Release info

Samui Song 2017 -1080p - BluRay by mutiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
A Commentary by KuehLemon
Nonton yang anteng

Tags

BluRay
1080
Published on: 2018-05-24
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Permisi.

Bolehkah pinjam korek?

Dan sebatang rokok juga?

Terima kasih.

Kau melupakan sesuatu.

Maaf soal itu.

Saat ini, sebelum menderita kanker paru-paru...

Kita, perokok, harus menderita stigma sosial terlebih dahulu.

Lihatlah kita, dibuang ke tempat parkir seperti ini.

Tentu.

Namaku Guy.

Hai.

Mungkin orang-orang seperti kita harus pindah ke Turki.

Tempat ini seperti surganya para perokok.

Kau bisa merokok di restoran, pub, dan bar.

Bahkan mungkin mereka akan membiarkan kita merokok di dalam rumah sakit.

Kapan kau ke sana?

Ke mana?

Turki.

Aku tidak bilang aku pernah ke sana.

Aku dengar dari teman.

Temanmu pasti pernah ke sana berabad-abad yang lalu.

Tidak lagi seperti itu.

Itu memalukan.

Jadi ada apa kau ke sini?

Kanker paru-paru atau stigma sosial?

Aku di sini untuk ibuku.

- Ada apa dengannya? - Oh, hampir semuanya.

Gagal ginjal, diabetes, penyakit tulang, tuli

dan bahkan Alzheimer.

Tapi dia beruntung mengalami Alzheimer.

Kok bisa beruntung?

Dia jadi lupa dia punya penyakit yang lain.

Bagaimana denganmu?

Apa yang terjadi dengan kepalamu?

Kecelakaan.

Tapi mobilku jauh lebih parah.

Mobil yang mana?

Jangan khawatir, aku harus membeli yang baru.

Bisa kau bantu aku membawanya ke sini?

Bisakah aku membalas kebaikanmu dengan mengajakmu makan siang?

Kau tahu berapa harga bumper ini?

Makan tidak akan cukup.

Tidak, maksudku membalas kebaikanmu atas rokoknya.

Pertanyaan itu lagi...

Biar aku jelaskan.

Cara kita membaca doa dalam bahasa yang bahkan tidak kita pahami

itu tidak ada gunanya.

Itu hanyalah ritual kuno yang diwariskan kepada kita.

Jauh lebih berguna belajar dari membaca atau dari pengalaman hidup.

Tetapi apa salahnya berdoa?

Lihat, kebanyakan orang

ketika mereka berdoa mereka juga membuat permohonan.

Mereka ingin kaya atau sukses.

Mereka mengubah doa menjadi pemenuhan keinginan. Apakah kau berdoa?

- Iya. - Apa yang kau harapkan?

Jika filmku menghasilkan 100 juta baht maka aku akan mentraktir makan kepala babi.

Apa kau berhasil melakukannya?

100 juta?

Bahkan tidak sampai.

- Kau memenuhi traktirannya? - Iya.

Lihat?

Meskipun kau tidak mendapat 100 juta, kau masih bisa nraktir.

Itu benar.

Orang memang aneh.

'Jika aku lulus ujian, aku akan berlari seratus putaran'

'Jika aku membuat 100 juta aku akan mentraktir makan kepala babi...'

Vi...

Vi.

Orang Suci menanyakanmu tadi.

Aku bilang kamu gak enak badan.

Ngapain kamu bohong?

Nggak juga...

Aku tidak tahu mau ngomong apa lagi ke dia.

Katakan yang sebenarnya.

Bahwa aku tidak menyukainya, aku tidak memandangnya

dan aku tidak percaya pada filosofi absurdnya.

Katakan saja yang sebenarnya.

Bisakah kamu setidaknya menghadiri upacara pemberkatan besok?

Jika kau tidak ingin ditampar

maka tutup mulutmu, dasar jalang.

Jika kau tidak ingin ditampar

maka tutup mulutmu, dasar jalang!

Vi!

Selamat malam.

Selamat malam.

Apa itu parfum baru?

Kenapa kau?

Ada yang pergi berbelanja?

Bahannya bagus.

Berapa harganya?

Gak inget.

Wow.

Ini tidak murah, Vi.

Besok aku mau kondangan.

Akan ada banyak pers di sana.

Pers... tentu saja!

Makanya kau harus beli baju baru.

Aku istrimu.

Kalau aku terlihat cantik, kau juga harus tampan.

Manisnya...

Pastinya kau membuat aku terlihat fantastis hari ini di biara.

Dan kau bahkan tidak membutuhkan gaun mahal untuk melakukannya!

Kok kau tega melakukan ini padaku?

Kultus itu membuatmu semakin gila setiap harinya.

Tahu tidak?

Begitu yang disebut agama dan ritual?

Semua dibuat oleh orang tua gila itu.

Dan para wanita yang menjilatinya seperti kelompok.

Bagaimana kau bisa memandangnya?

- Kamu ngawur! - Oh, sekarang aku tahu.

Alasan kenapa kamu bergabung

karena kamu mau sama pelacur-pelacur itu, kan?

Cukup!

Tapi tidak ada gunanya...

karena ayam kecilmu itu

tidak berkokok lagi.

Kenapa kau tidak menceraikannya?

Bisa-bisa aku akan bangkrut.

Jika aku menceraikannya, aku tidak akan mendapatkan satu sen pun.

Dia harus menceraikan aku. Itu ada dalam kontrak.

Kontrak itu lagi?

Iya.

Dia memukulmu juga?

Tadi malam. Aku benar-benar ketakutan.

Kisahmu mengingatkan aku pada seorang teman di Filipina.

Kasus yang persis sama.

Tapi temanku beruntung.

Dia bangun pada suatu pagi...

dan suaminya menghilang.

Dia pergi kerja...

dan tidak pernah kembali.

Kok bisa?

Tidak ada yang tahu.

Dia baru saja menghilang.

Aku berharap itu akan terjadi padaku.

Kau mau begitu?

Itu mungkin saja.

Kedengeran seperti ada di film.

Banyak film didasarkan pada kisah nyata.

Aku harus pergi.

Terima kasih untuk makan siangnya.

Terima kasih untuk rokoknya.

Aku ingin berada di filmnya.

Bahkan aku akan mengikuti audisi demi itu.

Buat apa? Filmnya gak jelas!

Sutradara itu membuat film yang tidak orang mengerti.

Dia kasar, dan kacangan.

- Kau sudah lihat filmnya? - Sekali.

Ketiduran.

- Yang mana? - Tidak ingat...

Yang di mana seorang pria mondar-mandir di kapal sepanjang waktu.

Pas aku bangun, dia masih mondar-mandir di kapal sialan itu.

Aku bosan dengan opera sabun.

Bosan jadi jahat.

Aku ingin sesuatu yang berbeda.

Kau tidak boleh bosan!

Apa lagi yang ditonton orang-orang Thai kecuali sabun?

Lagipula, bukankah kau terkenal karena peran yang nyebelin itu?

Kapanpun Anda siap, pak.

Anak muda selalu terburu-buru!

- Bukankah itu benar, Deputi? - Ya, pak.

Kau punya bir?

Ada.

Tolong bawa tiga botol.

Maestro. Boleh dimulai?

Mari ikuti aku.

Vi!

Vi!

Sebentar!

Dia milikmu.

Tutup pintu.

Tutup itu.

Kau tidak perlu memakai itu.

Apa yang bisa kubantu, pak?

Duduklah.

Kalian mau bir lagi?

Mari kita coba anggurmu. Sesuatu yang berkelas.

Tentu!

Ini enak banget.

Bersulang!

Bersulang!

Bersulang!

Kalau musik?

Ya, memang agak sepi, ya?

Musik ini sempurna untuk anggur ini.

Maestro.

Yang ini lebih sempurna.

Pastinya.

Aku suka makan hati muda yang lezat! Dan suka anak muda makan hati!

Sudah memakannya sejak muda, kau akan melihat kekuatan besiku

Terlalu manis, terlalu berlemak, terlalu membosankan, aku tidak menginginkannya.

Aku bisa mati gara-gara hati yang enak! Aku bisa mati gara-gara hati yang enak!

Sebelum aku tidur aku harus makan hati, hati, hati, hati!

Hati, hati, hati...

'Apakah kamu tidur nyenyak, cantik?'

Aku mau beli susu? Mau nitip?

Kamu bikin takut aja.

Maaf.

Kau mau beli susu sekarang?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left