The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 37"
"Tanggal pengepasan, Kode kain"
"Pengukuran"
"Nama, Lee Dong Jin"
Kamu melelehkan hatiku yang beku
dan menanam pohon cinta di dalam hatiku, Dong Jin,
Tanpamu aku tidak sanggup berbuat apa pun,
Jadi, sebelum aku pergi,
akan kubuatkan setelan dengan benang cinta,
Industri setelan pesanan sedang sekarat di Korea,
Ekosistem setelan buatan penjahit benar-benar hancur,
Aku berencana
mengajak penjahit berbakat yang memiliki toko kecil
di seluruh Korea untuk membentuk serikat pekerja,
Akan kuajari mereka semua teknik dan pola kita
untuk membuat setelan berkualitas tinggi,
Setelan pesanan yang sepenuhnya dibuat dengan tangan,
Kami akan menerima pesanan dan kunjungan klien naratama,
Semuanya hanya akan dibuat di toko utama kami,
Setelan yang setengah buatan tangan untuk pelanggan biasa
bisa dibuat oleh penjahit mana pun di perserikatan kita
atau di mana pun konsumen berada,
Di mana Kang Star? Kenapa dia tidak di sini?
Mungkin dia sibuk,
Sayang,
Kamu sudah selesai bekerja? - Ya,
Kang Star,
Duduk,
Kenapa kamu tidak membintangi iklan?
Kamu sudah gila?
Kamu tidak bisa mengabaikan berkat,
Hari itu aku ada ujian penting,
Ujian?
Ujian apa? - Untuk apa?
Untuk izin mengajarku,
Izin mengajar?
Kamu ingin menjadi guru?
Ya,
Sudah bertahun-tahun belajar, tapi aku selalu gagal,
Aku sempat melupakannya untuk wawancara pekerjaan,
tapi aku ingin mencoba lagi,
Dari dahulu aku ingin menjadi guru,
Mengajar itu memang hebat,
Tapi bukankah menurutmu akan sangat disayangkan
melepaskan kesempatan menjadi bintang?
Kenapa kamu melakukan pemotretan?
Karena mereka menawarkan banyak uang,
Aku berencana terus melakukannya kalau ada waktu,
Sebagai pria, ambisimu kecil,
Aku tidak punya ambisi,
Aku ingin hidup sederhana bersama Hyo Won
dan bahagia serta tenang,
Biarkan saja, Biarkan dia menjalankan yang dia inginkan,
Kamu ingin menjadi guru?
"Toko Setelan Wolgyesu"
"Toko Setelan Wolgyesu"
"Dari Tuan Bermata Indah"
"Aku pria yang paling bahagia"
Aku pria yang paling bahagia di dunia
karena mencuri hati wanita yang paling cantik,
Kapan kamu kemari? - Aku baru sampai,
Dingin sekali,
Pegang tanganku, Tanganku hampir membeku,
Aku tahu kamu datang naik mobil, Jangan cengeng,
Aku sudah lama di luar untuk memotretmu,
Dingin, bukan?
Menurutku cukup hangat,
Tidak bisakah kamu percaya?
Di mana Master Bae dan Bu Geum?
Mereka sudah pulang,
Kamu satu-satunya yang menungguku,
Aku menunggu untuk mengepas,
Setelannya sudah selesai? - Ya,
Butuh waktu lebih lama dari dugaanku karena harus kubuat seusai bekerja,
Aku akan mulai mengepasmu, Pak,
Angkat tangan dan bahumu, Kamu merasa nyaman?
Ini sempurna,
Bagaimana ukuran pinggangnya, Nyaman?
Pas sekali,
Bagaimana panjang setelannya?
Coba kulihat,
Tepat di pinggul,
Kamu menyukai keseluruhan desainnya?
Aku sangat menyukainya,
Omong-omong, Penjahit,
Sepertinya celananya agak kependekan,
Astaga, Maafkan aku,
Akan segera kuperbaiki,
Ini jauh lebih bagus daripada setelan Italia,
Kukira kamu hanya pintar menjahit,
tapi kamu juga pintar memotong kain,
Kamu terlalu memujiku,
Di bagian sini kusut,
Tidak,
Pergelangan kakiku terasa dingin,
Celananya terlalu pendek, - Tidak,
Akan kuperbaiki sekarang juga,
"Toko Setelan Wolgyesu"
Aku tidak menyangka dia bisa tertawa lepas,
Kenapa saat bersamaku dia tidak tertawa,
Wanita itu mengatakan
dia akan pergi? - Ya,
Dia berjanji akan pergi secara diam-diam,
Dia akan pergi tanpa meminta apa-apa?
Yun Shil bukan orang jahat,
Ibu harus membantuku,
Aku sudah memikirkan semua kesalahanku,
Setelah berpikir panjang, aku sadar
bahwa hanya Ibu, Ayah, dan Dong Jin keluarga yang kupunya,
Tolong terima aku kembali, Ibu,
Aku tidak akan berbuat salah lagi, Aku akan berusaha sebaiknya,
Kamu yakin akan membuat Dong Jin bahagia?
Ya, Ibu,
Kamu juga akan berhati-hati dengan perkataanmu?
Aku tidak akan membuat kesalahan bodoh lagi,
Ibu tahu aku bukan wanita bodoh,
Baiklah,
Akan Ibu beri kesempatan,
Katanya dia akan pergi,
Kenapa masih di dekat Dong Jin?
Nyonya Ko, kamu sudah pulang?
Ya,
Apa kabar, Ibu?
Apa kabar, Ibu?
Sedang apa kamu di sini? - Ibu tidak senang bertemu denganku?
Kamu terlalu sering datang ke rumah,
Kemarin aku melihatmu di sini dan juga kemarin lusa,
Buat apa aku harus senang bertemu denganmu?
Astaga, Ibu,
Kenapa hari ini suasana hati Ibu buruk?
Silakan duduk, Ibu,
Ke sini,
Ada yang mau
kalian bicarakan? - Itu,,,
Kami sudah menentukan tanggal pernikahan, Ibu,
Kata siapa kalian bisa menentukan tanggal?
Kamu
hamil?
Tidak, Ibu, - Astaga, Ibu,
Gadis lugu seperti Ji Yun tidak akan hamil sebelum menikah,
Kami sudah lama berpacaran
dan kami sudah saling mengenal dengan dekat,
Kami tidak perlu menundanya lagi,
Kamu memaksa Hyo Sang untuk menikah?
Bukan seperti itu, Ibu,
Aku akan lebih stabil
jika menikah,
Maka aku bisa berkonsentrasi bekerja di perusahaan, Ibu,
Begitu juga dengan Ji Yun,
Aku akan mendukung Hyo Sang dengan baik,
Bagi Ji Yun,
dia membutuhkan dukunganku agar maju di dunia penyiaran
yang sangat kompetitif,
Dia tidak akan berhenti bekerja setelah menikah?
Astaga, Ibu,
Bagaimana Ibu bisa mengatakan hal kolot seperti itu?
Aku tidak akan berhenti bekerja, Ibu,
Impianku adalah menjadi Oprah Winfrey-nya Korea,
Siapa dia? - Astaga, Ibu,
Dia pembawa acara wanita keturunan Afrika-Amerika
yang terkenal di Amerika,
Rambut Oprah keriting, - Benarkah?
Ibu tahu dia,
Benar,
Ambisimu besar sekali,
Aku yakin bisa sukses di rumah ataupun di kantor,
Tolong restui kami, Ibu,
dia harus mempelajari tradisi keluarga kita
dan soal kehidupan pernikahan,
Banyak yang harus dia lakukan,
Jika terlalu buru-buru, akan terjadi sesuatu yang buruk,
Kita harus bagaimana?
Jangan khawatir,
Aku punya ide,
Ji Yun terlalu ambisius,
Tae Yang terlalu rendah hati,
Andai mereka bisa bertukar sifat,
Omong-omong,
apa yang Hyo Won lakukan dengan Kang Tae Yang tanpaku?
Kenapa dia menelepon? Dia mengganggu Tae Yang,
Kamu pasti lelah, Tidurlah,
Apa maksudmu? Aku tidak tidur,
Aku melihatmu belajar,
Lalu apa yang ada di dekat bibirmu?
Astaga,
Aku cuma bercanda,
Jangan lakukan itu,
Bagaimana dengan belajarmu?
Itu,
baik-baik saja,
Kamu akan lebih baik jika aku menciummu?
Aku baik-baik saja,
Jangan malu,
Kuberikan energiku untukmu,
Kita tidak boleh melakukan itu,
Itu akan mengalihkan perhatianku, Aku tidak bisa berkonsentrasi,
Kenapa begitu?
Sudahlah, Kita cari udara segar di luar,
No comments yet. Be the first to leave one.