The first 200 lines.
"Digelar Forensik Kecil"
"Episode pertama"
Akhir pertengahan Dinasti Tang.
Kasim mendukung Xuanzong naik tahta.
Demi menentramkan kasim.
Xuanzong menguasai pengawal istana...
...untuk menjaga istana.
Di saat bersamaan,
Xuanzong khusus mendirikan Sanfasi ("Kuil Tiga Hukum")...
...dan menitahkan Pangeran An, Xiao Jinyu...
...untuk memimpin perihal pengadilan negara.
Penanganan kasus Sanfasi mementingkan peran forensik.
Setiap tahunnya di ibu kota,
akan diadakan ujian perekrutan forensik.
Kandidat tidak dibatasi,
asalkan berkemampuan.
Konon setiap musim ujian,
Para forensik dari berbagai penjuru datang untuk mengikuti ujian.
Pegang yang baik.
Selamat jalan.
Datang lagi, ya.
Lihatlah perhiasan mutiara.
Gadis, mari lihat.
Apa ini?
Semuanya makanan.
Semuanya makanan.
Akhirnya sampai di Chang'an juga.
Akhirnya sampai di Chang'an juga.
Aku pasti bisa lulus ujian forensik.
Hakim bermuka giok.
Tunggulah aku.
Berhenti.
Surat ijin jalan.
Lewat.
Lihat kemari.
Beri jalan!
Kemari dan lihatlah.
Mari lihat. Mari lihat.
(Wakil kepala divisi penghakiman Dalisi, Jing Yi)
Orang tua.
Kau kenapa?
Ada yang tertabrak.
Kau baik-baik saja?
Sungguh maaf.
Aku antarkan kau ke tabib saja.
Orang tua ini tidak berani menghambat bisnis anda.
Jangan merepotkan.
Aku sudah tua.
Luka ini terlihat aneh.
Hanya tersenggol saja,
mungkin tidak bisa bertani selama beberapa bulan.
Kenapa merah tapi tidak bengkak?
Benar-benar tidak ada uang lebih untuk mengunjungi tabib.
Kalau bisa,
harap anda berikan sedikit uang pengobatan.
Baiklah.
Sudah seharusnya.
Memang seharusnya.
Sudah ditabrak seperti itu.
Tunggu.
Terima kasih.
Ambillah.
Orang tua, mari.
Terima kasih.
Penipu! Luka itu palsu!
Apa yang kau katakan?
Penipu?
Lukamu ini dipakai untuk menipu orang, 'kan?
Biarpun saat dipegang terasa agak hangat,
Tapi sama sekali tidak keras dan bengkak.
Lagipula, lihat.
Warna memar ini janggal.
Batas garisnya juga terlalu jelas.
Begitu dilihat, langsung ketahuan...
Ini dipalsukan dengan cara membakar kulit pohon.
Lagipula,
Dia bukan orang tua.
Putih matanya berwarna putih.
Putih mata itu...
Kalau bukan putih, memangnya hitam?
Tentu saja bukan hitam, tapi kuning.
Putih mata orang berusia lanjut akan menguning.
Semakin lanjut usia,
Warnanya akan semakin keruh.
Orang tua bermata kuning itu beginilah maksudnya.
Tapi, lihat.
Putih matanya sama sekali tidak menguning.
Orang bisa menyamari figur atau bahkan suara.
Tapi, warna dari putih mata...
...tidak bisa dipalsukan.
Lihat putih matanya....
Sialan!
Penipu, jangan kabur!
Dalisi! (Kuil Kebenaran)
Tangkap dia.
Sudah, sudah. Bubar.
Jangan menghalangi jalur gerbang kota.
Ayo, pergi.
Orang apa saja ada di sini.
Masih berbaik hati memberinya uang.
Chuchu?
Benar. Kau menjabat di Dalisi?
Wakil ketua Dalisi,
Jing Yi.
Hormat, Tuan Jing.
Berdiri dan bicara.
Ini bukan benda milik orang biasa.
Katakanlah. Untuk apa kau ke Chang'an?
Aku bukan pedagang.
Aku hanya menumpang kereta rombongan pedagang.
Aku forensik.
Ini adalah alat otopsi aku.
Minggir. Minggir semua.
Pangeran An.
Siapa yang bernyali begitu besar?
Wu Jiang, apa kau buta?
Wu Jiang, apa kau buta?
Biar kau lihat, siapa yang buta?
Kubilang, kau...
Hamba memberi hormat pada Pangeran An.
Hamba buta.
Tidak menahu keberadaan Pangeran An di sini.
Menurut aturan Tang,
Membuat keonaran, disanksikan 50 kali lecutan tongkat.
Wu Jiang.
Ya.
Pangeran An.
Hamba diutus kasim Qin...
...untuk menginspeksi kemah utama pasukan Shence.
Kasim Qin masih menunggu kepulangan hamba.
Kenapa kau begitu cerewet.
Tuan Wu, Tuan Wu.
Ini kain lap tangan, kain lap tangan.
Yang kumau memang aroma ini.
Kain lap tangan.
Menjalankan hukum dengan tegas, tidak takut pada kekuasaan atau gelar.
Hitam dan putih terpisah jelas, Tidak ada yang bisa membantah.
Barusan kau bilang, datang ke Chang'an untuk jadi forensik.
Apakah kau bersiap mengikuti ujian uji forensik?
Benar.
Setelah aku lulus,
aku akan bisa menjadi forensik resmi.
Ujian forensik Chang'an...
...benar-benar tidak membatasi kandidat?
Siapa saja boleh ikut?
Bisa.
Bawalah ini untuk mengikuti ujian.
Tidak akan ada yang menghalangimu.
Sungguh?
Terima kasih, Tuan Jing.
Kakak...
Bukankah kemarin sudah pernah ujian?
Kenapa hari ini ujian lagi?
Kau datang dari pintu belakang?
Bahkan ini juga tidak tahu?
Sebelumnya ujian uji kemampuan.
Yang ini ujian perekrutan Pangeran An.
Siapa yang bisa lulus,
akan direkrut Sanfasi...
...dan bekerja untuk Xiao Jinyu.
Xiao Jinyu? (Ikan mas koki)
Kenapa nama ini begitu aneh?
Apa yang ikan mas koki?
Kau bahkan tak tahu Pangeran An?
Dia adalah orang yang ditakuti...
...semua orang di Sanfasi.
Ikan mas koki?
Pangeran An.
Ikan mas koki apa?
Jangan sembarang katakan ini.
Peserta ujian yang namanya disebutkan...
...ikut aku masuk.
Chuchu bermarga Chu asal Qianzhou.
Aku.
Aku Chuchu.
Jinjing dengan benar, hati-hati melangkah.
Yang tegas.
Guru Jing.
Hari ini... kenapa tidak terlihat Jing Yi?
(Guru besar, Jing Zhi) Dia dipilih Pangeran An untuk mengawasi ujian.
Dia dipilih Pangeran An untuk mengawasi ujian.
Kaisar sudah menitahkan...
...batas waktu memecahkan kasus.
...batas waktu memecahkan kasus pustakawan.
Dihitung-hitung...
Ini sudah mendekati batas waktu akhir.
Pangeran An masih bisa menyelenggarakan ujian forensik?
Benar-benar tenang.
Orang muda gampang sombong.
Han Ji, hati-hati berbicara.
Pangeran An juga terhitung atasanmu.
Tidak boleh tidak sopan.
Atasan apa?
Divisi badan penuntutan, badan pengadilan dan badan inspeksi...
Sejak Dinasti Tang berdiri...
Tiga divisi ini saling menghormati.
Saling mendukung perihal penghukuman dan pemenjaraan.
Sekarang, tidak tahu apa yang dipikirkan Kaisar...
Mendirikan Sanfasi untuknya...
...yang berdiri di atas dan mencakup ketiga divisi kita.
No comments yet. Be the first to leave one.