The first 200 lines.
Saat ini.
- Enak? - Ya.
Kurasa ini jauh lebih enak
daripada amuse-bouche.
Lidahku meleleh, dan tenggorokanku gembira.
Perutku bahagia.
Kalau begitu, ayo makan lagi.
Omong-omong, bagaimana caramu membujuk Presdir Sim?
Kami kelaparan selama berhari-hari, tapi dia tidak peduli.
Habiskan ini dahulu.
Kamu makan bubur rupanya.
Hai, Pak.
Aku bicara dengan Eul Wang di telepon.
Dan aku baru saja bertemu dengan Dae Ju.
Aku mengajukan surat kemunduranmu sesuai permintaanmu.
Terima kasih, Paman Hae Yong.
Aku yang seharusnya berterima kasih.
Semua akan mudah mulai sekarang
karena kamu memutusan untuk mundur dari pencalonan.
Apa maksudnya?
Kamu mundur dari pencalonan?
Dasar bocah gila.
Kamu mundur
dari pencalonan agar bisa memberiku makan?
Kita bicara setelah kamu menghabiskan bubur ini.
Tidak, aku tidak mau makan!
Kata siapa kamu boleh mundur dari pencalonan?
Kata siapa kamu boleh menyerahkan posisi itu kepadanya?
Kamu boleh marah kepadaku.
Tapi makan ini dahulu.
Pak.
Direktur Do tidak akan mundur dari pencalonan,
jadi tolong lupakan itu.
- Hentikan. - Tidak.
Aku tidak peduli jika aku pingsan atau mati.
Aku akan mogok makan lagi, jadi lupakan semua ucapannya.
Sekretaris Jeong.
Kenapa tiba-tiba ada percintaan di kantor yang suram ini?
Tapi maaf,
aku lebih suka genre perubahan alur yang meliputi
pengkhianatan dan konspirasi.
Aku sakit gangguan pencernaan selama 30 tahun gara-gara kamu,
tapi semua itu akhirnya...
Turun.
Kenapa kamu melakukan itu?
Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?
Aku tidak mungkin bisa sampai sejauh ini
andai bukan karena kamu.
Bos macam apa kamu?
Kamu harus memanfaatkan sekretarismu untuk menjadi presdir.
Bos macam apa
yang mundur dari pencalonan karena sekretarisnya?
Aku bukan mundur karena sekretarisku,
tapi karena kamu.
Dicintai itu tidak seru.
Dicintai tidak ada bagusnya. Itu hanya membuatku kecewa.
Presdir Sim adalah orang yang membuat Pak Eun seperti itu
dan memaksa para sekretarisnya meneken kontrak ilegal.
Bisa-bisanya kamu membiarkan orang seperti dia menjadi presdir.
Kamu sungguh berpikir aku segegabah itu?
Presdir Sim, Anda sudah tahu?
Aku berada di ruang rapat tadi...
Astaga, terima kasih telah menyelamatiku lebih awal.
Kamu pasti sudah dengar bahwa Min Ik mundur dari pencalonan.
Memang benar. Aku tahu soal itu.
Tapi ada kandidat baru yang melamar tepat sebelum tenggat waktu.
Apa maksudmu?
"Presdir TnT Mobile"
Kamu memintaku melamar menjadi kandidat presdir?
Kamu harus mencalonkan diri.
Apa? Aku sudah menyerahkan surat pengunduran diriku.
Dan namaku ada di daftar komite disiplin.
Kamu tidak mungkin mengundurkan diri jika bukan karena aku.
Dan aku akan melakukan apa pun
untuk mencegahmu menerima hukuman.
Ambillah. Ini kontrak eksklusif yang kamu berikan kepadaku.
Aku belum menggunakan ini. Jadi...
- Min Ik. - Dae Ju.
Kamu hanya membutuhkan enam suara.
Kamu sudah punya dua suara, yaitu kita berdua.
Jika Do Min Ik dapat lima suara, dia seri dengan Sim Hae Yong.
Maka akan ada pemilihan ulang di rapat dewan dua pekan mendatang.
- Ibuku tidak akan memilihmu. - Bukankah begitu?
Tapi dia pun tidak akan memilih Paman Hae Yong.
Jadi, dia pasti akan abstain.
Bagi yang ingin memilih Direktur Do sebagai presdir,
silakan angkat tangan.
Direktur Kim dan Direktur Yang
tidak akan pernah memilih pamanku.
Mereka telah mendukung ayahku sejak ayahku masih hidup.
Aku akan abstain dalam pemungutan suara ini.
Direktur Choi.
Direktur Choi abstain hanya karena penyakitku.
Biasanya, dia selalu memilihku.
Jadi, dia pasti akan memilihmu jika tahu aku mendukungmu.
Itu sudah lima suara.
Sekarang, yang masih abu-abu adalah
Direktur Kwak dan Direktur Woo yang selalu plinplan.
Tapi mereka selalu melakukan apa pun demi uang.
Jadi, aku yakin setidaknya salah satu dari mereka
akan luluh dengan kontrak ini.
Kenapa kamu
berusaha sekeras ini untuk menjadikanku presdir?
Aku melakukan ini untuk membalas kematian ibumu.
Itu alasan yang masuk akal.
Dan aku pun merasa kamu lebih mumpuni daripada aku.
Itu adalah niat terpendamku.
Presdir Sim.
Anda belum menyingkirkan dia?
Bedebah itu boleh juga.
Astaga, kalian hendak makan bubur lagi?
Kami baru saja sarapan
bersama Direktur Kwak.
- Bukankah begitu? - Ya.
Dia tampak sangat tertarik
dengan yang kita pegang ini.
Kita berencana untuk menemui Direktur Woo besok, bukan?
Benar.
Kuharap kalian semua bersikap baik kepada Direktur Gi.
Sampai jumpa di rapat dewan.
Hari ini panas sekali di luar. Kalian sebaiknya makan mi dingin
daripada makan bubur.
Semoga kalian menikmati makanan kalian.
- Astaga. - Sial.
Hei.
Ada apa dengan sikapmu?
Entahlah.
Mungkin aku kecewa karena orang lain yang akan menjadi presdir.
Dae Ju pasti akan menjadi presdir yang baik.
Para sekretaris benar.
Tidak hanya keluarga pemilik, orang lain boleh menjadi presdir.
Tidak seperti CEO perusahaan lain, Dae Ju tidak mulai dari atas.
Dia bisa seperti sekarang karena bekerja keras dari bawah.
Jadi, dia pasti akan memahami para pegawainya.
Benar, bukan?
Tapi...
Pasti akan lebih baik jika kamu mendiskusikannya denganku dahulu.
Kamu sudah lihat itu?
Hei.
Kapan dia kembali?
Dia keren sekali.
Dia benar-benar sembuh begitu aku mengelusnya.
Sejujurnya,
aku agak kecewa dengan situasi ini.
Bagaimana kalau kamu mengelusku?
Pasti aku akan merasa jauh lebih baik.
Aneh sekali.
Aku merasa lebih baik.
Aku merasa jauh lebih baik.
Bagaimana penampilanku?
Kamu serius?
Kamu sebaiknya bertanya kepada pacarmu, bukan kepadaku.
Aku menunjukkan ini kepadamu dahulu,
sebelum menunjukkannya kepada pacarku.
Aku tidak mau dia tahu
bahwa aku punya niat
untuk menikahinya.
Tapi kurasa
ini agak terlalu seksi. Bukankah begitu?
Apakah menurutmu akan lebih baik jika aku tampil sederhana dan lugu
saat berdiri di samping Dae Ju?
Kakakku pasti akan terlihat cantik memakai ini.
Boleh kuambil satu?
- Kakakmu akan menikah? - Kurasa begitu.
Dengan Direktur Do Min Ik?
Dia baru-baru ini berlibur bersama keluargaku, dan kami menginap.
Apa hebatnya kakakmu sehingga dia selalu selangkah di depanku?
Aku akan ambil yang ini.
Hei, kamu tahu berapa harga gaun itu?
Itu satu-satunya gaun Vera Wang di negara ini.
Berarti, kamu bisa membelinya lagi di negara lain.
Kamu tidak mampu membelinya?
Tentu saja aku mampu.
Jangan pernah merendahkan Veronica Park.
Ini. Ambillah.
Hanya ada satu pasang sepatu itu di negara ini.
Aku bisa membelinya lagi di negara lain.
Kamu tidak jadi menikah dan mundur dari pencalonan.
Sampai kapan ibu harus menghadapi kekonyolanmu?
Bukan berarti aku tidak akan menjadi presdir.
Setelah menghadapi masalah soal sekretaris,
aku sadar bahwa aku tidak becus dalam mengelola perusahaan.
Saat merasa sudah mumpuni,
aku akan mencobanya lagi.
Bukan seperti itu cara bermain rumah-rumahan.
Permainan baru berakhir jika ada yang berhenti bermain.
Kamu belum mengerti? Ibu mengusirmu.
Bolehkah aku
tinggal di sini?
Apa?
Jika Ibu keberatan, maka aku tidak punya pilihan.
Tapi aku ingin dimanjakan seperti waktu itu.
Selama 27 tahun terakhir, aku tidak pernah menyusahkan Ibu.
Aku hanya berharap Ibu akan mendengarkanku sekali saja.
Aku
ingin tinggal di sini.
Jika Ibu tidak keberatan.
Bagaimana penampilan kakakmu? Apakah dia cantik?
Secantik apa dia?
Mungkin karena aku habis mogok makan.
No comments yet. Be the first to leave one.