The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa adalah fiktif"
Dia kabur lewat jalan rahasia.
Jin Jae Gyu selalu memancing kita dengan petunjuk.
Dia selalu meninggalkan petunjuk di sisi korban yang tewas.
Itu juga bukan Woo Seok Do.
- Bedebah. - Dia juga berkontak denganmu.
Kamu tidak tahu siapa aku?
Aku Jo Sung Dong, pemimpin media negeri ini.
Berhenti!
Bergerak dan peluru ini akan menembus tengkorakmu.
Sadarlah!
Sadarlah!
Tunggu.
Di mana aku?
Se Hoon.
Aku tidak ingat apa pun
sekeras apa pun aku berusaha.
Aku merasa
melihat seseorang.
Kamera pengawas juga tidak berfungsi.
Dia memotong kabelnya sebelum masuk.
Nona Han, kami mengirim pasukan di dekat jalan rahasia.
Berapa banyak?
Totalnya enam orang, tapi kami akan mengirim lebih banyak.
Tangkap dia begitu memasuki jalan itu.
Kita harus memeriksa noda darah korban,
jadi, sita sepatu dan pakaiannya.
"Korban"?
Jo Sung Dong dibunuh.
Apa aku harus memanggil ambulans?
Tidak, hanya forensik.
Bagian terpentingnya sudah hilang.
Seolah-olah dia menghapus ingatan mereka.
Ini keterlaluan.
Dia memiliki kemampuan untuk menghapus ingatan orang lain.
Seharusnya aku sadar setelah apa yang menimpa Park Ki Dan.
Aku tidak percaya ini.
Aku tidak ingat apa yang kulihat.
Dia membunuhnya dengan pena.
Dia menghukumnya atas kejahatan yang dia lakukan melalui artikelnya.
Dia sudah tamat.
"Memorist"
"Ep. 8: Ikan Haring Merah"
Sudah periksa ke mana motornya?
Belum.
Kita bahkan punya ruang kendali yang membantu kita.
Dan jalan rahasianya?
Semua pasukan kita menunggu di sana.
Peringatkan semua orang
bahwa Jin Jae Gyu mampu menghapus ingatan orang lain.
Apa? Dia bisa menghapusnya?
Pastikan tidak ada yang melakukan kontak fisik.
- Baiklah. - Perhatian, Semuanya.
Target punya kemampuan untuk menghapus ingatan orang.
Kuulangi. Dia punya kemampuan untuk menghapus ingatan.
Jangan melakukan kontak fisik.
- Dia bisa menghapus ingatan. - Dia punya kekuatan supernatural?
Halo, Pak.
Itu dia.
Apa?
Dia pergi.
Aku menemukannya.
Di mana?
Jaraknya lima kilometer dari rumah Jin Jae Gyu.
Tapi itu 50 menit yang lalu.
50 menit yang lalu?
Ke arah mana?
Rumah Jin Jae Gyu.
- Apa? - Kalau begitu, itu terjadi
sebelum pengintaian?
Pak, ada seseorang
- di kebun Jin Jae Gyu. - Apa?
Perbedaan waktunya terlalu lama.
Dia menghapus ingatan Pak Tua dan menghilang 80 menit yang lalu.
Jadi, saat kita meninggalkan jalan rahasia...
Saat itulah dia kembali setelah membunuh Jo Sung Dong.
Kita sempat kehilangan dia.
Kita seharusnya tetap di sana.
Jangan sampai dia tahu kita tahu soal jalan rahasia.
- Bisa dia gunakan untuk melawan. - Tidak.
Astaga.
Korban kedua sudah muncul.
Bagaimana caramu memerintah komplotanmu?
- Komplotan? - Memerintahkannya untuk membunuh
tidak akan membebaskanmu.
Komplotan?
Entah itu
atau kamu bawahan yang menerima perintah dari dalangnya.
Seperti badut tua payah yang hanya menjadi pengalihan.
Kulihat kamu marah
seperti biasanya.
Aku mengerti kenapa Detektif Dong marah
karena orang-orang yang dia sentuhlah yang mati.
Tapi kenapa kamu?
- Hentikan omong kosong ini. - Ini tidak adil.
Semua orang tahu ayahmu merusak kepercayaan mereka.
Apa?
Dia mengkhianati rekan-rekannya.
Dia mewakili 2.000 rekan kerja yang dipecat secara tidak adil,
tapi dia memberikan kesaksian palsu
yang merugikan serikat pekerja.
- Diam. - Ribuan ayah
kalah di persidangan dan disingkirkan.
Namun, ayahmu menerima banyak uang.
Dia juga ditawari pekerjaan di anak perusahaan.
- Diam! - Banyak keluarga lumpuh
dan mereka menjadi korban penyakit dan depresi.
Saat korban ke-17 bunuh diri,
ayahmu juga dihukum
dengan ditikam 17 kali.
Bagaimana kamu tahu itu?
Jumlah luka tikam tidak pernah diungkapkan.
Pernahkah kamu memikirkan ini?
Menurutmu kenapa ayahmu mengkhianati rekan-rekannya?
Bagaimana kamu tahu?
Karena kamu.
Dia harus menafkahi putrinya yang genius.
Buku bagus, sekolah bagus, janjinya kepada istrinya...
Kamu tahu keadaannya.
Para ayah memilih melakukan kejahatan demi keluarga mereka.
Bagaimana kamu tahu bagaimana perasaan ayahku?
- Kecuali kamu pembunuhnya... - Karena aku bertemu dengannya.
Aku bertemu hantu ayahmu.
- Apa? - Sekarang omonganmu gila.
Si Algojo paling menikmati
membunuh ayahmu.
Bedebah.
Jin Jae Gyu, kamu ditangkap sebagai komplotan
dalam kasus pembunuhan Jo Sung Dong.
- Kamu berhak tetap... - Bagaimana dengan cara yang mudah?
Pindai ingatan.
Baca benakku.
- Kamu serius? - Tentu saja.
Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?
Karena mereka yang akan mati sudah terpilih.
Bahkan korban ketiga.
Dua orang sudah tewas
dan berarti hanya kurang satu.
Orang yang melakukan kontak fisik denganmu
akan tewas sebelum akhir bulan.
Tanda tangani ini.
"Aku, Jin Jae Gyu, setuju dengan pindai ingatan Detektif Dong."
"Apa pun yang dilihatnya akan diterima di pengadilan."
"Jin Jae Gyu"
- Pergilah. - Hyeon Su.
Kenapa dia di sini?
Tidak ada orang di rumah, jadi, gurunya mengantarnya...
Seharusnya kamu meneleponku!
Tapi pihak TK yang salah.
Aku tidak pernah bilang dia boleh diantar ke sini.
Sebaiknya kamu pergi.
Aku tidak akan bisa mengelola rumah kaca lagi.
Ayo.
Reputasiku hancur karena kamu.
Seakan-akan kamu memilikinya.
Tuanku...
Itu kutukan.
Semua yang melakukan kontak denganmu akan mati.
Detektif Dong!
Detektif Dong.
Detektif Dong, bangun!
Ya.
Belum.
Ya.
Baiklah.
Aku Kim, seorang manajer.
Kenapa agen BIN ada di sini?
Kamu bisa membaca ingatan tanpa kontak?
Agen BIN adalah orang bodoh yang pintar.
Orang yang hanya menyebutkan pangkatnya
entah penipu atau agen BIN, tapi hanya mereka yang tidak tahu itu.
Maaf atas perkenalan yang terlambat.
Aku sudah cukup lama menjadi penanganmu.
Aku tidak pernah meminta "ditangani".
Ini kali ketiga
kamu kehilangan kesadaran.
Jika sekali, itu bisa dibilang karena dipukul,
tapi dua kali lainnya saat membaca ingatan.
Lalu? Kamu akan melakukan pemeriksaan fisik?
Benar. Mereka sudah selesai memeriksamu.
Mereka bilang tidak ada yang salah, tapi itu pertanda buruk.
Kami menyimpulkan akan memburuk jika kamu terus memindai orang.
Jangan ikut campur.
Aku akan merawat tubuhku.
Kamu aset nasional.
Tidak. Kalian hanya ingin menjadikanku senjata.
Lagi pula, kamu tidak bisa terus menjadi polisi.
Kamu akan dinyatakan bersalah.
Jika sudah selesai, silakan pergi.
Kami tidak memintamu berhenti dan bergabung dengan kami.
Kami akan membantumu bertahan di kepolisian.
Pemerintah tidak bisa mengendalikan sidang zaman sekarang.
Kami tidak bisa,
tapi bisa mengubah sentimen publik.
Itu keahlian kami.
Meski dinyatakan bersalah, kami bisa memastikan kamu tidak dipecat.
Apa imbalannya?
Kamu bisa membantu kami sesekali jika ada waktu luang.
Membantu penelitian kami akan bagus.
Atau
No comments yet. Be the first to leave one.