The first 200 lines.
Itu bagus.
Selamat.
Sepatunya benar-benar luar biasa.
- Terima kasih. - Terima kasih banyak.
Saya merasa terhormat.
Um, Aku akan pergi, Ayah.
Maaf.
Ada hubungannya dengan George?
Selalu itu.
Hei, hai.
Oh,!
Apa kabar?
Senang bisa bertemu dg mu.
Kau bahagia bersama ibumu?
Tentu saja.
Terima kasih, Mom.
Katakan pd George, aku menyesal ia tidak bisa kesini.
Akan aku sampaikan.
Bagus.
Bagaimana itu?
Sepatunya bagus, tentu saja.
Pakaiannya seperti saputangan, perempuannya seperti serangga kurus.
Ini bukan sedang begituan, bukan?
Ayolah.
Aku harusnya memberimu jaket seperti itu.
Hei, Peter.
Eleanor, bagaimana kabarmu?
Kau tahu Ralph?
Ya, aku tahu Ralph.
Bisakah aku langsung memphotomu dengan ...
Aku mau mencari meja.
Itu dia.
Hai, oh.
Aku kelaparan.
Ya?
Itu baik-baik saja, bukan?
Sangat menyenangkan.
Oh, tutup mulut.
Baiklah, aku akan lakukan itu.
Abigail melarikan diri.
Jujur, kalian berdua.
Apa?
- Aku punya anak perempuan yang melarikan diri, seorang suami yang mencemooh.
Oh, Lisa, ayolah.
Aku tidak mencemooh.
Aku suka sepatu mu.
Orang2 yg memakainya yang Aku tidak tahan.
Oh, baiklah.
Mudah.
Kalau begitu, kau tidak akan bertemu orang seperti mereka di Milan.
Ini Milan, kan?
Gianni dan Gianni.
- Yang mana yang masih tinggal bersama ibunya?
Gianni, tentu saja.
Sebenarnya, mereka berdua sama saja.
Seorang wanita sangat tua dalam warna hitam melayang-layang.
Mereka membuat sepatu yg indah.
Hei.
kau membuat sepatu yg indah.
Apakah kau berpikir dua orang
dapat hidup bersama sepanjang hidup mereka?
- Yah, kita telah berhasil lebih dari separuh hidup kita.
Apakah kita punya masalah?
- Tentu saja kita tidak memiliki masalah.
Apakah itu masalahnya?
Eh?
Mengapa kau bertanya?
Berpikir.
Abigail, George.
Apakah dia mau menikah?
Abigail.
Apa?
Yah, kau tahu.
Apakah kau cemburu?
Apa, dengan George?
Aku pikir aku suka George.
- Sebenarnya, kau punya selera yg aneh terhadap laki2
Kami belum siap.
Aku akan datang kembali.
- Apakah kau pernah berharap kau mungkin diberi kesempatan
untuk tidur dengan orang lain?
Lisa, sedang bercerita?
Aku bertanya.
Bagaimana?
Peter?
Tidak, maksudku, tidak.
Aku tidak ingin tidur dengan orang lain.
Mungkin aku belum menemukan orang yang tepat.
Tidak, tidak pernah.
Aku janji.
Ini adalah pilihan, bukan janji.
kau bertemu seseorang; kau jatuh cinta.
kau punya kesempatan.
Kau menentukan pilihan.
Aku telah memilih kamu.
Aku mencintaimu, kau tahu.
Kau tahu itu, bukan?
Jika aku tidak, aku sudah pergi.
Pergi?
- Ya, hanya pergi, tanpa membawa apapun,
telanjang, mulai dari mula.
Oh, baiklah kalau begitu.
Aku harus mengatakan sesuatu padamu.
Tidak, jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Hmm?
Aku tidak ingin membuatmu khawatir.
Mengapa kau harus begitu?
Ada apa, Lisa?
Tidak ada apa2.
Tidak, aku baik-baik saja.
Kau yakin?
Aku yakin.
Aku baik-baik saja.
Milan?
Si Giannis.
Aku sudah bilang.
Jujur saja, aku akan menelpon.
Ayah?
Di atas.
Ini, bawa semua ini.
Kenapa?
Aku tidak inginkan itu.
Aku tidak ingin barang-barang ibu, yah.
- Aku tidak ingin berada di sekitar miliknya.
Kau yang ambil barang itu.
Aku tahu kita punya ukuran yang sama.
Hanya saja, rasanya aneh.
Aku tidak tahu mengapa.
Aku tidak suka memiliki barang2 ibu.
Mam telpon.
Bukan mam?
Lucu.
- Kau selalu seperti ini, bahkan ketika aku masih kecil.
Aku ingat aku menulis sebuah kisah buatmu.
Tentang beruang.
Dan aku memberikannya kepadamu, dan kau mengambilnya,
dan kemudian kau kembali mengerjakan apa yg sedang kau kerjakan.
Aku berbicara terus, dan kau bahkan tidak berpura-pura untuk mendengarkan.
Dan aku bicara terus sehingga aku tidak usah mendengarkan ke bisuan mu
dan bukan karena aku pikir selama satu menit
Kau akan memperhatikan apa yang ku katakan.
Mam memintaku untuk menaruh ini di sini untuk mu.
Buat apa itu?
Bumi untuk Ayah?
Yah?
- Apakah itu ke mana dia pergi, ke orbit?
Anda punya satu pesan baru.
- Aku hanya ingin mendengar suara mu.
Itu saja.
Sudah begitu lama.
Aku tahu aku salah krn menelponmu, tapi aku ingin mendengar suaramu.
Aku hanya ingin mendengar suara mu.
Itu saja.
Sudah begitu lama.
Saya tahu aku salah krn menelponmu, tapi aku ingin mendengar suaramu.
Kau tahu Ralph?
Halo, Pak Ryman.
Peter, bagaimana kabarmu, sayang?
Kau tahu Eleanor. - Halo, Peter.
Apakah kau tahu?
Apa?
Apakah kau tahu tentang mereka?
Peter?
Ralph.
Berapa lama hal itu berlangsung?
Peter, kau baik-baik saja?
- Aku harusnya menghancurkan komputer sialanmu ke kepala sialan mu itu.
- Peter. - Apa yang sedang kau bicarakan?
Lisa.
Apakah selalu mencintainya?
- Tentu saja. - He-eh.
Dan dia menyukai mu?
Aku pikir begitu.
Tapi tidak seperti itu.
Kau tidak akan percaya kita telah berselingkuh.
Peter, ini tidak pantas.
Dan jika dia ...
Sebenarnya, aku tidak bisa menyalahkan dia?
Ralph.
- Kau tahu, aku tidak pernah bisa seumur hidup ku
memahami cara memandang dia terhadapmu.
Aku tidak bisa terima kenapa aku harus dipermalukan.
Aku tidak melihat mengapa.
Peter,
ada seseorang.
Dia punya teman.
Kita tahu tidak lebih dari itu.
Sungguh, Peter.
Siapa dia?
Mengapa harus musti ada orang lain?
Karena orang2 selalu jatuh cinta padanya?
- Abi ... - Tidak
Kau harusnya malu,
menanyakan hal-hal seperti itu tentang Mam,
malu.
Semuanya baik-baik saja?
Aku akan temui dirimu sebentar lagi.
Baiklah.
- Itu hanya kami berdua yang di Italia, yah.
No comments yet. Be the first to leave one.