The first 200 lines.
"Lovely Enough to Love Episode 7" Timing and Subtitles by ❤ Lonely Lovers team ❤
Ahh, aku tak tahu kenapa aku tak bisa berhenti menangis.
Apa ada hal yang mudah disukai dariku?
Kenapa?
Kamu terlihat paling keren dari yang pernah kulihat.
Itu karena kamu melakukan yang terbaik.
Hei! Ada apa denganmu?
TAK SEMUA AWAL HARUS BARU
Apa kamu pernah memikirkannya? Jika kamu menghilang seperti itu,
apa kamu gak mikirin orang yang mengkhawatirkanmu?
Kamu bilang aku bisa minum makgeoli sampai mabuk.
Ini bukan seperti aku mabuk dan membuat masalah.
Kamu seharusnya kasih tahu aku kalau mau pergi duluan.
Akan naik.
Pintu akan tertutup.
Kalian berdua terlihat serasi.
Hyun Jin.
Mau tidur denganku malam ini?
Apa?
Hanya... Kupikir akan menyenangkan tidur satu malam bersama pria.
Halo?
Apa?
Di depan rumahku?
Bagaimana kamu bisa kabur di umur segini?
Bukankah kamu bilang hanya akan numpang sebentar?
Hei. Mungkin ada yang mengira kamu pindah dengan membawa semua itu.
Aku harus pindah beneran. Aku gak bisa tinggal dengan orang tuaku lagi.
Aku mengerti mereka pindah ke rumah yang lebih besar karena putranya menikah.
Tapi, apa masuk akal aku tinggal di sana sebagai keluarga dari adikku?
Bahkan tanpa membahasnya denganku.
Yah~ Sungguh...
Aku juga anak mereka.
Setidaknya mereka gak boleh mendiskriminasi.
Ini tampak seperti aku nebeng pada adikku.
Meski orang tuamu gak membahasnya denganmu, tapi kabur juga gak akan menyelesaikan masalah.
Tanpa Hyun Jin,
aku harus tidur di kafe.
Aku sangat beruntung punya teman kayak gini.
Terima kasih, Hyun Jin.
Aku senang kamu datang.
Aku akan tidur di sofa.
Dan meninggalkan tempat tidur besar ini?
Kamu tak menyukaiku atau takut padaku?
Bukan dua-duanya.
Agak aneh tidur bersamamu.
A-Aneh?
Tidak. Sudah lama aku tidur sendiri.
Fakta bahwa seseorang bernapas tepat di sisiku...
...ini canggung tapi menyenangkan. Merasakan tarikan dan hembusan napasmu.
Aku juga menyukainya.
Apa ini terlalu berlebihan?
Na Eun. Kamu tahu.
Aku sangat iri padamu.
Bahkan setelah melihat semua yang kualami? Aku ditipu dan menumpang di rumah temanku.
Tapi tetap saja, kamu masih mengejar impianmu.
Jika itu aku, aku akan menangis tanpa henti...
...dan mengganggu orang-orang di sekitarku.
Tapi kamu bertahan dengan kuat.
Kamu hebat.
Kamu datang ke sini untuk menghiburku?
Haruskah aku menjual kafe dan hidup sepertimu?
Membuka kafe adalah impianmu.
Benar.
Tapi ayah dan ibuku membelikannya untukku.
Aku membuat kesepakatan aku akan...
...mengembalikan uang yang mereka berikan setelah membuka kafe.
Tapi aku masih berjuang melunasinya.
Aku bukan menahannya karena aku kuat.
Terkadang, aku ingin bersandar pada seseorang.
Siapa?
Satu hal yang kuyakini.
Aku benar-benar anjing yang meminum makgeoli.
Ayo tidur.
Maaf. Seharusnya orang yang menumpang yang tidur di lantai.
Lupakan. Aku yang menumpang dan terjebak di sini. Aku yang harus tidur di lantai.
Terima kasih.
Tidur nyenyak. Aigu, aku capek banget.
Ini mosijoke rebus. Ini sangat menyegarkan. Silahkan disruput!
Aku tahu ini enak hanya dengan melihatnya.
Rasanya perutku sedang dibersihkan.
A Reum, reaksi yang luar biasa!
Kamu pasti merasa senang, Pemilik.
Kupikir kamu akan bagus menjadi reporter restoran.
Aku sangat suka suasana di sini.
Dong Seok. Apa ada kamar kosong di sini?
Aku akan sangat bahagia jika aku hidup seperti ini setiap hari.
Sejujurnya,
Aku buat ini karena Kang Woo bilang Na Eun tadi malam mabuk...
...dan memintaku membuatkan sup pengar.
Kenapa?
Apa aku tak boleh perhatian pada Na Eun?
Omomo...
Sebelumnya kamu bilang kamu tipe orang yang perhatian pada Gyeong Won.
Apa ini, Kang Woo Oppa?
Benar. Kang Woo, kamu tak boleh begini.
Tapi itu semua tak berguna.
Na Eun alergi terhadap kerang.
Tidak, kini aku baik-baik saja. Alergiku sudah berubah.
Kamu tidak baik-baik saja.
Na Eun lebih suka menghilangkan mabuk...
...dengan pizza berminyak dan hamburger daripada sup.
Kamu tahu segalanya, ya?
Apa karena kamu adalah sahabatnya?
Kalian berdua merasa tidak nyaman tadi malam?
Kalian harus tidur bareng gara-gara aku.
Oh my god.
Kang Woo Oppa dan Hyun Jin Oppa tidur bareng tadi malam?
Bagaimana? Malam pertama kalian.
Aku menyukainya. Mulai sekarang kita harus tidur bareng setiap hari.
Aku memikirkan hal yang sama.
Kalau terus begini, kalian berdua akan menjadi soulmates atau semacamnya?
Selamat pagi. Masuklah.
Tidak. Kami akan berjalan.
Maksudmu apa? Aku capek jadi aku gak bisa jalan.
Bolehkah?
Aku duduk di sini. Mohon mengemudi dengan hati-hati.
Na Eun pasti senang. Kamu punya mobil tumpangan.
Kamu benar. Aku takkan melakukan ini untuk siapa pun. Ini karena Na Eun.
Selain itu, kamu punya koki yang membuat sarapan enak.
Itu bagus.
Haruskah aku tinggal di sini juga?
Dong Seok sepertinya dia akan mengurangi biaya sewa untukku.
Menyerah saja. Lagipula tidak ada kamar kosong.
Lalu, mau tinggal bersamaku? Jika kita menemukan tempat bersama—
Tidak mau. Poinnya bukanlah tinggal bersamamu, tapi ingin tinggal di Happy Together.
Na Eun. Kini kamu merasa baikan?
Haruskah kita makan malam bersama hari ini? Untuk ulang tahun A Reum dan menghiburmu.
Han A Reum. Hari ini ulang tahunmu?
Cepat sekali kamu menyadarinya! Benar hari ini, 17 September.
Aku seharusnya mengucapkan selamat dulu.
Aku sedang banyak pikiran, jadi aku lupa. Apa yang harus kulakukan?
Kalau begitu, kita bisa merayakannya sekarang. Meski bukan pesta besar,
kita bisa berkumpul malam ini, mengobrol sambil makan makanan enak.
Kamu bilang "kita", siapa itu?
Aku, Na Eun, Dong Seok, dan Ji A...
Dan Hyun Jin.
Benar, BFF Na Eun! Aku hampir melupakan Hyun Jin,
Pahlawan biasa muncul di saat-saat terakhir.
Kamu sengaja melupakanku agar namaku dipanggil terakhir, kan?
Tentu! Aku tak perlu menjelaskan karena kamu bisa membaca pikiranku. Kita pasangan yang cocok.
Apa yang terjadi di antara mereka?
Kurasa tidur bareng semalam bisa membuat mereka sangat dekat.
Kamu tidak bekerja?
Kasar sekali.
Bukankah seharusnya nawarin kopi dulu, meskipun itu hanya basa-basi?
Kupikir kamu sibuk.
Meskipun aku sangat sibuk, aku masih punya waktu untuk minum kopi denganmu.
A Reum, tolong dua cangkir kopi.
Baik, akan segera aku siapkan.
Apa yang kamu lakukan?
Na Eun, kamu tak boleh seperti ini. Kamu akan tetap bekerja saat aku duduk di depanmu?
Kamu mengusirku, menyuruhku pergi karena kamu sibuk.
Bukan begitu.... Kenapa Hyun Jin turun di tengah jalan?
Kenapa dia tiba-tiba bermain tenis? Ini bukan seperti dia pemain profesional.
Kenapa bahas Hyun Jin saat kamu sedang bersamaku? Apa kamu merasa sangat canggung denganku?
Alih-alih merasa canggung....
Ya, aku merasa canggung. Aku juga tak tahu harus berbuat apa.
Aku juga sama.
Tapi jika aku canggung, itu akan membuatmu lebih canggung, jadi...
Angkat teleponnya.
Ya, ini Lee Na Eun.
Halo, apakah ini Penulis Lee Na Eun?
Ya benar, tapi ini siapa?
Aku bekerja di Perusahaan Penerbit Harim Books.
Harim Books? Kenapa Anda mencari...?
Aku menghubungimu setelah membaca seri artikel tentang tinggal di co-living house.
Aku menikmati artikelmu, namun sudah lama kamu tak mengupload postingan baru.
Jika tidak keberatan, bisakah kita bertemu dan berdiskusi lebih lanjut?
Maafkan aku, tapi aku tak berniat menerbitkan buku.
Maaf? Aku tak mengerti maksudmu.
Aku memutuskan untuk tidak menulis lagi.
Aku sungguh minta maaf.
"Kenapa kalian pulang bareng?"
aku bahkan tak bisa menanyakan itu.
Game set! Bagus!
- Aku akhirnya mengalahkanmu! - Sudah berakhir?
Ayolah, Sunbae! Kamu bahkan tak menyadari bahwa game telah berakhir.
Pikiranmu ada di tempat lain.
Kutebak, kamu sedang memikirkan Na Eun, 'kan?
Benar.
Heol, apa sekarang kamu mengakuinya?
Aku putuskan untuk mengakuinya. Menghindar takkan menyelesaikan apapun.
Benar, pria harus mengatasinya secara langsung, apa pun yang terjadi.
Maka kini, kamu takkan punya waktu untuk bermain denganku lagi.
Tidak, aku harus punya pacar, jadi kita bisa kencan ganda.
Woi, woi, aku bahkan belum menembaknya, jangan terlalu terburu-buru.
Kalau begitu, karena sepertinya kamu butuh banyak waktu,
Bisakah kamu menyelamatkanku dari kesepian yang memuakkan ini terlebih dulu?
Aku menyukai Bo Ra, yang kulihat sebelumnya, dan wanita berambut keriting juga tampak cantik.
Jadi, intinya, selama kamu tidak kesepian, kamu baik-baik saja, 'kan?
Iya! Mau dicomblangin sama siapa? Sunbae?
- Sunbae? Siapa ? - Siapa ya....
- Sunbae? - Aw, bahuku sakit.
Sunbae, dimana, dimana yang sakit?
David.
Kupikir sudah memberi tahumu bahwa kita harus berpisah sejenak.
Aku tak paham apa maksudnya. aku tahu aku takkan berubah pikiran.
Jika yang kamu inginkan, memiliki anak...
...dan hidup normal seperti orang lain, aku tak bisa melakukannya untukmu.
Ya, Kehidupan biasa dan normal adalah apa yang kuinginkan.
No comments yet. Be the first to leave one.