kau pernah ditipu seorang psikiater?

Tidak juga.

Kau mengkritik suatu profesi tanpa dasar.

Itu perilaku yang buruk.

Kau pernah meminjam uang dengan psikiater? Kau melindungi mereka?

Bukan itu yang kulakukan.

Mari makan saja. Silakan makan.

Intinya,

ini hari yang sangat istimewa.

Dan seharusnya ini juga hari yang buruk.

Berkat kau, ini menjadi hari yang aneh.

Omong-omong,

mari kita klarifikasi satu hal.

Aku tidak kembali karena mengasihanimu.

Aku kembali untuk makan malam bersamamu.

Setelah kenyang, aku mengantuk.

Aku harus mencari tempat untuk tidur.

Jika belum memesan kamar hotel, bagaimana jika kau ikut denganku?

Saat di sini, biasanya...

- Kalian butuh tempat? - Astaga!

- Kau mengejutkanku. Apa ini? - Apa?

Dengar. Ada vila berjarak lima menit dari tempat ini.

Saat melihatnya, kalian akan bingung itu rumah atau istana.

Tempat ini memiliki desain interior yang paling mewah.

Selain itu, linennya berkualitas terbaik.

Ada kolam renang sebesar taman air.

Dan pasangan pemilik tempat ini sangat baik.

Seluruh kota tahu betapa baiknya mereka.

Kalian mau melihatnya?

Karena dekat dan bagus, bagaimana kalau kita melihatnya?

- Tidak. - Tuliskan alamatnya.

- Baiklah. - Kalian membuat keputusan yang tepat.

Kukira kalian datang untuk makan. Kini kalian butuh tempat tinggal?

Bukankah itu agak aneh?

- Halo. - Astaga. Ada seorang nenek.

Selamat datang.

Astaga, pakaian Anda...

Beri tahu aku.

Kalian mau kamar dengan ranjang atau tanpa ranjang?

Apa?

Sepertinya wanita itu bukan dari sini.

Tapi Anda... Tunggu. Anda dari Hamdeok?

Aku dari Seoul.

Aku ke sini untuk dinas.

Selamat datang. Mari kita lihat.

Kamar yang bisa kalian tempati...

Mau kamar dengan bak rendam?

Tidak, kami mau dua kamar. Kami akan tidur terpisah.

Awalnya semua orang bilang begitu.

Tidak, dia serius. Tolong beri kami dua kamar.

Setelah memesan dua kamar,

kalian tak boleh berubah pikiran.

Tak boleh berubah lagi.

Baiklah. Aku bayar dahulu?

Ya.

Kami ada harga khusus bulan ini.

Kami hanya akan menagih kalian 180 dolar.

Kalian mau diskon lagi?

- Boleh kubayar dengan kartuku? - Aku akan memberi diskon 20 dolar.

bagaimana jika kau makan malam dengan orang asing?

Entahlah.

Aku tidak mau makan dengan orang yang tidak dekat denganku.

Jika aku makan dengan orang asing,

itu artinya aku mungkin ingin berada di sisi orang itu.

Itu tindakan paling tulus yang bisa kulakukan untuk orang lain.

Kalau begitu, kenapa kau

tidak melakukan tindakan paling tulus

yang bisa kau lakukan untuk pasanganmu?

"Selamat, Do Hee,

karena cepat mengetahui bahwa dia berengsek."

Begitulah kalimat

karakter utama sinetron yang positif berlebihan.

Selamat apanya? Tidak ada yang perlu dirayakan.

Jika ada yang menyelamatiku atas kejadian hari ini,

aku akan memukul orang itu.

Dasar berengsek.

Apa aku benar-benar pecundang?

Kenapa aku masih merindukannya?

Rasanya nyaman sekali.

Dia melelahkan.

Kali ini, gaya kupu-kupu.

"Nona Woo sangat cepat."

Kupu-kupu.

"Nona Woo sangat cepat."

Apa yang kau lakukan?

Hei.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left