The first 200 lines.
"Kang Chani"
"Park Jung Yeon"
"Lee Seung Hyub"
"Jian"
"Must You Go?"
"Drama ini murni fiksi dan tidak terkait"
"Dengan orang, organisasi, lokasi, atau insiden nyata"
Ini dia.
Apa yang terjadi dengan rambutku?
Inilah yang sedang tren saat ini.
Apa "tren" berarti "bodoh"?
Tidak, hanya saja kamu tidak menghadap ke depan.
Karena kamu terus menatapku.
Bagaimana aku bisa memotong rambutmu?
Aku akan mencukur semua rambutku dan menjadi biksu saja.
Astaga. Baiklah.
Tunggu di sini.
Dia memintaku memotong rambutnya.
Aku tidak mengajukan diri.
Bukankah dia tampak manis?
Tidak?
Benar. Aku harus mengaku saat mengacau.
Halo, Bu. Ini Yu Jeong.
Aku punya sedikit masalah.
Omong-omong, apa pakaian ini mahal?
Tentu saja. Itu dari Kekaisaran Ming.
Kamu selalu membantuku.
Kamu akan membayarku suatu hari nanti, bukan?
Sebaiknya kamu tidak kabur lagi. Jika kamu melakukannya, aku akan...
Kalau begitu, aku akan mencukur semua rambutmu.
Tidak akan. Aku tidak bisa kembali sekarang.
Ayo cepat.
Sangat sulit mendapatkan janji ini. Dia sangat sibuk.
Astaga. Apa ini?
Ini mengerikan.
Haruskah aku menyapu bagian ini dahulu?
Akan kusapu dari sini sampai sana. Aku bisa membuatnya bersih.
Lupakan saja. Kamu tidak perlu melakukan itu.
Kamu kemari karena memercayaiku. Aku bersyukur untuk itu.
Tidak.
Kami membuat Anda tetap di sini padahal seharusnya Anda pulang.
Terima kasih sudah menunggu kami.
Tolong biarkan aku melakukan ini. Jadi, aku akan merasa lebih baik.
Ini tantangan yang berat.
Haruskah kita mencukurnya agar bisa tumbuh lagi?
Kamu tampan. Kurasa akan cocok denganmu.
Aku memutuskan pergi ke gereja mulai besok.
Anda bisa memperbaiki ini?
Pertama-tama, aku harus menyelamatkannya dari bencana ini.
Aku melihat jalan yang sangat sulit di depan.
Pertama, kunci pintunya.
Jubah.
Apa? Apa itu pria berhanbok yang kulihat tempo hari?
Astaga, dia tampan.
Dia tampak seperti orang lain.
Astaga. Ini karya seni.
Aku merasa telanjang.
Bagaimana penampilanku?
Begini...
Aku mencurahkan jiwaku ke dalamnya.
Terima kasih, Bu. Terima kasih.
Melihat penampilanmu, kamu bisa memulai debut sekarang.
Debut? Apa itu artinya aku terlihat seperti pria dari era ini?
Ya. - Semacam itu.
"Semacam itu"? Jangan malu. Dia sangat seksi.
Aku dikenal karena ketampananku, bahkan di Joseon.
Yu Jeong, kamu harus mengawasinya.
Wanita akan mengerumuninya di jalanan.
Kamu mungkin tidak menduganya, tapi saat aku berjalan,
wanita di Joseon... - Sial. Apa katamu?
Sepertinya pria dari era ini tidak sekuat sebelumnya.
Kecuali kamu ingin ada pemakaman,
sebaiknya jaga sikapmu.
Mulai besok, kita akan sibuk.
Kita harus membuatkanmu KTP.
Pertama, kita harus ke kantor wilayah besok.
Kamu harus mempelajari hal-hal dasar.
Setelah punya KTP sendiri, kamu akan mengambil GED dahulu.
Benar juga. Kamu harus punya SIM jika ingin bekerja.
Tunggu.
Apa itu artinya kamu akan ikut wajib militer?
Aku juga harus melakukan debut.
Apa kamu tahu apa artinya?
Aku tidak tahu apa artinya.
Tapi begitu kulakukan, wanita... - Ayolah.
Aku bercanda.
Dengan begitu, aku akan menghasilkan uang, bukan?
Aku ingin bernyanyi dan menghasilkan uang seperti Won
agar bisa membelikanmu barang bagus
dan membuatmu bahagia.
Kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu untuk saat ini.
Bagaimana kamu bisa dapat pekerjaan tanpa KTP?
Aku menghargai niatmu.
Tidak. Aku harus melakukan apa pun yang aku bisa.
Aku pria yang sangat baik.
Aku tidak bisa tinggal di rumah dan bersantai.
Perlahan. Mari kita lakukan satu per satu.
KTP.
Entah apa dia bisa mengemudi.
Aku bisa cari pekerjaan lain.
Omong-omong, apa sudah sepatutnya ciuman hanya terjadi amat singkat?
Apa tidak boleh lama?
Konyol.
Kamu tahu? Kamu tampak terlalu fokus pada masalah fisik.
Maafkan aku.
Apa kamu selalu seperti ini di Joseon?
Astaga, kenapa kamu bilang begitu?
Kurasa begitu. - Tidak.
Seperti apa dia?
Ini tidak seperti pikiranmu. - Apa dia cantik?
Aku yakin begitu.
Siapa gadis dari Joseon itu?
Astaga.
Kamu satu-satunya wanita dalam hidupku.
Di sana.
Tidak. Jangan ke sana.
Lihat ke kamera.
Di sana? - Di sana.
Lihat ke kamera.
Seperti ini.
Ini.
Enak, bukan? - Ini enak sekali.
Baiklah.
Luar biasa.
Kita memang hebat.
Satu, dua... - Satu, dua...
Tidak, potret di hitungan ketiga.
Baiklah. - Satu, dua, tiga.
Dua jari. Seperti ini.
Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga.
Seperti ini?
"N".
"A, E, O, I, U"
"A"
Kelihatannya enak.
Tunggu.
Lihat. - Astaga.
Ini.
Letakkan di sana.
Buat bungkusan.
Makanlah seperti ini.
Kurasa yang ini lebih bagus daripada yang itu.
Aku membelikannya untukmu.
Terima kasih.
Lihat itu.
Halo.
Astaga. Kamu membuat semuanya sendiri?
Ya, aku membuatnya sendiri.
Cantik sekali.
Kamu suka itu?
Kamu menyukainya?
Ya.
Aku akan membelikannya untukmu.
Kekasihmu cukup murah hati.
Berapa harganya? - 30 dolar.
Terima kasih sudah menunjukkannya. - Tunggu.
10 dolar? - 10 dolar?
Astaga, aku tidak bisa memberimu diskon lagi. Lima dolar.
Baiklah. Kamu tampak seperti gadis yang sangat baik.
Akan kuberikan seharga tiga dolar. Hanya untukmu.
Itu tidak banyak. Ini.
Dia tampak seperti pria santai.
Ini. Terima kasih.
Biar kupakai sekarang.
Astaga. Kalian pasti di fase bulan madu kalian.
Bahkan aku merasa sangat bahagia untuk kalian.
Pak Tampan.
Jangan membuatnya menangis. Bersikap baiklah kepadanya.
Norigae ini akan mengawasimu.
Ini tampak bagus di tasku.
Seringlah kemari.
Lain kali, aku akan memberimu harga yang sama.
Baiklah. Terima kasih. - Sampai jumpa.
Sampai jumpa. - Terima kasih.
Kuharap orang-orang bisa secara alami berjalan di jalan mereka.
Tapi hidup selalu membuatnya sulit.
Karena perasaan orang-orang tertinggal, merasa kecewa,
rindu, dan berduka,
mereka tidak bisa memulai perjalanan mereka.
Bulan akan segera terbit.
Aku akan kembali saat makan malam.
Jika bosan, kamu bisa keluar.
Tapi tetap di rumah jika mungkin. Aku akan khawatir.
Jangan khawatir. - Aku akan kembali.
Aku tidak merasa seperti pria.
Keluar kecuali kamu mau dipukul dengan telur!
Kenapa aku tidak bisa mengatakan apa yang ingin kumakan?
Aku tidak bilang ingin dadar gulung.
Kubilang aku mau telur goreng!
Telur goreng? Kecuali kamu ingin dihajar, keluarlah.
Astaga. Baiklah. Aku akan pergi. - Kamu menyebalkan. Keluar!
Kamu selalu mengusirku! Yang benar saja.
Kamu mengejutkanku.
Aku punya permintaan. - Apa-apaan ini?
Kamu mengejutkanku dengan perubahan penampilanmu.
Aku ingin menghasilkan uang. Bisa beri tahu aku caranya?
Uang? Dengan apa?
Aku bertanya karena tidak tahu caranya.
Temukan jawabannya besok.
No comments yet. Be the first to leave one.