Fanfic

Fanfic (Fanfik)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Fanfic NF-RT-01:35:34
A Commentary by DD_Movie
NF RETAIL | t.me/ddmoviechannel

Tags

other
Published on: 2023-06-25
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tak ada yang manjur.

Entah aku kenapa.

Yang menenangkanku hanya pil dan menulis fan fiksi.

Terapisku bilang jangan cuma berkhayal dan mencuri pil ayahku,

tapi aku tak peduli.

Libur musim panas terasa lama sekali, seperti tak berujung.

Padahal, pasti kita tak sabar.

Bagaimanapun, sekolah itu rumah kedua.

Kita seperti keluarga besar di sini, kalian pasti juga rindu Ibu.

Sangat rindu.

Aku serius, Bu.

Bulan Oktober nanti,

murid kelas 11 akan berlibur ke destinasi unik, Malbork.

Di sana, kalian bisa mengunjungi bangunan yang istimewa.

Terbesar di dunia…

PEMBUKAAN TAHUN AJARAN SEKOLAH

Wisata ke Malbork. Kalian bisa mengunjungi

bangunan sekuler dari bata yang terbesar di dunia.

Ada apa?

Aku menunggu giliran bicara.

Tak perlu.

Silakan.

Bicaralah.

Pengemudi Mercedes putih, pelat nomor WX 5236,

harap segera pindahkan mobil Anda.

Maaf, saat tegang, aku coba melucu, tapi garing.

Aku tak kepikiran yang lebih lucu

dari "bangunan sekuler dari bata yang terbesar di dunia".

Aku?

Aku Leon.

Aku penerima beasiswa dan berasal dari kota kecil.

Jika ada kuda diparkir, sudah pasti itu kudaku.

Dan aku sangat benci sistem pendidikan Polandia.

Tepuk tangan untuknya.

Di sana, kalian bisa mengunjungi bangunan yang istimewa.

Bangunan sekuler dari bata yang terbesar di dunia.

Kita akan pergi dengan bus.

Lalu, bulan Desember…

FANFIC

CERITA PENDEK YANG MEMADUKAN DUNIA KARAKTER FIKSI DAN NYATA,

DIBUAT OLEH PENGGEMAR, DIPUBLIKASIKAN DI INTERNET

Aku ingin muntah.

Aku ingin muntah. Adakalanya aku ingin muntah.

Adakalanya aku ingin tidur saja.

Artur.

Barangmu jatuh.

Caramu menimbang salah.

- Maaf? - Apelnya sudah dimakan.

Puas?

Hei. Bisa jagakan antreanku?

Aku ingin ke lorong peralatan listrik.

Bercanda. Maaf.

Aku minta tolong. Bisa beri tahu temanku promosi yang berlaku?

Dia agak pemalu dan takut bertanya.

Temanku benar. Aku pemburu diskon yang pemalu.

Tak usah ada kembalian.

- Hei. - Hai.

Aku Emilka.

Kalau kau?

Dia Tośka.

Jangan diambil hati. Sudah sifatnya.

- Mau minum bir bersama kami? - Tidak.

- Dia sudah ada acara. - Benarkah?

Kuteksmu keren.

"Kuteksmu keren"?

Keren apanya?

Sudahlah, persetan.

Konser berjalan lancar, bahkan sangat lancar.

Dua puluh ribu orang bersorak sekuat tenaga,

menyanyikan lagunya.

Tur terbesarnya mendekati penghujung acara.

"Untunglah," helanya, karena pemuda itu sudah terlalu lelah.

Lelah dengan ketenaran, kehidupan selebritas,

dan keramaian orang yang mengerubunginya.

Dia turun panggung dan asisten memanggilnya,

padahal dia hanya ingin kembali ke…

- Kamar ganti? - Kuteks keren

Siapa itu? Dengar, tidak?

SANG BINTANG

Keren

Kuteks keren

Kuteks keren

Apa?

Apa?

Jangan coba-coba beralasan kerjamu sudah benar, Andrzej.

Perlu kupanggilkan tukang kacanya?

Tukang kaca?

Asal bicara kau. Tahu berapa biaya perbaikannya?

- Hai, Ayah. - Hai.

Hai.

Tak bisa mengabariku di telepon? Agar aku tak perlu datang.

Ini sepele. Kita pergi 30 menit lagi.

Aku sudah lapar.

Baiklah, Bos. Aku akan menanganinya.

- Menangani apa? - Akan kubenahi, lalu kurapikan.

Tenang saja, Bos.

Baiklah. Rapikan. Itu juga. Kenapa tiangnya disandarkan di situ?

Baringkan, nanti memecahkan jendela lain.

Apa kubilang, Andrzej?

Bos, tadi Bos bilang soal kasbon.

- Tahun ajaran baru? - Apa?

Kau tampak cantik. Elegan.

Hari ini tahun ajaran baru, ya?

Aku dandan bukan untuk ke sekolah.

Lagi pula, ini bukan urusanmu.

Benar.

Kupikir…

Mungkin kapan-kapan kita bisa…

Tidak.

- Maksudmu? - Aku tak mau kencan denganmu.

- Karena aku karyawan ayahmu? - Tak mau!

Santai saja…

- Mau apa kau? - Apa?

- Kau merendahkanku? - Apa?

Enyahlah! Jangan sentuh aku!

Yang benar saja!

Kau gila?

Sial! Kenapa rasanya aku ingin mencabik-cabik semua orang?

Kenapa aku…

Bagus.

Baguslah.

Haruskah sikapmu begitu di depan karyawan?

Kau tak bisa bersikap layaknya gadis normal?

Tersenyum manis, bertutur santun, basa-basi?

Sebaliknya, kau selalu merajuk, menggerutu, mendongkol.

Ayah tak paham, Tosia. Coba jelaskan kau kenapa.

Tak ada apa-apa.

Tosia, Ayah bicara denganmu. Coba jelaskan.

Ayah belikan tampon.

Kenapa tak beli pembalut?

Kau minta tampon.

Dapat bonus ini.

Coba lihat.

Ini cawan menstruasi ukuran L.

Untuk yang pernah melahirkan.

Memang aku pernah melahirkan?

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

Bung, lepaskan!

Lepaskan.

CINDERELLA PENGGERUTU

Sayang!

Sayang, hei! Hei! Kau butuh penyanyi, ya?

Hei, ayolah, lepaskan aku.

Mungkin aku butuh penyanyi?

Tosia, cepat, nanti kau terlambat.

Sebentar lagi.

AKU ANTUSIAS - AKU TERKESIMA

KAU BERBAKAT

BAGUS, KEREN - HEBAT! - LUAR BIASA

SANG BINTANG MENGANGGAPNYA ORANG TERLUCU YANG IA KENAL

SANG BINTANG MERASA MEREKA MIRIP

Hai. Apa kabar?

CINDERELLA YANG DATANG KE RUANG GANTINYA

MENARIK PERHATIAN SANG BINTANG BAGAI MAGNET.

Apa?

KEREN BANGET! SENANG BACA TULISANMU!

Kuteks keren

Mrozowska, kemarilah.

Kamu baru dari peragaan busana?

Lihatlah kemari.

Selamat pagi.

Sudah 12 menit setelah bel. Kamu dianggap absen.

- Maafkan aku. - Kamu boleh pergi.

Boleh aku tetap di kelas?

Ibu tak mau mengulang kata-kata.

Baiklah, maaf.

Apa itu?

Permen min.

Lebih cepat lagi! Jaga kecepatan!

- Aku dilarang ikut ujian akhir. - Serius?

- Aku tak bakal lulus. - Pasti lulus, Matylda.

Matylda, aku ada rekomendasi guru les geografi.

Sudah banyak sekali guru geografi yang kukenal.

Mana tenaganya, Emilia? Aku melihatmu!

Lebih cepat! Jaga ritmenya!

Satu, dua, tiga. Ya!

Tośka…

Saat fan fiksi terakhir kubilang terlalu singkat,

maksudku tulisanmu bagus sekali sampai terasa kurang panjang.

Pertahankan kecepatan, Anak-Anak!

Bagus!

Karakter barunya menarik, si Cinderella penggerutu itu.

Idemu bagus.

Sangat bagus. Keren.

Roksana, cukup. Tak usah dipaksakan.

Wah, dia kosong.

Bagus!

- Ayo! Lari! - Serang!

Ayo!

Ayo!

Serang!

BAGAIMANA KUTEKSMU? MASIH YANG TERCANTIK DI SINI?

Ayolah, main yang serius.

Jangan asal-asalan.

Lagi berkirim pesan dengan siapa?

- Tośka. - Tośka yang mana?

Tośka teman kita.

- Tośka yang di kelas kita? - Ya, memang kenapa?

Cewek itu aneh.

More Indonesian subtitles for Fanfic

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left