The first 192 lines.
Iya.
Kitagawa sangat cantik.
Apa benar tidak apa-apa? Aku saja yang mencucinya.
Enggak apa-apa. 'Kan aku yang memakainya.
Wajar 'kan kalau kucuci sendiri?
Aku mengerti. Mohon bantuannya.
Pertama, ayo cuci rambut palsunya.
Iya.
Cuci pelan rambut palsu yang telah dirapikan dalam wadah jaring
ke dalam campuran air dan pelembut kain.
Seperti ini?
Iya.
Menggesek atau menggosok akan merusak rambut, jadi mohon hati-hati.
Lalu bilas dengan air lain.
Jepit dengan handuk dan keringkan perlahan.
Terakhir, mohon angin-anginkan di tempat sejuk.
Gampang banget! Kukira bakal lebih susah.
Sebaiknya kita cuci kostumnya agar tidak ada bekas keringat.
Ah, mencuci rambut palsu terlalu sering itu tidak bagus.
Eh?
Kakek jatuh terkejut hanya karena melihat itu?
Hanya? Yang kamu maksud itu dalaman wanita, lo.
Stocking, 'kan? Itu biasa saja.
Dik Wa juga seorang cowok puber SMA.
Wajar kalau punya satu atau dua barang yang begituan.
Apa memang iya?
Kakek pulang.
Kakek, selamat datang.
Ya...
Maaf ya, kamu sampai harus mengurus toko selama dua minggu.
Maaf mengganggu!
Wakana!
Ternyata seperti itu.
Maaf Marin, kakek sampai teriak.
Enggak apa-apa.
Kakek kira kamu...
Kami tidak melakukan tindakan tidak senonoh.
Ya, melihatnya saja kakek sudah tahu.
Tapi kamu yang membuat ini? Hasilnya sangat bagus.
Masih banyak yang harus diperbaiki.
Apa iya? Menurut kakek sudah bagus.
Tidak, aku terbawa kebiasaan membuat boneka saat mengerjakan dua bagian ini.
Ya, kamu benar.
Jahitan boneka Hina memang berbeda.
Iya. Awalnya aku bingung...
Apa ini?
...harus bagaimana.
Terus di bagian ini.
- Gawat! - Ya, kakek paham.
Karena biasanya bisa langsung dijahit.
Benar.
Gawat!
Aku benar-benar jatuh hati pada Gojo!
'Gak mungkin, 'gak mungkin. Suka?
Lumayan suka?! Suka?!
Dia banyak bicara kalau sama kakeknya!
Tunggu, tunggu, tunggu.
Imutnya 'gak ada lawan!
Aku suka Gojo!
Capek! Aku harus 'gimana?
Aku bingung harus bagaimana!
Kitagawa, kamu lapar?
Yah...
Pengin mati!
Mau ikut makan bersama kami?
Eh?
Benar, sekalian saja.
Eh? Eh?
Selamat makan!
Enak!
Gojo juga jago masak! Dewa banget!
Tidak sehebat itu.
Orang tuaku tidak ada, jadi aku memasak sendiri.
Biasa saja.
Serius? Sama kayak aku, dong.
Aku tinggal berdua dengan ayah karena ibu sudah meninggal.
Saat aku baru masuk SMA, ayahku dipindahtugaskan.
Karena ayah sedang adaptasi jabatan baru, aku jadi tinggal sendiri.
Labunya juga enak!
Pasti kamu kesusahan. Apa kamu sudah makan teratur?
Iya, biasanya aku beli di swalayan.
Tapi saat libur kerja sambilan, aku masak sendiri.
Ini natto dengan nasi goreng beku.
Ditambah sosis, dan ayam goreng beku.
Aku terus makan ini selama beberapa waktu karena suka banget.
Meski kelihatannya begini, aku bisa masak, kok!
Benar tidak apa-apa? Apa kamu tidak merasa tidak enak badan?
Enggak, kok!
Karena setiap hari aku minum susu dan makan yogurt.
Jadinya enggak apa-apa!
Marin, kalau kamu mau mulai hari ini, coba ikut makan bersama kami saja.
Boleh 'kan, Wakana?
Ah, iya. Jangan sungkan, Kitagawa.
Apa benar boleh?
Asyik!
Gojo, terima kasih sudah mengantarku.
Tidak apa-apa. Maaf juga karena sampai larut malam.
Santai saja!
Makanannya enak, dan aku juga senang berbicara dengan kakekmu.
Gojo!
Iya.
Sampai...
Sampai besok.
Iya.
Dadah!
Hah? Sumpah gagal paham.
Padahal barusan percakapan biasa.
Kenapa aku malah gugup 'gak jelas?
Kami tidak melakukan tindakan tidak senonoh.
Tindakan tidak senonoh, ya?
"Harusnya kamu tidak senonoh saja."
Rasanya ingin berkata begitu.
Aku baru saja mau keluar, ternyata malah hujan. Merepotkan.
Ada siswi di depan toko. Temannya Wakana?
Adik manis, kamu baik-baik saja?
Aku pulang.
Selamat datang.
Kakek keluar dulu.
Iya.
Oh iya, temanmu datang.
Eh?
Dia basah kuyup. Jadi kakek menyuruhnya mandi.
Setelah selesai mandi, berikan minuman atau apalah.
Kakek.
Siapa yang kakek izinkan masuk?
Kitagawa bilang hari ini ada kerja paruh waktu.
Aku tidak punya teman selain Kitagawa.
Jangan-jangan...!
Penipu? Motif pencurian baru?!
Kakek ditipu?!
Anak kecil?
Tunggu!
Kakek, aku mau tanya.
Kenapa boneka Hina ini tidak punya rambut?
Yah, itu karena...
...rambut dan kepala dibuat terpisah, dan baru disatukan di akhirnya.
Begitu, ya! Makanya masih sangat kinclong!
Ti-Tidak...
Ma-Maaf.
Hari ini, ada perlu apa?
Kostum. Kamu yang membuatnya, 'kan?
Ah. Kukira apa.
Dia pelanggan yang ingin melihat-lihat boneka Hina.
Jadi begitu.
Karena dia datang sendiri, kakek mengira kalau dia temanku.
Iya, saya yang membuatnya! Tolong tunggu sebentar.
Tolong sebutkan namamu dan nama sekolahmu.
Inui Sajuna. Siswi kelas dua di SMA Perempuan Sakuranomiya.
Di-Dia lebih tua dariku.
Apa?
Ti-Tidak, bukan apa-apa.
Kalau kamu?
Saya Gojo Wakana. Siswa SMA kelas satu.
Kamu bisa langsung melihat kostumnya sekarang, meski hanya beberapa.
Sungguh? Aku ingin melihatnya sekarang!
Iya.
Ini!
Silakan lihat sepuasnya.
Rasanya senang kalau ada yang tertarik dengan boneka Hina.
Boneka itu...
...tidak ada kepalanya.
Kepalanya ada di sana.
Kami membuatnya terpisah, lalu menyatukannya di akhir.
Kok agak brutal, ya.
Kimono ini dihiasi swarovski. Yang ini pakai renda.
Lumayan berbeda dari zaman dahulu, ya.
Iya, kami membuat boneka seperti ini dengan mengikuti perkembangan zaman.
Apa aku boleh lihat dari dekat?
Silakan.
Tenang saja. Aku tidak akan menyentuhnya.
Ini barang jualan yang berharga, 'kan?
Terima kasih atas pengertiannya.
Cantik. Sungguh indah.
Aku sangat suka yang ini!
Kamu mengerti, ya! Ini boneka yang terkenal!
Sudah kuduga! Aku sampai terpana! Misterius, deh!
Aku juga suka karena cantik.
Lalu, boneka yang ini juga...
Kenapa kita malah melihat boneka Hina?
Eh, karena kami toko boneka Hina.
Kalau itu aku tahu!
Yang kumaksud itu kostum cosplay!
Kamu yang membuat ini, 'kan?
Aku ingin memesan kostum cosplay!
Meski kamu ingin memesan...
...aku tidak menjual kostum cosplay sebagai barang dagangan.
Kamu lihat, 'kan?
Eh?
Sehabis mandi tadi di kamar mandi, kamu melihat...
Pengintip.
Benar, kamu mengintip!
Kamu bisa ditangkap kalau aku melapor!
No comments yet. Be the first to leave one.