The first 200 lines.
Halo.
"Lee Seung Gi mengunjungi Mom's Diary"
Aku duduk di mana?
- Boleh aku tetap di sini? - Kamu bisa duduk di tengah.
- Boleh aku duduk di sini? - Ya.
"Dia tampak menawan meski hanya duduk"
Kupikir aku akan muncul dari belakang.
- Halo. - Halo.
Astaga. Ini pertemuan pertama kita.
Tunggu. Apa kita pernah bertemu?
Tidak, kurasa ini pertemuan pertama kita.
- Benar juga. - Ya, aku pernah melihatmu.
Aku ibu Kim Jong Kook.
Halo, Bu.
Putra bungsu kita di sini.
- Halo. - Kamu sudah wajib militer. Bagus.
- Terima kasih. - Kini kamu tinggal bekerja keras.
- Dia seperti putra bungsuku. - Aku akan bekerja keras.
- Dia seperti putra bungsumu? - Cintaku sering tidak terbalas.
- Benarkah? - Cintaku sering tidak terbalas.
Terima kasih.
- Kamu seperti putra sulungku. - Dia selalu membicarakan cinta.
Dia seperti putra sulungku.
- Dia seperti putra sulungku. - Terima kasih.
- Dia tampan. - Tentu saja.
Penampilanmu hebat di "All the Butlers".
Kamu menonton "All the Butlers"?
- Tentu saja. - Kenapa mikrofonnya di sini?
- Kamu tampil di "Brilliant Legacy". - Itu sangat seru.
Aku penggemar beratmu.
Kamu juga menonton "Brilliant Legacy"?
Aku menonton setiap episodenya. Seru sekali.
- Kamu menontonnya? - "Brilliant Legacy"?
- Ya. Sangat seru. - Itu acara terbaik.
Terima kasih.
Sudah lama aku tidak mendapatkan perhatian sebesar ini.
Kamu sangat populer.
Terima kasih.
Aku menonton berita keikutsertaanmu di wajib militer.
- Kamu potong rambut. - Setelah wajib militer pun,
- dia masih populer. - Benar.
Dia masih populer setelah wajib militer.
Tidak kusangka aku akan dipuji-puji seperti ini.
- Hari ini, - Para ibu muncul dari depan.
apa kamu akan menikmati acara ini bersama kami?
Aku penggemar acara ini sejak mengikuti wajib militer.
Aku antusias untuk berada di sini.
Acara ini sudah ada saat kamu mengikuti wajib militer.
Untuk menonton acara ini, aku izin ke atasanku
untuk tidur lebih malam.
- Benarkah? - Ya.
Belakangan ini kamu sangat populer.
Dia sangat populer belakangan ini.
- Dia tamu terbaik untuk kita. - Ya.
Sudah sekian lama aku tidak dapat banyak pujian.
Dia kewalahan.
Sejak itu, aku selalu
- menganggapnya mirip... - Ok Jin mengaku mencintai Seung Gi.
- Dia sudah jatuh cinta? - Pastinya.
Betapa senangnya jika punya putra bungsu seperti dia.
- Benar. - Dia sungguh...
Apa dia lebih muda daripada Tony?
- Dia lebih muda. - Aku lebih muda.
- Aku generasi yang lebih muda. - Dia jauh lebih muda.
- Dia adalah simbol... - Sepuluh tahun lalu,
- kita bertemu di Miyazaki. - Benar.
Kamu ingat kita bertemu di sana?
Apa kamu ikut syuting "X-Man"?
- Benar. - Kami saat itu syuting "X-Man".
- Dia sungguh... - Dia masih bayi saat itu.
Apa? Kamu ingin bicara apa?
- Aku mencoba bicara tiga kali. - Kamu ingin menyampaikan apa?
- Para ibu... - Apa kamu bicara sendiri?
- Para ibu... - Aku tidak tahu
di sini sangat sulit berbicara.
Sangat sulit untuk menyela.
Sulit untuk menyela.
Kamu pernah dengar istilah "putra sempurna"?
- Dia kebanggaan orang tuanya. - Benar sekali.
Di contoh teladan "putra sempurna". Dia ahli segalanya.
- Dia pandai di banyak hal. - Benar.
Maaf, apa syutingnya sudah dimulai?
- Sudah. - Begitu rupanya.
Sudah sejak tadi.
- Sudah dimulai. - Kita mulai begitu saja.
- Omong-omong, Seung Gi - Peralihannya tidak kentara.
bernyanyi, berakting, dan tampil di acara ragam.
- Kapan menurut kalian - Dia multitalenta.
dia terlihat paling memukau?
- Saat menyanyi. - Saat menyanyi.
Saat menyanyi.
Saat menyanyi?
- Tentu saja. - Aku akan menyiapkan album baru.
Aku suka dia sebagai aktor.
Kurasa anak-anak muda juga berpikir sama.
- Aku suka melihatnya berakting. - Beberapa waktu lalu,
Sun Mi terus mengaku
menyukaimu sebagai aktor.
Dia ingin kamu terus berakting, bukan bernyanyi.
Akan kutafsirkan ucapannya.
Maksudnya, Korea hanya perlu satu penyanyi hebat, yaitu Gun Mo.
Satu saja cukup.
Aku belum pernah mendengar nyanyian Seung Gi.
- "You're My Woman". - Hanya itu lagu yang kutahu.
Benar.
- "Because You're My Woman". - Sebaiknya kamu sering menyanyi.
Itu lagu yang populer.
Dia baru-baru ini membintangi "A Korean Odyssey".
Entah kapan dan bagaimana aku menjawab.
Aku merasa dibanjiri 200 pertanyaan.
Aku baru menjawab dua pertanyaan.
Jawablah senyamanmu.
Sulit menyambung pembicaraan di sini.
Bisa-bisa aku terlihat seperti orang yang sulit bicara.
Rasanya aku tidak sempat menutup kalimat dengan kata kerja.
- Aku akan tunggu giliranku. - Dia sangat istimewa.
- Kutunggu giliranku bicara. - Bicaralah sekarang.
Sepertinya penantiannya tidak akan cepat usai.
- Aku akan menunggu. - Tempat ini...
Aku selalu menonton "All the Butlers".
- Sungguh. - Terima kasih.
Aku menonton yang dibintangi oleh Yu Jun Sang.
- Kamu di musikal. - Ya.
Menurutku suaramu makin bertenaga.
Itu yang terpikirkan olehku.
- Kamu... - Karena kamu ibu Jong Kook,
kamu bahkan memperhatikan cara vokalisasiku.
Kurasa aku sering melakukan itu.
Kamu sangat hebat.
Kurasa tidak ada alasan khusus dia menontonnya.
Dia tidak sengaja menonton karena itu acara setelah "Running Man".
- Dia tidak mengganti salurannya. - Itu jawaban yang tepat.
- Bukan begitu. - Dia menonton televisi
setelah Jong Kook muncul.
"All the Butlers" dan "8pm News" tayang di pertengahan.
Dia tidak perlu repot mengganti saluran.
Dia mengisi hari Minggu dengan menonton SBS.
"Menikmati Minggu bersama SBS"
Kini giliranmu, Ok Jin.
- Giliranmu. - GIliranku?
- Kamu sudah selesai? - Kami selesai bicara.
- Silakan. - Aku tidak sabar mendengarnya.
Tapi aku sudah mengatakan semuanya.
Kamu seperti putra bungsunya.
- Dia menjadi malu. - Dia malu.
- Tidak ada lagi. - Jangan disembunyikan
- dan katakan yang kamu kamu. - Kami hanya...
Sudah kukatakan semuanya.
Aku serius.
- Dia bintang muda generasi awal. - Pasti senang
jika punya putra bungsu.
- Kalian tahu orang bisa serakah. - Itu seperti mengumpat.
- Maksudku... - Itu seperti mengumpat.
- Begitu rupanya. - Jika aku punya anak kecil...
- Lupakan saja. - Maafkan aku.
- Jangan lakukan itu kepadanya. - Itu bukan umpatan.
Dia hanya berandai-andai.
- Jangan salah paham. - Begitu rupanya.
- Benar. - "Pasti menyenangkan."
Itu bisa terucap saat merasa sesak.
"Suatu hari saat panas terik berkelanjutan"
Apa?
Aku penggemar beratnya.
- Aku juga menyukainya. - Benar.
Aku penggemar berat.
"Dia Won Hee"
Melihat wajahnya membuatku senang.
"Celingukan"
"Won Hee meninggalkan rumahnya sambil celingukan"
"Celingukan lagi"
Ranselnya mencurigakan.
Apa isi ransel itu?
Dia seperti mata-mata.
"Ransel Won Hee mencurigakan"
Dia pasti akan menemui seseorang.
"Menatap"
Dia selalu berekspresi seperti itu.
Taksinya tidak kunjung lewat. Aku jadi kesal.
Aku harus bergegas ke sana.
- Astaga. - Terasa canggung
memegang tangan seperti itu saat sendirian di jalan.
Penampilannya makin rapi
saat dia tampil di acara ini.
Dia makin rapi sejak saat itu. Sungguh.
Dia mungkin punya banyak penggemar wanita sekarang.
"Mencari anggota klub penggemar Won Hee"
"Tamasya yang mencurigakan"
"Tamasya yang mencurigakan".
Yang itukah?
"Taksi?"
Dia akan bepergian.
"Dia sepertinya akan bepergian"
Terima kasih.
Antar aku ke pintu keluar empat Stasiun Hyehwa.
- Stasiun Hyehwa? - Ya.
- Hyehwa-dong... Astaga, gawat. - Kenapa?
Kamu tidak bisa ke sana?
Waktunya tidak cukup untuk ganti sif.
Kalau begitu, aku naik taksi lain saja.
Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.