The first 200 lines.
Love a Lifetime
Episode 15
Hati-hati.
Sup hari ini sangat lezat.
Kelak,
kalau kamu bertemu gadis yang baik,
jangan lupa buatkan untuknya juga.
Ziyan...
Sebenarnya
di dalam hatiku
hanya ada kamu seorang.
Mungkin kamu sudah tahu
hanya saja...
hanya saja kamu tidak berani menghadapinya.
Tapi hari ini
karena aku sudah mengatakannya,
aku sudah mengeluarkanmu dari hatiku.
Tapi...
Kalau...
Kalau...
Suatu hari...
Rong Jingfeng tidak baik padamu,
kamu harus memberitahu aku.
Aku akan segera menempatkanmu kembali dalam hatiku.
Aku yang tidak tahu bagaimana menerima kebaikanmu.
Kamu ini...
Lihatlah.
Tidak ada apa-apa.
Kenapa kamu menangis?
Ini...
ini berita baik.
Mulai sekarang
aku tidak akan ke Balai Bingzi mengganggumu lagi.
Benar, kan?
Bintang api jatuh.
Bintang api jatuh.
Tadi aku bertanya pada Lin Jing,
jadi tahu kamu berada di sini.
Hari ini Lin Jing membawa Rong Hua kembali ke kota.
Kamu sebagai orang dalam Paviliun Lingxu,
kenapa kamu tidak dengan Ketua Muda kembali bersama?
Sebenarnya kami mau kembali bersama,
tetapi tidak pernah menemukanmu,
jadi meminta mereka untuk pergi dahulu.
Kenapa kamu mencariku?
Apa lukamu sudah sembuh?
Tidak perlu perhatian palsumu.
Rong Su.
Apa hubungan kita hanya bisa seperti ini?
Tidak sopan.
Apa yang mau kamu lakukan?
Aku hanya ingin kamu mengerti hatiku.
Karena kamu tak percaya
percakapan aku,
aku hanya bisa berbuat seperti ini.
Kalau suatu hari kamu mau meninggalkan Kota Longyin,
aku bersedia menemanimu keliling dunia
bergandengan tangan.
Jangan bermimpi.
Hanya jika Kota Longyin menghilang,
aku, Rong Su, baru akan pergi.
Aku tidak seperti Rong Hua,
yang rela demi cinta dunia fana
meninggalkan semua ini.
Rong Su.
Tidak peduli di Jiangnan,
Beihuang,
atau Diannan,
kalau suatu hari nanti kita bersama,
asalkan kamu menyukai tempat itu,
aku akan menemanimu selamanya.
Jangan menolakku untuk kedua kalinya.
Aku akan menunggumu di Paviliun Lingxu.
Di dunia ini,
kenapa ada orang sekeras kepala itu?
Dulu saat aku di Paviliun Lingxu,
aku tidak memperhatikannya.
Entah apakah langit disana
berbintang indah seperti di Kota Longyin.
Ayo pergi.
Aku ingin kamu menemaniku selamanya.
Dalam kehidupan ini tidak akan berpisah.
Baik.
Guru,
bagaimana jika perjalanan ke Beihuang kali ini
aku saja yang memimpinnya?
Murid Sekte Ling hilang.
Pasti ada dalang di balik semua ini.
Aku sebagai orang Sekte Ling,
pantas bertanggung jawab atas perjalanan ini.
Tidak perlu merepotkanmu.
Aku sudah meninggalkan Guru bertahun-tahun.
Dan tidak pernah melakukan apapun untuk Sekte Ling.
Ini adalah waktu yang tepat untuk berbakti.
Sekelompok murid Sekte Ling tiba-tiba menghilang,
pasti ada suatu maksud tertentu.
Bila Guru percaya pada Ruo Han,
aku bersedia
mewakili Guru ke Beihuang untuk menyelidikinya.
Lihatlah, betapa pintarnya cara bicara orang lain.
Buzhuo.
Kamulah yang terlama bersama Guru.
Tapi kenapa
tidak menguasainya dengan baik?
Bodoh.
Teguran Guru aku terima.
Kalau begitu, kuserahkan pada muridku
untuk pergi ke Beihuang dan menyelidiki masalah ini.
Guru, tenang saja.
Aku tidak akan mengecewakan Guru.
Lu Yizhou,
kenapa kamu adalah orang Paviliun Lingxu?
Siapa?
Ketua Balai,
ini aku.
Masuk.
Ketua Balai.
Sejak Lin Jing meninggalkan Kota Longyin,
tidak ada orang yang memimpin Balai Shengzi.
Kalau seperti ini terus,
Balai Shengzi pasti akan kembali pada tangan Pemimpin Kota.
Apa Pemimpin Kota akhir-akhir ini,
ada pergerakkan?
Ada yang aneh.
Beberapa hari ini keberadaan Pemimpin Kota tidak pasti.
Sejak Nona Kedua pergi,
dia tidak pernah menanyakan apapun tentang keadaan kota.
Tapi ada bagusnya juga.
Kelak untuk urusan Balai Shengzi,
Ketua yang mengaturnya
untuk menundukkan pasukan.
Jangan perlu terburu-buru.
Balai Shengzi tidak ada pemimpin untuk sementara waktu.
Dulu aku pernah berurusan dengan Balai Kongzi.
Jika terlalu terburu-buru,
akan menjadi bumerang untuk kita.
Karena sekarang tidak ada masalah apapun,
untuk apa kita repot-repot.
Jika kelak Balai Shengzi perlu sesuatu,
kita akan membantunya.
Ketua Balai
tidak bermaksud mendapatkan Balai Shengzi?
Masih ada banyak waktu.
Kelak keempat balai di Kota Longyin seperti saudara,
tidak terbagi-bagi lagi.
Lin Jing dan Rong Hua sudah pergi.
Kota Longyin adalah rumah kita.
Keharmonisan keluarga yang terpenting.
Hamba mengerti.
Sekarang siapa yang menjadi Ketua Balai Shengzi tidaklah penting.
Yang penting, Nona Besar adalah
satu-satunya penerus Kota Longyin.
Oh iya,
tadi kamu bilang, keberadaan Pemimpin Kota tidak pasti.
Apakah menemukan sesuatu yang baru?
Ada satu hal yang aneh.
Entah apakah ini berkaitan dengan Pemimpin Kota atau tidak?
Katakan.
Aku menemukan para murid penjaga Lautan Bunga
semua pergi dalam semalam.
Lautan Bunga tidak ada yang menjaga.
Pemimpin Kota juga melarang semua orang untuk masuk.
Tidak ada penjelasan untuk masalah ini.
Kami semua pun
tidak berani bertanya.
Kenapa bisa seperti ini?
Aku menemukan
para murid penjaga Lautan Bunga
semua pergi dalam semalam.
Lautan Bunga tidak ada yang menjaga.
Pemimpin Kota juga melarang semua orang untuk masuk.
Tidak ada penjelasan untuk masalah ini.
Kami semua pun
tidak berani bertanya.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Mutiara Chihua dihancurkan.
Ada masalah sebesar ini
kenapa Pemimpin Kota diam saja?
Semua ini
adalah perbuatan Mo Huan.
Pemimpin Kota?
Pemimpin Kota.
Maksud Anda?
Su,
jangan panik.
Ayah tidak akan memarahimu.
Masalah kehancuran Lautan Bunga ini,
awalnya ingin kusembunyikan.
Karena semakin banyak orang yang tahu,
akan semakin merugikan Kota Longyin.
Tetapi Ayah tahu,
apapun yang Ayah lakukan,
tetap tidak bisa sembunyikan darimu.
Cepat atau lambat kamu akan tahu.
Ini
sebenarnya apa yang telah terjadi?
Jika sekarang mencari tahu penyebabnya,
sudah tidak ada artinya lagi.
Kekalahan
tetaplah kekalahan.
No comments yet. Be the first to leave one.