Season 1

Release info

눈물의여왕-Queen of Tears S01EP14 NF-2024/RT-01:25:30
A Commentary by DD_Movie

Tags

other
Published on: 2024-04-22
Downloads: 179
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

QUEEN OF TEARS

TIGA TAHUN LALU

Maksudku, ini bulan madu kita.

Kenapa kau ingin mengunjungi pemakaman?

Kau memang berbeda.

Aku suka ada pemakaman di tengah taman.

Kau tak dikubur di gunung atau abumu disebar di laut.

Kau beristirahat di dekat rumah.

Itu membuat kematian tampak biasa.

Mungkin.

Apa itu makam istrinya?

Apa? Apa maksudmu?

Pria tua di sana itu.

Tak ada siapa pun.

Dia ada di sana tadi.

Jangan menakutiku.

Kau tahu

para suami di film-film

yang membawakan bunga untuk mendiang istrinya setiap hari.

Dia tampak begitu.

Ingat ini.

Aku tak akan melakukan itu untukmu.

Tak akan?

Jika kau meninggal sebelum aku,

aku akan hidup satu hari lagi,

lalu menyusulmu.

Terserah.

Itu benar.

Bagaimana aku bisa hidup tanpamu?

Terserah.

Aku serius.

Sudah cukup.

Kami menekankan momen bahagia kami.

Namun, kami tak tahu

apa yang akan terjadi di masa depan.

Kami membuat janji yang tak bisa ditepati

dan tertawa seolah momen bahagia ini akan berlangsung selamanya.

Akan tetapi, ada sisi gelap di balik momen-momen bahagia itu.

Saat momen-momen ajaib menghilang

dan kesulitan membuatku ingin menyerah,

terlintas sebuah pikiran.

"Tentu. Aku mengalami banyak kemalangan, tetapi aku masih memilikimu."

Itu membantuku bertahan.

Namun,

aku harus membuat keputusan brutal.

Jadi,

kau menyuruhku

membuat keputusan?

Aku hilang ingatan jika dioperasi

dan mati jika tak dioperasi.

Kau menyuruhku memilih dari yang terburuk?

- Tidak. - Lalu apa?

Lupakan.

Aku akan pura-pura…

ini mimpi indah.

Lepaskan aku. Kubilang, lepaskan.

Jangan memilih.

Jangan berpikir.

Dengarkan aku saja.

Hidup saja.

Lakukan itu.

Kumohon

tetap hidup.

Paham?

Hae-in.

Kumohon hiduplah.

Saat itu, kami tak tahu

apa yang menunggu kami di sisi lainnya.

EPISODE 14

- Mau ke mana kau? - Menemui Hae-in.

- Dia di Jerman untuk operasi. - Itu sebabnya.

Hyun-woo menemaninya di sana, kenapa kau pergi?

Aku punya tugasku sendiri.

Tugasmu dan yang harus kau lindungi ada di sini.

Kenapa kau terobsesi pada gadis yang sekarat?

Dia tak sekarat.

Operasi akan menyelamatkannya dan melupakan kenangan buruk.

Dia memulai hidup baru.

Apa dia akan memberimu kesempatan?

Kau tak setuju?

Beom-seok bersiap untuk mengambil posisimu.

Beom-jun bertemu para direktur yang suka dia sejak dia kembali.

RUPS sebentar lagi.

Kau akan mengacaukannya demi Hae-in?

Ada apa denganmu?

Kau seharusnya tak pergi.

Ini semua karena kau menelantarkanku.

Aku tak akan penasaran tentang betapa hebatnya keluarga ini

sampai kau menelantarkan anakmu

atau iri kepada Hae-in dan akhirnya

jatuh cinta padanya.

Aku harus apa agar kau berhenti?

Aku tak bisa.

Hingga aku mati.

Baiklah.

Aku akan membantumu.

Anda mau pergi ke Frankfurt?

Ya.

DITEMUKAN JASAD BERNAMA PYEON DI WADUK SAMBANG

Bagaimana kau menemukanku?

Kau keluar setiap pagi, aku mengikutimu.

Setidaknya kau berusaha keras.

Untuk apa?

Kau harus banyak berdoa jika ingin masuk surga.

Dengan begitu, kita akan bertemu

di akhirat.

Apa sudah pasti kau akan masuk surga?

Bukankah sudah jelas?

Aku tak berdoa agar masuk surga.

Lalu?

Aku berdoa agar kau mau dioperasi.

Aku tak minta kepada Tuhan agar kau ingat semua.

Aku berdoa agar kau selamat.

Doa yang sia-sia.

Ayo pergi.

Mau menulis doa?

Kau akan menulis hal tak berguna.

Ayo pergi.

Aku sudah memberimu waktu berpikir.

Kita tak bisa menundanya lagi.

Aku sudah buat janji. Ayo pergi setelah sarapan.

Ayo ke tempat lain.

Ke mana?

Ingat tempat ini?

Kita datang saat bulan madu.

Benar.

Katamu ini indah dan banyak memotret.

Ada pub juga di dekat sini.

Kita minum bir dan berdebat.

Benar. Kau bilang aku terlalu manis saat mabuk

dan melarangku bersikap manis.

Tidak.

Aku ingat dengan jelas.

Aku bilang hanya bersikap manis di depanku,

tetapi semua gadis menatapmu.

Aku tak tahu itu. Kenapa? Karena aku hanya menatapmu.

Begitukah?

Kau bilang begitu dan aku tak marah lagi.

Tak langsung.

Kau merajuk selama dua jam.

Bagaimanapun…

Kita melewati tempat ini saat kembali ke hotel

dan melihat bulan purnama yang indah.

Kau benar. Bulannya besar dan sangat indah.

Aku masih punya fotonya.

Aku masih ingat aromanya,

bulannya, dan anginnya

pada hari itu.

Itulah arti memori.

Hidup itu berarti

kuhargai semua memori itu dan menjadi kuat karenanya.

Memori itu mendefinisikan diriku

dan hidupku.

Aku akan kehilangan itu.

Tempat ini akan menjadi ladang biasa saja bagiku.

Kau…

akan menjadi orang asing.

Aku bukan diriku lagi.

Itu sebabnya aku tak mau dioperasi.

Aku hidup sebagai diriku

dan mati seperti itu.

Astaga, Beom-ja. Apa kau gila?

Kau sedang apa?

Mau ke mana? Kembali ke Yongdu-ri?

Sadarlah. Kembali ke rumah.

Ini sangat tak benar.

Ayo belanja saja.

Ayo pergi ke pasaraya. Hai, Bixby.

- Aku mendengarkan. - Yongdu-ri.

Aku sudah tak waras.

Aku sungguh kembali.

Apa ini rumahmu?

Seharusnya kupecahkan banku.

Astaga, kau bodoh!

- Kau mengejutkanku! - Kenapa kemari?

Aku tahu

kau suka kue kacang kenari.

- Benarkah? - Ya.

- Aku bawakan untukmu. - Begitu rupanya.

Namun, kenapa di sini?

Ini rumah Yeong-song.

Benarkah?

Aku salah alamat.

Beom-ja.

Apa…

- Kenapa… - Dia datang menemuiku.

Dia sangat menyayangiku.

Kau mau minum teh?

Kami punya teh plum enak.

- Aku… - Tak usah.

Dia datang untuk menemuiku. Dia salah alamat.

Sampai jumpa. Ayo pergi. Di luar dingin.

- Baiklah. - Tetap saja.

Ayo minum teh meski kau tak datang untuk menemuiku.

Makan madeleine juga. Baru kubuat.

Astaga.

Yeong-song.

Pandangan hidupmu sangat modern.

Kau hanya bekerja secukupnya?

Kita tak perlu banyak hal untuk hidup.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left