The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 57"
Ke mana dia pergi?
Dia pergi begitu saja.
Ke mana dia pergi?
Dia menghilang begitu saja.
- Astaga. - Da Ya.
Ya?
Kamu sedang apa? Di luar dingin.
Kamu keluar mencariku?
Waktu kamu masuk, apa kamu melihat Sekretaris Kim?
Nona Kim? Tidak, kenapa?
Kamu yakin?
Itu aneh.
Kenapa? Ada apa dengannya?
Aku melihatnya keluar.
Tapi dia menghilang begitu saja.
Apa dia memakai sihir?
Aku keluar tepat setelahnya dan dia menghilang begitu saja.
Apa kamu mengikutinya?
Tidak, itu...
Dia mengendap-endap.
Jadi, aku keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Bukankah aneh? Kenapa dia mengendap-endap
- seperti pencuri? - Astaga.
Tidak mungkin dia ke sana.
Tidak.
Ada yang tidak beres.
Hei! Jang Da Ya! Kamu mau ke mana?
Nona Jang.
Ada apa kemari?
Apa Sekretaris Kim...
Maksudku, apa Nona Kim mampir?
Tidak.
Ada apa?
Bukan apa-apa.
Kalau begitu sampai jumpa nanti.
Baiklah.
Ke mana dia?
Ada apa denganmu?
Aku keluar tepat setelahnya dan dia menghilang.
Jadi, aku penasaran apa dia pergi ke kamar Pak Kang.
Untuk apa dia ke sana pukul sebegini?
Begitu rupanya.
Tapi, Yi Ryook, Sekretaris Kim bertingkah aneh.
Dia mengendap-endap
seperti kucing liar.
Jang Da Ya.
Kenapa kamu terus memanggilnya Sekretaris Kim?
Jika Nenek dan Ayah tahu soal itu,
kamu akan dimarahi.
Itu spontan. Aku harus bagaimana lagi?
Yang benar saja, ke mana dia?
Kira-kira ke mana dia pergi?
Do Ran, kamu bisa keluar sekarang.
Nyaris saja.
Nyaris. Kenapa kamu kemari pukul sebegini?
Itu...
Aku membawakan jeruk dan teh jujube.
Kamu kemari untuk ini?
Cobalah jeruknya. Enak.
Ayah, cobalah.
Cobalah.
Enak, bukan?
Ya.
Saat makan sesuatu yang enak,
aku teringat ayah.
Terima kasih.
Kamu sungguh perhatian.
Tapi mulai sekarang,
jangan melakukan ini.
Jika kamu kemari terus,
ayah takut Direktur atau yang lain mungkin melihatmu.
Kamu hampir tepergok kali ini.
Baik.
Akan kucamkan itu.
Janji.
Pergilah sekarang.
Direktur nanti bangun.
Baik.
Aku juga harus menyiapkan sarapan.
Tanpa Bi Yeoju dan semua,
kamu pasti kesulitan.
Ayah, ini tidak berat sama sekali bagiku.
Aku dahulu punya tiga pekerjaan paruh waktu
setelah ayahku meninggal.
Ini bukan apa-apa.
Kamu punya tiga pekerjaan paruh waktu dalam sehari?
Maksudku,
ini tidak sulit sama sekali. Jadi, jangan khawatir.
Serta kini aku punya Ayah.
Baik, beristirahatlah.
Baik, selamat malam.
Tunggu.
Ada apa?
Bukan apa-apa. Naiklah lebih dahulu.
Astaga.
Aku terkejut.
Kamu ke mana pukul sebegini?
Aku keluar untuk mencari udara segar.
Ada apa?
Kamu berjalan-jalan dengan pakaian itu?
Kulihat kamu memakai piama.
Aku mengenakan apa pun untuk berjalan-jalan
bukan urusanmu.
Lantas, kenapa kamu di luar sini mengenakan itu?
Itu...
Aku mau masuk.
Apa aku salah lihat?
Lagi pula buat apa dia pergi ke kamar Pak Kang?
Kenapa aku resah begini?
Go Rae, ini rumahku.
Ini rumah asliku.
Begitu rupanya.
Aku tinggal di rumah reyot.
Apa kamu terkejut?
Tidak.
Kamu orang pertama
yang kuberi tahu rumahku.
Artinya aku sangat menyukai dan mengandalkanmu.
Mi Ran.
Kita berkencan hanya dengan 10 dolar.
Kita tidak bisa pergi ke restoran mahal.
Kita tidak bisa menonton film juga,
tapi aku bersenang-senang dan menyukai semuanya.
Sungguh?
Ya.
Kita harus puas dengan hoppang dan semacamnya,
tapi aku terus berpikir,
aku mungkin bahagia bahkan tanpa uang
selama bersama seseorang yang kucintai.
Aku makin menyayangimu.
Aku tidak tahu harus bagaimana dengan perasaanku.
Bagaimana jika kita menghentikan hubungan kontrak kita
dan menikah saja?
Aku merasa tidak bisa putus denganmu nanti.
Kak Yang Ja, ini air. Bangun dan minumlah ini.
Kakak bisa sakit sungguhan jika begini terus.
Coba minum ini sedikit.
- Cepat. - Astaga.
Aku pulang.
Ibu kenapa?
Dia sakit?
Kamu dari mana saja?
Ibumu ditipu dan kesakitan.
Kenapa kamu tidak menjawab teleponmu?
Ditipu?
Ada apa ini?
Mi Ran.
Mi Ran...
Dia kehilangan 300.000 dolarnya.
Bibi sungguh mengira dia akan mati tadi.
Apa?
Apa itu uang yang kita dapat dari mertuanya Kak Do Ran?
Katakan kepadaku, benar, bukan?
Mi Ran, kita harus bagaimana?
Apa yang harus kita lakukan?
Uang itu amat berarti bagi ibu.
Ibu menanggung semua rasa malu
diperlakukan seperti menjual putri ibu.
Ibu menjadi ibu yang jahat
agar mendapatkan uang itu.
Ibu harus bagaimana?
Apa yang harus ibu lakukan?
Mi Ran, bunuh saja ibu.
Tolong bunuh ibu.
Ibu pantas mati. Ibu pantas...
- Ibu. - Kakak!
- Ibu pantas mati. - Ibu.
- Ibu, tidak! - Kakak.
- Ibu, tidak! - Kakak!
- Kak! - Telepon ambulans.
- Di mana ponsel bibi? - Ibu.
- Tunggu. - Ibu...
Ke mana dia?
Kamu dari mana saja, Do Ran?
Dapur. Kapan kamu bangun?
Baru saja.
Aku tidak bisa tidur tanpamu.
Kamu obat tidurku.
Kenapa kelinciku tampak amat cantik hari ini?
Apa aku masih setengah tidur?
Terserahlah.
Tunggu, kenapa kelinciku marah?
Kenapa aku marah?
Aku tidak percaya ini.
Kamu lupa saat aku belajar mengemudi?
Kamu meneriakiku dan semacamnya.
Kamu menunjuk-nunjuk aku dan bilang, "Hei, hei!"
Kapan aku begitu?
Aku hanya,
"Hei, hei, hei"
"Bagaimana dengan usiaku?"
Aku hanya menyanyi.
Apa? Menyebalkan.
Kita tidak boleh seperti ini dan harus berusaha lebih keras.
Berusaha untuk apa?
Kita harus berusaha
melahirkan satu tim basket.
No comments yet. Be the first to leave one.