The first 200 lines.
Mitty.
Mitty.
Mitty.
Hei, kamu yang lembut.
Untuk apa kamu...
datang ke sini?
Desa adalah buaian yang tertutup.
Sekali terperangkap, nilai akan berubah.
Keinginan akan terpenuhi.
Dalam kedamaian abadi, perjalanan pun berakhir.
Aku tersesat.
Tumbuhan yang tidak biasa.
Tidak ada amagiri yang bisa diandalkan.
Seismometer pun tidak berfungsi.
Ditambah si Gantar terus mengikutiku.
Sial.
Aku malah sibuk melihat kelopak bunga itu.
Setidaknya aku harus kembali ke tempat sebelumnya.
Si Gantar itu!
Naga Turbinid!
Katanya mereka makhluk pendendam.
Dia...
mau mengikutiku sejauh mana?
Sial.
Rupanya dia bisa baca gerakanku.
Lenganku tergores?
Batu dan...
Apa?
Sejak kapan...
dia bisa memuntahkan sesuatu?
Kamu tidak menulisnya, Lyza!
Dia mundur?
Karena ini di luar wilayahnya?
Sial! Aku harus berpegangan pada sesuatu!
Kamu...
mengikutiku?
Maaf.
Aku akan kembali ke tempat mereka berdua.
Terima kasih telah menyelamatkanku.
Arahnya berlawanan.
Kalau ke sana, makin banyak kekacauan.
Jadinya aku menarikmu.
Kamu...
bisa bicara?
Sebaiknya kamu cepat pergi dari sini.
Aku tidak bisa menahan Faputa.
Aku tidak bisa menahan desa juga.
Apa maksudnya?
Kalau bisa bicara, berikan penjelasan yang mudah dimengerti.
Intinya jalan ke desa bukan lewat situ.
Arah sebaliknya.
Sungguh lewat sini, kan?
Dari tadi banyak hewan buas yang menyerang.
Di sini tidak ada penangkal hewan buas.
Penangkal hewan buas?
Sesuatu yang Faputa berikan pada kalian.
Sesuatu yang terbuat dari campuran rambut tubuh hewan buas dan Faputa.
Apa?
Jadi ritual aneh yang bikin merinding waktu itu...
Sejenis itu, ya?
Berarti catatan itu juga ulah kalian?
Faputa...
dia meragukan identitasmu, jadi dia mengetesmu.
Kamu sama sekali tidak mencari Faputa setibanya di Shourou.
Shourou?
Kita harus mengembalikan informasi yang hilang darimu.
Hei, kalau memang tahu, coba beri tahu aku.
Aku ini sebenarnya apa?
Tidak tahu.
Aku tidak punya informasi tentang Unit Interferensi macam dirimu.
Apa? Unit Interferensi?
Aku adalah Unit Interferensi.
Diciptakan untuk mengumpulkan pengetahuan.
Tiap lapisan memiliki Unit Interferensi,
tapi sudah lama tidak ada kabar dari unit lain.
Mungkin mereka telah gagal, atau telah dicuri.
Desainmu mirip sepertiku, tapi...
Unit Interferensi tidak bisa melintasi lapisan.
Bisa jadi pencipta kita sama.
Kamu tahu siapa pencipta kita?
Aku tidak diberi tahu informasi soal itu.
Kamu bisa pergi ke mana saja, jadi kamu cari tahu jawabannya.
Sudah kelihatan.
Ilblu.
Desa.
Kamu suka di sini?
Eng...
Ya!
Bagus!
Senang mendengarnya.
Hadi... Enak banget!
Terkadang memang ada yang jahat, tapi kami semua orang baik di sini.
Maaa.
Eng... Tiga Serangkai itu apa?
Rie... Aku lupa menjelaskan.
Tiga Serangkai itu orang-orang yang membuat desa Ilblu, semacam tetua di sini.
Aduh, maaf terlambat memperkenalkan diri, namaku Riko!
Peluit Putih...
Saat ini aku sedang tidak memegangnya...
Aku Penjelajah!
Begitu, ya.
Boleh juga.
Yey!
Sampai nanti!
Mandapu!
Sehat?
Bagus! Famosu!
Dia seperti bau matahari.
Famo.
Ie, iekuso.
Oh, kamu masih di sini.
Eng...
Aku punya permintaan.
Wah?
Bisakah kamu mengajariku bahasa sini?
Dalam bahasa kami, banyak kata yang artinya bisa bergeser dan berubah.
Contohnya yang ini.
Jyakopufu.
Jyakopu...
Artinya 40% "meminta",
30% "spesial", dan 30% "rangsangan".
Wah!
Terus ini Ilblu.
Oh, nama desa ini, ya?
Jadi kamu sudah tahu.
Benar.
50% "desa", 40% "buaian", dan 10% "ibu".
Desa, buaian, ibu.
Terus yang ini...
Ini artinya "mengerti",
konbosu.
Konbo...
Konbosu.
Terima kasih, "ienme".
Maaf,
"riezochi".
"Famo",
sampai nanti.
"Rahossu",
tolong.
Permintaan.
Wah!
Kalau sudah hafal itu, nanti kamu akan terbiasa.
Terima kasih banyak!
Sama-sama.
Aku juga senang bisa mengobrol begini.
Semoga temanmu cepat ketemu.
Ya ampun...
Sekarang aku jadi menginginkan anak manusia ini.
Oh, ya!
Apa kamu tahu tempat yang mungkin akan mereka kunjungi?
Biar kupikirkan dulu...
Di tepi desa ini...
ada tempat yang tidak dimasuki siapa pun.
Jauh lebih dalam dari lubang persembahan.
Tempat yang bernama Dogupu atau berarti "di dalam mata".
Ketika aku dan penduduk desa mencoba pergi ke sana,
kami akan menjauhi tempat itu secara naluriah.
Tidak bisa masuk lebih dalam.
Tapi...
karena kamu dan temanmu bukan penduduk desa ini,
bisa jadi temanmu akan menjelajah ke sana.
Rumornya Dogupu menyimpan sebuah rahasia desa.
Sungguh mendebarkan, bukan?
Tetap tidak kelihatan meski sudah mencium bau Meinya.
Kurasa di sini tidak ada medan gaya seperti di desa.
Wah!
Apa ini yang lengket-lengket?
Aku coba ikuti tembok saja...
Wah!
Apa? Ada apa?
Yang ada di kakiku seperti waktu pengimbangan...
Mereka bergerak tapi tidak melakukan apa-apa.
Maaa...
Tidak apa-apa!
Kamu tenang saja.
Di sana ada banyak lubang.
Yang mana?
Aku mulai dari sini saja.
Kate...
Sa... tou...
Apa?
Kachi... maie...
Maaa...
Sai...
Abu.
Maaa.
Bukan Narehate...
Hadi...
Aremaa...
Ternyata masih terlihat seperti manusia.
Eng...
Maaf!
Sudah lama aku tidak bicara sama orang lain...
Aku jadi mengatakan hal aneh...
Maafkan aku.
Kamu bukan Narehate?
Manusia di lapisan keenam!
Jangan-jangan kamu Peluit Putih?
Enam?
No comments yet. Be the first to leave one.