The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden"
"Dalam drama ini fiktif"
"Episode 10"
Ya.
Ya. Itu dia.
Mereka harus menyerah.
Sungguh menyenangkan andai mereka melakukan ini lebih awal.
Mereka menyia-nyiakan waktuku yang berharga.
"Ayah, tolong tetap sehat"
Astaga, kenapa orang bodoh itu sangat sombong?
Ini Lee Tae Seok.
Ya. Terima kasih.
Aku akan menemuimu sekarang.
Baik.
Ya!
"Museum Seni Kontemporer Namgang"
"Hari ini kami tutup"
Terima kasih telah menelepon.
Apa...
Apa itu tadi?
Siapa di sana?
Kamu harus tahu diri.
Pikirmu kamu siapa?
Pertama, kamu mengganggu dan mengikutiku,
dan sekarang, kamu langsung mendatangiku?
Masuk! Masuk, Bedebah!
Mari kita akhiri hari ini!
Gi Hoon?
Sedang apa kamu di sini?
Kenapa kamu melakukannya?
Kamu pasti melakukan ini karena kejadian malam itu.
Sial. Tidak apa-apa!
Aku berbaikan dengan ayahmu, jadi, letakkan itu.
Kenapa kamu melakukan itu kepada Su Ah?
Apa?
Andai kamu tidak menyuruhnya lakukan itu, tidak akan ada masalah.
Andai kamu tidak mengganggunya,
tidak ada yang akan terluka.
Kenapa kamu tiba-tiba menyalahkanku?
Kamu ingin membuat dia menjadi milikmu dan gagal,
jadi, kamu menjadi penguntitnya dan memotretnya diam-diam.
Apa? Kamu pikir aku tidak tahu?
Dasar berandal.
Ayahmu yang luar biasa
datang ke sini dan memohon seperti orang gila
untuk memastikan catatan putranya yang berharga tidak ternoda.
Dasar berandal.
Bukan aku.
Kamu yang menghalangi ayahmu!
Paham? Dasar berandal.
Karena kini sudah tahu,
tutup mulutmu dan rajinlah ke sekolah.
Sial. Pak Lee
tidak bisa mengendalikan putranya dan menciptakan kekacauan ini.
Bedebah!
Sial. Dasar bedebah.
Mati.
Mati.
Dasar berandal.
Kamu tidak menghormati orang tua. Apa? Kepala Pelayan Lee?
Pikirmu aku tidak tahu, Berandal?
Mati.
Kemarilah, Berandal.
Andai bukan karena ayahmu... Kamu berandal yang beruntung.
Kamu beruntung orang tuamu baik. Dasar berandal kurang ajar.
Hei. Enyahlah. Paham?
Jika kamu menerobos ke sini lagi, aku sungguh akan membunuhmu. Paham?
Dasar berandal.
- Astaga. - Mu Hyeok.
Kamu yakin tidak ada orang di sini?
Kamu kenapa?
Semua lampu mati.
Ini hari ujian terakhir, jadi, semua orang sudah pulang. Ayo.
Kenapa diam saja? Ayo.
Astaga.
Apa? Ada apa?
Tunggu.
Apa itu?
Apa?
Lee Tae Seok?
Masuklah.
Kita harus membuka brankasnya.
Hei!
Kamu gila? Apakah brankas itu penting sekarang?
Kita datang jauh-jauh ke sini.
Kamu ingin kembali setelah hanya melihat mayat?
Kita harus memeriksa brankasnya.
Masuklah.
Ini membuatku gila.
Aku sungguh minta maaf, Ayah.
Aku benar-benar ingin mengambil alih Universitas Woonam demi Ayah.
Aku telah melakukan banyak kesalahan karena alasan itu,
dan kini semuanya terungkap.
Aku sangat ketakutan.
Aku tidak tahan dengan pemeriksaan yang terlalu agresif.
Maafkan anak Ayah yang bodoh.
"Aku mengakui kesalahanku."
"Tolong
kremasi tubuhku tanpa pemakaman."
Bedebah bodoh.
Terbuka.
Tidak ada di sini.
Ponsel dan buku catatannya.
Mungkinkah mereka...
Dia tidak bunuh diri.
Dia dibunuh.
Bereskan.
Kita harus pergi.
Ayo pergi.
Hei.
Bagaimana dengan itu?
Kita tidak punya pilihan.
Jika melapor, kita akan dicurigai.
Kita tidak akan bisa menjelaskan
kita sedang apa di sini selarut ini.
- Tetap saja... - Tidak.
Tidak bisa.
Kita harus keluar dari sini.
Di sini juga.
"Ilmu Forensik"
"Aku sungguh minta maaf, Ayah"
Ini rapi.
Apakah ini pemotretan?
Kalian sudah memotret cukup banyak.
Ini kasus bunuh diri. Tidak perlu repot.
Baik.
Apa yang kamu butuhkan?
Kamu tidak boleh masuk sekarang.
Aku jaksa.
Kamu siapa?
Aku jaksa di Kantor Kejaksaan Daerah Seoul Pusat.
Aku ingin memeriksa TKP.
Kasusnya bahkan belum dilaporkan.
Bagaimana kamu tahu tentang ini?
Seseorang yang kuselidiki tewas.
Aku harus mencari tahu penyebabnya.
Maksudku...
Bagaimana kamu tahu?
Semua kasus yang sedang diselidiki bersifat rahasia.
Apa nama dan posisimu?
Aku Letnan Oh Ki Hwan dari Unit Investigasi Regional.
Letnan Oh.
Aku kenal seorang guru di sekolah ini. Dia memberitahuku.
Kamu punya masalah dengan itu?
Tentu saja tidak.
Aku hanya penasaran.
Jika sudah selesai bertanya, bisakah kamu menyingkir?
Kamu membuang waktuku.
Apa aku menghalangimu?
Maafkan aku. Masuklah.
"Tolong kremasi tubuhku tanpa pemakaman"
Letnan Oh, bagaimana dengan sidik jarinya?
Aku sangat lapar.
- Mari selesaikan, lalu makan siang. - Apa?
Tidak baik jika melewatkan makan.
Tunggu.
Kamu sudah memeriksa TKP secara menyeluruh?
Itu benar-benar tidak perlu.
Seperti yang kamu lihat, dia meninggalkan pesan.
Kupikir dia juga menyebutkanmu
dalam suratnya.
Ayo makan siang.
- Baik. - Mau makan apa?
Kenapa Manajer Umum Lee...
Seseorang tewas di sekolah.
Bu Ha, menurutmu ini ada hubungannya
dengan hal-hal yang kita bicarakan kemarin?
Apa yang mau kamu bicarakan selarut ini?
Lee...
Lee Tae Seok tewas.
Aku baru saja melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Aku melihatnya
digantung di kantornya.
Maksudmu,
kamu baru saja dari TKP?
Kenapa kamu ke sana?
Bukti tentang Panggilan Cepat Nol
ada dalam brankas di kantornya.
Tapi Lee Tae Seok sudah tewas dan kini semua bukti hilang.
Seseorang membunuh Lee Tae Seok
dan membuatnya terlihat seperti bunuh diri.
Kira-kira siapa yang melakukan itu?
Aku tidak bisa masuk ke sana lagi.
Jadi, tolong pastikan untukku
apakah ada
jejak lain dari penjahatnya.
Ada apa dengan Kepala Pelayan Lee?
Dia sudah berjanji untuk lebih berhati-hati.
Kenapa dia tiba-tiba gantung diri di sekolah?
Bagaimana jika kita terlibat juga?
Jangan khawatir. Akan kupastikan tidak akan terjadi.
Apakah dia benar-benar bunuh diri?
Kemarin, dia berkeliling sekolah dan tampak bersemangat.
Kenapa dia tiba-tiba gantung diri?
Di resital Tae Ra, dia bersikap seolah tidak peduli pada apa pun.
Lantas kenapa?
Mungkin dia menggila karena ingin mati.
Kamu benar. Dia bertingkah seolah-olah ingin dibunuh.
Biasanya dia memohon pada ayahmu,
tapi waktu itu dia melawannya.
No comments yet. Be the first to leave one.