The first 200 lines.
Translate By Zambronk_lah IDFL™ Subs Crew
Silahkan.
Apa tujuanmu ke Thailand?
Untuk mengirim barang.
Apa isi tasmu?
Coba kulihat.
Keluarkan.
Semua tak berguna.
Baik, kau boleh pergi.
Pergilah.
Cepat pergi.
Tunggu tunggu
Apa itu?
Itu di leher.
Apa itu?
Ya itu.
Coba lihat.
Apa ini?
Ramuan cinta.
Ramuan cinta?
Gila. Ramuan cinta.
Lihat, ini Ramuan cinta.
Apa kau pernah melihatnya?
Ini untuk memikat lawan jenis.
Aku hanya pernah mendengarnya.
Apa ini dijual?
Hei, kau ingin mencobanya?
Jangan!
Ini bawa pergi!
Pergi.
Dasar gila.
Setelah kita melalui krisis banjir besar,
perusahaan kita harus memulihkan dan mengembalikan beberapa aspek.
Para staf dari semua departemen telah bekerja sama dengan baik.
Oleh karena itu perusahaan kita berhasil pulih dengan cukup cepat.
Aku ingin kalian semua berbangga atas keberhasilan ini.
Namun...
Aku percaya bahwa kalian bisa berbuat lebih baik.
Lebih baik dan lebih baik,
Dan lebih baik lagi.
Sama seperti moto perusahaan kita.
Perusahaan adalah hidup kita, bekerja bagai budak,
dengan kualitas terbaik
demi Komunitas ASEAN.
Hore! Hore! Hore! Horeee!
Kalian membuat hariku bahagia.
Sekarang kita bisa kembali bekerja.
Perhatian...
Bubar grak!
Yeah!
Hey, Prae. Apa kau keberatan mengerjakan ini?
Tolong ya!
Prae, Boss Toy memanggilmu.
Ayo silahkan duduk.
Kau tahu aku baru saja datang tadi malam.
Jepang benar-benar begitu indah.
Aku pergi ke pemandian air panas Jepang.
Aku telanjang di kolam renang.
Semua orang disana juga pada telanjang.
Untuk apa memanggilku?
Oh, begini.
Aku bawa oleh-oleh.
Langsung kubawa dari Jepang naik pesawat.
Lihat ini.
Ini harganya 8.000 Yen.
Lihat. kau akan lihat sendiri. Tunggu ya!
Kau harus menekan tombolnya. Lihatlah!
Sudah lepaskan atau dia akan pingsan.
Aku membelinya khusus untukmu, Prae.
Kau bisa taruh dimejamu ya?
Aku lebih suka menolaknya.
Mengapa?
Jika sudah selesai
aku akan kembali bekerja.
Prae. Prae. Prae.
Prae.
Tunggu.
Ada apa dengan benda ini?
Ini sangat lucu.
Ini lucu sekali.
Sudah kubilang bukan masalah pekerjaan
sekarang ayo bayar.
Uangku hilang.
Prae.
Boleh aku bertanya?
Tentu kau mau apa?
Aku...
Aku ingin kau, Prae.
Coba ulangi, Lek?
Aku...
Aku ingin tidur denganmu, Prae.
Baiklah, Lek.
Hai, Lek.
Brengsek.
Apa maumu? Aku hampir kencing dicelana.
Kau sedang apa?
Aku memikirkan pekerjaan!
Kerja apaan! Kau membungkuk sendiri.
Kau mau apa?
Kau dulu bilang tentang cewek seksi itu, Prae.
Kau masih ingin memukul pantatnya?
Apaan sih. Dia itu temanku!
Aku sudah tak memikirkannya.
Baiklah kalau begitu.
Karena aku akan bantu jika kau mau.
Membantuku?
Caranya?
Menculiknya!
Gila.
Kau bisa dipenjara, bodoh.
Cuma bercanda. Aku sungguh bisa membantumu.
Kau ingat Boss Tong?
Beberapa bulan yang lalu, Boss Tong memberikan ini untuk pamanku.
Pamanmu yang meninggal minggu kemarin?
Ya.
Apaan itu?
Pamanku bilang ini dari Kamboja.
Seseorang memberikannya pada Boss Tong.
Ini seperti ramuan.
Apa itu? Ramuan cinta?
Tolong bersihkan ya!
Mau di servis juga?
Apa itu benar-benar manjur?
Kau mau tidak?
Jika tidak ya sudah.
Dengan wajah tampan ini, aku tak perlu ramuan itu.
Muka bebek, kau omong kosong.
Nona, tolong urus administrasinya.
Mengapa akhir-akhir ini kau pulang malam?
Aku mampir ke rumah sakit.
Sudah kubilang itu percuma.
Ibumu takkan bisa selamat.
Kau seharusnya sudah menjual mobil tua Ibumu.
Dia tak butuh mobil lagi.
Ada orang ingin melihat rumah ini dalam beberapa hari.
Pastikan agar selalu bersih dan rapi.
Aku takkan menjual rumah ini, paman.
Ibu juga takkan mengijinkannya.
Apa dia sudah bisa bicara padamu?
Rumah ini atas namaku dan Ibumu.
Ketika dia meninggal, aku bisa melakukan apa saja.
Jangan lupa itu.
Siapa yang menjagamu saat kau masih kecil?
Utang yang ayahmu tinggalkan
siapa yang melunasinya?
Aku bertanya sekarang.
Apa kau pernah berpikir untuk membalasku?
Halo.
Jangan sekarang, sayang.
Kau yakin ini tempatnya, Prae?
Aku tak percaya.
Rapat diadakan di restoran Karaoke.
Oke, itu bagus.
Halo. Kalian ingin kamar jenis apa?
Aku kemari untuk berbisnis.
Oh.
Ruang yang dipesan atas nama Boss Pravit.
Oh, Boss Toy, ruang V3.
Pergi ke atas ke lantai dua, itu di sebelah kiri.
Ruang V3.
Kalian antar mereka.
Silakan, Tuan.
Lewat sini.
Ruang V3.
Hey, anak manis jangan buru-buru.
Mengapa kau tak memilih salah satu gadis disini?
Bagus.
Oh. Tunggu.
Prae, kau sudah sampai.
Ayo silahkan duduk.
Bisa geser sedikit?
Ayo, Prae. Duduk sini.
Apa kliennya belum datang?
Oh, Klien...
Dia menelepon untuk menunda pertemuan ke hari lain.
Tapi ruangan sudah dipesan dan makanannya juga.
Jadi kupikir mengapa tak mengundangmu malam ini.
Sini, bisa kau tuangkan bir?
Ayo sini. Duduk. Duduk.
Syukurlah klien membatalkannya.
Aku kebetulan mengajak temanku.
Kau mengajak teman?
Halo, aku Lek.
Dia teman kerja.
Dia bekerja dibagian perawatan.
Silakan pesan sesuatu. Itu menunya.
Akan kubantu kau memesan.
Sup tulang ikan pedas.
Tumis salad pengganggu.
Kaki babi yang suka ikut campur...
... rasanya lezat.
Prae, lebih baik aku pergi saja.
Tunggu, Lek.
Maafkan aku.
Aku minta maaf, bos.
Astaga, sekarang aku berantakan.
Aku akan pergi sekarang, ya?
Ayo, Lek.
Selamat tinggal, Pak.
Muka ikan.
No comments yet. Be the first to leave one.