Season 1

Release info

Kindaichi Shonen no Jikenbo 5 S01E03 DSNP id
A Commentary by furosty
Disney Hotstar Retail

Tags

other
Published on: 2022-06-08
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Makhluk laut, siren.

Suara ratapan mereka bergema di Pulau Siren terpencil ini.

Serangkaian pembunuhan telah terjadi di pulau ini.

Senapan tombak!

-Ada orang di kapal. -Mungkinkah itu kapal pembunuhnya?

Itu Dokter Ushio!

Kenapa Pak Ushio tak melepaskan jorannya?

Anggap saja seseorang menyembunyikan lem super

yang dibungkus dalam kapsul kecil atau kantong di dalam jorannya.

Pulau ini adalah fasilitas latihan

untuk unit serangan khusus itu, Torpedo Berawak.

Dengan kata lain, pulau untuk serangan bunuh diri.

Apa rahasia di balik nyanyian sedih yang menggema di seluruh pulau?

Siapa pelaku yang merencanakan pembunuhan licik itu?

-Apa ini? -Ini sisa-sisa salah satunya.

Ini yang menghasilkan suara itu?

Inilah siren yang sebenarnya.

Namun, ada seseorang yang memanfaatkan reputasi mereka.

Aku akan memecahkan misteri ini apa pun yang terjadi.

Atas nama kakekku!

FAIL 02 KASUS PEMBUNUHAN PULAU SIREN BAGIAN 2

Mari kita periksa profil setiap pengunjung sekali lagi.

Ide bagus.

Pertama, pengunjung tertua.

Kazehiko Kageo.

Dia seorang dokter terkenal dan profesor di Universitas Teio.

Berikutnya, Izumaru dan Wanise, yang bekerja di Todi Intec.

Mereka pebisnis yang menjual peralatan ke RS Universitas Teio.

Mereka mendaftar tur ini untuk mengakomodasi Dokter Kageo.

Lalu ada Nagita, seorang pemandu wisata.

Dia perawat di RS Universitas Teio sampai tiga tahun lalu.

Saat dia putus dengan dokter Kageo, pacarnya pada saat itu,

dia dijadikan kambing hitam atas malapraktik dan dipecat.

Itu motif kuat untuk pembunuhan.

Terakhir, Akane Uryu, seorang reporter.

Dia mengikuti tur ini untuk mengungkap rahasia di balik nyanyian siren.

Luar biasa.

Begitu rupanya.

Ini berita besar.

Jadi, itu sebabnya dia tertarik dengan perubahan situasinya.

Terakhir, dia bukan tamu tur ini,

tapi ada Hiruko Kirigoe, pemilik pondok.

MANAJER DI PONDOK SIREN HIRUKO KIRIGOE

Akane mencurigainya memiliki rahasia.

Dia tetap diam tentang torpedo itu.

Bisakah kita melihat latar belakang para tamu yang selamat?

Ya.

Itu sebabnya aku menelepon kantor pusat dan meminta latar belakang mereka dicek.

Namun, hasilnya bersih.

Pasti ada petunjuk di suatu tempat.

Hei, Hajime.

Mari istirahat.

Aku membawa camilan.

Maaf, Miyuki, aku berusaha berkonsentrasi.

Maaf.

Aku akan ke kamarku.

Ya?

Nanase, kau baik-baik saja?

Kenapa?

Kau tampak sangat sedih tadi.

Begini...

Astaga.

Apa ini?

Aku seharusnya menghabiskan tiga hari bersama Hajime.

Kukira kami bisa belajar, bermain gim,

saling menunjukkan trik sulap, makan camilan bersama...

Aku terlalu antusias dan membawa terlalu banyak.

Namun, lihat apa yang terjadi.

Dua dokter yang bekerja di rumah sakit yang sama dibunuh.

Dokter Kageo, apa ada sesuatu yang akan menjadikan mereka target?

Yang benar saja.

Dokter menyelamatkan nyawa.

Seharusnya orang berterima kasih, bukan membunuh kami. Itu mustahil.

Kalau begitu, para dokter yang dibunuh

tak bersalah atas apa pun yang bisa menyebabkan ini kepada mereka.

Sama sekali tidak.

Kedua dokter itu adalah penyedia perawatan yang rajin.

Bagaimana dengan malapraktik?

Sulit dipercaya.

Kami semua spesialis onkologi.

Kami tak mengoperasi pasien.

-Spesialis onkologi? -Ya.

Tak seperti dokter bedah, kami spesialis yang mengobati pasien kanker dengan obat.

Bukan operasi.

Kami tak bisa melakukan malapraktik seperti dokter bedah.

Tak ada alasan bagi siapa pun untuk mendendam kepada kami.

Begitu rupanya.

Ya, aku mengerti.

Terima kasih. Sampai jumpa.

Besok pukul 09.00, para penyidik akan tiba

dengan feri yang akan membawa kita kembali.

Bagaimana dengan para tamu tur?

Kita belum menemukan bukti.

Begitu tiba di daratan, mereka bebas.

Aku tak bisa menahan mereka.

Inspektur.

Ada beberapa hal yang harus kau ketahui.

Sebenarnya, Dokter Kageo dan yang lainnya

menguji obat yang belum terbukti pada pasien kanker stadium akhir.

Obat kanker ini baru dari uji klinis kami.

Sebagai pasienku, kau akan menjadi salah satu yang pertama menerimanya.

Terima kasih banyak, Dokter.

Kau bisa mendengarku?

Namun, beberapa hari kemudian...

-Beri dia oksigen. -Baiklah.

...kondisi pasien tiba-tiba memburuk

dan dia meninggal.

-Ushio, periksalah. -Baik.

Dokter Kageo dan para dokter lainnya

memberi tahu keluarga pasien bahwa kankernya telah menyebar.

Namun, itu semua bohong.

Jadi,

alasanmu putus dengan Dokter Kageo...

Ada kejadian serupa lainnya dan aku tak bisa memercayainya lagi.

Inspektur.

Ya.

Gawat.

Kami tak bisa menemukan Dokter Kageo di mana pun.

Apa?

Dia bilang ingin memancing setidaknya sekali sebelum meninggalkan pulau.

Dia menyuruh kami menjemputnya pukul 22.00.

Namun, dia tak ada di kamarnya.

Ada rompi pelampung yang hilang juga.

Dia pergi sendirian.

Ini gawat. Kita harus menemukannya.

Jangan pergi dahulu.

Berbahaya jika pergi sendirian.

-Mari tetap bersama. -Kau benar.

Semuanya, ikuti aku.

Dokter Kageo!

-Dokter Kageo! -Dokter Kageo!

-Pak Kageo! -Pak Kageo!

-Dokter Kageo! -Pak Kageo!

-Inspektur. -Ya.

Lampunya menyala.

Dokter Kageo. Mungkinkah dia di sana?

Dokter Kageo!

Apa?

-Terkunci. -Bagaimana bisa?

Aku selalu membiarkan pintu ini tak terkunci.

Apa ada jalan masuk lain?

Ada pintu di bagian belakang.

Namun, untuk sampai ke sana, kita harus kembali lalu berjalan memutar.

Sial. Itu akan butuh waktu.

Baiklah.

Sial.

-Gawat. Yang ini juga terkunci. -Coba kulihat.

Ada orang di dalam!

-Apa? -Lihat.

Dokter Kageo?

Menjauh dari pintu.

Lampunya mati.

Ayolah!

Hajime, cahaya apa itu di sana?

Cahayanya bergerak.

Apa itu orang?

Mungkin pelakunya kabur.

Mereka pasti lewat pintu depan.

Ayo ikuti.

Hati-hati.

Apa itu?

-Apa? -Benda di sana itu.

Apa ini?

Dokter Kageo.

Gawat.

Dia sudah tewas.

Mayatnya berpindah.

Namun, bagaimana bisa?

Semuanya ada di sini.

Jangan Dokter Kageo...

Kenapa ini terjadi?

Setidaknya, sudah jelas pembunuhnya tak ada di antara anggota tur ini.

Tidak.

Kita belum bisa memastikannya.

Apa maksudmu?

Kita semua menyaksikan kematian Dokter Kanno dan Dokter Kageo!

Itulah yang tak biasa.

Dalam kedua insiden,

sepertinya si pembunuh memastikan bahwa kita semua punya alibi.

Kau serius? Menurutmu pembunuhnya salah satu dari kita?

Benar.

Kau bicara omong kosong.

Tiga orang telah dibunuh! Apa yang harus kita lakukan?

Aku takut sekali aku yang akan mati berikutnya!

Dia benar.

Kindaichi, mustahil pembunuhnya salah satu dari kita.

Apa ada bukti?

Belum.

-Namun... -Inspektur.

Kurung anak ini di suatu tempat!

-Ya? -Maafkan aku.

Kindaichi, ayo pergi.

Tolong tetap tenang.

Apa masalahnya?

-Apa? -Kumohon.

-Bukankah kau polisi? -Sekarang bagaimana, Hajime?

Mereka marah!

Mau bagaimana lagi.

Aku tak bermaksud membuat mereka kesal.

Sudah lama tak ada yang makan dengan layak, jadi, mereka mudah marah.

More Indonesian subtitles for The Files of Young Kindaichi

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left