The first 200 lines.
Maaf mengganggu kalian.
Kuulangi sekali lagi.
Permainan ketiga, Petak Umpet Persahabatan...
Dimenangkan oleh grup C!
Mengapa?
Kami yang menemukan anggota sembunyi lawan lebih dahulu, bukan?
Benar.
Grup K lebih dahulu menemukan anggota sembunyi.
Kalau begitu, kamilah yang menang.
Apa kau lupa?
Ada satu cara lain untuk menang.
Jangan-jangan…
Maaf, semuanya.
Aku menekan tombol menyerah.
TOMODACHI GAME
SEBELUM PERMAINAN KETIGA BERAKHIR
Sialan.
Keadaan memburuk.
Hyakutaro.
Tak ada orang di sekitar sini, 'kan?
Ya, mereka sepertinya mencari Mikasa.
Kalau begitu...
Sudah waktunya mulai.
Sebenarnya,
sejak kau membelot ke grup C,
kami sudah menang.
Hanya saja
cara kemenangan ini adalah yang paling tidak kuinginkan.
Ternyata
situasinya berubah menjadi kacau,
Hyakutaro.
TELEPON MASUK, YUICHI KATAGIRI, GRUP C
Halo.
Aku Yuichi Katagiri.
Tak ada waktu lagi, langsung saja kukatakan.
Tolong kau tekan tombol menyerah.
Omong kosong macam apa ini.
Mana mungkin kutekan.
Kalau begitu,
akan kuhajar Hyakutaro sampai kau menekan tombolnya.
Jangan menggertakku!
Aku tahu kau akan berpikir begitu.
Tapi aku sudah tak punya tenaga untuk menggertak.
Pokoknya, akan kuhajar dia dahulu.
Pukulan kedua!
Tiga!
Empat!
-Lima! -Hentikan! Sia-sia saja!
Jangan kira hanya ancaman kecil seperti itu akan membuatku menyerah!
Kalau begitu, akan kuteruskan! Enam!
Jika kau benar-benar menghajar Hyakutaro,
kenapa dia tidak berteriak?
Aku juga terkejut.
Staminanya sangat bagus.
Mau kuperdengarkan suaranya?
Aku tak apa-apa, Kapten.
Seperti yang dikatakan Kapten, itu hanya gertakan.
Jangan pernah menekan tombol menyerah.
Suara ini...
Mungkinkah dia benar-benar dihajar?
Monster apa ini?
Yuichi Katagiri.
Orang ini iblis!
Tujuh!
Hyakutaro, maaf.
Kei akan segera menemukan yang sembunyi.
Tolong tunggu sebentar.
Tidak apa-apa, santai saja.
Omong-omong, sebenarnya aku tidak benar-benar dihajar.
Lanjutkan! Delapan!
Sial!
Aku sudah terus menghajarnya, tapi sepertinya dia bisa tahan.
Tak ada cara lagi. Berikutnya,
akan kuhancurkan yang tidak bisa dia dapatkan kembali.
Apa maksudmu?
Aku sudah dengar.
Kalian adalah tim basket, 'kan?
Hyakutaro pernah berkata,
"Aku mengakibatkan Kapten terluka karena salah menembak."
"Jadi, aku berusaha yang terbaik untuk berlatih menembak."
Apa yang ingin kau lakukan?
Tolong tekan tombol menyerah.
Jika tidak,
akan kupatahkan jari Hyakutaro.
Menembak bola basket butuh keterampilan, 'kan?
Jika jari patah sekali saja,
meski bisa sembuh dengan rehabilitasi…
Kau...
Kau berengsek!
Kuberi waktu sepuluh detik.
Sepuluh.
Sembilan.
Delapan.
-Tujuh. -Tunggu!
Enam.
Lima.
Empat.
Mau apa kau?
Agar kau tidak menggigit lidahmu, aku akan menyumpal mulutmu.
Tiga.
Dua.
Satu.
Benar-benar patah?
Tidak, aku tak mungkin lupa.
Ini bunyi yang sama seperti saat itu.
Maaf, Hyakutaro.
Jari mana yang akan kupatahkan selanjutnya?
Bagaimana mungkin...
Tentu saja yang ini, 'kan?
Aku tidak akan berhenti sampai kau menekan tombolnya.
Hentikan!
Kau pantas mati!
Yang seharusnya mati seharusnya kau, bukan?
Karena kaulah pelakunya.
Apa katamu?
Lagi pula, kalian bermain Tomodachi Game
karena kau berutang.
Kau menemukannya?
Bisa dibilang begitu.
Topik ini tabu di grup K.
Dan tiga orang yang kuajak bicara sepertinya tak tahu siapa yang berutang.
Awalnya, kukira Kei yang termuda yang berutang.
Tapi saat kupelajari hubungan majikan-pelayan,
kusadari bahwa justru sebaliknya.
Artinya,
si kapten yang berutang. Asumsi ini adalah yang paling masuk akal.
Aku mengetahuinya dari Hyakutaro.
Kau adalah orang yang paling membelanya.
Tapi di saat yang sama,
kau juga tidak tahan jika ada orang yang terluka karenamu.
Benar, 'kan?
Keluargaku berutang banyak karena bisnis.
Aku segera cuti dari sekolah dan bekerja untuk mendapatkan uang.
Tapi aku
ingin ikut dalam pertandingan terakhir bersama semuanya.
Lalu Kei berkata bisa membantuku melunasi utang asal aku patuh kepadanya.
Semuanya, maaf karena aku menyembunyikan semuanya dari kalian.
Ini semua salahku.
Meski begitu,
aku juga tak bisa memaafkanmu!
Orang sepertimu
orang hina!
Aku tak akan memaafkanmu!
Cukup! Sudah cukup!
Kenapa kau menghentikanku?
Ini bukan masalah besar!
Tapi dia tidak
mematahkan jarimu, 'kan?
Tapi bunyi itu jelas...
Jangan-jangan,
kau mematahkan jarimu sendiri?
Kami juga punya alasan untuk tak boleh kalah.
Jadi, kugunakan cara ini.
Tidak, bukan.
Aku hanya terpikirkan cara ini.
Karena aku
benar-benar berengsek.
Hyakutaro, kenapa kau saat itu tidak bersuara?
Itu karena dia berkata,
"Aku akan membiarkan Kapten menghajarku sebanyak aku menghajarmu."
Permainan ini adalah kekalahan kita.
GRUP C, PERMAINAN KETIGA
PETAK UMPET PERSAHABATAN SELESAI
MENDAPAT BONUS DUA JUTA YEN
Tidak.
Aku sama sekali tak bisa menerimanya.
Apa maksudmu kita kalah?
Bukankah kau yang kalah?
Pinokio.
Hei, Kei!
Diam!
Akhirnya, kalian hanya akan seperti dia! Kalian hanya akan menahanku!
Pertempuranku sempurna.
Tapi kau benar-benar
tak berguna sama sekali.
Apa yang kau lakukan, Kak Banri?
Kak Banri?
Bukan kakak yang sebenarnya.
Hanya saja, sejak kecil aku tetangganya yang tumbuh bersama.
Aku tak tahu sama sekali.
Menyerahlah, Kei.
Kau sudah kalah tanpa memperhitungkan ini.
Lagi pula, Juzo menekan tombol itu sudah benar.
Kenapa?
Jika saat itu Hyakutaro tak bisa diselamatkan,
maka aku telah salah menilai Juzo.
Ternyata begitu.
Kami juga berpikir begitu.
Jika dalam keadaan ini, apa pun hasilnya, kita akan kalah di permainan berikutnya.
Kei.
Kegagalan akan menjadi keberuntungan besar suatu hari nanti.
Dari mana kutipan itu berasal?
Filosofi hidupku.
Tapi bagaimana dengan utangnya?
Setelah ini, mungkin kita tidak akan bertemu lagi.
Aku yang akan tanggung sisa utangnya.
-Selamat tinggal! -Lalu, aku akan memohon pada sponsor,
apakah mereka bisa melepaskan kalian kecuali aku.
Kapten.
Baikkah begini?
No comments yet. Be the first to leave one.