The first 196 lines.
Oh Jenderalku
Episode 1
Siapa orang itu?
Ini adalah Raja Neraka Dunia!
Yelu Dadan! Aku sudah menjaga perbatasan selama delapan tahun!
Aku akan memenggalmu hari ini!
Ye
Apa kau masih ingat Pedang Naga ini?
Siap-siap!
Kepala Yelu Dadan di sini.
Jenderal yang paling berkuasa! Jenderal yang paling berkuasa!
Mengenai urusan dinasti yang lalu, Yang Mulia bisa tenang dan menanganinya.
Aku sudah tua. Kesehatanku lebih buruk dari sebelumnya.
Aku hanya bisa tinggal di sisi Yang Mulia dan mendengarkan ide dari para menteri.
Lebih baik bagi Yang Mulia untuk memutuskan urusan negara.
Ibunda mampu mencetak banyak hari ini. Kau berjalan dengan langkah yang tegas dan stabil. Aku mengakui bahwa aku kalah darimu.
Kau tidak butuh banyak tenaga fisik dalam bermain chuiwan. Kau akan berkeringat sedikit. (T/N : sangat mirip dengan golf)
Ini membantu dalam menjaga kesehatan seseorang, dan menumbuhkan hati dan sifat seseorang.
Ini sangat cocok untukku.
Ambilkan "Paruh Elang" ku.
Tembakan hebat! Tembakan hebat.
Murai dalam kegembiraan! Pasti ada sesuatu yang menggembirakan terjadi segera.
Burung keberuntungan seperti murai paling tahu sifat manusia. Dia pembawa berita baik.
Ini adalah tanda keberuntungan bahwa langit telah memberkati dinasti Song Agung kita.
Laporan.
Berita Kemenangan : Laporan Militer
Bawahanku tersayang, Jenderal Besar Ye Zhao dengan sekali ayun memenggal kepala jenderal utama Liao, Yelu Dadan.
Ini adalah kesempatan yang berbahagia untuk Kekaisaran Song.
Lapor, Ibu Suri. Lapor, Baginda.
Seluruh generasi keluarga Ye telah bergabung sebagai tentara sejak kekaisaran kita berdiri.
Totalnya ada tigabelas orang yang telah mengorbankan nyawa mereka demi kelangsungan kekaisaran, mereka adalah keluarga yang memiliki banyak pejuang setia.
Kesetiaan dan keberanian dari keluarga Ye dapat dianggap sebagai contoh terbaik untuk tentara. Dapat dirayakan dan disesali.
Kurasa kita harus memberikan hadiah besar untuk mereka,
agar kekuatan militer kita tersebar dan membuat Song semakin disegani.
Menjawab Ibu Suri dan Baginda, kurasa ada hal yang kurang tepat dari usulan Jenderal Yang.
Apa yang kurang tepat?
Delapan tahun lalu, orang-orang Liao menyerang wilayah kita dan secara berturut-turut menguasai delapan belas kota di perbatasan kita.
Yang menjaga perbatasan kita saat itu adalah
Zhenguo (Pembuat Stabil Negara) Gong , Jenderal Besar Ye Zhong, jenderal pendiri negara ini, dan putra-putranya. (T/N: sama dengan gelar 'Adipati')
Orang-orang Liao menyerang perbatasan kita dengan merajalela,
semua itu hanya karena kelalaian Ye Zhong.
Dan sekarang, meskipun putra Ye Zhong, Ye Zhao, berhasil membunuh Yelu Dadan,
jasa-jasanya tidak cukup untuk menghapus kesalahan keluarganya. Semoga Baginda menilai hal ini dengan bijaksana.
Kurasa yang dikatakan oleh Perdana Menteri Lu sedikit berprasangka.
Ye Zhong dulu kalah karena ada mata-mata dalam tentara kita yang bekerjasama dengan kekuatan lawan.
Ye Zhong dan kedua putranya gugur di Yongguancheng karena hal ini.
Lapor, Baginda.
Baginda memiliki watak yang baik dan tidak membeda-bedakan dalam memberikan hadiah maupun hukuman.
Dalam waktu tiga tahun, kau telah menganugerahkan gelar untuk Ye Zhao dan ayahnya sebanyak tiga kali.
Namun mereka berdua terus saja menolak gelar itu.
Menghiasi dirinya sendiri dengan berbagai prestasi dan memimpin tentara yang sangat kuat,
hal ini kelak akan membawa masalah bagi kekaisaran.
Lapor pada Baginda. Delapan tahun lalu, Ye Zhao yang saat itu berusia enam belas tahun
memimpin ribuan pasukan berkuda untuk melakukan serangan diam-diam ke perbatasan di malam hari.
Dia membakar perbekalan tentara musuh dan mengalahkan delapan ribu orang hanya dengan satu serangan.
Ye Zhao yang berusia dua pulum empat mampu menbunuh jenderal besar Tentara Liao, Yelu Dadan,
dan merebut kembali Perlintasan Yanmen . Seorang pemuda gagah berani, (T/N: pertahanan penting terhadap suku-suku dari stepa Euroasia)
pemuda yang memiliki keberanian dan wawasan, pemuda yang kesetiaannya dapat diandalkan.
Baginda.
Ye Zhao memang pemberani dan perwira militer yang setia. Dia adalah keberuntungan bagi kekaisaran kita.
Memberitahukan Ibu Suri, memberitahukan Baginda.
Ye Zhao telah cukup lama hidup dalam medan pertempuran, dan hanya memiliki pengetahuan sedikit tentang etika kekaisaran kita.
Berkah dari Baginda-pun tidak terlalu menyentuhnya.
Berdasarkan pendapatku yang rendah ini karena Ye Zhao sekarang merencanakan untuk menyerang Baxian di Liao (T/N: Kota Bazhou, Hebei)
kita lihat saja apakah dia mampu memenangkan pertempuran ini dengan satu kali serangan saja, dan kemali membawa kemenangan.
Baginda dapat menunggu hasil pertempuran itu sebelum membuat keputusan.
Aku izinkan.
Apa yang dikatakan Pangeran Qi sangat tepat. Pertempuran di Baxian, Liao, memang sangat penting.
Segera sebarkan perintahku bahwa Jenderal Besar Ye harus melakukan yang terbaik saat melawan musuh. Dia tidak boleh gagal.
Aku akan jalankan.
Panjang umur Baginda!
Ini jebakan!
Itu Pasukan Ye! Pasukan Ye!
Kita harus bagaimana?
Aku sarankan kalian untuk menyerah.
Putra Mahkota, apa kita harus menyerah?
Siapapun yang berani bicara tentang menyerah lagi,
penggal mereka!
Lemparkan senjata kalian dan menyerahlah!
Lapor Baginda, Zhenbei ("Pembuat Stabil Negara") Jenderal Besar Ye Zhao telah menangkap hidup-hidup Putra Mahkota Liao, Yelu Hong.
Laporan Kemenangan, Pertempuran Baxian
Pertempuran ini menghapus masa lalu kita yang memalukan...
Baginda, umumkanlah bahwa perang ini telah berakhir dan negosiasikan perjanjian damai dengan Liao.
Menjamin perdamaian jangka panjang di perbatasan kita.
Menjamin bahwa rakyat kita di perbatasan dapat hidup tenang dan bekerja dengan gembira.
Baginda, hal ini pantas untuk dirayakan.
Ye Zhao memang tidak mengecewakan.
Aku harus melaporkannya pada Ibu Suri agar memberinya hadiah yang setimpal.
Titah Kekaisaran Baginda
Zhenbei Jenderal Besar Ye Zhao telah membela perbatasan.
Selama delapan tahun ini, demi untuk mempertahankan kekaisaran Song kita, beliau menjalani hidup penuh ancaman di medan perang,
bekerja keras dan meraih jasa besar. Beliau sangat setia dan memiliki prestasi militer yang luar biasa.
Langit maha luas menjadi saksi isi hatinya. Matahari dan bulan dapat menunjukkan rasa kasih sayangnya.
Hari ini, aku memerintahkan agar Ye Zhao segera mengawal para tahanan kembali ke ibu kota.
Aku menganugerahkan padanya gelar "Xuanwu Hou " (T/N: sama dengan gelar "Bangsawan Xuanwu")
dan "Jenderal Besar dari Kekuatan Militer Dunia." Beliau akan memimpin pasukan terdiri dari satu juta prajurit kembali ke ibukota.
Aku memerintahkannya untuk kembali ke ibukota dan menerima penghargaan.
Ibu Suri sangat cerdas. Baginda sangat bijaksana.
Panjang umur Baginda.
Baginda.
Ini adalah teh ginseng Longjing dibuat dari daun teh yang nyaris seluruhnya putih dengan sedikit warna hijau yang dipetik pada musim semi. (T/N: teh Naga, "Teh Kaisar")
Bagaimana rasanya?
Ini memang teh yang luar biasa.
Istri kesayanganku, terima kasih.
Baginda, kurir dari Pasukan Ye datang untuk menghadap.
Izinkan dia masuk.
Apa?
Yang Mulia, ada apa?
Ye Zhao?
Ye Zhao seorang wanita!
Bagaimana mungkin seorang wanita dapat memimpin pasukan bertempur?
Bukan hanya menanggung hidup yang sulit dan penderitaan bersama para prajurit lainnya,
dia juga menghabisi ribuan pasukan lawan dan meraih prestasi militer secara berturut-turut.
Seseorang yang gagah berani dan hebat dalam bertempur,
bagaimana bisa dia adalah seorang wanita?
Bagaimana kalau kau perintahkan Kasim Jiang untuk pergi ke kediaman Zhenguo Gong dan menanyakannya?
Itu masuk akal.
- Jiang Luhai. - Aku di sini.
Besok, pergilah ke Kediaman Zhenguo Gong untuk bertanya. Cari tahu identitas yang sebenarnya
dari Ye Zhao ini.
Aku laksanakan.
Bangsawan Tua.
Bangsawan Tua, Kasim Jiang datang.
Kasim Jiang, mohon tunggu sebentar. Beliau saat ini sedang minum teh.
Bangsawan Tua.
Bangsawan Tua.
Kasim Jiang, mohon tunggu sebentar.
Baginda mengirim seseorang untuk memberikan kita hadiah makanan yang enak-enak!
Jika tidak ada orang yang keluar untuk menerimanya dan berterima kasih atas berkat dari Baginda, aku terpaksa mengembalikannya!
Jangan dikembalikan.
Jika kau tidak makan makanan berkualitas tinggi seperti itu, kau akan dihukum mati.
Aku, Zhenguo Gong, menerima hadiah kekaisaran ini.
Xiao Zhong Zi,
sajikan makanan dan anggurnya. Aku lapar.
Bangsawan Tua, Kasim Jian ada urusan resmi untuk ditanyakan padamu.
Ah, Xiao Chongzi , (arti literal: "Serangga Kecil")
apakah kau baru saja menipuku?
Sebaiknya kau berhati-hati. Kalau kau menipuku, aku akan cubit kau sampai mati,
dan menjadikanmu makanan burung!
Saat kudengar nama besar ayah dari Zhenguo Gong, selalu saja terkait dengan urusan besar negara.
Baginda sengaja mengirimku kesini hari ini untuk menanyakan beberapa hal terkait urusan besar negara padamu.
Karena ini mengenai urusan negara, Kasim Jiang silahkan duduk.
Xiao Zhong Zi, siapkan teh.
Hari ini....
Baginda memerintahkan cucu langsungmu, Ye Zhao, untuk kembali dan menerima penghargaannya.
Dia dinobatkan sebagai "Jenderal Besar dari Kekuatan Militer Dunia,"
yang memerintah satu juta prajurit di ibukota ini.
Ini berita basi.
Tidak ada yang baru soal itu.
Tapi baru-baru ini, Ye Zhao menulis surat balasan kepada Baginda
yang mengatakan bahwa dia bukan laki-laki.
Omong kosong.
Kau bicara omong kosong. Jika dia bukan laki-laki, lalu dia apa?
Dia laki-laki asli.
Jika Tetua Gong tidak mau mengatakan kebenarannya padaku, artinya Ye Zhao telah melakukan kejahatan menipu Kaisar.
Dia akan dihukum mati.
Jadi...
Jika aku mengatakan yang sebenarnya padamu, makanan dan atau minumam mewah apa yang akan kau berikan padaku?
Tetua Gong bisa makan makanan enak apapun yang kau inginkan.
Baiklah! Kau terus-terang sekali!
Sejujurnya kukatakan padamu,
Ye Zhao adalah laki-laki sejati.
Tapi....di bawah sana, dia sepertimu.
Dia tidak punya....
Aku permisi dulu.
Semua keturunan keluarga Ye-ku luar biasa!
Jenderal, ini sudah di dalam wilayah Song. Kita akan segera tiba di Perlintasan Yanmen.
Sampaikan perintahku. Setelah makan siang, kita akan kembali ke Yongguancheng.
Baik.
Jenderal.
Jenderal.
Qiu Shui, di mana aku bisa buang air?
Jenderal ingin melakukan beberapa rutinitas buang air?
Aku berpiran untuk buang air kecil juga. Kurasa ngarai di sebelah sana cocok.
Jika Jenderal tdiak keberatan, aku akan menemanimu pergi ke sana.
Qiu Shui, kau semakin bebas saja.
Jika kalian berdua terus seperti itu denganku, aku takut tidak akan ada pria yang berani menikahi kalian nanti.
Kakak dan aku sudah mengiktui Jenderal selama bertahun-tahun. Kita sudah sangat dekat, seperti satu keluarga.
Tunggu aku. Aku ikut juga.
Apa yang kau lakukan?
Bukankan Jenderal akan buang air kecil? Aku mau ikut juga.
Siapa namamu? Berapa lama kau sudah menjadi bagian pasukan?
Margaku Xu. Namaku Duohua ("banyak bicara"). Aku sudah berada di pasukan selama tiga bulan.
"Xuduohua" (banyak bicara)? Kurasa itu lebih seperti "banyak omong kosong."
Kuberitahu kau bahwa jenderal senang dengan ketenangan. Dia tidak senang ada orang yang menemaninya.
Terlebih, dia tidak menginginkan orang yang banyak bicara dan tentara baru sepertimu untuk menemaninya.
Kembalilah, biar pimpinan pasukanmu mengajarimu.
Cepat pergi.
Hu Qing, ada apa dengan orang ini?
Berdiri.
Kita semua laki-laki. Apanya yang tidak nyaman?
Aku bahkan bisa kencing seperti jenderal, tidak seperti dua wanita bengis itu. Mereka pantas untuk tidak menikah.
- Hei... - Kurasa kau tidak mau hidup lagi! Beraninya kau mengatakan bahwa putriku tidak akan menikah?
Cukup, Lao Qiu.
Xu Duohua ini juga berjasa besar kali ini. Dia bisa membunuh tiga belas tentara Liao.
Baiklah. Mempertimbangkan bahwa kau meraih prestasi, aku akan melepaskanmu hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.