The first 200 lines.
Kau sendiri yang bilang dia bersikap seolah-olah peduli dan khawatir padamu…
Chun-hui!
Apa yang kau lakukan?
Sudah kubilang jangan kelewat batas.
Kau sudah gila rupanya.
Benar…
seperti inilah sifat aslimu.
Ini wajah aslimu yang berbangga diri ingin jadi seorang profesor.
Kau bersikap sangat arogan dengan pendidikan tinggimu itu,
tetapi ternyata kau bukan apa-apa.
Kau telah mengusik
hal yang seharusnya tak kau usik.
Aku tak akan membiarkannya.
Aku akan menginjak-injak kau di tanah.
Aku akan membunuhmu!
Halo?
Ini aku, ibu Dong-seok.
Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan.
Aku tak akan lama.
Baiklah, sampai jumpa di sana.
EPISODE 9 MENUJU 0,01 PERSEN TERATAS
- Terima kasih. Silakan datang kembali. - Terima kasih. Ayo.
SWALAYAN SANGWE
Eun-pyo, seharusnya aku tidak pindah ke sini.
Dia anak yang ceria saat masih di Incheon.
Dia pasti malu punya ibu seperti aku…
Hatiku sakit sekali.
Aku sedih jika memikirkan rasa sakit yang dia lalui sendirian.
Aku sungguh ingin memindahkan lesnya.
Kenapa kita harus pindah? Mereka yang salah.
Namun, kita tak tahu apa yang akan ibu-ibu itu perbuat.
Ayo.
Ke mana?
Pertama-tama, kita harus mengendalikan para mulut besar itu.
Mereka yang bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.
Entahlah.
Bisa dikatakan kami pihak netral.
Begitu, ya?
Netral?
Sebenarnya kami juga tak suka mengurusi urusan orang lain.
Lalu bagaimana saat kalian berusaha mengusir Eun-pyo?
Kenapa kalian begitu plin-plan?
Sejujurnya, kau juga tidak berhak mengatakan itu.
Faktanya, Su-in juga berbohong, bukan?
Dia diancam!
Kalian tidak dengar?
Astaga, kenapa kau begitu marah? Kita tidak sedang bertengkar.
Yun-ju, sudahlah.
Baiklah, kami mengerti.
Namun, aku ingin kalian memberi tahu anak-anak kalian
bahwa menyebar rumor itu sikap yang buruk.
Tentu saja. Aku mengingatkannya sepanjang waktu.
Sepanjang waktu?
Lalu apa Jae-bin mengatakan sesuatu?
Jae-bin mengatakan…
Apa maksudmu?
Jae-bin biasanya tahu segala hal yang terjadi di lingkungan ini,
apa pun itu.
Aku penasaran apakah kau banyak berbicara di depannya.
Sama sekali tidak. Aku tak pernah seperti itu.
Begitu, ya?
Berhati-hatilah.
Karena biasanya anak-anak cenderung mengikuti ibu mereka.
Kau meledek atau memuji?
Katakan dengan jelas jika kau ingin mengatakan sesuatu!
Hei, jangan begitu. Biarkan saja.
Dia memutarbalikkan semua kata-katanya.
Aku akan bicara sejujurnya.
Tanya saja pada orang yang lewat.
Mereka percaya pada Yu-bin, si murid teladan,
atau Dong-seok, si daftar hitam?
Jadi, maksudmu,
kau ingin Dong-seok turun kelas. Begitu?
Bukan turun kelas.
Hanya pindah ke kelas berbeda. Kami hanya membagi kelasnya.
Lantas kenapa harus Dong-seok yang pindah kelas padahal dia korban?
Benar juga.
Kau masih tidak percaya cerita Dong-seok.
- Bukan begitu maksudku… - Namun, Bu.
Apa kau tidak sadar kau selalu memperlakukan Dong-seok
dengan tidak adil?
Itu karena kau lebih berpendidikan daripada ibu-ibu lainnya
dan kurasa kau pasti akan lebih memahami kami.
Lagi pula,
manusia memang punya kebiasaan buruk memanfaatkan mereka yang lemah.
Kurasa kau salah paham.
Kami hanya berusaha mengurangi tingkat stres anak-anak
dan mencari tahu rencana tepat bagi mereka.
MURID KAMI YANG TELAH DITERIMA
Namun, tolong buang…
semua ini.
Menjual nama putraku untuk berbisnis
setelah mendiskriminasi dia adalah tindakan tidak benar.
Lagi pula, kalian pasti merasa malu
punya murid pembuat onar.
Tunggu, Bu.
Omong kosong macam apa itu?
Kau ingin menutup bisnismu di lingkungan ini?
Aku tak akan membiarkan putriku sekelas dengannya.
Aku ingin dia segera disingkirkan, mengerti?
Kututup dahulu.
Apa Direktur memberitahumu soal Yeong-bin?
Ya.
Pikiranku sempat teralihkan sejenak,
dan rupanya itu memengaruhi putraku.
Maafkan aku.
Namun, alasanku datang hari ini
bukan karena Yeong-bin, tetapi karena anak keduaku.
Kudengar putrimu masih sekolah di lingkungan rumahmu.
Aku ingin mendaftarkannya ke program belajar privat.
Program belajar privat?
Anak keduaku begitu kecewa
setelah gagal diterima di sekolah untuk siswa berbakat.
Namun, seperti kau tahu,
program belajar privat akan memakan waktu hingga larut malam
dan materinya juga sangat banyak.
Tidak apa-apa. Apa pun caranya, kami akan berusaha bertahan.
- Terima kasih, Pak. - Hati-hati.
- Aku pamit. - Ya.
TIM OLIMPIADE MATEMATIKA NASIONAL
TIM NASIONAL OLIMPIADE MATEMATIKA INTERNASIONAL
KOMPETISI MATEMATIKA DASAR MATERI TAMBAHAN
MATEMATIKA TERBAIK
3: PEMBAGIAN 4: PERKALIAN
OPERASI ARITMATIKA PEMBAGIAN
PANJANG SATU SISI "A" ADALAH 4 CM
KEMAMPUAN MATEMATIKA KOREA PENILAIAN
Ditambah empat…
ditambah dua…
Dan jika ditambah dua…
Jawabannya 44.
BERAPA BANYAK PERSEGI KECIL DAN BESAR YANG BISA DIBUAT?
Ibu, apa ada soal seperti ini lagi?
Eun-pyo.
Apa itu?
Kusiapkan pertanyaan dari soal sebelumnya,
juga perencanaan jadwalnya.
Akan ada kompetisi di Universitas Sungmyung,
lalu di Universitas Pendidikan.
Mari kirim anak-anak ke sana.
Tiba-tiba begini?
Setelah kupikir-pikir,
orang-orang di lingkungan ini hanya percaya pada murid peringkat atas,
bukan murid peringkat bawah.
Itu benar.
Jika ingin mereka percaya cerita kita,
kita hanya perlu menjadi juara satu.
Eun-pyo.
Kau juga tahu, bukan? Terlepas dari apa pun,
belajar adalah hal paling mudah bagiku.
Aku berterima kasih, tapi…
Tunggu saja.
Aku akan membuat mereka berlutut di hadapan kita.
Tidak ada yang aneh dari sampel darah dan semacamnya.
Penyebab kematiannya beberapa kegagalan organ.
Begitu.
Ya.
Kalau begitu, hubungi keluarga mereka besok
dan beri tahu hasil laporan autopsinya.
Katakan bahwa putusan finalnya adalah bunuh diri.
Baik.
Baiklah. Kerja bagus.
Kau diminta menemukan berapa sentimeter kelilingnya.
- Ya. - Total kelilingnya 96 sentimeter.
Ini lewat tengah malam. Kalian masih belajar?
Kami belum selesai. Keluarlah.
Lihat, panjangnya. Jari-jarinya empat kali,
dan lebarnya delapan kali jari-jari.
Jadi, kau dapat keliling persegi panjang
jika ditambah lebar dan panjang…
Kenapa kau menyuruhnya belajar hingga lewat tengah malam?
Dia masih delapan tahun.
Bagaimana jika dia kelelahan?
Aku melakukan ini demi dia. Jangan katakan apa pun.
Itu tak akan membawanya ke mana pun.
Berapa lama dia akan bertahan jika terus dipaksa seperti itu?
Omong-omong, manusia cepat sekali berubah.
Belum lama sejak kau melarangku mengikuti orang lain begitu saja.
Namun, kini kau yang paling menakutkan di lingkungan ini.
Kau pikir aku melakukan ini karena tak ada pekerjaan lain?
Bukan itu maksudku.
Sudah kubilang, bukan?
Takkan kubiarkan orang lain mengusik putraku.
Apa itu yang bisa kau katakan
kepada orang yang melakukan usaha terbaiknya?
Selain itu, kau tak tahu mengajari anak sepandai dia
juga tugas kita sebagai orang tua?
Ibu melakukan ini…
karena dia menyayangimu.
Tahanlah sebentar, Nak.
- Astaga, bagaimana ini? - Entahlah. Aku sangat gugup.
UU mencegah prapembelajaran berhasil diterapkan setelah sekian lama,
tetapi itu tidak ada gunanya di lingkungan seperti ini
karena semua tempat les disiapkan untuk siswa berbakat.
Kompetisi dipakai sebagai alasan
untuk memasukkannya pada kurikulum mendalam mereka.
Jika dilihat di sini…
Kau sudah bersiap untuk pindah?
Ya.
Mereka akan menjual rumah ini.
No comments yet. Be the first to leave one.